NEET

NEET
Chapter 30 : Monster melawan monster


__ADS_3

pertarungan R dan Hart sudah di mulai. mereka berdua saling adu pedang dengan kekuatan yang sangat luar biasa. bagaikan pertarungan antara dua monster mengerikan.


R terus menyerang tapi serangan itu sangat mudah di tangkis oleh Hart. dari pertarungan mereka yang begitu cepat terlihat hanya R yang menyerang. Dan Hart hanya terlihat menangkis saja.


"ayolah, apa cuma ini kemampuanmu?" tanya Hart


karena R berpikir serangannya kurang untuk mengalahkan Hart. dia langsung menggunakan lacrima api dan merubah bentuk pedangnya menjadi kapak dan perisai.


R menggunakan kombinasi perisai dan kapaknya untuk menyerang. dia menggunakan kapak untuk menyerang. namun dengan mudah di tangkis Hart.


namun R tidak bodoh. serangannya memang di blokir namun dia punya senjata lain yaitu perisainya.


R mengalirkan api ke perisainya. kemudian melemparkannya ke Hart. karena leparan perisai itu Hart sedikit kaget. tapi refleknya lumayan hebat. Hart berhasil menghindari lemparan perisai itu walaupun perisai itu sempat menggores wajahnya. setelah itu perisai itu kembali lagi dan menempel kembali ke tangan R.


Hart bergerak sedikit menjauh dari R. kemudian dia memegang wajahnya yang terkena serangan R. seketika luka di muka Hart menghilang.


"jadi, kamu bisa merubah bentuk pedangmu juga?. menarik. kalau begitu akan ku tunjukan juga kekuatanku." kata Hart


Hart langsung bergerak maju dia mengarahkan ujung pedang emasnya langsung ke R. serangannya begitu mudah di hindari. R melompat mundur dan berhasil menghindari serangan itu. begitu lah yang di pikirkan R.


namun, senjata Hart tiba-tiba berubah. senjata itu tiba-tiba memanjang.


"apa!?" R yang terkaget akan hal itu tidak bisa menghindar.


pedang itu pun menusuk tubuh R sampai menembus tubuhnya. R langsung memuntahkan darah dari mulutnya.


setelah pedang itu menembus tubuh R. pedang itu membentuk dua percabangan dan berubah menjadi sebuah tombak trisula bermata 3.


sambil memegang tombaknya Hart mendekati R dan berkata.


"inilah yang di sebut jurus perubahan senjata."


setelah itu Hart memutar tubuhnya bersamaan dengan tombak dan juga R yang masih menancap dengan tombak.


putarannya begitu kuat. setelah itu Hart merubah bentuk senjatanya lagi dan membuat R terlempar.


saat R masih terlempar di udara. Hart merubah bentuk pedangnya lagi. dia membelah pedangnya menjadi beberapa biji dengan cepat. mulai dari puluhan hingga ratusan pedang. setelah itu Hart melemparkan pedangnya yang begitu banyak langsung ke arah R.


R yang masih di udara tidak bisa menghindar sama sekali. ratusan pedang itu menusuk tubuh R hingga membuatnya terjatuh menghantam tanah.


hantaman itu membuat kepulan asap yang cukup tebal.


Hart mendekati kepulan asap itu. terlihat dari balik kepulan asap itu seseorang masih berdiri. orang itu adalah R.


saat asap menghilang ternyata R masih bisa berdiri. dia berhasil menahan serangan Hart dengan perisainya. namun beberapa pedang masih menancap di tubuh R.


R dengan menahan kesakitan mencabut pedang-pedang itu dan lukanya mulai tertutup.


"hah.. hah.. untung aku sempat memakan Cerberus jadi aku mendapat sedikit kekuatan penyembuhannya."


R pun mulai merubah bentuk senjatanya lagi. dia memasang lacrima es ke pedangnya dan pedangnya berubah menjadi Sabit.


Hart menyerang R lagi dengan ratusan pedang. R menebas pedang-pedang itu dan membuatnya membeku. pedang-pedang itu pun terjatuh dengan sendirinya.


setelah itu R memperpanjang sabitnya dan langsung menjangkau Hart. ujung sabit itu langsung menjangkau Hart. dengan mudahnya Hart menahan serangan itu.


Hart menahan ujung sabit itu dengan mudah. namun tiba-tiba karena efek dari sabit es R. tubuh Hart mulai membeku. es mulai merambat dari tangan Hart menuju ke badannya.


dalam sekejap tubuh Hart membeku dan terkurung dalam kristal es. tubuhnya tidak bisa bergerak akan hal itu.

__ADS_1


"syukurlah, serangan ku berhasil." R menghela nafas.


melihat Hart sudah terkurung di dalam kristal es. R mengambil kesempatan itu untuk menyerangnya. dia merubah bentuk pedangnya ke bentuk pedang biasa lagi.


"baiklah waktunya menggunakan kemampuanku."


R mulai melangkah, langkahnya semakin cepat dan cepat. kakinya pun mulai bercahaya. dia mengalirkan sihir dan membuat pedangnya bercahaya. setelah dekat dengan Hart dia langsung mengayunkan pedang cahaya itu.


"tebasan cahaya"


tepat beberapa centi sebelum mengenai Hart. tiba-tiba tanah di sekitar Hart naik dan dan melindungi Hart. serangan R tertahan oleh tanah itu.


R ingin mencabut pedang itu namun tanah yang menahan serangannya berubah menjadi besi baja yang sangat kuat sehingga pedang R tidak bisa di tarik.


tanah di bawah R tiba-tiba menjadi lumpur dan menarik tubuh R ke bawah. setelah itu tanah tersebut langsung mengeras sehingga menjebak kaki R.


R berusaha untuk lari. namun semua yang ada di sekitarnya mulai mengekang dia sehingga dia tidak bisa bergerak.


sementara itu es yang mengurung Hart mulai bercahaya. cahaya itu kemudian menyebar dan membentuk sebuah kupu-kupu yang indah. lalu terbang ke langit. setelah itu Hart dengan mudah terbebas dari es.


"a, apa yg sebenarnya kamu lakukan?" R terheran melihat apa yang terjadi.


Hart kemudian mendekati R yang masih terkurung di oleh tanah dan meaterial lainya. dia mengacungkan ujung pedang emasnya ke R. kemudian Hart berkata.


"ku kira kau bisa lebih kuat dari ini" kata Hart.


"se, sebenarnya apa kekuatanmu?" tanya R


"kau bisa sebut saja kekuatanku sebagai game master. karena aku bisa mengendalikan semua yang ada di dunia ini. termasuk para NPC dan juga player" jawab Hart.


setelah itu pedang Hart mulai bercahaya. sebuah menu perintah pengaturan muncul di depan muka R. namun Hart terlihat kebingungan.


"ya, kalau memang ada aku sudah ingin log out dari pertama masuk ke dunia ini dasar bodoh. bukannya kamu yang sudah menghilangkan perintah log out itu?." kata R


"aku memang menghilangkan perintah log out untuk player. supaya mereka terjebak di sini. tapi seharusnya aku masih bisa mengakses database mereka dan memaksa mereka untuk log out. walau resikonya sama saja" lanjut Hart


"apa maksudmu resikonya sama saja?" tanya R


"ya. kalau aku me log out player dengan paksa dia tetap akan mati di Dunia nyata." jawab Hart


"ke, kenapa kamu melakukan itu kalau sama saja tetap membunuh mereka.?" tanya R lagi


"yah, aku hanya tidak suka melihat majah kesakitan mereka saat ku bunuh. aku pertama kali melakukan metode ini ke orang tua temanmu yang bisa menggunakan sihir elementa itu." jawab Hart.


"pantas saja Mia semarah itu saat melihatmu. ternyata.. kamu, kamu yang sudah membunuh keluarganya!." kata R yang mulai marah.


"aku tidak menyangka masih ada player yang bisa hidup selama itu. apalagi mereka ras manusia. bukan seperti elf terkutuk itu."


setelah mendengar kata-kata Hart R mulai marah lagi. tekanan udara di sekitarnya semakin meningkat dan R langsung mengeluarkan aura meledak ledak yang sangat mengerikan.


namun hal itu tidak membuat Hart kaget ataupun terkejut. dia dengan santainya menyarungkan pedangnya kemudian memegang kepala R dengan jari telunjuknya. dan seketika. aura amarah R langsung lenyap. setelah itu R pingsan seketika.


"aku tidak ingin membunuhmu untuk saat ini kawan. akan ku biarkan kamu hidup. tapi dengan masa lalu yang tidak akan kau ingat. aku harap kamu bisa lebih kuat dari ini dan bisa mengalahku suatu saat." kata Hart.


setelah itu Hart memegang pundak R dan seketika R mulai bercahaya berwarna biru. setelah itu R menghilang berteleportasi entah kemana.


***


sementara itu Momo sudah berlari cukup jauh dia melewati hutan. tapi di saat yang sama tenaganya habis. dia terpaksa mendarat di hutan yang lumayan lebat.

__ADS_1


Momo berjalan sebentar dan melihat sekeliling. di dalam hutan itu dia menemukan gua kecil yang lumayan kering dan tidak terlalu lembab serta gersang.


Momo menurunkan Lana dan membaringkannya di gua itu itu. setelah itu Momo yang sudah kehabisan tenaga berubah menjadi seekor kucing berwarna abu-abu. setelah itu dia pun berbaring juga di samping Lana.


hari sudah mulai petang. dan Lana pun mulai membuka matanya. saat matanya terbuka dia pun langsung berteriak.


"aaaaarrr!!"


begitulah teriakannya. yang membuat Momo seketika terbangun.


Lana pun mulai berdiri.


"R, aku harus menyelamatkan R."


Lana mencoba berjalan tapi tubuhnya masih belum bertenaga hingga membuatnya terhuyung dan hampir jatuh.


sebelum Lana jatuh Momo berubah menjadi mode manusia dan memegang tangan Lana.


dia terus meyakinkan Lana bahwa R akan baik baik saja.


"Lana, tolong tenanglah dulu, Momo yakin tuan R pasti baik-baik saja." kata Momo.


"tapi, tapi. Momo. kamu tahu kan yang R lawan siapa? itu Hart Momo, itu Hart." sanggah Lana sambil terus memaksa untuk kembali ke R.


"ya, aku tahu dia Hart. tapi ini juga demi kebaikan kita. setidaknya mungkin dia berpikir lebih baik dia yang melahan Hart sendiri daripada kita ikut campur dan hanya menjadi beban baginya." jawab Momo


"pokoknya kita harus kembali!!" kata Lana


"aku tidak akan membiarkanmu Lana. aku tidak akan membiarkanmu lewat dari sini. kamu harus memulihkan kondisimu saat ini dulu. dan aku berjanji pasti akan membawamu kembali ke tuan R" kata Momo.


dengan tubuhnya yang masih lemas Lana pun jatuh terduduk dan hanya bisa menangis dan meratapi betapa lemahnya dia.


"maafkan aku R, maafkan aku" kata Lana sambil menangis.


beberapa hari sudah berlalu di dalam hutan itu. Lana dan Momo memanfaatkan sumber daya yang ada di hutan tersebut untuk bertahan hidup. untungnya ini bukan hutan yang berisi monster berbahaya. jadinya selama beberapa hari ini mereka aman.


setelah itu Momo menepati janjinya untuk membawanya kembali ke pulau peri utama. di mana tempat mereka terakhir berpisah dengan R.


tak berselang lama Momo berjalan dalam mode singa raksasa nya. dia sampai ke pulau peri di tengah danau.


pulau itu sudah tidak berkabut lagi. dan tidak ada pasukan pertahanan lagi. namun pulau utama yang ada pohon besar sudah hancur separuhnya mungkin itu karena efek pertarungan R.


di sana mereka mencari jejak R dan hanya menemukan pedangnya R saja yang menancap di sebuah besi baja.


Lana berusaha menarik pedang itu namun tidak bergeming sedikitpun.


"biar momo saja Lana"


Momo menyentuh pedang itu seketika pedang itu berubah menjadi sebuah gelang.


"kalau pedang R masih menancap di sini. apa itu berarti R sudah di tangkap mereka?" tanya Lana.


"Momo pikir tidak."


Momo menjelaskan bahwa pedang itu bisa merekam kejadian yang sudah di alami. penggunanya. dan disana Momo menunjukkan ke Lana bahwa R di teleportasi ke suatu tempat yang tidak tahu di mana.


karena hal itu Lana pun bertekad akan menemukan keberadaan R di manapun dia berada. dan berapa lama pun itu. bersama dengan Momo di sampingnya.


"aku pasti, aku pasti akan menemukanmu dan akan menyelamatkan mu R. tunggu saja aku

__ADS_1


__ADS_2