
hari demi hari aku, Lana dan Momo hanya bisa bersembunyi. kami bertiga terus di serang oleh para NPC di dunia ini. dan itu sangat menyebalkan. kami tak bisa bergerak bebas.
setiap satu NPC saja melihat kami. mereka langsung memanggil bala bantuan dan langsung menyerang kami tanpa ampun.
dan satu lagi. sebenarnya kami pergi dan menghidar ini bukan tanpa tujuan.
beberapa hari lalu raja Hart memberikan informasi lagi kepada kami. dia memberitahukan jika kami berhasil mencapai menara langit. maka dia akan menghentikan semua ini.
namun yang jadi masalah. menara langit itu sangat jauh dari perbatasan benua iblis. bahkan mungkin membutuhkan waktu setengah tahun untuk mencapainya.
tapi raja Hart memberikan kami keringanan. dia memberikan kami beberapa portal teleportasi di tempat-tempat tertentu.
aku tidak tahu apa tujuannya tapi sepertinya menjanjikan dan juga mencurigakan.
sejauh ini kami sudah melewati 4 gerbang teleportasi dari 5 gerbang yang harus kami lewati.
gerbang terakhir di jaga oleh cyclop. yaitu makhluk raksasa bermata satu yang mengerikan. tingginya sekitar 7 meter dan membawa gada besi.
namun walaupun terlihat mengerikan kami bertiga dengan mudah berhasil mengalahkannya.
setelah itu kami pun masuk ke tempat teleportasi. sensasi masuk lingkaran teleportasi ini sangat tidak menyenangkan. tubuhmu akan terasa tertarik sangat kencang dan kemudian jadi butiran debu yang menghilang.
setelah berhasil ke portal tujuan pun begitu tubuh kita serasa di bentuk kembali dari butiran debu dan menjadi berbentuk manusia kembali.
kadang aku juga merasakan mual setelah perjalanan yang sangat cepat itu. mual seperti mabuk kendaraan. bahkan sedikit lebih parah.
namun Lana dan Momo terlihat biasa saja seperti sudah biasa melakukan teleportasi.
teleportasi terakhir ini berhasil. kami berada tepat di depan menara langit. menara langit ini bukan menara yang menjulang tinggi sampai ke langit.
melainkan sebuah menara yang berada di atas langit. lebih tepatnya di atas gunung api raksasa yang menjulang tinggi hingga menembus langit.
gunung api ini masih aktif dan sewaktu waktu bisa meledak kapan saja.
bahkan menara langit ini jadi sedikit agak miring karena gempa vulkanik yang sering terjadi di sekitar sini.
kami bertiga mulai masuk menara itu melewati pintu utama. seketika saat kami sudah melewati pintu itu sebuah sihir penghalang langsung muncul menghalangi pintu keluar kami.
dan tepat di depan kami ada 5 orang sudah menunggu kami.
orang pertama adalah seorang pemuda bertubuh tinggi langsing dengan rambut hitam yang panjang dan mukanya sedikit tampan. matanya menutup. sepertinya dia memiliki kekurangan dalam pengelihatan.
pria kedua hampir mirip seperti Jack. sepertinya dia juga seorang Hunter hampir sama dengan Jack. yah. jack adalah teman pertamaku di dunia ini dan dia punya kemampuan seorang Hunter. dan sangat ahli dengan panahnya.
dua orang selanjutnya dua orang anak kecil laki laki dan perempuan. sepertinya mereka saudara kembar karena wajah mereka lumayan mirip.
dan yang terakhir seorang pria kekar berbadan besar. dengan wajah sombong yang tidak asing bagiku. ya. dia adalah orang yang pernah ku temui. walaupun agak samar-samar tapi aku masih mengingatnya. dia adalah Gilgamesh.
melihat mereka berlima aku dan Lana langsung mempersiapkan senjata kami masing masing.
belum sempat kami bersiap Tiba-tiba seseorang merangkul pundakku. orang itu bukan Lana maupun Momo. melainkan si pria berambut panjang.
tubuhku berasa tegang dan tidak bisa bergerak mengetahui bahwa pria itu memiliki hawa yang sangat menyeramkan.
__ADS_1
"lebih baik kamu tidak usah bergerak dulu kawan. biar kami perkenalkan diri kami dulu."
pria itu memperkenalkan dirinya bahwa namanya adalah Jean. sedangkan pria pemanah bernama Juna. anak kecil laki-laki bernama Jeni. sedang kan yang perempuan bernama Jena. dan yang satu lagi pria kekar berbadan besar namanya adalah Junet. eh maksudku Gilgamesh.
Jean mengatakan padaku bahwa mereka adalah panglima perang terkuat yang di ciptakan oleh raja Hart.
"nah, itulah kami. kamu paham sekarang kawan. atau ku panggil R saja. baiklah.. kalahkan kami maka kamu boleh menemui raja Hart."
aku tidak tahu mereka berada di level berapa soalnya entah kenapa aku tidak bisa melihat status mereka dengan kekuatan libraku.
"ke, kenapa aku harus mengalahkan kalian dulu?" tanyaku ke Jean.
"yah untuk memastikan kalian pantas saja. okeh kita mulai saja ya."
Jean langsung mendorong punggungku dari belakang dan tiba-tiba langsung berada di depan Lana. dia pun memegang pundak Lana.
"nah untukmu Nona muda. kamu ikut aku"
mereka berdua langsung menghilang bersama dengan Momo yang berada di pundak Lana juga ikut menghilang.
"Lana!!" teriakku
setelah itu Gilgamesh mulai berjalan ke arahku. di sekitar tubuhnya mengeluarkan hawa panas yang luar biasa. seperti sebuah oven yang mulai mendekat.
"R, hati-hati dengan pria matahari itu. aku pernah melawannya dan kekuatannya sangat mengerikan. gunakan destruction ku jika di perlukan." kata Azazel dalam pikiranku.
"baiklah."
Gilgamesh langsung menerjang ke arahku. dengan sigap aku menahan serangannya dengan pedang cahayaku. walaupun begitu aku masih terpental.
aku berbalik menyerang Gilgamesh namun sebelum seranganku sampai. tiba-tiba panah es menuju ke arah ku. panah itu di tembakkan oleh Juna dari kejauhan.
aku menangkisnya dengan perisaiku dengan mudah namun efek pembekuannya sangat besar. seketika seluruh badanku membeku dan aku tidak bisa bergerak.
Gilgamesh langsung datang ke arah ku dan mengarahkan sebuah pukulan bercaya kuning di genggamannya. pukulan itu sangat panas bahkan dinding es yang membekukan ku langsung meleleh seketika.
aku segera menggunakan kekuatan destruction dengan melapisi seluruh tubuhku dengan kekuatan itu. aku pun segera menghancurkan bongkahan es yang mengurungku dan segera menghindar sebelum terkena serangan Gilgamesh.
efek pukulan Gilgamesh menimbulkan sebuah asap yang lumayan tebal. aku memanfaatkan itu untuk kabur. namun entah kenapa. anak panah terus menuju ke arahku. walaupun dalam keadaan yang mungkin bagi si pemanah tidak terlalu kelihatan.
saat aku masih berlarian tiba-tiba dua orang anak kecil menghadang ku. saat mereka tepat di depanku tubuhku seketika berasa berat dan aku berasa di hantamkan ke tanah.
aku tersungkur seketika. aku mencoba berdiri namun tidak bisa.
"lihat itu kak Jeni. dia parah sekali ya?"
"iya hanya pakai kekuatan kecilmu saja dia sudah tidak bisa bergerak."
"apa katamu?!!" sahutku kesal.
aku terus berusaha berdiri dari kekuatan mereka berdua. namun tetap tidak bisa. aku pun berinisiatif untuk menggunakan sihir destruction ke lantai bangunan.
aku menggunakan sihir itu ke lantai. dan seketika membuat pijakan mereka berdua goyah sehingga konsentrasi sihirnya melemah.
__ADS_1
aku pun mulai bergerak dan mengincar si anak laki-laki. aku mengayunkan kapak apiku dan menyerang dia. namun semua seranganku berhasil di hindari dengan mudah.
anak itu terus menghindari seranganku sambil berkata "aku tahu gerakanmu"
tak berselang lama setelah menghindari seranganku. dia pun menyentuh tubuhku dan aku pun langsung terpental. sampai Akhirnya terhenti karena membentur dinding menara.
ke empat orang yang menyerangku pun menghampiri diriku yang sudah terkapar lemas di tanah dengan tubuh ku yang mengeluarkan asap. untuk menyembuhkan luka.
Gilgamesh kemudian mendekatiku dan berkata kepadaku.
"kamu sudah lihat kan betapa kuatnya kami? kamu tidak punya kesempatan untuk menang Blank"
"hé hé heh."
"ke, kenapa kamu masih bisa tertawa setelah babak belur seperti itu?" kata Gilgamesh.
setelah Gilgamesh berkata seperti itu aku langsung meludahinya dengan darah di mulutku. dia sangat kesal dan langsung memukuliku bertubi-tubi. dan membuatku semakin babak belur namun masih tetap sadar.
"Heh, kalian pikir itu kekuatan yang hebat?. Apa kalian pikir mengeroyok 1 orang sendirian itu termasuk kekuatan yang hebat?. "
"iya, karena itu namanya kerja sama" sahut si pemanah Juna.
"hey, bagaimana denganmu Gilgamesh?. kamu itu kesatria yang perkasa. masa kamu tidak bisa mengalahkan ku sendirian?"
"tentu saja aku bisa mengalahkanmu sendirian dengan tanganku." jawab Gilgamesh
"tapi kenapa kamu masih membutuhkan bantuan mereka? padahal kamu itu kuat lho.."
"hey Gil, kamu jangan terprofokasi olehnya." kata Juna memperingatkan.
"diam kamu Juna, ini urusanku dengannya" sahut Gilgamesh
sip, Gilgamesh berhasil ku tipu. untung dia orangnya mudah emosian.
"baiklah kalau begitu dengan senang hati aku akan melawanmu dengan segenap kekuatan ku sendiri Blank. kalian bertiga jangan ganggu pertarungan kami." kata Gilgamesh
"baiklah kalau begitu terserah kamu saja Gil. aku tidak akan mengganggu" kata Juna yang kemudian beranjak meninggalkan aku dan Gilgamesh.
"daahh.. kak Gil semoga berhasil" lanjut Jena dan Jeni meninggalkan kami.
aku pun mulai berdiri walaupun masih terhuyung huyung, sambil menaruh pedangku lagi di punggung. dan kemudian berhadapan langsung dengan Gilgamesh.
dia pun langsung melancarkan pukulan ke arahku dan aku pun langsung mengeluarkan jurusku.
"ilmu beladiri tangan kosong. tinju petir"
tinju kami berdua langsung membentur satu sama lain dan menimbulkan ledakan serta sockwave yang lumayan besar.
pertarungan ku dan Gilgamesh pun di mulai dan akan di lanjut di chapter selanjutnya.
Ctt:
__ADS_1
Gilgamesh masih memanggil R dengan Blank karena dia memang belum tahu kalau Blank itu R.