NEET

NEET
Chapter 20 : Kolektor Patung


__ADS_3

cerita kali ini berfokus kepada Jack dan Mia.


setelah terjerembab masuk pintu jebakan. Jack dan Mia jatuh ke ruangan yang begitu gelap. Mia menggunakan sihir firenya untuk membuat cahaya. dan tepat di depan mereka ada sebuah pintu. mereka berdua menghampiri pintu tersebut dan mengeceknya. ternyata pintu itu tidak terkunci sama sekali. mereka berdua pun membukanya secara bersamaan. benar saja pintu itu terbuka dengan mudahnya oleh mereka berdua.


tepat setelah pintu itu terbuka terlihat sebuah lorong ruangan dengan dinding berwarna merah serta di bagian bawahnya juga terdapat karpet berwarna merah juga. di sudut-sudut ruangan merah itu juga terdapat beberapa patung manusia dengan berbagai bentuk ekspresi.


ada yang ekspresinya terlihat kesakitan. ada yang terbaring dan menutup mukanya yang dalam posisi berteriak dengan tangannya. ada yang dalam posisi berlari seperti sedang kabur dari sesuatu dan masih banyak lagi.


tidak ada ekspresi yang terlihat senang sama sekali dari mereka semua. para patung itu terlihat ketakutan dan kesakitan. dan semua itu terukir sangat detail seperti manusia asli.


Jack dan Mia terlihat penasaran dengan patung-patung itu. mereka terlihat begitu kagum melihatnya saat berjalan di lorong yang serba merah tersebut. sampai mereka menemukan pintu dan sampai ke sebuah ruangan.


ruangan itu bukan lorong lagi melainkan sebuah kamar berbentuk lingkaran yang sangat luas. ruangan itu berdiameter sekitar 50meter dan memiliki warna yang sama seperti warna ruangan sebelumnya yaitu serba merah.


di pojok pojok ruangan terdapat patung manusia juga sama seperti ruangan sebelumnya. yang membedakan adalah di tengah ruangan itu ada sebuah kasur bertutup kelambu berwarna merah. nampaknya tidak ada seorangpun di ruangan tersebut.


Jack dan Mia penasaran dengan ruangan tersebut karena tidak ada pintu keluar. yang ada hanya jendela-jendela kecil yang ada di atap. mereka pun mencari pintu ke pojokan pojokan ruangan. bahkan menulusuri patung-patung yang berbentuk manusia itu.


saat di lihat patung itu terlihat begitu menakutkan. dan saat di pegang material batu dari patung itu terlihat begitu rapuh. Jack mencoba menyentuh tangan salah satu patung dengan ujung jarinya. material berupa pasir dari patung itu mulai rontok setelah di sentuh. dan tiba-tiba terdengar bunyi.


"CRACK"


tangan patung itu pun retak retakannya mucul dari pergelangan tangan sampai sikunya.


"Jack!! apa yang kamu lakukan?" teriak Mia yang langsung panik melihat patung itu retak.


"a,aku tidak bermaksud..." jawab Jack yang juga panik.


"waduh, waduh, waduh.. kalian jangan merusak koleksiku ya.. itu benda yang sangat rapuh"


tiba-tiba suara seorang wanita terdengar. suara itu berasal dari kasur yang tertutup kelambu merah di tengah ruangan.


tak berselang lama sebuah tangan yang lentik muncul dari balik kelambu. itu adalah tangan wanita. dia membuka kelambu itu sedikit demi sedikit. kakinya yang mulus di balut stoking hitam mulai keluar dari kelambu. di lanjut dengan badanya yang ramping yang di tutupi dengan gaun serba merah yang menambah kesan elegan darinya.


namun saat wajah nya muncul Jack langsung berteriak ke Mia.


"Mia!! jangan tatap matanya. dia dia itu..."


mendengar peringatan Jack. Mia langsung memalingkan pandangannya ke wanita itu. dan Langsung berlari mendekati Jack.


ya, telat sekali saat wajahnya terlihat wanita bergaun merah itu memiliki paras yang benar-benar cantik namun wanita itu memiliki sesuatu yang menakutkan yaitu rambut wanita tersebut berbentuk ular.


wanita yang memiliki ciri-ciri seperti itu tidak lain tidak bukan adalah Medusa. menurut legenda siapapun yang terpanah akan kecantikannya dan menatap matanya dia akan berubah menjadi batu. bisa jadi patung-patung di ruangan itu adalah ulah dari wanita tersebut.


"huahahaha.. tidak usah sepanik itu kalian para tikus kecilku.. aku sudah tidak menggunakan metode itu untuk merubah makhluk lain menjadi batu. sebab aku juga sudah kehilangan kekuatan itu." kata wanita tersebut.


kalau di lihat lebih detil lagi memang. mata wanita itu selalu terpejam. melihat hal itu Mia penasaran dan bertanya.


"matamu terpejam, apa mungkin?.."


sambil berjalan mendekati Mia wanita Medusa itu berkata.


"iya sekitar seratus tahun yang lalu seseorang membutakan mataku. tapi karena penderitaan yang di buatnya aku berhasil berevolusi dan mendapatkan metode baru untuk merubah musuh-musuhku menjadi batu."


"seperti apa itu caranya?" tanya Jack.


tiba-tiba seekor ular kecil yang entah darimana asalnya melompat kemudian membuka rahangnya dan meluncur langsung ke arah Jack dan Mia. mereka berdua yang menyadari itu langsung melompat dan menghindari ular itu.


namun serangan tidak hanya itu makin. banyak saja ular yang menyerang. namun Jack dan Mia masih saja berhasil menghindari mereka. setelah di lihat dengan seksama. ular-ular itu ternyata satu persatu muncul dari ventilasi udara di atas ruangan. dengan cepat ular yang berwarna coklat kegelapan itu memenuhi ruangan yang berwarna merah tersebut.


"huahahaha... menarilah kalian para tikus. hindari ular ular itu.. kalau kalian sampai tergigit seekor saja nasib kalian akan sama dengan patung-patung di ruangan ku."


kata wanita Medusa yang terlihat sangat senang melihat Jack dan Mia kewalahan menghindari serangan para ular.


Jack dan Mia yang masih berdekatan merencanakan serangan untuk mengalahkan wanita Medusa. sambil terus menghindar Mia berkata kepada Jack.

__ADS_1


"Jack.. wanita Medusa itu kan buta. bagaimana kalau kita lancarkan serangan diam diam kepadanya. daripada kita terlalu fokus dengan ular-ular ini bagaimana kalau kita langsung menyerang saja inangnya." bisik Mia ke Jack


"baiklah ayo kita coba." jawab Jack


Jack dan Mia sambil terus menghindari serangan para ular. mereka mengeluarkan serangan mereka. Jack mengeluarkan panah nya dan Mia mengeluarkan tongkat kecilnya.


"FIRE!!" teriak Mia.


dia mengeluarkan sihir bola api kecil dan mengarahkannya langsung ke wanita Medusa. namun dengan mudah wanita itu menghindarinya. serangan bola api itu pun kemudian mengenai kasur yang ada di tengah ruangan.


kemudian Jack menembakkan panah apinya dan menembakkannya dari belakang wanita Medusa. wanita itu berbalik dan terlihat tau kalau Jack ada di belakanganya. setelah itu dia mengangkat tangannya dan mengeluarkan banyak ular dari balik gaun merahnya.


Jack secara reflek berhasil menghindari serangan tersebut. kemudian serangan di lanjut bola api dari Mia yang sangat banyak akan tetapi wanita Medusa itu terlihat sudah tahu lagi arah serangan Mia. wanita Medusa langsung menyuruh ular-ular yang ada sekitarnya melindungi dirinya.


"ke, kenapa bisa?." Jack tercengang dan terlihat kebingungan.


"haha, jangan pikir karena aku buta aku lemah dan tidak bisa menghindari serangan kalian ya!!"


kata wanita Medusa yang terlihat percaya diri karena bisa menghindari serangan Jack dan Mia.


Jack dan Mia terus meluncurkan serangan api dan anak panah ke wanita Medusa. tapi dia dengan mudahnya menghindari serangan tersebut. namun Mia tiba-tiba terpikir sesuatu. dia mencoba merubah sihirnya.


"bizzard!!!"


Mia mengeluarkan sihir es. dia membentuk tombak es dan langsung mengarahkannya ke wanita Medusa.


serangan itu meluncur langsung ke wanita Medusa. wanita Medusa itu menyadari serangan tersebut tapi responnya sedikit telat di banding saat menggunakan sihir api. dan serangan tombak es itu juga berhasil menggores tangan kanan dari wanita Medusa.


"ahhkk!!! sakiiitt!!!.. si sihir apa yang kamu gunakan itu?"


karena serangan tombak es itu berhasil menggores wanita Medusa dan membuatnya berdarah. dia pun berteriak kesakitan akan hal itu. dia berusaha menjauh dari Mia sambil menahan sakitnya.


sementara itu ular-ular wanita Medusa berkumpul dan berusaha mencegah agar Mia tidak mendekati wanita Medusa. karena ular-ular itu sangat berbahaya Mia lebih memilih mundur dan juga menjauh bersama Jack.


"Jack, aku punya rencana untuk mengalahkan wanita itu. sini aku bisikin"


mereka berdua menerjang maju menuju ular yang mengilingi wanita Medusa. setelah itu Jack mengeluarkan sebuah anak panah peledak. dia menarik panahnya dan meluncurkannya langsung ke kumpulan ular. seketika panah itu pun meledak dan berhasil memprovokasi ular-ular tersebut.


ular yang banyak itu pun langsung meluncur menuju ke arah Jack. setelah itu Mia pun mengeluarkan sihir lagi.


"bizzara" itulah mantra yang di ucapkan Mia


sebuah angin dingin keluar dari tongkat kecilnya Mia. angin itu membekukan semua ular termasuk wanita Medusa. namun bagian muka dari wanita Medusa itu tidak membeku sepenuhnya. bagian mulutnya masih terbuka dalam posisi menganga dan terbuka.


"baiklah..!!! akan ku akhiri ini semua dengan serangan terakhir ini."


Jack langsung melompat ke arah wanita Medusa itu. dia mengeluarkan panah bom dan langsung mengarahkannya ke arah wanita Medusa. namun di saat yang sama ular melompat dari dalam mulut wanita Medusa itu.


("sial aku tidak bisa menghindar") pikir Jack.


namun di saat yang sama Mia menyadari serangan itu dan dengan cepat berhasil mendorong Jack agar tidak terkena serangan ular.


Jack pun berhasil terhindar dari serangan ular.


"te, terima kasih Mia. aku tertolong karnamu. kamu tidak apa-apa kan?" tanya Jack


"aku tak apa, tapi entah kenapa aku tidak bisa merasakan kakiku." jawab Mia.


tak di sangka ternyata ular yang berasal dari mulut wanita Medusa berhasil menggigit kaki Mia. kakinya pun mulai membatu. Jack pun dengan cepat menarik ular itu dan melemparkannya menjauh.


namun proses pembatuan terus berjalan. proses pembatuan perlahan mulai merambat dari kaki Mia.


"siaaaalll!!! kenapa malah seperti ini?" teriak Jack sangat marah dan kesal karena tidak bisa melindungi Mia.


"sudahlah Jack aku tidak apa-apa. sepertinya racun ular itu tidak banyak yang masuk ke tubuhku jadi mungkin proses pembatuannya tidak akan berjalan sepenuhnya." jawab Mia menenangkan Jack.

__ADS_1


"huahahaha.. kamu pikir racun pembatuanku selemah itu. proses pembatuan akan terus terjadi sampai kamu benar-benar jadi batu seutuhnya gadis muda."


wanita Medusa yang mulutnya masih belum membeku tertawa dan terlihat senang melihat Mia membatu. sedikit demi sedikit es yang membekukannya pun mulai hancur dan wanita Medusa itu pun keluar dari es tersebut.


"apa katamu?"


mendengar perkataan wanita Medusa yang seperti itu Jack semakin terbawa emosi.


"kamu punya waktu sekitar 30 menit. sebelum wanita itu berubah seutuhnya jadi batu. huahaha.. aku bukan hanya bisa mengendalikan ular. tapi juga bisa mengeluarkan ular dari dalam tubuhku."


setelah mengatakan itu wanita Medusa pun mengangkat tangannya sejajar dengan dadanya dan kemudian mengeluarkan banyak ular dari balik gaun merahnya. ular-ular itu langsung menuju ke arah Jack. tapi dengan mudah di hindari oleh Jack.


Jack pun menyenderkan Mia yang kaki kanannya sudah membatu ke pojokan ruangan.


"maafkan aku Mia. aku pasti akan membunuh wanita Medusa itu dan akan menyelamatkanmu"


Mia pun hanya tersenyum dan mengeluarkan sebuah batu berbentuk kotak berwarna biru dari kantongnya. dia menaruh batu itu di telapak tangan Jack dan berkata.


"tidak usah pedulikan aku Jack, gunakan batu teleport ini dan selamatkan dirimu selagi sempat."


Jack pun menggenggam tangan Mia serta batu teleport dan mendorongnya kembali ke Mia.


"maaf Mia. kabur bukanlah gayaku. aku akan menggunakan itu untuk melawannya."


Jack memberikan busur panahnya ke Mia. kemudian dia pun melepas gulungan perban yang membalut kakinya. dari balik gulungan perban itu terdapat sebuah pisau kecil. satu di kaki kiri dan satu di kaki kanan.


namun di saat yang sama serangan ular tepat berada di belakang Jack. dia langsung meghunus pisaunya dan menebas ular-ular itu dengan mudahnya.


dengan secepat kedipan mata dia tiba-tiba langsung berdiri di belakang wanita Medusa dengan memegang kedua pisaunya.


"apa yang?"


wanita Medusa terlihat sangat kebingungan melihat betapa cepatnya Jack. wanita itu pun tiba-tiba batuk darah dan kulitnya mulai terbuka. darah mulai mengucur dari balik kulitnya dan wanita medusa itupun mulai tumbang.


"apa yang kau lakukan padaku? aku tidak bisa bergerak."


kata wanita Medusa yang kesakitan. dan tidak bisa bergerak. perlahan tubuh wanita Medusa itu mulai membusuk. dia pun terlihat kesakitan sampai akhirnya terbakar dan lenyap. menjadi butiran debu yang terbang ke langit. tak lama setelah itu pintu rahasia terbuka dan dari balik pintu itu ada tangga menuju ke atas.


"maaf kalau seranganku terlalu cepat untukmu nona. beristirahat lah dengan tenang di valhalla" kata Jack setelah wanita Medusa lenyap.


setelah itu Jack pun ambruk. terdengar suara tulang yang retak dari Jack.


"sial, kekuatan ku ini benar-benar meremukkan tubuhku. tapi setidaknya aku berhasil menyelamatkan Mia."


Jack pun dengan susah payah merangkak menuju ke arah Mia. namun proses pembatuan tidak berhenti walau wanita Medusa sudah kalah dan ular-ular mulai lenyap.


Mia sudah tidak sadarkan diri dan suhu badannya juga makin panas.


"Mia, hey Mia! bertahanlah. kita masih punya waktu 15 menit. aku, aku berjanji aku akan membawamu ke Lana entah bagaimanapun caranya. jadi bertahanlah."


dengan susah payah Jack berusaha ingin berdiri dan ingin membawa Mia keluar. namun tubuhnya tidak mau menurutinya. Jack sudah sangat frustasi dengan dirinya yang tidak bisa apa-apa. dan melihat kondisi Mia yang makin memburuk. namun suatu keajaiban pun terjadi.


"uwaaaaaaaa!!!!"


tiba-tiba terdengar teriakan seseorang. tak berselang lama dua orang wanita jatuh dari salah satu fentilasi udara di ruangan merah.


kedua wanita itu adalah Lana dan Think. setelah melihat mereka Jack pun tersenyum dan berkata.


"syukurlah."


setelah itu Jack pun pingsan dan di saat terbangun dia sudah berada di luar mansion bersama beberapa orang dari suku Dwarf.


"kamu tak apa nak?" tanya salah satu orang dari suku Dwarf.


"i, iya pak, aku baik-baik saja, di, didimana temaku?" jawab Jack yang berusaha berdiri.

__ADS_1


"tenanglah nak temanmu baik-baik saja di bawah pohon itu kamu tidak usah khawatir. kamu sangat beruntung masih bisa keluar dari mansion besar itu. kami juga berhasil di selamatkan juga dari dalam sana. oleh seseorang."


setelah mendengar kabar itu dari salah satu warga Dwarf Jack pun langsung menemui Mia yang ada di bawah pohon di dekatnya. dia melihat Mia dan di situ pembatuan Mia sudah hilang sepenuhnya. Jack pun meneteskan air mata haru karena dia benar-benar menyelamatkan Mia.


__ADS_2