
R, Shiva dan Momo yang dalam mode kucing jatuh bersamaan ke ruangan yang sangat gelap.
dari ruangan itu terlihat sebuah cahaya yang berasal dari sela-sela pintu. mereka bertiga mengikuti cahaya itu dan kemudian membuka pintu tersebut.
dan di balik pintu itu adalah ruangan yang sangat besar dengan meja lonjong yang di kelilingi kursi nan cantik di bagian tengahnya. di ujung meja tersebut duduk seorang pria yang dengan santainya menyambut kedatangan mereka bertiga.
"selamat datang di ruangan makan tuan-tuan. silakan duduk. oh.. ternyata itu kamu ya. orang yang ikut campur urusanku di desa Dwarf". kata pria itu.
pria itu adalah seorang saudagar kaya yang pernah di temui R sebelumnya di desa Dwarf. yang tidak lain dan tidak bukan adalah Felix
R dan kedua temannya hanya mendekat ke meja makan tersebut dan tidak berani untuk duduk di kursinya. R dengan hati-hati berjalan mengelilingi meja tersebut. pandangannya terus fokus ke Felix.
"ayolah tuan tidak perlu setakut itu padaku. memang di tengah meja belum ada apa-apa untuk di makan. tapi setidaknya duduklah dan Kita bicara."
Felix terus membujuk R agar duduk ke salah satu kursi di meja tersebut. tapi R terlihat tidak mau dan terus menolak.
"aku tidak mau duduk aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu." kata R yang terlihat serius.
"boleh silakan tanyakan saja padaku." jawab Felix
"aku hanya punya satu pertanyaan. apa tujuanmu di daerah sini dan apa tujuanmu di desa Dwarf selama ini?" tanya R
Felix tertawa kecil. kemudian menjawab pertanyaan R
"oohh... kamu jauh-jauh kesini hanya untuk itu. ya kamu tahu lah. aku ini orang baik. aku melihat para warga Dwarf menderita ya sudah aku membantu mereka dari penderitaan mereka."
"apa maksudmu dengan membantu? jika kamu memang ingin membantu mereka lakukan dengan ikhlas jangan mengharapkan imbalan!!" kata R yang sedikit tidak terima dengan perkataan Felix.
"hey tenang lah kawan. aku tidak memaksa mereka kok mereka sendiri yang menerima syaratku. jika memang mereka gagal ya itu resiko mereka. dan aku juga hanya mengambil hak ku." sahut Felix
setelah itu tiba-tiba terdengar suara terompet. pelayan wanita yang berjumlah 5 orang muncul dengan membawa nampan yang di atasnya terdapat hidangan daging steak panggang yang terlihat menggiurkan. bau bumbunya menyebar ke seluruh ruangan. dan membangkitkan rasa lapar. mereka menaruh hidangan itu di atas meja lonjong tempat di mana Felix duduk.
"wah, wah.. hidangan sudah muncul, apa kalian masih tidak ingin makan bersamaku? ini gratis lho.." kata Felix menawarkan makanan.
"aku tidak punya waktu untuk ini. kamu masih belum menjawab semua pertanyaanku. kenapa kamu membawa orang-orang dari desa itu? dan kemana kamu membawa mereka?" tanya R dengan lantang.
"oh mereka itu. ya.. karena mereka masih punya sedikit hutang denganku jadi aku hanya membawa mereka ke suatu tempat yang kalian kamu tidak perlu tahu. mereka hanya ku pekerjakan. jadi aku menjamin mereka 100% aman" jawab Felix
namun di tengah-tengah pembicaraan itu hal aneh terjadi R terdiam dan tiba-tiba duduk di bangku yang tersedia di kursi lonjong tersebut. dia memakai serbet yang a diatas meja dan kemudian mengangkat garpu dan juga pisau yang tersedia di sana.
"Hey R apa yang kamu lakukan, ini bukan saatnya untuk makan?" bisik Shiva di telinga R
R masih terdiam dan melanjutkan mengiris daging yang di siapkan oleh Felix. R menusuk daging itu dengan garpunya dan ingin melahapnya. namun Momo yang berada di pundak R sedari tadi tidak membiarkannya. Momo melompat dari pundak R dan menampar garpu R dengan tangan kucing kecilnya. sehingga daging itu terjatuh.
R seakan tak peduli dengan apa yang di lakukan Momo dan yang di katakan Shiva dia pun mencengkeram daging steak di meja itu dengan tangannya seakan ingin melahapnya secara langsung.
"ayo silakan tuan tidak perlu sungkan makan saja daging itu sesukamu"
sedangkan Felix wajahnya begitu senang melihat R ingin memakan daging itu. dia terlihat ingin sekali melihat R memakan daging itu.
"hey apa yang kau lakukan pada temanku? sebenarnya itu daging apa?" tanya Shiva ke Felix
"tenang saja peri kecil itu hanya steak biasa yang di bumbui dengan bumbu spesial. dan temanmu itu hanya mengikuti hasratnya untuk memakan daging itu." kata Felix.
R sudah hampir menggigit daging itu namun tiba-tiba salah satu pintu di ruangan Felix meledak yang membuat kegaduhan dan menimbulkan kepulan asap. dari balik asap itu seseorang berlari ke arah R dia menarik tangan R agar tidak memakan daging itu.
"R jangan makan daging itu!!"
itu adalah teriakan seorang wanita. setelah meneriakkan itu wanita itu pun menampar R dengan keras dan membuatnya tersadar.
"ADAAAOOOH!!, apa yang kamu lakukan?"
teriak R karena tamparan wanita itu.
setelah kepulan asap menghilang. wajah wanita itupun terlihat ternyata itu ada Lana dan di bekangnya mengikuti juga seorang wanita dengan tubuh pendek membawa sebuah bazoka dan itu adalah Think.
__ADS_1
"wah, wah, sepertinya tamuku bertambah" kata Felix yang terlihat masih santai
"La, Lana? apa yang terjadi padaku? ke, kenapa aku memengang daging ini di tanganku?."
R terlihat masih kebingungan dengan apa yang dia perbuat. namun Lana menenangkannya. setelah itu R melempar daging yang di pegangnya jauh-jauh dari dirinya.
setelah itu dengan muka serius Lana pun menunjuk Felix dan berkata
"dia itu pembohong R..!! dia mengurung para warga Dwarf di bawah tanah untuk di jadikan makannya."
"i, itu berarti, daging steak ini?.." tanya R dengan wajah sedikit pucat.
"iya, itu adalah daging para warga dwarft." jawab Lana.
"hehehe. tebakan yang tepat sekali. dan kamu mau tau kenapa lelaki itu kehilangan kesadarannya dan tanpa pamrih ingin memakan daging itu. ya itu karena insting asli dari ras lelaki itu."
setelah mengatakan itu Felix memakan daging steak yang ada di depannya dan setelah itu kekuatan sihir dari Felix terlihat meningkat.
sedangkan R sudah terlihat marah sekali dengan Felix dia merubah gelang ARK nya dan merubahnya menjadi sebuah pedang dengan mengatakan "sword release"
R langsung menggunakan langkah cahaya dan dengan sangat cepat melancarkan serangannya langsung ke Felix.
Felix yang masih duduk dengan mudahnya menangkis serangan R dengan jarinya.
"jadi hanya segini kekuatanmu. dasar lemah" kata Felix.
"katakan padaku, apa yang kamu maksud dengan memakan daging itu adalah instingku?" tanya R ke Felix dengan ekspresi yang sangat marah.
"jika kamu ingin tahu kalahkan aku dulu" jawab Felix
karena serangan R dengan mudahnya di tahan oleh Felix Lana pun mengeluarkan sihir Cheer untuk menambah kekuatan serangan R kemudian menambahkannya dengan luck untuk menambah daya kritikalnya.
walau begitu serangan R hanya mendorong Felix sedikit saja.
"jika kekuatanmu hanya segini, sampai kapanpun kamu tidak akan bisa mengalahkanku." kata Felix
setelah itu sebuah tembakan cahaya datang dan menghantam Felix. serangan itu adalah serangan bazoka Think dalam kekuatan penuh. namun dengan mudahnya di tahan Felix dengan 1 tangan nya. setidaknya serangan itu berhasil membuat Felix terdorong sedikit.
bekas dari tergesernya Felix tercetak sangat jelas di tanah. dia pun kemudian menghentakkan kakinya ke tanah dan tanah berpijaknya pun retak. kaki Felix pun sedikit tenggelam ke tanah. menandakan tekanan dari kaki Felix begitu besar.
setelah itu Felix melompat kecil dan tiba-tiba menghilang. dia tiba-tiba muncul di belakang Think dan memukul leher Think. pukulannya terlihat pelan tapi karena pukulan itu seketika Think pun pingsan.
R berusaha berdiri. dan tiba-tiba Felix sudah ada di depannya. R melihat status Felix dan di sana tertulis levelnya hanya level 30
("ke, kenapa? padahal level Felix di bawah levelku tapi kenapa dia bisa sekuat itu? pasti ada yg di sembunyikannya") pikir R.
"hebat juga kamu masih bisa berdiri" kata Felix
setelah itu Felix mengeluarkan pukulannya dan memukul langsung ke arah R. namun R berhasil melompat dan menghindari serangan itu. setelah itu R melemparkan pedangnya bagaikan tombak langsung ke arah Felix.
pedang itu meluncur dengan cepat. pedang yang sebenarnya sangat berat kalau bukan pemiliknya yang menggunakannya. seharunya tidak akan bisa di tahan dengan mudah oleh Felix. itu yang di pikirkan R. namun ekpektasi itu berhasil terbantahkan oleh Felix.
Felix dengan hanya satu tangan dengan mudahnya menahan pedang itu. bahkan sampai bisa mengembalikan pedang itu kembali ke R.
pedang itu meluncur langsung ke R dengan kecepatan 2 kali lebih cepat dari saat R melemparkannya ke Felix.
saat di udara kemungkinan menghindari serangan itu sangat sedikit. R pun sudah pasrah dan tidak berpikir untuk menghindari serangan itu. namun tiba-tiba sebuah tembok es berlapis-lapis muncul di depan R. itu adalah sihir Shiva. walaupun tidak bisa menahan pedang yang meluncur ke R. setidaknya tembok itu berhasil sedikit menahan serangan tersebut agar tidak mengenai R. pedang itu pun kemudian menancap ke langit-langit ruangan.
R berlari dan melompat untuk mengambil pedang itu. sedangkan Shiva menggunakan sihir es nya untuk membekukan Felix dan menghentikan gerakannya.
"sekarang Momo!!!" teriak Shiva.
"baiklah!" sahut Momo
Momo pun berubah dari kucing kecil ke wujud singa raksasa. dia langsung mengeluarkan jurus cakar petirnya dan langsung menghantamkannya ke Felix yang terbalut es Shiva. serangan itu berhasil mengenai Felix dan berhasil menggesernya sedikit, mungkin hanya 1 atau 2 meter.
__ADS_1
Momo pun sedikit kebingungan dengan serangannya barusan.
"apa ini? padahal Momo sudah memukul orang itu sekuat tenaga tapi Momo merasakan tubuh orang itu begitu berat untuk di geser." kata Momo
karena serangan cakar petir Momo juga es Shiva pun hancur dan Felix terbebas dari es itu.
"serangan tadi lumayan juga" kata Felix yang masih terlihat santai dan biasa saja.
"Shiva, Momo serahkan dia padaku" kata R dari belakang Shiva dan Momo.
dia mengeluarkan lacrima api dari inventori nya. kemudian memasangkannya ke pedangnya. pedang R pun berubah menjadi kapak dan perisai yang berbalut api.
"langkah cahaya"
dengan cepat R langsung bergerak dan menerjang langsung ke Felix. dia menggunakan kapaknya dan langsung mengarahkannya ke Felix.
Felix berhasil menahannya tapi serangan itu sangat kuat hingga membuat tanah dimana Felix menahan serangan itu retak dan membuat cekungan di tanah.
Felix pun mengepalkan tangannya dan langsung memukul ke arah R. dengan cepat R langsung menahannya dengan perisainya. pukulan itu mengenai perisai api tersebut namun R tetap terpental karena serangan itu.
melihat serangan R tidak terlalu berpengaruh dengan Felix. Shiva dan juga Momo langsung ikut membantu. Shiva mengeluarkan tombak es dan Momo mengeluarkan cakar petirnya.
namun dengan mudah serangan itu berhasil di hindari dan juga di tahan oleh Felix. di tengah-tengah serangan Shiva dan Momo R terus menyerang Felix dan terus mendesaknya.
sementara Lana dengan sekuat tenaga terus membantu dengan sihir support nya. mulai dengan menyembuhkan luka mereka dan memperkuat sihir serta serangan fisik mereka bertiga.
mereka terus menyerang Felix dan terus memojokkannya. namun Felix terlihat menikmatinya dan hanya terlihat seperti main-main saja.
pertarungan mereka yang tidak berarti berjalan lumayan lama, muka Felix pun terlihat sudah bosan dengan pertarungan tersebut. akhirnya dia pun melompat dan sedikit menjauh dari mereka bertiga.
"baiklah, aku sudah bosan dengan kalian. akan ku akhiri saja sampai di sini."
setelah mengatakan itu Felix menghilang dan tiba-tiba serangan tak terduga mengarah ke Shiva dan juga Momo. Shiva pun pingsan dan begitu pula Momo. dia pun pingsan dan berubah ke wujud kucing lagi.
setelah itu dia tiba-tiba berdiri di depan R dan mencekik lehernya. setelah itu dia membanting R ke tanah. agar tidak berdiri lagi dia menahan tubuh R dengan kakinya.
"arrghh, berat.. siapa kamu sebenarnya. badanmu berat sekali." kata R yang berusaha mengangkat kaki Felix.
sambil menginjak R Felix mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. itu adalah sepotong daging warga Dwarf.
"padahal aku tidak mengeluarkan tenaga sama sekali saat menginjakmu ini lho.. jika kamu memang ingin mengalahkanku. makan daging ini kau akan merasakan sensasinya." kata Felix.
Felix pun menakan sedikit tubuh R dan membuatnya berteriak kesakitan. kemudian dia mengepal daging yang ada di tangannya itu dan ingin memasukkannya ke mulut R yang sedang berteriak.
"tak akan ku biarkan kamu melakukan itu pada R!"
Lana pun mendorong Felix namun tubuhnya tidak bergeming. untuk mencegahnya agar tidak memasukkan daging itu ke mulut R dia pun menahan tangan Felix dan menggunakan kekuatan reset.
tangan kanan Felix yang memegang daging menghilang seketika. hal itu membuat Felix panik dia pun menjauh dari Lana dan R.
setelah itu Lana membantu R untuk berdiri dan kemudian menyembuhkan lukanya.
Felix terlihat menahan kesakitan dan sangat marah akan perbuatan Lana padanya.
"apa yang kamu lakukan padaku?" kata Felix.
entah kenapa tubuh Felix sedikit demi sedikit membengkak dan membesar sebuah sayap raksasa berwarna merah muncul dari punggungnya. itu adalah sayap seekor naga.
"karenamu nona..!!! aku tidak bisa mempertahankan wujud manusiaku dan karena ini aku akan berubah ke wujudku yang sebenarnya."
tubuh Felix semakin membesar dan membesar menjadi seekor naga merah raksasa. ruangan di dalam mansion semakin di tekan oleh tubuhnya Felix. ruangan itu semakin hancur dan hancur. para pelayan yang sebelumnya berada di situ perlahan juga berubah wujud menjadi lizardman dan berlarian kesana kemari.
tak berselang lama Felix berubah ke wujud sebenarnya dirinya yaitu seekor naga merah raksasa. karena perubahanya mansion yang besar dan sangat bagus milik Felix hancur sebagian dan saat Felix membentangkan sayapnya, kerusakan pada mansion pun semakin parah. para tahanan yang sebelumnya sudah berhasil di keluarkan dari mansion juga berlarian ketakutan karenanya.
"jadi itu wujud sebenarnya dari saudagar itu? pantas saja fisiknya sangat kuat dan badannya berat sekali." kata R dengan wajah yang sudah kelihatan menyerah.
__ADS_1
bagaimana tidak menyerah. dalam wujud manusia saja Felix sudah sekuat itu dan hanya membuat kelompok R seperti mainan. apalagi dalam wujud sebenarnya. sudah tidak ada harapan lagi untuk melawannya. namun R melihat sebuah harapan yaitu sepotong daging steak yang terbuat dari warga Dwarf.
apakah yang akan di lakukan R kedepannya. akankah dia akan mengalahkan Felix dalam wujud naga? mari kita tunggu saja ke depannya.