NEET

NEET
Chapter 15 : Misi Dari Pak Langris


__ADS_3

mendengar kabar dari Momo bahwa Jack dan Mia sudah sadar. aku dan Lana langsung menuju goa tempat kita beristirahat. tak berselang lama aku, Momo, dan Lana sampai ke goa. dan benar Jack dan Mia sudah bangun mereka terlihat kebingungan.


"Jack, Mia apa kalian mengenalku?." tanyaku ke mereka berdua.


"eee.. R a, apa itu kamu?" tanya Jack


"apa yang sebenarnya terjadi, dan apa yang terjadi juga dengan mata kananmu R? kenapa kamu menutupnya dengan penutup mata?." tanya Mia.


"panjang ceritanya kawan-kawan" jawabku.


"persingkat dong!!" sahut Jack dan Mia


akhirnya sambil beristirahat dan makan makanan dari bahan yang ku kumpulkan aku menceritakan kisahku setelah berpisah dengan Jack dan Mia. aku bercerita sampai tengah malam setelah itu kami pun beristirahat kembali untuk memulihkan diri di pagi harinya.


setelah matahari terbit dan hari baru di mulai aku dan teman-teman bangun untuk berunding rencana ke depannya. tapi karena perlengkapan kurang dan kami juga tidak punya peta jadi kami bingung harus kemana. di tambah perlengkapan kami juga perlengkapan petualang kualitas rendah.


"hey R kalau menurutku sebelum kita ke tujuan utama yaitu membangkitkan kristal element lebih baik kita ke desa terdekat, atau mungkin kota terdekat untuk membeli peralatan dan juga bahan makanan." saran Jack


"nah, itu juga yang jadi masalah Jack." sanggahku


"maksudnya?" tanya Jack


"aku tidak punya uang sama sekali. Adah sih sedikit tapi mungkin sekitar beberapa perunggu saja." jawabku.


di tengah-tengah masalah kami Lana mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. dia mengeluarkan sebuah peluit. peluit itu berbentuk seperti sebuah kuda.


"hey, Lana kamu mengeluarkan apa?" tanya Mia yang duduk di samping Lana. dia terlihat sangat penasaran dengan peluit itu.


aku salut sih dengan Jack dan Mia dia bisa akrab dengan Lana dan juga Shiva serta Momo dalam waktu semalam. padahal aku saja butuh waktu hampir 1 bulan baru bisa akrab dengan Lana.


setelah mengeluarkan peluit itu Lana pun menjelaskan peluit itu.


"aku tidak tau pasti ini akan membantu. tapi seorang pedagang memberikanku ini. katanya kalau butuh bantuan tiup saja peluit ini. dia pasti akan datang." penjelasan Lana.


tanpa ragu Lana pun meniupnya. akan tetapi bukan suara nyaring yang keluar dari pluit itu melainkan hanya suara hembusan angin yang tak berbunyi sama sekali.


"ini aneh?" Lana terus menerus meniup peluit itu dan masih tidak keluar bunyi sama sekali.


"kamu yakin tentang peluit itu Lana?" tanyaku


"i,iya R. dia memberikanku peluit ini cuma baru sekarang ku gunakan." jawab Lana yang masih mencoba meniup peluit itu.


"mungkin itu sudah rusak" sahut Jack.


"tidak Jack, itu tidak mungkin" kata Lana. sambil terus meniup peluit.


"baiklah kalau begitu aku dan Momo akan berjaga di luar goa. siapa tau orang itu benar-benar datang" kata Shiva.


"eee... kenapa harus Momo?." keluh Momo


"ayolah, tidak usah banyak tanya." Shiva menarik paksa Momo agar keluar goa.


sudah satu jam berlalu dan masih tidak ada yang terjadi kami menunggu orang yang tidak pasti.


dua jam berlalu dan masih belum terjadi apa-apa. serta Jack kelihatan sudah kesal.


"ah.. sudahlah.. aku sudah muak menunggu. kenapa kita tidak langsung berangkat saja dan menuju kota terdekat." keluh Jack yang sudah kesal menunggu hal yang tidak pasti.


tiba-tiba dengan samar-samar terdengar suara aneh dari luar.


"ho.. ho.ho.!!" begitulah suaranya.

__ADS_1


"kalian dengar itu kawan-kawan?" kata Mia


"apa? aku tidak mendengar apa-apa" kata Jack yang masih kesal


aku yang dari tadi fokus dengan Lana yang masih terus meniup peluit berbentuk kuda yang tak bersuara itu. sampai menyuruh Lana untuk berhenti meniup peluit.


"tunggu Lana, benar kata Mia ada suara yang samar-samar di luar" kataku


"benarkah R?" tanya Lana.


"hoo... ho.ho!!" suara itu terdengar lagi.


tak berselang lama Shiva terbang dengan cepat. masuk ke dalam goa di ikuti Momo di belakangnya.


"kawan-kawan!!!" teriak mereka berdua.


"ada apa Shiva? Momo?" tanyaku


"di, di luar ada kakek-kakek aneh berkepala botak berjenggot dan dia naik kuda terbang membawa gerobak!!" kata Lana


"i,iya, orang itu bilang dia datang kemari karena mendengar suara peluit." sahut Momo


"waahh berarti peluit ini benar-benar bekerja!" kata Lana sambil kagum melihat peluitnya


kami pun bergegas keluar. dan tak di sangka yang menunggu kami di luar adalah orang yang tidak asing bagiku.


dia adalah seorang bapak-bapak berkepala pelontos dengan jenggot yang lumayan tebal dan memakai jaket berbulu dari beruang. ya orang itu adalah pak Langris sang pedagang keliling.


"pak Langris?" tanyaku dan Lana bersamaan.


"eh Lana, kamu kenal dia?" tanyaku


"iya, cuma aku tidak tahu sudah berapa tahun berlalu. tampaknya dia sudah sedikit tua" jawab Lana


"iya benar, tapi hey aku bukan bocah aneh." jawabku


pak Langris pun turun dari gerobaknya. kemudian berjalan dan mendekati Lana. dia melihat Lana dengan seksama dan terlihat sedikit mengingat ingat sesuatu.


"hmm.. rambut hijau itu?.. sepertinya aku pernah bertemu denganmu di suatu tempat?.. oh ya. kamu yg di sebut si elf terkutuk itu ya.. waahh hebat penampilanmu tidak berubah setelah bertahun-tahun. hanya saja rambutmu lebih pendek sekarang." kata pak Langris


"i,iya.. banyak yang sudah terjadi jadi ku pikir lebih baik aku merubah penampilan." jawab Lana.


setelah itu pak Langris melihat teman-teman ku dan bertanya. "hmm... aku belum pernah melihat mereka. siapa mereka R?"


"mereka teman-teman ku pak Langris." jawabku


"humu.. humu.. jadi akhirnya kamu punya teman juga ya. bagaimana kalian bisa bertemu?" tanyanya lagi


"panjang ceritanya pak" jawabku


"persingkat kalau begitu" sahut pak Langris.


aku pun mulai menceritakan kisahku. tak ku sangka matahari mulai naik ke atas langit. menunjukkan hari mulai siang.


"jadi apa urusan kalian memanggilku." tanya pak Langris


"ya, kami ingin perlengkapan tempur yang lumayan bagus untuk petualangan kami. tapi sayangnya untuk membeli yang murah saja kami tidak sanggup." jawabku.


"jadi intinya kalian ingin perlengkapan yang bagus tapi kalian tidak punya uang. itu masalah mudah. oh ya.. R kamu punya sertifikat petualang kan?" tanya pak Langris lagi


"punya cuma.." aku mengeluarkan sertifikat petualang ku yang berbentuk tablet yang sudah terbelah menjadi 2. ya, aku tidak sengaja menghancurkannya saat latihan di dungeon dalam perut Momo.

__ADS_1


pak Langris hanya tersenyum melihat tabletku yang rusak. dia pun tanpa pikir langsung menyahutnya dari tangan ku kemudian mengeluarkan sebuah palu dari gerobaknya. palu itu berwarna emas dan berkilau sangat terang.


dia tanpa ragu memukulkan palunya ke tabletku. tapi anehnya bukannya makin hancur tablet itu malah bersinar dan menyatu kembali.


"ini ku kembalikan. sekaligus aku juga memodifikasi tingkat petualangmu jadi kelas C. karena aku akan memberikan kalian misi yang cukup berbahaya dan syaratnya kalian harus jadi petualang kelas C." kata pak Langris sambil memberikan tabletku.


"terimakasih pak, lalu apa misinya.?" tanyaku


sebuah notifikasi muncul dari tablet petualangku. itu adalah notifikasi quest atau misi yang akan kami jalani. saat ku buka quest itu keterangannya pun muncul. mulai dari peta tujuan dan apa yang harus kita lakukan. serta hadiah questnya yang lumayan tinggi.


quest yang kali dapat kali ini adalah untuk membasmi badak mirtil yang merusak ladang pemukiman sekitar sini. hadiahnya lumanan yaitu 5 koin emas dan 500 koin perak. tapi dari segi rank misinya adalah tingkat C sepertinya ini akan sulit.


"oh ya pak langris. bukannya badak mirtil adalah hewan yang memiliki kulit yang sangat keras? bagaimana caranya kita mengalahkannya dengan peralatan seadanya seperti ini?" tanya Jack


"tenang.." pak Langris kemudian mengeluarkan perlengkapan senjata dari dalam gerobaknya.


"aku hanya punya senjata buat kalian. senjata ini adalah senjata ranking A. ini akan sedikit membantu untuk kalian. tapi karena armor kalian masih biasa saja kalian harus tetap hati-hati" kata pak Langris.


"terus bagaimana kita membayar ini?" tanyaku


"tidak usah di pikirkan. aku hanya akan menerima bayaran 3 koin emas dari hadiah kalian. tapi jika kalian gagal aku akan mengambil senjata kalian kembali. tapi jika kalian berhasil aku akan. memberikan bonus sebuah armor dari kulit badak mirtil itu. bagaimana?" jawab pak Langris.


"hey R bukannya kita harus merundingkan ini dulu sebelum menerimanya?" tanya Mia sambil berbisik di telingaku.


"benar R lebih baik kita diskusikan dulu" sahut Lana.


"aku setuju lebih baik kita rundingkan dulu ini" lanjut Jack.


"baiklah kalau begitu" jawabku


aku meminta izin ke pak langris untuk berdiskusi dulu. tak berselang lama dengan banyak pertimbangan di sana sini kami pun menerima quest tersebut.


kami langsung bersiap pergi dan langsung di antar oleh pak langris. masing-masing dari kami di berikan senjata kelas A. Jack dia mendapatkan panah baru dan amunisi baru yang bervariasi juga. Mia mendapatkan tongkat sihir baru yang bisa meningkatkan kekuatan serangan sihir nya. dan Lana mendapatkan tongkat panjang yang terbuat dari mirtil ini juga berfungsi sebagai pertahanan diri dan juga peningkat kekuatan sihirnya serta dia mendapatkan sebuah tudung yang berfungsi untuk penyamaran. sedangkan aku... aku hanya di beri lacrima. atau sebuah bola. bola itu berwarna merah dan ada lambang api yang menandakan kalau ini adalah lacrima elemen api. aku tidak di beri senjata karena menurut pak Langris senjataku sudah sangat bagus. senjata itu adalah senjata rangking S yang sangat langka.


tapi karena kami tidak di berikan armor jadi kami harus tetap berhati-hati saat melawan monster ini. satu kesalahan fatal saja bisa membunuh kami.


mungkin sekitar 2 jam perjalanan kami sampai di desa yang di tuju. dan Langsung menuju ke tetua desa. kami di beri arahan dan langsung di antar ke ladang mereka.


ladang itu terlihat sangat kacau balau dan juga porak poranda. banyak sayuran yang hancur dan rusak gara-gara badak tersebut.


setelah sampai ladang. kami pun di tinggal oleh tetua desa dan di biarkan begitu saja. aku tidak tahu harus apa tapi Jack yang seorang Hunter tau apa yang harus dia lakukan. dia mengikuti jejak dari badan tersebut dan tak berselang lama kami pun menemukannya. saat itu dia sedang beristirahat. jadi kami ada kesempatan untuk bersiap. walaupun sepertinya akan susah melawan badak sebesar itu. mungkin jika dia berdiri tingginya bisa 3 meteran.


"sebentar kawan-kawan aku akan meningkatkan status kalian dulu dengan sihir protec dan Shield" kata Lana.


ya Lana adalah seorang white mage. dia adalah seorang supporter yang memungkinkan bisa menambah status kami sementara. seperti sihir protec sihir ini berguna untuk meningkatkan pertahanan dari serangan fisik sedangkan sihir Shield untuk meningkatkan pertahanan tubuh dari serangan sihir. selain itu white mage juga punya sihir penyembuh.


"baiklah kalau begitu aku akan menyiapkan jebakan" sahut Mia


Mia adalah seorang black mage. dia bisa menggunakan sihir elemen. sihir pelumpuh dan jebakan tergantung level job mereka.


sedangkan aku, Momo dalam bentuk singa raksasa dan Jack bersiap di garis depan sebagai penyerang. sedangkan Shiva masuk ke dalam tubuhku lagi. mungkin untuk melindungi ku di saat-saat genting.


level badak mirtil adalah di level 30 sedangkan level kami di level 25 kecuali Lana yang sudah di level 40 dengan level job yang sudah max. Jack dan Mia juga level jobnya sudah max. tapi aku masih belum aku masih berada di job level 3 jadi ability ku masih sedikit.


Jack pun melemparkan sebuah botol berisi cairan berwarna kuning. cairan itu mengeluarkan bau yang akan langsung membuat efek pusing pada monster. setelah badak mirtil mencium bau dari cairan itu dia langsung terbangun. dan melihat kami. dia terlihat sangat marah dan langsung mengeluarkan sihir wrath. sihir itu adalah sihir gelombang kejut yang memberikan efek ketakutan bagi yang berada di dekatnya.


tapi karena sihir Lana kekuatan badak itu tidak berpengaruh pada kami.


"baiklah teman-teman. ayo kita serang dia."


ctt penulis:

__ADS_1


terimakasih telah membaca ceritaku silakan dukung cerita ini lewat link berikut : trakteer.id/rubiyantoryubi


__ADS_2