
pukulanku dan pukulan Gilgamesh saling bertubrukan. hingga menghasilkan ledakan dan shockwave yang sangat luar biasa.
kami terus beradu pukulan dengan begitu cepat. namun entah kenapa di sini aku semakin terpojok.
berada di dekat Gilgamesh berasa semakin panas saja. aku tidak tahu ini kekuatannya atau bagaimana. cuma aku berasa seperti mendekati teriknya matahari.
"R kamu kenapa? pukulanmu semakin melambat?" tanya Azazel di dalam pikiranku.
"entahlah. tangan ku berasa sangat panas saat bertubrukan dengan pukulan Gilgamesh." jawabku
tak berselang lama. aku kehilangan konsentrasi dan satu pukulan Gilgamesh mendarat di wajahku.
pukulannya sangat kuat dan membuatku terpental membentur tembok.
"hey Blank.. bukannya kamu seharusnya lebih kuat dari ini?. kenapa kamu tidak menggunakan kekuatan Thena?." tanya Gilgamesh
dengan terhuyung-huyung aku berdiri dan mengusap mulut ku yang mengalir sedikit darah karena pukulan Gilgamesh.
"bukannya aku tidak menggunakannya aku hanya tidak ingin menggunakannya."
"kenapa?" sahut Gilgamesh
"karena hatiku terus terasa sakit jika menggunakan kekuatan itu."
setelah aku mengatakan itu tanpa pikir panjang Gilgamesh langsung menyerangku dengan tinju matahari nya.
dia memukulku secara bertubi-tubi hingga membuatku kehilangan kesadaran.
setelah aku kehilangan kesadaran. tiba-tiba aku berada di ruangan yang gelap. sedang duduk bersila dan di depanku seorang humanoid berbentuk seperti dewa Mesir kuno dengan kepala burung berdiri.
"dasar kamu ini. selalu saja ragu-ragu dalam bertarung." kata orang itu.
iya dia adalah Azazel. makhluk yang di sebut dewa penghancur yang bersemayam di dalam tubuhku setelah aku menelan Thena. kekuatannya sangat besar sehingga bisa mempengaruhi pikiranku. cuma sayangnya dia tidak bisa mengendalikan tubuhku.
"hey, Azazel apa kamu punya saran untuk mengalahkan Gilgamesh?." tanyaku
"serahkan tubuhmu biar aku yang mengurusnya." jawab Azazel.
"ooo.... itu tidak bisa. tubuhku ini milik ku pribadi kamu tidak boleh macam-macam ya."
"baiklah kalau begitu. mungkin dia bisa membantu."
setelah Azazel mengatakan itu seorang wanita berambut coklat dengan baju armor. bak petarung handal muncul. dia adalah Thena. adik dari Gilgamesh.
"hey, Blank. kenapa kalian berdua berkelahi. apa ini semua karena kamu belum bilang ke Gilgamesh yang sebenarnya?." tanya Thena
"iya, mungkin."
"jangan ragu lagi Blank. gunakan seluruh kemampuanmu. kakak ku memang kuat mungkin saat ini lebih kuat lagi. bahkan lebih kuat darimu. tapi ada satu kelemahan darinya. kamu pasti sudah mengetahuinya kan?"
aku tidak tahu pasti. ada satu kelemahan dari Gilgamesh yaitu kegelapan. saat malam hari dia akan kehilangan kekuatannya.
cuma ada yang aneh saat ini. padahal saat ini hari sudah senja. bahkan matahari hampir tenggelam tapi kekuatan Gilgamesh masih di dalam puncaknya.
apa aku harus membuat kegelapan yang sangat pekat? atau mungkin Gilgamesh Sudah bisa mengatasi kelemahannya.
tiba-tiba cahaya bersinar dan menyambar di depanku. kesadaranku mulai pulih. dan tepat saat aku membuka mata bogem mentah bersinar oranye mengarah ke arahku dengan cepat.
aku langsung menggunakan kekuatan langkah cahayaku dan dengan cepat menghindari serangannya.
untuk mengacaukan gerakan Gilgamesh. aku menggunakan skill Daemon masterku dan mengeluarkan para daemon dari dalam tanah.
Daemon yang ku keluarkan adalah Daemon serigala berjumlah 5 ekor. secara bersamaan mereka langsung menyerang Gilgamesh. tapi dengan mudah Gilgamesh mengalahkan mereka berlima.
namun saat ku pikir Gilgamesh hanya ahli dalam serangan jarak dekat. ternyata perkiraan ku salah.
Gilgamesh tiba-tiba membuat bola-bola api di sekelilingnya. dia pun menembakkan bola-bola api itu ke arah para daemon. dan salah satunya juga menuju ke arahku.
aku menahan serangan bola api itu dengan bola destruction dan berhasil membuat bola itu lenyap.
aku terus mengulur waktu sambil memulihkan lukaku dengan skill penyembuhan. Dengan terus menyibukkan Gilgamesh dengan para Daemon.
setelah itu aku mengubah gelang ARK ku menjadi pedang kembali. dan memegangnya di tangan kananku.
kemudian aku menggunakan kekuatan Thena untuk memanipulasi bentuk cahaya menjadi benda padat dan membentuk sebuah pedang di tangan kiriku.
cahaya yang ku gunakan untuk membuat pedang bukan cahaya biasa. melainkan pedang dengan cahaya berwarna ungu. iya itu adalah pedang cahaya yang di aliri kekuatan penghancur. aku menyebut itu Destruction Sword
setelah itu aku memanggil beberapa Daemon yang masih melawan Gilgamesh ke arahku. para Daemon itu menyatu dengan tubuhku dan menyelimuti diriku membentuk sebuah armor.
setelah itu aku mengacungkan pedang di tangan kanan ku dan berkata kepada Gilgamesh.
__ADS_1
"Baiklaaaahh!!! aku tidak akan main-main lagi sekarang. akan ku berikan kamu pertarungan yang kamu inginkan Gilgamesh!!"
saat para Daemon masih mengepung Gilgamesh aku langsung menerjang nya. dan seketika karena profokasiku. Gilgamesh langsung mengeluarkan semua kekuatannya. dan membuat para Daemon yang ku kendalikan terpental dan lenyap.
tubuh Gilgamesh semakin membesar dan ada aura kuning mengelilinginya. aura itu sangat panas bahkan benda di sekelilingnya pun mulai mengeluarkan uap.
aku langsung melompat ke arah Gilgamesh dan mengayunkan pedang di tangan kananku. dengan menambahkan jurus tebasan cahaya.
Gilgamesh pun menahannya dengan pukulannya sehingga pedang ku dan tangan Gilgamesh berbenturan.
namun pedangku tertahan oleh aura kuning yang mengelilingi Gilgamesh. kekuatanku belum cukup untuk menembus aura itu.
nah ini lah fungsi dari pedang destruction atau pedang penghancur di tangan kiriku. pedang ini bisa menghancurkan material apapun yang menyentuhnya jadi langsung ku coba saja untuk menebas aura Gilgamesh.
dengan cepat aku langsung mengayunkan pedang di tangan kiriku. dan benar saja. aura kuning yang menyelubungi Gilgamesh terkikis dan aku berhasil melukainya sedikit.
Gilgamesh langsung mengangkat tangannya yang menahan seranganku. dia pun langsung membuat sebuah bola matahari di tangan satunya dan langsung menembakkannya ke arahku.
aku segera menahannya dengan ke dua pedangku sencara menyilang. namun aku masih tetap terpental dan terbang ke atas.
sambil terus menahan serangan itu. tiba-tiba Gilgamesh menghilang dari hadapanku dan muncul di belakangku. dia pun mengangkat jari telunjuknya dan mengayunkannya secara horizontal.
setelah itu. sebuah sayatan cahaya berwarna kuning muncul dan langsung mengarah ke arahku.
aku tidak bisa menghindari serangan itu namun aku masih memiliki cara. setidaknya memperlambat kalau tidak menghindarinya.
aku merubah bentuk armor Daemon ku dan merubahnya agar mengelilingi ku.
walaupun begitu Serangan Gilgamesh masih menembus pertahananku. namun aku berhasil membelokannya sedikit. sehingga tidak terlalu menyakitkan efeknya.
sial andai poinku cukup untuk mengendalikan kekuatan Thena aku pasti bisa membuat armor yang lebih kuat dengan kekuatan itu. aku terlalu memfokuskan pemilihan skill ke kekuatan Azazel. soalnya ku pikir lebih berguna karena memperkuat seranganku. tapi untuk melawan orang seperti Gilgamesh pertahanan sangat di perlukan.
sebenarnya aku bisa merubah skill tree ku lagi tapi hal itu membutuhkan waktu yang lumayan banyak. dan saat ini aku tidak bisa fokus merubah skill tree secepat itu.
tapi walaupun begitu aku harus tetap mengalahkan Gilgamesh bagaimanapun caranya.
"hey R daripada mengalahkannya kenapa kita tidak membuatnya menjadi kawan kita saja." kata Azazel di pikiranku
"tapi bagaimana caranya?" tanyaku
"ingat, kata Thena. gunakan kegelapan. gunakan kekuatan Daemon master mu. ciptakan Daemon yang besar dan telan Gilgamesh ke dalamnya. selanjutnya biarkan aku yang menangani."
"apa aku bisa percaya kepadamu?" lanjutku
sambil terus melawan Gilgamesh aku memikirkan caranya. bagaimana mengurung Gilgamesh ke dalam kegelapan pekat?
namun karena memikirkan hal itu aku malah terkena pukulan telak Gilgamesh. satu pukulannya saja sangat menyakitkan badanku terasa remuk semua.
aku terpental dan terguling di tanah begitu keras. setelah itu aku mencoba berdiri lagi.
tiba-tiba Gilgamesh mengeluarkan sebuah bola api raksasa tepat dia atasku. hawanya sangat panas dan sepertinya sangat berbahaya kalau terkena bola api itu. walaupun aku memiliki kekuatan pemulihan. health pointku bisa habis seketika.
"matilah dan tertelanlah kamu oleh api penyucian ku ini Blaaaaankk!! ini pembalasan atas kematian adikku dan semua wargaku karenamu." teriak Gilgamesh.
dari kata-kata Gilgamesh itu aku jadi mendapatkan ide. dia berkata "menelan" hal itu membuatku mendapatkan ide brilian. tapi aku harus cepat.
dengan tubuhku yang masih kesakitan. aku secepat mungkin merubah skill tree ku. armor Daemon dan Destruction Sword ku menghilang. dan aku pun hanya mengandalkan pedang ARK.
"baiklah selesai juga."
setelah mengatakan itu serangan besar Gilgamesh datang padaku. dan aku pun tidak bisa menghindari nya.
aku menerimanya begitu saja dan tubuhku langsung tertelan oleh cahaya yang begitu panas dan juga begitu terang.
hasil dari serangan Gilgamesh membuat cekungan Yang begitu besar di tanah tempatku berpijak. kepulan asap mengelilingi tempat itu dan menutup sedikit pandangan.
dengan sedikit menggunakan kekuatan thena dan juga kekuatan destruction azazel yang mengelilingi tubuhku aku bisa melindungi diriku. walaupun aku harus kehilangan tangan dan kakiku. karena terbakar oleh serangan Gilgamesh.
bahkan separuh tubuhku juga masih terbakar karenanya.
dari balik kepulan asap aku melihat sesosok pria besar yang mendekat. itu mungkin Gilgamesh. sesuai rencanaku dia pasti akan memastikan ku terlebih dahulu.
uap perlahan keluar dari tubuh ku dan tubuhku mulai beregenerasi. namun Gilgamesh sudah ada di depanku. dia mengarahkan kelima jarinya ke arahku. setelah itu bola cahaya muncul dari tangannya.
bola itu semakin membesar dan membesar. serta semakin panas juga.
"akan ku akhiri hidupmu di sini, Blank. ini semua pembalasan atas apa yang kamu lakukan atas keluargaku dan juga warga kotaku."
namun ini lah yang ku inginkan. membuat Gilgamesh ada di dekatku ini adalah rencanaku.
"aku juga akan mengakhirinya juga di sini Gil!!"
__ADS_1
"apa?"
aku langsung mengaktifkan kekuatan Daemon master ku. sebuah lingkaran hitam besar muncul mengelilingi ku dan Gilgamesh.
dari lingkaran itu. gigi-gigi tajam nan runcing pun muncul. kemudian perlahan naik dan dengan cepat sesosok Daemon berbentuk cacing raksasa perlahan menelan kami berdua.
"kamu sudah terjebak dalam jebakanku. Gilgamesh"
"apa apaan ini?"
"ini lah kelemahanmu. kegelapan. aku menyebut jurus ini. upsolute dark."
tak berselang lama kami berdua tertelan kedalam kegelapan yang benar-benar pekat. wujudku pun perlahan menghilang dari hadapan Gilgamesh.
namun ada yang aneh di sini. tubuh Gilgamesh masih dalam wujud pria kekar. harusnya dia akan berubah menjadi pria kerempeng pengecut saat di kegelapan.
"kau pikir kegelapan seperti ini akan mengalahkanku?. iya memang itu berlaku untuk diriku yang dulu. tapi untuk diriku yang sekarang ini bukan apa-apa"
Gilgamesh langsung memancarkan cahaya yang terang dari seluruh tubuhnya seperti pancaran sinar matahari yang begitu berkilau.
"aku tidak tahu, darimana kamu mengetahui kelemahanku. tapi ini sudah keterlaluan."
"dia tahu dariku kakak."
tiba-tiba suara Thena terdengar. dan itu mengagetkan Gilgamesh dan juga aku. Thena muncul dalam bentuk cahaya yang di padatkan dan membentuk dirinya. dia datang dengan perlahan dan menghampiri Gilgamesh.
aku tidak tahu kenapa Thena bisa muncul. namun yang pasti itu bukan kekuatanku. tapi aku jadi teringat kata-kata Azazel yang menyuruh untuk menyerahkan semuanya padanya.
ku harap ini benar salah satu kemampuan Azazel. kalau tidak aku bisa kesusahan.
"Thena apa yang sebenarnya terjadi? kenapa Blank membunuh mu?" tanya Gilgamesh
"apa maksudmu kak Gil, Blank malah menyelamatkan ku dan para warga. yah... walau sebenarnya terlalu berlebihan sih sampai harus menghancurkan kota kita." jawab Thena
"apa?! tidak mungkin ini pasti sebuah ilusi. tidak mungkin Blank menyelamatkan mu."
setelah itu Thena pun menceritakan semuanya pada Gilgamesh. kalau sebenarnya dalang di balik wabah di kotanya berasal dari keluarganya sendiri.
dan yang lebih parah lagi. yang bahkan aku sendiri tidak mengetahui nya. ternyata siput pembawa wabah itu sebenarnya adalah pemberian raja Hart. dia memberikan siput itu ke leluhur keluarga Thena. tapi leluhur keluarga Thena tidak boleh sama sekali menceritakan hal itu sama sekali kepada penerusnya.
"kalau memang tujuan Blank baik. kenapa dia malah mengorbankan mu. dan para warga? kenapa dia tidak mencari solusi untuk menghentikan wabah itu?" tanya Gilgamesh lagi.
Thena melanjutkan lagi ceritanya kalau itu memang keinginannya. soalnya dia juga sudah tertular wabah itu.
mencari penawar untuk wabah itu akan sangat lama. dan juga di takutkan penularannya semakin besar maka Thena memilih untuk di makan olehku. setelah mengetahui kalau aku adalah Ghoul tingkat tinggi.
setelah itu para warga kota tempat Gilgamesh tinggal bermunculan dalam bentuk cahaya yang di padatkan. mereka semua muncul membentuk barisan di depan Gilgamesh.
"aku, bukan tapi kami semua. kami bukan di bunuh oleh Blank kak Gil. melainkan menjadi satu dengannya dan menyerahkan hidup kami padanya untuk di teruskan agar kami tidak semakin menderita." kata Thena.
"aku, aku memang menginginkan kalian senang tapi... tapi bukan begini caranya! aku tetap tidak terima ini semua!" jawab Gilgamesh.
setelah itu tubuh Thena dan para warga mulai menghilang seperti butiran cahaya debu yang berterbangan. dari balik cahaya yang menyebar itu aku muncul di hadapan Gilgamesh.
"maaf aku tidak memberitahukan ini sebelumnya. dan kamu jadi membenciku Gil." kataku.
Gilgamesh pun memukulku hingga aku terjungkal dan tersungkur.
"aku masih membencimu bodoh! aku masih tidak terima dengan perlakuanku terhadap keluarga ku. tapi karena aku sudah mengetahui siapa bajingan sebenarnya di sini. aku akan meminta alasanmu kenapa kau ingin melawannya. orang itu dia itu sangat menakutkan kamu tahu." kata Gilgamesh.
"yah, kalau yang kamu maksud orang itu adalah raja Hart. ada banyak sekali alasannya yang membuatku ingin menghajarnya." jawabku
aku pun kemudian menceritakan kepada Gilgamesh. kalau raja Hart telah banyak berbuat jahat pada semua orang. termasuk padaku. aku berkata bahwa teman-teman ku di bunuh oleh raja Hart dengan mudah. dia pun rela melakukan apa saja demi mencapai tujuannya. termasuk pembantaian. walaupun berat aku ingin mengalahkannya dan memberikan pelajaran padanya.
setelah ku ceritakan semuanya pada Gilgamesh. akhirnya dia mau bekerjasama denganku.
aku pun membuka penjara upsolute dark. dan sesaat setelah upsolute dark terbuka sebuah anak panah tiba-tiba mengenai Gilgamesh.
"Gil!!" teriakku
"baiklah, baiklah. sepertinya ada penghianat di sini. aku tidak akan membiarkan itu" kata si pemanah Juna.
sial bagaimana mereka bisa tahu padahal aku sudah merencanakan serangan dadakan setelah berhasil menipu panglima perang yang lain. tapi semua kacau.
"rencana kalian tidak akan berguna karena aku sudah melihat semuanya." kata anak kecil laki-laki bernama Jeni.
Gilgamesh pun mencabut anak panah dari tubuhnya. kemudian berkata kepadaku.
"tak usah kawatir Blank. ini hanya panah kecil biasa. tidak ada apa-apanya buatku. ayo kita hajar saja mereka bertiga dan langsung menuju ke tempat raja Hart berada." kata Gilgamesh.
"baiklah. tapi bisa kamu panggil aku R saja. itu kan nama asliku."
__ADS_1
"yah terserah kamu saja"
yah walaupun tubuhku belum pulih sepenuhnya tapi rintangan di depan masih satu lagi. aku sudah bekerja sama dengan Gilgamesh. dan tinggal mengalahkan ke 3 panglima perang di depanku saja. setelah itu aku akan mencari Lana dan menghajar bokong raja Hart serta mengakhiri ini semua.