NEET

NEET
Chapter 18 : Rencana penyelamatan dan Jebakan


__ADS_3

hari mulai gelap dan kami pun menuju ke tempat gadis Dwarf yang bernama Think. yang kakeknya di bawa oleh seorang saudagar yang rumahnya di bukit sebelah Utara desa.


"hey nak, sebenarnya rumahmu di mana?" tanyaku ke Think.


"ayolah ikut saja, dan tolong jangan panggil aku nak ya. umurku sudah 40tahun tau"


setelah Think mengatakan itu kami pun terdiam. karena tubuhnya yang kecil ku kira dia masih bocah berumur 10 - 12 tahunan. tapi ternyata dugaanku salah.


tak berselang lama kami berjalan keluar desa dan masuk ke hutan. kami menemukan sebuah gubuk kecil dekat dengan sebuah sungai. yang aliran airnya tidak terlalu deras. dan di sebelah gubuk kecil itu ada sebuah kincir air yang terus berputar secara konstan. serta ketika ku lihat lagi di bagian belakangnya ada sebuah green house yang berisi sayuran dan umbi-umbian.


kami pun mulai masuk ke gubuk itu dan duduk bangku yang berada di dekat green house.


"waah tempat tinggalmu keren nona Think" kata Lana yang terlihat kagum.


"iya, sistem pengairan dan perawatan tanamannya sangat bagus. baru kali ini aku melihat yang seperti ini" lanjut Jack


aku yang tidak terlalu mengerti sistem pengairan tanaman yang seperti itu hanya terdiam dan kagum melihatnya.


"oh ya nona Think. kalau kamu bisa melakukan hal ini otomatis kan seharusnya kebutuhan makan kalian tercukupi. kenapa kata penjaga gerbang kalian kekusahan untuk makan?"


tanya Mia yang sedari tadi juga bingung sama sepertiku.


"tolong panggil aku Think saja oke, baiklah akan ku ceritakan"


Think mulai menceritakan kisah yang selalu di ceritakan kakeknya beberapa puluh tahun lalu. dia menunjuk sebuah pulau kecil di tengah danau yang di selimuti oleh kabut. dia berkata bahwa sebelumnya pulau itu tidak pernah berkabut. dan angin selalu berhembus di kotanya. namun saat kabut di pulau tengah danau itu muncul semuanya jadi berubah.


angin pun mulai tidak berhembus lagi dan para peri tanaman yang tinggal di pulau tengah danau pun tidak muncul lagi. sehingga kami kehilangan tenaga untuk menempa senjata yang berasal dari kincir angin serta karena kami kehilangan peri tanaman. tanaman kami tidak bisa tumbuh subur dan banyak yang mati.


"hey tunggu dulu kau bilang kalau pulau di tengah danau itu pulau peri? wah.. tak ku sangka aku bisa bertemu sejenisku di sana" potong Shiva di tengah-tengah cerita.


"Yap betul sekali teman kecil. mereka semua hampir sepertimu tapi sedikit berbeda." sahut Think


"berbeda? apa maksudmu. apa karena aku peri pemandu berelemen es. sedangkan mereka peri tanaman?" tanya Shiva


"iya peri pemandu yang suka menyesatkan orang. hahaha" sahutku


"iiihhh.. R kamu ini!! huft"


wajah Shiva langsung memerah dan mulanya cemberut karena malu.


"sudah, sudah jangan bercanda terus. okeh Think, lanjutkan ceritamu" sahut Lana


"baiklah ku lanjutkan"


Think pun melanjutkan ceritanya. dia berkata kalau warga Dwarf tidak menyerah saat itu. mereka berusaha keras untuk mencari solusi ladang mereka. hingga akhirnya si Felix melihat kesempatan ini. iya saudagar licik itu melihat kesempatan di dalam kesempitan.


dia memberikan para warga Dwarf sebuah pinjaman dengan syarat orang tersebut harus memenuhi pesanannya sebagai tanda pembayaran. kalau tidak memenuhi keinginan si Felix dia akan merampas harta dan aset para warga dwarf. mulai dari toko, ladang dan sebagainya dia rampas.


Think berkata kalau rumah besar si Felix dulu adalah ladang para warga dwarf tapi sudah di sita olehnya dan semakin hari semakin melebar saja rumah itu.


Think juga berkata pada kami kalau dia dan kakeknya baru membuat sistem tanaman seperti ini sekitar satu tahunan. serta dia berkata kalau terpaksa menerima tantangan Felix karena kakeknya sedang sakit keras. dan perlu uang untuk beli obatnya di kota.


"wah, itu cerita yang menarik Think. tapi kami para petualang juga menginginkan imbalan dari kerja keras kami apa kamu bisa?" kataku


"hey R kenapa kamu malah berkata seperti itu?" bisik Jack ke padaku.


"ka, kalau kalian butuh uang.. eee.. maaf aku tidak punya. ta, tapi aku akan berusaha mendapatkan uang kalau misi ini sudah selesai" jawab Think.


"hey R kau tidak serius tentang ini kan?" tanya Lana padaku


"iya R kasihan kan dia. kau tahu sendiri kan Think sedang kesusahan." sahut Mia.

__ADS_1


"hey kalian jangan berpikir buruk dulu. aku tidak membutuhkan. uang untuk saat ini. lagian drop item yang kita dapat dari monster sepanjang jalan masih cukup buat kita." jawabku menenangkan para teman temanku.


"te, terus apa yang kamu inginkan, jangan bilang kamu mau?.."


Think pun menyilangkan tangannya dan memelukannya ke badannya kemudian dia sedikit menjauh dariku. dan dari raut mukanya terkesan jijik padaku.


"hey. bukan itu yang ku mau!.. aku hanya ingin sebuah kendaraan yang bisa membawa kami ke pulau berkabut di tengah danau itu."


aku mengatakan itu sambil menunjuk ke pulau berkabut yang ada di tengah danau.


"apa kau yakin dengan itu? kamu lihat sendiri kan? apa yang ku lakukan pada mesin yang di pesan oleh Felix." jawab Think ragu.


"aku yakin dengan kemampuan mu. soalnya sebelum mengikutimu ke sini aku melihat lagi mesin yang kamu buat. itu benar-benar mesin yang sempurna. tapi saat ku lihat di bagian kelistrikannya ada sebuah kabel kecil yang terpotong. sepertinya ada seseorang yang memotongnya sebelum kamu menyalakan mesinya." jawabku


"sudah ku duga pasti ada yang tidak beres. soalnya sebelumnya aku sudah mengujinya berulang kali dan berjalan dengan sempurna. tapi setelah mesin itu di cek oleh Felix sebelum di nyalakan mesin itu langsung meledak begitu saja." sahut Think.


karena Think berpikir negosiasi sudah selesai dia pun mendekat lagi ke kami. dan aku pun melanjutkan kata-kataku.


"serta untuk penyakit kakekmu kamu tidak perlu khawatir. aku punya solusinya."


setelah mengatakan itu aku langsung menarik tudung yang menutupi kepala dan rambut Lana.


"R apa yang kamu lakukan!"


kata Lana sambil menahan tudungnya jubahnya agar tidak terbuka sepenuhnya.


namun raut muka Think sudah terlihat sangat kaget setelah melihat rambut hijau dan telinga runcing Lana walau hanya sesaat.


Think terlihat begitu kaget sampai terjungkal dari bangku tempat duduknya.


"ka, kamu.. kamu si Elf terkutuk itu kan?"


kata Think yang sangat ketakutan.


Lana pun mendekati Think dan kemudian berjongkok di depannya dan mengulurkan tangan untuk membantu Think bangun. sambil tersenyum dia berkata.


"kamu tidak harus percaya padaku untuk saat ini. tapi aku berjanji. aku pasti akan menyembuhkan penyakit kakekmu."


walau Lana sudah berkata seperti itu. Think masih terlihat sedikit ketakutan dan masih terlihat sedikit grogi di dekat Lana. tapi aku tidak terlalu memikirkannya. karena aku juga mengetes Think. apakah dia orang yang bisa kami percaya dan orang yang bisa percaya kepada kami.


sebelum kami memulai rencana penyelamatan. kami pun makan terlebih dahulu. kami mengambil beberapa sayur-sayuran dari kebun Think. dan menambahkan daging serta bumbu dari drop item selama perjalan Kami ke desa Dwarf.


kami membuat 3 jenis makanan yaitu sate daging dan sayuran, tumis sayuran, serta sup. teman temanku mengambil makanan itu dengan random. Jack dan Mia mengambil tumis. sedangkan Lana mengambil sup aku dan Think mengambil sate.


karena penasaran aku mencoba melihat status dari makanan yang kami buat. ternyata dugaanku benar. masing-masing makanan memiliki efek berbeda.


sup bisa menambah efek sihir


sate bisa menambah attack power.


sedangkan tumis bisa menambah stamina dan pertahanan.


"hey teman-teman. aku punya eksperimen. bagaimana kalau kalian makan-makanan ini sesuai yang ku pilihkan?" tanyaku.


"ayolah R jangan pilih-pilih makanan." jawab Jack.


"ini bukan pilih pilih makanan hanya saja.. sudahlah turuti saja kalian akan tahu efeknya." lanjutku


"baiklah terserah kau saja". jawab Jack


aku pun memberikan Jack Sate dan tumis.

__ADS_1


sedangkan Mia dan Lana ku berikan Sop dan tumis. aku juga makan sate dan tumis.


setelah aku memakannya memang benar efeknya luar biasa. tubukku terasa lebih kuat dan terasa lebih enteng.


"wow. apa apaan efek ini R ini luar biasa." kata Mia dan Jack


"ya itu lah R kita selalu punya ide dan matanya selalu bisa melihat segalanya walau matanya tertutup satu." tambah Lana


"ya begitulah. hehe"


setelah kami semua makan-makan. kami pun bersiap. aku menyuruh Momo yang masih dalam bentuk kucing untuk pergi terlebih dahulu dan mengamati situasi di rumah Felix. agar mereka tidak curiga.


kemudian aku dan teman-teman mempersiapkan segala yang diperlukan. seperti armor senjata. dan item penting lainnya.


Think juga melakukan hal yang sama dan dia membawa sebuah tas besi di belakang punggungnya.


"tas apa itu Think?" tanyaku


"oh ini. ini adalah senjata yang ku buat. aku belum mencobanya sih tapi untuk jaga-jaga saja." jawab think.


setelah semua persiapan selesai. Think pun memberikan kami sebuah batu berwarna biru. batu itu berjumlah 3 biji. Think membawa 1 aku 1 dan Jack 1


"ini adalah teleport stone. jika terjadi sesuatu yang tidak di harapkan kalian bisa menggunakan ini untuk kembali ke desa.


"baiklah." jawab kami semua bersamaan.


kami pun mulai perjalanan ke rumah Felix. kami berjalan melalui luar desa karena jika kami lewat jalan dalam desa pasti kami akan di hadang oleh para warga dan melarang kami pergi.


setelah ku lihat dari dekat. rumah itu ternyata besar sekali. mungki luasnya sekitar 5 hektar dan kalau di hitung dengan pagarnya sekitar 7 hektar. bagian luarnya juga tertutup tembok yang lumayan tinggi sekitar 10 meter. yang membuatnya sangat tertutup dari dunia luar.


beberapa meter sebelum sampai ke tembok rumah Felix. Momo menemui kami. dia memberitahu kami kalau penjagaan rumah itu tidak terlalu terlalu ketat. hanya ada 1 pintu masuk yaitu melalui gerbang depan. namun Momo sudah menggali jalan di bagian belakang gerbang untuk kami masuk.


di dalamnya terdapat 3 penjaga di bagian taman. penjaga itu adalah seorang lizardman. walaupun terlihat lemah lizardman adalah manusia setengah kadal yang lumayan kuat. level mereka di kisaran 25. juga sedikit aneh sih kenapa seorang saudagar meminta bantuan lizardman untuk menjaga rumahnya? tapi karena ini di benua iblis sepertinya itu hal biasa.


kami pun mulai masuk lewat pintu yang di buat Momo. Momo pun naik ke punggungku. dan Shiva juga berada di dekatku.


kami pun mengendap-endap dan berusaha melumpuhkan lizardman penjaga. namun lizardman itu terlihat tahu kedatangan kami.


kami di pisahkan menjadi 3 kelompok oleh lizardman tersebut. mereka menggiring kami dan memisahkan kami. dan di saat aku ingin menyerang mereka tiba-tiba pintu jebakan terbuka di bagian taman rumah felix. dan gara-gara itu kami pun terpisah.


Think dan Lana mereka jatuh dari pintu jebakan dan masuk ke penjara bawah tanah. di situ dia sudah di tunggu oleh seorang lizardman berbadan gemuk dan membawa sebuah gunting raksasa.


sedangkan Jack dan Mia juga jatuh di pintu jebakan mereka jatuh di sebuah ruang bawah tanah. mereka menyusuri ruang itu dan sampai di sebuah kamar. di kamar itu seorang wanita berambut ular sudah menunggu mereka.


sedangkan diriku jatuh ke pintu jebakan bersama Momo dan Shiva. aku juga jatuh di ruang bawah tanah yang gelap. saat aku berhasil keluar dari ruang itu. ternyata aku sampai di ruang tengah rumah. dan di situ Felix sudah menungguku.


"selamat datang para tikus. selamat datang di istanaku."


***


sementara itu sebelum R dan kawan-kawan nya datang ke rumah felix. di sebuah ruangan Felix, seorang wanita berambut ular, serta lizardman bertubuh gemuk duduk dan mendiskusikan sesuatu.


di tengah tengah mereka duduk ada sebuah meja bundar dan di atas meja itu terdapat sebuah bola kaca yang memperlihatkan pergerakan R dan kawan-kawanya di luar geebang.


"lihat itu tuan Felix. orang-orang bodoh itu tidak menyadari kalau kita mengawasi mereka." kata wanita berambut ular


"iya bos. mereka terlihat lezat. terutama yang wanita bertudung serta wanita berkuncir dua dan berbadan pendek itu." kata lizardman gemuk.


"kalian sabarlah. aku akan memberikan kalian mereka. mereka berusaha menjebak kita tapi mereka tidak sadar kalau kita juga mempersiapkan jebakan untuk mereka. huahahaha"


kata Felix dan mereka pun tertawa bersama dan mulai keluar dari ruangan itu. melaksanakan jebakan mereka dan akhirnya berhasil.

__ADS_1


ctt penulis:


terimakasih sudah membaca ceritaku. silakan dukung ceritanya melalui link berikut: trakteer.id/rubiyantoryubi


__ADS_2