NEET

NEET
Chapter 24 : Menuju ke pulau berkabut


__ADS_3

aku sudah menuju ke perpustakaan di tengah desa Dwarf seperti kata Lana. tapi sayangnya dia tidak ada di sana. tapi teman-teman ku satu grub ada di sana. mereka semua belajar dan mencari informasi di sana. saat melihat ku akhirnya keluar dari kamarku mereka menyambutku dengan senang hati dan memberikan selamat. aku sangat senang akan hal itu.


aku yang penasaran dengan Lana bertanya pada mereka.


"hey, apa kalian melihat Lana kesini? tadi pagi dia menyuruhku untuk kesini soalnya" tanyaku


"aku tidak melihatnya." jawab Shiva


"kalau momo hanya melihat nona Lana tadi pagi sedang memasak di dapur penginapan" jawab Momo


"aku juga tidak lihat. aku sudah di sini bersama Jack dari tadi pagi soalnya dan Lana belum ada kesini" jawab Mia.


"waduh? ku kira dia dia sudah berkumpul dengan kalian?" tanyaku lagi masih penasaran


"belum sih, tapi yaa.. kamu tidak usah khawatir R. mungkin dia sedang membantu Think dengan perahu kita di dekat danau. atau mungkin dia masih jalan-jalan di desa" jawab Jack.


"mungkin juga ya.. ya sudah lah lebih baik aku fokus mencari informasi yang ku butuhkan." jawabku.


aku pun mulai mencari buku satu persatu tentang tentang diriku atau lebih tepatnya ras karakter yang ku pakai saat ini. aku menemukan buku yang menarik buku itu bersampul warna hitam dengan bagian tengahnya tertulis "kumpulan ras yang punah" aku mengambil buku itu dan kemudian duduk di salah satu bangku yang di sediakan di perpustakaan.


aku mulai menaruh buku itu di meja dan membukanya. aku melihat satu persatu halaman dan mulai melihat daftar isi. di dalam buku yang lumayan tebal itu terdapat banyak sekali nama makhluk-makhluk aneh bahkan saking banyaknya hal itu membuatku pusing. apalagi hanya membaca dengan satu mata, itu membuatku lebih pusing lagi.


aku pun akhirnya menemukan daftar isi di huruf "G" dan di situ ada informasi tentang Ghoul tingkat tinggi.


aku pun membuka halaman tentang hal itu dan mulai membacanya. di situ di katakan bahwa Ghoul tingkat tinggi adalah makhluk yang sangat kuat. bahkan dikatakan hampir setara dengan raja Iblis. mereka adalah makhluk yang sangat rakus. dan banyak makhluk lain yang menakuti mereka. sekali mereka memakan daging manusia mereka akan terus memburu para manusia tanpa ampun. dan kekuatan mereka juga akan meningkat sangat drastis. namun rasa lapar mereka menjadi kutukan buat mereka.


iya sih rasa laparku memang sangat mengerikan. aku bahkan sampai tidak bisa berpikir jernih karenanya. aku pun melanjutkan membaca buku itu lagi.


selanjutnya di jelaskan bahwa ada hal yang bisa menahan rasa lapar mereka. yaitu adalah darah elf. sedikit darah elf bisa membuat mereka menjadi seperti manusia normal lagi selama beberapa hari paling lama satu bulan. itulah kenapa ada yang pernah mengisahkan seorang Ghoul tingkat tinggi akhirnya menikah dengan salah satu warga suku elf. tapi karena hal itu elf tersebut di usir dari kampung halamannya.


"hmm.. pantas saja setelah menggigit Lana. rasa laparku langsung menghilang dan aku kembali normal lagi. apa ada tujuan tertentu kenapa karakterku di Dunia ini adalah seorang ghoul tingkat tinggi?" pikirku.


setelah beberapa halaman ku baca aku menemukan sesuatu yang menarik.


di situ tertulis alasan kenapa Ghoul tingkat tinggi bisa punah. mereka punah karena di basmi oleh raja iblis. karena di anggap berbahaya dan bisa menjadi ancaman. hal itu di karenakan mereka memiliki skill rahasia bernama glutony.


setelah itu tidak ada informasi lagi tentang kekuatan glutony. aku pun melihat daftar isi lagi dan memang tidak ada informasi tentang itu.


aku pun beranjak dari bangku tempatku duduk dan mencari lagi informasi tentang glutony. dan aku pun mendapatkan buku tentang "kekuatan langka".


dan di buku itu ada skill glutony


dikatakan dalam buku itu skill glutony adalah skill yang sangat unik dia bisa keluar dari dalam tubuh Ghoul tingkat tinggi. bentuknya seperti cacing berwarna merah dengan gigi banyak dan runcing yang siap menelan apa saja di depannya. saat glutony berhasil menelan makhluk lain maka Ghoul tingkat tinggi bisa menggunakan kekuatan makhluk itu. namun tidak secara permanen. mereka hanya bisa menggunakan kekuatan mereka selama 1 menit. cuma itu bisa di ulang ulang berkali kali selama mereka sudah beristirahat selama 1jam.


wah aku berpikir kekuatan glutony ternyata sehebat itu. mungkin aku harus melatihnya kapan kapan.


setelah mendapatkan info ini dan itu akhirnya aku mengerti dan sambil memikirkan cara untuk bertahan dari kutukan ku kedepannya.


aku sudah agak lama membaca buku dan mencari informasi namun Lana masih tidak kunjung datang. kemudian sambil menunggunya aku berkeliling perpustakaan dan di situ terdapat sebuah papan buletin. yang berisi berbagai macam info dan permintaan pekerjaan untuk para petualang atau orang biasa dengan sebuah imbalan.


agak aneh sih ada papan buletin quest di dalam perpustakaan biasanya papan buletin seperti itu harusnya berada di sebuah guild petualang tapi mungkin karena di tempat ini tidak ada guild petualang jadinya mereka menaruhnya di perpustakaan ini.


aku melihat papan buletin itu untuk mencari misi terdekat yang bisa kami jalankan. siapa tau bisa menambah keuangan. aku melihat lihat dan menemukan sebuah permintaan dengan hadiah yang lumayan besar yaitu sekitar 1000koin emas. kertas permintaan itu tertutup kertas lain jadi aku tidak tahu itu permintaan apa. saat ku ambil...


kertas tersebut adalah informasi yang sangat penting, genting, dan juga berbahaya. aku langsung mengumpulkan teman-teman ku dan mendiskusikan tentang hal ini. kami berkumpul membentuk lingkaran kemudian duduk dan di depan kami ada meja bundar.


"apa kalian benar-benar tidak melihat Lana hari ini?" tanyaku

__ADS_1


"tidak, kan kami juga sudah bilang sebelumnya." jawab Jack


"memang kenapa? kenapa kamu jadi panik seperti itu R" lanjut Mia


akupun Langsung membanting kertas permintaan yang ku ambil dari papan buletin ke atas meja.


"apa itu tuan R?" tanya Momo


"bagaimana aku tidak panik, lihat ini. di kertas ini ada permintaan buat siapa saja yang berhasil menangkap Elf terkutuk dia akan di beri hadiah 1000 koin emas. bahkan di sini sampai di deskripsikan ciri-cirinya." kataku


"tenanglah R, jangan berteriak seperti itu nanti semua orang bisa tau" sahut Shiva


"Shiva benar R mari kita pikirkan terlebih dahulu. orang yang tahu kalau Lana adalah Elf yang di cari hanya kita saja." lanjut Jack


"tapi Jack kau ingat kan, di desa ini ada satu orang yang juga tahu identitas si Lana." sanggah Mia


"hmmm... iya hanya Think yang tahu identitas Lana. dan dia kan teman kita. apa mungkin dia akan berbuat jahat kepada Lana?" pendapatku


"dengan hadiah sebesar ini. itu mungkin saja. tapi lebih pasti mungkin kita bisa bertanya langsung kepadanya saja" jawab Jack


"baiklah kalau begitu" jawabku


kami pun mulai berdiri dari kursi kami dan menuju ke pintu keluar. setelah keluar Tiba-tiba seorang bapak bapak. sedang menggendong ranting pohon di punggungnya berlari ke arah kami.


"tuan petualang, tuan petualang!!! aku punya informasi penting untuk kalian." teriak pria itu dari kejauhan.


***


tak berselang lama kami pun menemui Think. aku mendapat info dari Jack kalau dia sedang membuat kapal di dekat danau di luar desa. kami pun menuju ke sana. dan tepat sekali Think ada di sana.


dia terlihat melakukan finishing dengan kapal buatannya yang sebenarnya itu adalah hadiah buat kami karena sudah menyelamatkan kakeknya.


"oh hey R, kamu sudah sembuh?. wah kebetulan sekali kapal yang kau pesan sudah hampir jadi aku tinggal mengecek ulang lagi apakah kapal ini siap jalan atau tidak." jawab Think


aku tidak mau basa basi lagi. aku pun langsung menanyakan intinya.


"hey Think, apa kamu melihat Lana hari ini?" tanyaku


Think berfikir sejenak dan kemudian menjawab pertanyaanku


"Oh Lana. aku tidak melihatnya hari ini." jawab Think


"apa kamu yakin?" sahutku


"iya. cuma tadi aku sempat melihat ada sebuah kapal parkir di sini pas masih mengerjakan ini bersama kakek. dari kapal itu ada 2 orang aneh yang satu membawa dua belati di punggungnya dan memakai topeng. yang satunya terlihat seperti orang kaya." jawab Think.


mendengar kalau ada orang membawa belati kembar Jack terlihat penasaran dan jadi serius. dia langsung bertanya ke Think


"kamu bilang pria bertopeng dengan pedang? dia pergi kemana Think?" tanya Jack


"hey Jack kenapa kamu malah bertanya tentang pria bertopeng?" tanyaku


"itu bukan urusan mu R" jawab Jack dengan tampang serius


Think lanjut menceritakan hal yang terjadi. dia berkata kalau pria bertopeng dan bapak-bapak yang terlihat seperti orang kaya itu pergi menuju hutan. dia berpikir bahwa kedua orang itu adalah petualang dan sedang mencari persediaan di dalam hutan. soalnya setelah beberapa saat kedua orang itu membawa bungkusan karung yang lumayan besar naik ke kapal mereka. dan kemudian berangkat lagi menuju pulau di tengah danau.


ada satu hal lagi. Think berkata kalau kakeknya tiba-tiba pergi saat kedua orang itu datang. dia mengatakan kalau kakeknya pergi untuk mengambil peralatan di tempat kerja yang ada di kota. namun sampai sekarang kakeknya belum kembali.

__ADS_1


tak berselang lama setelah pembicaraan mereka kakek Think datang dan terlihat seolah kebingungan.


"wah, ada apa ini? kalian semua kumpul di tempat ini? padahal pesanan kalian masih belum siap lho.." kata kakek Think


"kakek.. dari mana saja. lama sekali kembalinya?" tanya Think


"eee.. tadi anu.. aku biasalah namanya kakek-kakek aku harus beristirahat dulu di perjalanan. aku kelelahan tadi." jawab kakek itu dengan sedikit memotong motong kalimatnya.


"hmm.. bukannya kakek sudah biasa berjalan dalam perjalanan jauh?" sahut Think


aku yang sudah terlanjur muak dengan si kakek langsung menghampirinya dan menarik kerah bajunya kemudian mengangkat tubuhnya yang kecil keatas.


saat aku mengangkat nya sebuah tas kantong kecil pun jatuh dari balik baju si kakek. Think mengambil tas kantong itu dan di dalam tas kantong itu ada koin emas yang lumayan banyak. Think yang bingung akan hal ini bertanya pada kakeknya


"kakek mendapatkan uang sebanyak ini dari mana?"


si kakek ingin mengatakan sesuatu tapi karena sangat panik dia bingung mau mengatakan apa. Think pun menarik tangan R agar menurunkan kakeknya. dan kemudian meminta penjelasan R kenapa sebegitu marahnya dengan kakeknya.


"R tolong jelaskan padaku, kenapa kamu melakukan itu kepada kakekku?" tanya Think


"kau tahu Think kakekmu ini sudah menjual Lana ke 2 orang yang sempat kamu lihat turun dari kapal, kemudian ke hutan." jawabku


"bohong!! orang itu berbohong!! aku hanya pergi ke gudang, sumpah. kamu harus percaya padaku Think." sanggah kakek itu.


"diam kamu kakek!! kamu ini... dasar orang tua tidak tahu terimakasih. kau tahu kan Lana sudah menyelamatkan mu, dan juga menyembuhkan penyakitmu. tapi, kamu.. kamu malah menjualnya hanya demi imbalan uang. apa kau tidak punya otak hah!!?" aku semakin marah dan marah karena si kakek terus mengelak tidak bersalah.


kemudian dengan nada tinggi Think berteriak. "DIAAAAAMMM!!!! R. kamu memarahi kakekku dan menghinanya seperti itu. apa kamu punya bukti. kalau kakekku melakukan kejahatan?"


"ada, sebelum kami ke sini seseorang datang menghampiri ku. dia membawa kayu di punggungnya dan berlari dengan terengah-engah. dia mengatakan kalau melihat kakekmu di berikan uang oleh dua orang asing. dan kedua orang itu membawa Lana. dan itu sudah terbukti dengan jatuhnya kantong uang itu dari kakekmu. aku sengaja mengintrogasi mu terlebih dahulu untuk memastikan kamu tidak terlibat dengan kakekmu." jawabku


setelah mendengar jawaban ku Think pun menghampiri kakeknya dan menatap matanya dengan tajam.


"apa itu benar kakek? kamu melakukan itu semua?. dan kakek juga belum menjawab darimana kakek mendapatkan uang ini?" tanya Think


si kakek hanya terdiam sesaat, kemudian dia tertawa kecil dan mulai semakin kencang kemudian terbahak-bahak


"iya benar aku memang yang sudah memberikan teman Elf mu yang berharga itu ke kedua orang itu. apa kamu tahu Think dengan uang sebanyak 1000 koin emas kita bisa membangun perekonomian desa lagi. kita bisa membuat alat yang lebih canggih untuk membangun perekonomian desa lagi. menghidupkan kincir desa lagi dan juga membangun pertanian lagi seperti dulu. mengorbankan 1 orang bukanlah pilihan yang salah kan. lagian elf itu juga yang memulai semua kekacauan di dunia ini." jawab si kakek.


"kamu mungkin benar kakek. tapi mungkin juga salah. Lana itu orang yang baik. aku tidak yakin dialah yang membuat kekacauan di desa kita. mungkin saja dia itu bisa jadi kunci untuk memperbaiki semua kekacauan ini." kata Think


"hah, apa yang bisa kau harapkan dari elf terkutuk itu dasar cucu bodoh." jawab si kakek.


aku semakin emosi dan ingin menonjok kakek itu namun Jack menahanku.


"sudah lah R emosi tidak akan menyelesaikan masalah. lebih baik kita segera menyusul Lana saja sebelum dia terlanjur jauh. mumpung kapal kita juga sudah siap." kata Jack


"baiklah, Jack. oh ya Think. kamu urus saja kakekmu dulu. kami akan menyusul Lana." jawabku.


aku dan teman-teman berjalan menuju ke kapal. Jack berkata kalau dia bisa mengemudikannya. aku pun menyerahkannya padanya.


namun baru beberapa langkah kami berjalan kakek Think mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. itu adalah sebuah remot kontrol. dan di tengahnya ada satu tombol merah.


"aku tidak akan membiarkan kalian menyusul teman kalian. kalian tau kan yang ada di tanganku ini. ini adalah remot kontrol untuk meledakkan kapal kalian. sekali ku pencet kalian tidak akan bisa kemana-mana lagi."


si kakek tanpa ragu memencet tombol itu. kami pun sudah panik dan ingin menghentikannya. namun Think mengisyarati kami agar tidak perlu khawatir. dan benar saja. setelah si kakek memencet tombol merah. tidak ada yang terjadi.


"percuma kakek. aku sudah mengecek kembali kapal itu. dan memastikanya agar aman. saat teman temanku mengendarainya." kata Think

__ADS_1


aku lega setelah Think mengatakan itu. kami pun pergi menaiki kapal menuju ke pulau berkabut di tengah danau. di tempat dimana kemungkinan Lana di bawa oleh dua orang misterius. dan tempat di mana Cristal elemen angin mungkin juga ada di sana.


tanpa mengetahui apa yang ada di depan sana kami tetap nekat dan terus melanjutkan perjalanan kami.


__ADS_2