NEET

NEET
Chapter 35 : Penyerangan


__ADS_3

saat itu yg Blank dan juga Thena telah selesai dengan latihannya. dan mempersiapkan dirinya untuk menyusul raja Ares.


dia memakai pakaian petualangannya dan bersiap berangkat. Thena pun demikian. dia bilang walaupun tidak bisa ikut ke garis depan. setidaknya dia bisa menjaga kotanya jika terjadi sesuatu.


namun saat mereka bersiap. tiba-tiba suara ledakan yang sangat keras terdengar. semua penjaga langsung berlarian menuju kota setelah mendengar suara ledakan itu.


Thena menarik salah satu penjaga istana dan bertanya.


"hey ada apa?"


"penyerangan nona!!. pasukan armor dan serigala hitam mendobrak pintu depan kota kita." kata penjaga itu


"apa?! ini tidak bisa di biarkan. ayo Blank. cepat kita harus segera ke kota."


"Baik Thena."


Blank dan Thena bergegas menuju ke kota.


mereka melewati lorong-lorong istana hingga sampai ke pintu depan. saat membuka pintu depan dan keluar dari istana mereka terkejut.


banyak kesatria armor dan juga serigala hitam yang tidak lain adalah Daemon. mereka saling bertarung dengan penjaga istana. tapi di situ penjaga istana terlihat kuwalahan.


para penjaga istana terdorong mundur karena kekalahan mereka.


"kanapa bisa begini?, bukannya ayah sedang bernegosiasi dengan tambang batubara.?" tanya Thena pada Blank


"aku juga tidak tahu Thena yang pasti kita harus menyelamatkan orang-orang itu terlebih dahulu." jawab Blank.


Blank dan Thena pun berlari menerjang para pasukan kesatria berarmor dan melawan mereka satu persatu.


Blank yang bisa melihat status musuh di sini menjadi pembuat strategi. dia menyuruh Thena untuk melawan para Daemon karena kebetulan sihir Thena adalah sihir cahaya.


sedangkan Blank dia melawan kesatria armor dengan kekuatan listriknya. karena kesatria armor robot. jadi dia lemah dengan tegangan listrik tinggi.


Blank dan Thena pun berhasil mengalahkan beberapa dari mereka yang menyerang istana. namun saat membuka gerbang istana dan melihat keadaan kota. ternyata semuanya lebih kacau dari sebelumnya.


banyak sekali pasukan kesatria armor dan juga Daemon srigala. jumlahnya mungkin sekitar ratusan. mereka mengejar para warga dan membunuh para warga.


para warga juga banyak yang panik dan berlari berhamburan kesana kemari. selain itu para penjaga juga terlihat kuwalahan dan ada juga yang sudah terbunuh.


"sial, kalau sebanyak ini kita tidak mungkin menang Blank. kita harus memikirkan strategi." kata Thena sambil bertahan dari serangan para Daemon.


blank sambil bertarung juga terlihat sedang memikirkan sesuatu. dia memikirkan caranya mengalahkan begitu banyak musuh tanpa menguras tenaga.


"Thena apa kamu pernah berpikir untuk mengalirkan kekuatan cahayamu ke para penjaga?" tanya Blank.


"a, aku belum pernah mencobanya Blank." jawab Thena.


"baiklah kalau begitu waktunya mencoba."


setelah mengatakan itu Blank melompat ke atas genteng rumah rumah warga dan berlari diatasnya.


"mau kemana kamu Blank?! jangan tinggalkan aku." teriak Thena


"maaf Thena aku harus ke istana sebentar. kamu bertahanlah untuk beberapa menit." kata Blank sambil terus berlari kembali ke istana.


"ha? apa katamu?!" jawab Thena yang hanya mendengar suara Blank samar-samar.


sesampainya di istana Blank menemui salah satu penjaga. yang sedang berlindung. kebetulan penjaga itu sedang membawa pedang dan dua buah belati di persenjataannya.


Blank langsung melompat dari atap dan mendarat tepat di depan penjaga yang dia lihat itu. penjaga itu terlihat panik saat melihat Blank.


"a, apa maumu?" tanya penjaga.


"aku hanya ingin meminjam senjatamu sebentar."


"ti, tidak boleh. jika kamu mengambil senjataku bagaimana aku bisa bertahan dari mereka?."


penjaga itu masih bersikeras tidak mau memberikan senjatanya. Blank akhirnya sedikit memaksanya. dia menggunakan kekuatan warrior of lightnya yaitu kekuatan langkah cahaya.


dengan cepat Blank berhasil merebut kedua belati penjaga. penjaga itupun langsung medodongkan pedangnya ke Blank.


"ke, kembalikan belatiku atau kau akan menyesal." ancam penjaga.


"hey santai saja pak. aku tidak akan berbuat yang aneh-aneh."


Blank langsung mengalirkan kedua kekuatan sihir ke 2 belati itu. satu belati dia alirkan sihir cahaya. dan seketika langsung hancur.


"apa yang kamu lakukan?. kamu menghancurkan senjataku." kata penjaga yang semakin panik.


("sudah ku duga senjata biasa tidak bisa menahan sihir cahayaku. kalau begitu akan ku coba sihir listrik ku") pikir Blank.


tanpa mempedulikan ocehan penjaga Blank mengalirkan sihir listrik ke belati satunya. dan ternyata sihir itu malah menyelubungi senjata tersebut.


tiba-tiba kesatria armor muncul. si penjaga semakin panik karena hal itu.

__ADS_1


"sial gara-gara kamu aku jadi ketahuan."


Blank pun langsung melemparkan belati listrik itu ke arah satria armor. lemparannya tepat mengenai kepala satria armor dan seketika dia langsung nonaktif.


"bagaimana bisa?" kata penjaga terlihat kebingungan.


"berikan senjatamu akan ku berikan kekuatanku sedikit agar bisa melawan para kesatria armor."


setelah itu Blank mengalirkan sihir listriknya ke senjata penjaga. dia pun mencari para penjaga istana yang lain dan mengalirkan sihir listriknya ke senjata mereka satu persatu.


sementara itu Thena dan para penjaga yang lain terlihat makin kuwalahan melawan para Daemon.


mereka semakin terpojok dan terkepung. namun tiba-tiba blank muncul.


"tebasan cahaya!"


dia menebas satu persatu para daemon dengan pedang dan sihir cahayanya. namun tak berselang lama pedang yang dia bawa rusak dan hancur.


"Thena!! alirkan kekuatan sihir cahayamu ke pedang para penjaga istana. cepat!!." teriak Blank.


ada sekitar 5 penjaga di sana. Thena pun mengalirkan kekuatan sihir cahayanya ke senjata para penjaga istana.


senjata para penjaga istana pun mulai bercahaya dan diselubungi oleh sihir cahaya Thena.


setelah itu mereka pun terus maju menyelamatkan para penjaga dari kumpulan Daemon.


hari sudah semakin siang dan mereka pun berhasil mendorong mundur para pasukan kesatria armor dan juga Daemon.


sekarang hanya tersisa 5 Daemon serigala dan juga satu kesatria armor.


namun hal aneh terjadi, para makhluk itu tidak terlihat ketakutan sedikit pun. mungkin karena mereka robot dan juga makhluk bayangan tanpa perasaan. namun yang pasti hal ini sedikit janggal.


"ayo semuanya kita serang!! kita pasti akan menang!!"


teriak salah satu penjaga istana.


para penjaga istana pun menyerang maju ke Daemon dan satria berarmor.


namun tiba-tiba kelima daemon itu merasuki satria berarmor. seketika satria berarmor langsung non aktif.


melihat hal itu para penjaga semakin bersemangat dan langsung ingin menghancurkan kesatria armor yang di rasuki itu. namun tiba-tiba kesatria armor mulai bergerak dan hawa bayangan hitam pun muncul dari dalam tubuhnya.


"kalian semuanya menjauh dari makhluk itu!!" teriak Blank.


namun teriakannya sedikit terlambat. kesatria armor itu pun langsung berubah menjadi kesatria Daemon dan menghajar semua penjaga istana yang mengepungnya.


dengan teknik beladiri tangan kosong elemen listrik. blank berhasil menghindari serangan itu dengan cepat. dia pun memukul kesatria Daemon. dengan tinju listriknya.


kesatria Daemon itu terpental karena pukulan Blank. namun dengan mudah makhluk itu berdiri kembali.


kesatria Daemon terus menyerang Blank. namun Blank dengan mudah bisa menghindar dan menyerang balik. namun kesatria Daemon terus saja bangkit dan bangkit lagi.


Blank mulai menggunakan teknik beladiri tangan kosong. dia menghantam kesatria Daemon dengan jurusnya dari jurus pertama hingga Jurus ke sepuluh.


semua jurus bela diri itu membuat kesatria Daemon terpental, tersungkur dan armornya mulai hancur.


namun makhluk itu terus saja bangkit berdiri dan berdiri lagi. seperti tidak ada habisnya.


"sial, semua jurus beladiri tangan kosong tidak mempan untuknya. dan di sini juga tidak ada senjata yang bisa menahan kekuatan sihir cahayaku agak lama" kata Blank.


saat kesatria Daemon menyerang lagi. Blank berhasil menghindarinya. setelah menghindar Blank langsung melancarkan pukulan teknik beladiri tangan kosong ke kesatria Daemon


namun kesatria Daemon. mulai bisa menghindari serangan Blank.


Blank melancarkan serangan keduanya namun kesatria Daemon bisa menghindar lagi. saat serangan ke tiga dilancarkan kesatria Daemon tiba-tiba menangkis serangan itu. dengan tangannya.


"apa?" Blank terheran-heran karenanya.


kesatria Daemon mulai mengcounter balik serangan Blank. makhluk itu mulai bisa menangkis serangan Blank dan membuat teknik serangannya sendiri sehingga bisa menyerang balik blank.


pertarungan mereka berdua semakin sengit. dan lama kelamaan Blank mulai kelelahan dan mulai terpojok.


sementara itu Thena hanya berdiam diri melihat pertarungan Blank dan kesatria Daemon.


"Thena.., bantu aku. ada yang aneh dengan makhluk ini. dia seperti bisa mempelajari gerakanku!" teriak Blank ke Thena.


namun Thena masih tetap terdiam hingga pertarungan menjadi berat sebelah. kesatria Daemon mulai unggul. Blank mulai di hajar habis habisan oleh makhluk itu.


hingga akhirnya Blank tersungkur dan kesusahan untuk berdiri.


kesatria Daemon pun berdiri di depan Blank dan siap mengakhiri serangannya. dia merubah tangannya menjadi sebuah bor raksasa dan siap menghantamkannya ke Blank.


hanya tinggal beberapa inchi saja bor itu mengenai Blank. Thena dengan kecepatan tinggi datang dan langsung melancarkan pukulannya ke kesatria Daemon. hingga membuat kesatria Daemon terpental lumayan jauh menembus rumah-rumah warga.


"maaf aku membiarkanmu bertarung dengan makhluk itu agak lama."

__ADS_1


Thena mengatakan itu sambil mengulurkan tangannya membantu Blank berdiri.


Blank menggapai tangan itu dan kemudian berdiri.


tiba-tiba kesatria Daemon meluncur dengan cepatnya langsung melancarkan serangannya ke Thena.


dengan cepat Thena merubah bentuk sihir cahanya di tangan kirinya. dari yang sebelumnya sarung tangan berubah menjadi sebuah perisai berbentuk bulat dan berhasil menahan serangan itu.


kemudian thena memukul kesatria Daemon dengan tangan kanannya. dan membuat makhluk itu tersungkur ke tanah.


"akan ku berikan satu gambaran kekuatan tertinggi dari ilmu beladiri tangan kosong padamu blank." kata Thena sambil berjalan mendekati kesatria Daemon.


sihir cahaya Thena mulai merambat ke seluruh tubuhnya dan membentuk zirah armor yang menutupi seluruh tubuhnya.


dia pun merubah bentuk sihir cahayanya itu ke bentuk pedang dan juga perisai.


Thena mulai membuat pedang cahaya yang begitu banyak di belakang punggungnya. sambil terus mendekati kesatria Daemon.


saat kesatria Daemon berdiri lagi dia langsung menyerang Thena. namun sesuatu yang mencengangkan terjadi.


dengan cepat tubuh kesatria Daemon terpotong-potong oleh pedang cahaya Thena. namun kesatria Daemon juga dengan cepat berhasil memulihkan diri.


sebelum kesatria Daemon pulih seutuhnya. Thena dengan cepat merubah bentuk pedang cahaya dan perisainya menjadi tangan tambahan yang berjumlah empat biji.


di situ Thena jadi terlihat seperti memiliki enam tangan. dia pun langsung memasang kuda-kuda yang sangat mantab. dengan memundurkan satu kaki kanannya sedikit kemudian menekuk tangan kanannya bersiap memukul.


"ilmu beladiri tangan kosong teknik ke sebelas. God of war!!"


sesosok dewa perang bertangan enam. itu lah wujud thena saat itu yang bisa tergambarkan. dia melancarkan pukulan dari keenam tangannya yang bercahaya itu ke kesatria Daemon secara bertubi-tubi.


efek pukulan itu membentuk seperti tembakan laser yang sangat besar yang meluncur dan membakar habis kesatria Daemon dengan satu serangan berkekuatan penuh.


kesatria Daemon yang lumayan kuat itu berhasil di kalahkan. dengan kekuatan luar biasa dari Thena.


setelah semua berakhir Thena mulai menyembuhkan luka Blank dengan kekuatan sihirnya. setelah itu Thena menyuruh penjaga istana yang masih selamat untuk mengevaluasi para warga secepat yang mereka bisa.


Blank dan Thena langsung bergegas berlari menuju gunung bersalju. sambil berlari mereka bercakap-cakap.


"Thena, bukannya teknik beladiri tangan kosong hanya ada 10 tehnik?" tanya Blank.


"iya secara umum harusnya begitu, namun aku berhasil mengembangkannya dan berhasil membuat teknik baru. namun itu membutuhkan konsentrasi dan waktu yang lama untuk pengaktifannya." jawab Thena


"ooh.. seperti itu. apa mungkin aku bisa melakukan itu." tanya Blank lagi.


"melihat dari kemampuanmu beradaptasi dengan jurus ini. sepertinya tidak lama lagi kamu juga akan bisa menemukan teknik baru khusus untukmu." jawab Thena.


hari mulai siang dan matahari mulai tepat berada di tengah-tengah langit biru. mereka berdua terus berlari hingga sampai ke hutan Cemara. suhu semakin turun dan semakin dingin. untuk mempercepat gerakan menuju ke tambang batu bara. Blank dan Thena mulai menaiki pohon-pohon Cemara dan melompat satu persatu di atas mereka.


baru sedikit memasuki gunung salju, lewat hutan Cemara. tiba-tiba ledakan terjadi di atas gunung salju. lebih tepatnya di lokasi tambang. ledakannya lumayan besar hingga membuat salju di sekitarnya longsor.


bukan hanya itu hawa panas naik secara perlahan suhu semakin hangat dan bahkan mungkin sudah mencapai kata panas. walaupun di tengah lebatnya salju.


wajah Thena terlihat semakin khawatir akan hal ini. dia pun semakin mempercepat langkahnya.


"hey. ada apa ini Thena? kenapa hawanya semakin panas?." tanya Blank.


"karena ini sudah mulai tengah hari. aku takut ini kekuatan dari kak Gil. kalau dia sedang serius bertarung dia akan mengeluarkan hawa panas ke sekitarnya. dan ledakan tadi kemungkinan adalah ledakan dari pertarungan kak Gil dengan seseorang." jawab Thena.


"ooh.. seperti itu. waduh!"


"makanya ayo cepat Blank!"


saat mereka berdua terus melanjutkan perjalanan Blank. seperti teringat sesuatu..


"Thena, bukannya dulu saat kamu mengalahkan kesatria armor bukankah mereka akan meledak setelah kita kalahkan semuanya?."


setelah mendengar pertanyaan Blank itu. Thena pun menghentikan langkahnya. dia pun mulai berbalik ingin kembali. namun sudah terlambat.


ledakan pun langsung terjadi di kota. banyak sekali ledakan yang terjadi hingga memporak porandakkan kota.


Thena pun terlihat lemas setelah melihat kejadian itu dan hampir pingsan serta terjatuh dari atas pohon cemara.


Blank dengan cepat menangkap Thena dan mendarat di tumpukan salju.


Blank di sini juga terlihat sangat marah dan merasa bersalah juga karena melupakan hal sepenting itu.


"siiiaaaaaallaaann!!!" teriak Blank.


Thena yang berada di gendongan tangan Blank hanya bisa menangis dan menyalahkan dirinya.


sambil memegang erat tubuh Blank.


Blank yang juga menahan emosinya sambil terus melangkah maju berkata kepada Thena.


"sudahlah Thena kita harus terus maju. prioritas utama kita saat ini adalah keluargamu. aku yakin warga kota pasti bisa menyelamatkan diri. apalagi kan kamu sudah menyuruh para penjaga istana untuk mengevakuasi mereka kan?"

__ADS_1


dengan rasa penyesalan yang terdalam blank dan Thena terus maju menuju tempat ayah dan kakaknya berada. yaitu ke tambang batu bara. dengan musuh baru yang jauh lebih kuat yang akan mereka hadapi.


__ADS_2