NEET

NEET
Chapter 39 : Pemusnahan


__ADS_3

Setelah aku menelan Thena atau mungkin bisa di bilang Azazel saat itu. aku menjadi memiliki kekuatan pendeteksi yang sangat hebat. aku bisa merasakan aliran mana yang menyeramkan dari bawah istana tempat Thena tinggal.


sebenarnya aku masih menyesal harus menelan Thena. tapi demi menyelamatkannya dan demi diriku juga aku terpaksa melakukannya.


dengan langkah cahaya aku berlari dengan cepat menuju ke arah bawah istana.


banyak penjaga yang menghadang ku tapi satu persatu bisa ku kalahkan dengan mudah. aku pun dengan cepat melewati mereka.


mungkin dari pandangan mereka kali ini aku terlihat seperti binatang buas yang sedang mengendus mangsanya. dan juga sudah sangat kelaparan dengan mulut penuh liur yang menetes.


untungnya saat ini aku masih sadar dan bisa mengendalikan diriku. aku tidak akan memakan para penjaga di sini. aku hanya akan menghentikan pergerakan mereka.


setelah melewati para penjaga yang begitu banyak. aku sampai di lorong bawah. di ujung lorong itu ada sebuah pintu tersegel. saat aku meminta informasi dari salah satu penjaga. mereka berkata kalau hanya raja Ares yg bisa melewati pintu itu. mereka bilang kalau pintu itu tempat rahasia raja Ares.


para penjaga itu mungkin tidak bisa merasakan hawa mengerikan dari balik pintu itu.


tapi aku.


aku merasakannya. hawa mengerikan berwana hitam pekat menyembul keluar dari sela-sela pintu yang tertutup rapat oleh gembok besar tersebut yang menempel di pintunya.


aku mendekati pintu itu dan mencoba menyentuhnya.


sengatan listrik yang sangat dahsyat langsung menyengat ku dan aku pun tersetrum kemudian terpental sangat keras membentur tembok istana.


aku mencoba berdiri lagi.


sial pintunya terlihat begitu mudah di buka. namun tak ku sangka. seberbahaya itu.


"huahahaha.. dasar bodoh" seseorang tertawa di dalam pikiranku.


suara itu suara yang tidak asing bagiku.


itu adalah suara azazel. bagaimana mungkin Azazel masih bisa berbicara di pikiranku? padahal aku sudah memakan tubuhnya.


"yaaa.. tidak usah kaget seperti itu R. aku hanya masih bisa berkomunikasi denganmu. tapi santai saja. kemungkinan aku mengendalikan tubuhmu sangat kecil." kata Azazel.


syukurlah kalau begitu. aku tidak perlu khawatir karena dia tidak mungkin bisa mengendalikan ku.


"jadi aku harus bagaimana Azazel?" tanyaku


"kamu ini bagaimana. kamu kan sudah punya kekuatanku. ya.. gunakanlah"


"tidak semudah itu aku bisa menggunakan kekuatan orang lain. aku harus melatihnya terlebih dahulu." kataku.


"sini, biar ku bantu" sahut Azazel.


Azazel memberikanku arahan yang cukup singkat dan mudah di mengerti. aku memfokuskan kekuatan sihir ke tangan ku. tapi masih saja yang muncul adalah aura putih khas kekuatan sihir biasa.


namun aku mencoba melihat statusku. di situ sudah banyak sekali notifikasi yang terlihat. aku mengeluarkan menu status punyaku. dan salah satunya ada notifikasi.


[skill baru : destruction]


aku langsung memasang skill tersebut ke dalam salah satu skill tree ku. agar aku bisa menggunakan kekuatan tersebut


dan ada juga skill yang lainnya salah satunya ada yang membuatku penasaran. skill itu bertuliskan "Daemon master"


"hey, Azazel apa kamu bisa mengendalikan Daemon?" tanyaku


"ya, bisa di bilang begitu. kadang aku memanfaatkan para daemon untuk membantuku." jawab Azazel


"baiklah kalau begitu, aku bisa memanfaatkannya"


aku pun mulai mencoba lagi kekuatan destruction dari Azazel. akhirnya perlahan namun pasti aku bisa menggunakannya. perlahan sihir cahaya berwarna ungu menyelimuti tanganku.


"baiklah, aku punya rencana."


aku pun menggunakan skill Daemon master untuk mensummon Daemon srigala di sampingku.


Daemon itu kemudian melompat ke arahku dan menyelimuti tubuhku membentuk sebuah baju jubah berwarna hitam legam yang menutupi wajahku.


"cara yang lumayan unik untuk memanfaatkan Daemon." kata Azazel


"diamlah. aku tidak ingin semua orang di kerajaan ini memusuhiku. jadi aku harus menutup wajahku."


"tapi kan kamu sudah ketahuan oleh pria matahari itu?" sahut Azazel

__ADS_1


"oh maksudmu Gilgamesh. ya setidaknya hanya dia yang tahu. orang seperti dia menurutku tidak mungkin akan melibatkan orang lain."


setelah aku menyamar. aku mengalirkan sihir penghancur di kepalan tanganku. akupun memasang kuda-kuda dan siap memukul pintu yang tersegel tersebut.


"ilmu bela diri tangan kosong Modifikasi. destruction punch"


aku memukul pintu bawah tanah yang tersegel itu. pintu itu hancur seketika seperti debu yang bertebaran terkena pukulan ku.


aku pun tanpa membuang waktu langsung masuk ke ruangan di balik pintu itu. ruangan gelap seperti gua dengan lendir licin dan menjijikkan di mana-mana.


aku terus masuk ke ruangan itu hingga sampai ke ujung ruangan. di ruangan itu ada sebuah siput raksasa. dengan banyak telur di sampingnya.


telur-telur yang berlendir itu mengalirkan lendirnya ke sela sela tembok atas dan ada beberapa yang masuk ke irigasi air.


saat aku melihat kandungan dari lendir siput itu ternyata terdapat bakteri yang berbahaya. mungkin inilah yang mencemari sungai dan membuat wabah penyakit di kota ini.


tanpa pikir panjang aku langsung mengeluarkan Glutony dari dalam tubuhku dan langsung ingin menelan siput itu beserta telur telurnya.


namun tiba-tiba dari balik siput itu seseorang muncul. orang itu adalah raja Ares dengan tubuh normalnya yang tidak berotot. dia membawa sebuah baskom berisi makanan. sepertinya itu makanan siput raksasa.


"wah, wah sepertinya ada tamu"


raja Ares memyambutku dengan senyum seolah mengenalku yang sedang menyamar ini.


"tidak usah seperti itu nak Blank. aku tahu itu dirimu yang ada di balik jubah hitam aneh itu."


setelah itu dia tiba-tiba menghilang dari hadapanku dan dengan sekejap muncul di depan ku dan melancarkan pukulan yang sangat cepat.


dengan sigap aku langsung menggunakan kekuatan Thena. aku membentuk cahaya menjadi sebuah perisai dan berhasil menahan serangan raja Ares.


"apa tujuanmu keruangan ini?"


dengan tampang serius raja Ares dengan tubuh normalnya terus mendorong pukulannya ke perisai cahayaku.


entah kenapa pukulannya semakin kuat hingga membuatku terpental dan membentur tembok ruangan.


untung saja perisai ini kuat jadi tidak menimbulkan kerusakan yang parah buatku.


aku tidak mengerti apa memang kekuatan raja Ares sekuat ini? bahkan ini belum dalam mode pria berotot.


"perisai itu? perisai cahaya itu? bukankah itu kekuatan anakku Thena?" tanya raja Ares


"iya.. kamu benar."


sambil berdiri aku membalut tubuhku dengan sihir cahaya membentuk sebuah armor dan juga pedang beserta perisai. aku langsung mempersiapkan itu karena raja Ares terlihat semakin marah.


setelah itu raja Ares langsung berubah menjadi pria berotot namun ada yang sedikit berbeda dari tubuhnya. tangannya di balut warna hitam pekat.


aku tidak tahu benda apa itu yang menyelubungi tangan raja Ares. aku menyerang raja Ares. tanpa pikir panjang.


raja Ares menangkis seranganku dengan tangannya yang terbalut benda hitam. benda hitam itu sangat keras bahkan pedang cahaya ku tidak bisa menggoresnya.


aku terus menyerang secara bertubi-tubi. namun raja Ares dengan mudah menahannya.


seranganku seperti bukan apa-apa buatnya.


tiba-tiba di tengah seranganku raja Ares berhasil menangkap leherku dan mencekiknya. kemudian menghantamkan ku ke tanah.


"sial orang itu ternyata kuat sekali." kata Azazel dalam pikiranku


"dari mana kamu tahu semua ini? dan kenapa


kamu bisa memiliki kekuatan anakku?" tanya raja Ares


"aku juga punya pertanyaan yang sama untukmu raja. tempat apa ini sebenarnya?"


raja Ares tidak menjawab ku dan malah semakin marah. dia membanting ku ke tanah. melemparkan ku hingga membentur tombok berkali-kali dan memukuliku.


aku sudah hampir kehilangan kesadaran ku. dan healt point ku juga semakin menipis.


sebelum mengakhiri hidupku raja Ares berkata kalau dia memelihara monster siput itu demi kebaikan semuanya.


dulu kala kota ini di landa kekeringan yang sangat parah. namun leluhur raja Ares menemukan secercah harapan dari sebuah siput kecil yang bisa menyuburkan tanah. dengan lendirnya.


keluarga raja Ares pun memeliharanya. mereka mengalirkan lendir siput itu ke irigasi air utama. lama kelamaan siput itu membesar dan tanah di daerah tersebut semakin subur.

__ADS_1


akan tetapi.


hal itu membuat efek samping. siput tersebut selalu meminta korban. sedikit demi sedikit namun pasti korbannya akan semakin banyak.


yah memang benar setelah di teliti. lendir siput ini mengandung semacam bakteri berbahaya. tapi hanya orang tertentu yang di pilih oleh siput tersebut yang akan kena penyakit.


saking banyaknya korban yang dibutuhkan sekarang bahkan sudah menjadi pandemi di kota.


dia berkata kalau keluarganya sudah berusaha membunuh siput tersebut agar semua ini berakhir. namun yang terjadi malah lebih menyeramkan.


saat siput tersebut tersakiti sedikit saja. dia langsung mengaktifkan bakterinya ke seluruh kota. warga yang pernah meminum air yang teraliri lendir siput ini akan langsung merasa kesakitan dan akan menularkan rasa sakit itu ke turis yang datang. bahkan kebanyakan para turis meninggal.


tidak ingin hal itu terjadi lagi. terpaksa keluarga raja Ares secara turun temurun harus terus memelihara siput tersebut sampai saat ini.


aku tidak begitu mendengarkan seterusnya karena tubuhku semakin lemas. munkin ini karena rasa laparku juga.


"gunakan kekuatan itu R. tidak ada pilihan lain."


saat aku di cekik oleh raja Ares. tanpa di sadarinya. aku mengeluarkan Glutony dan berhasil menggigit tengkuk raja Ares aku berhasil mengoyak sedikit dagingnya dan berhasil menelannya.


aku pun mengaktifkan mode Ghoul ku aura warna merah muncul dari tubuhku. cengkraman dari tubuh raja Ares yang sangat kuat berhasil ku lepas. dengan cepat aku pun berhasil menyerang balik dan menendang raja Ares hingga terpental.


aku terus menyerangnya dan terus menyerang. hingga membuat raja Ares babak belur. sampai akhirnya aku berhasil menghentikannya.


namun rasa laparku membuatku buta. aku ingin terus dan terus memakan segalanya. aku mulai menelan raja Ares dengan Glutony kemudian siput raksasa dan juga telur-telurnya.


aku semakin menggila. tidak bisa mengendalikan tubuhku dan juga kekuatanku. bahkan aku tidak mendengarkan peringatan Azazel yang terus memberitahuku untuk mengendalikan tubuhku.


tak berselang lama. aku terus memanggil Daemon dan para daemon itu menyelubungi tubuhku. pandanganku semakin gelap dan aku akhirnya benar-benar masuk dalam kegelapan.


sepertinya aku sudah menjadi monster. aku masih bisa merasakan kalau tubuhku menembus keluar dari ruangan itu. aku juga merasakan sudah banyak orang yang ku makan. orang-orang yang kesakitan karena siput raksasa sudah mengaktifkan semua bakterinya ke seluruh kota. aku memakan mereka semua


ratusan bahkan ribuan. aku juga tidak tahu karena tubuh ku sudah di kuasai insting Ghoul ku bahkan aku sudah tidak berdaya karenanya. aku hanya pasrah dan terpaksa melakukan ini semua.


***


sudut pandang Gilgamesh.


tiba-tiba getaran terjadi. Gilgamesh dengan luka yang lumayan parah karena serangan Blank atau R sebelumnya mulai bisa bangun.


dia melihat jendela dari kamar Thena. dan betapa terkejutnya Gilgamesh saat melihat kalau kotanya tiba-tiba hancur lagi.


dia melihat Monster raksasa hitam berbentuk mansia dengan sayap kecil di belangnya serta mata merah menyala sedang menyerang kotanya.


makhluk itu membantai habis semua manusia di sana. tak satupun tersisa kecuali Gilgamesh.


dengan bersusah payah Gilgamesh dengan tubuh kerempengnya di malam hari berlari dan berjalan menuju kota melihat keadaan.


dia berjalan tertatih tatih keluar gerbang istana untuk melihat keadaan para warga.


betapa terkejutnya dia saat melihat semua warga sudah menghilang. anak anak, orang dewasa dan masih banyak lagi. mereka di makan habis oleh makhluk hitam itu.


"hoooyy!!! aku tahu itu kamu Blank!! kenapa?!! kenapa kamu melakukan ini semua!!. pertama kamu merebut adikku. sekarang semua warga kotaku kenapa??!! kenapa kamu melakukan ini?!!"


mendengar teriakan Gilgamesh makhluk itu pun berbalik dan ingin memangsanya. dia menggerakkan tangannya dan ingin meraih Gilgamesh. namun seketika gerakan tangannya terhenti.


makhluk itu seakan tak mau memakan gilgamesh. dia pun langsung berbalik dan pergi meninggalkan Gilgamesh. serta kota tersebut dan menuju entah kemana. sambil terus memangsa orang-orang yang dia temui sepanjang jalan.


Gilgamesh hanya menyesal di tempat, tak bisa berbuat apa-apa. karena kekuatannya tidak berguna di malam hari.


dia bersumpah akan menjadi lebih kuat dan akan membalas dendam. ke Blank suatu saat nanti. dia bersumpah akan membunuhnya.


Gilgamesh terus terduduk. menangis dan merenung di bawah cahaya rembulan malam itu. hingga seseorang berambut biru dengan zirah emas datang menghampirinya.


sambil mengulurkan tangan ke Gilgamesh pria itu berkata.


"aku mendengar teriakan mu kalau kamu ingin menjadi lebih kuat. aku bisa membantumu."


"si siapa kamu?" tanya Gilgamesh.


"panggil saja aku Hart. aku adalah pemilik dunia ini. bantu aku membasmi ras lain selain manusia di sini dan aku akan membantumu menjadi lebih kuat untuk mengalahkan orang yang bernama Blank itu."


tanpa pikir panjang Gilgamesh langsung menerima jabat tangan orang itu dan menerima persyaratan yang dia berikan.


orang itu pun membawa Gilgamesh. dan pergi entah kemana.

__ADS_1


__ADS_2