
pertarungan antara Blank, Thena, dan Gilgamesh. melawan Azazel di mulai.
Azazel mulai melompat dan menerjang mereka bertiga. dia mengeluarkan pukulan beraura ungu di kepalan tangannya.
dengan cepat Thena menahan serangan itu dengan perisai cahayanya. kemudian blank dengan tinju petirnya dan Gilgamesh dengan tinju mataharinya menyerang dari sebelah kiri dan kanan.
mereka berdua berhasil memukul wajah burung Azazel hingga membuat wajahnya penyok.
namun Azazel dengan Mudah menahan serangan itu. dia pun kemudian menghempaskan mereka bertiga dari dekatnya.
Azazel langsung mengincar Gilgamesh yang paling babak belur di sini. tapi dengan langkah cahanya yang cepat. blank berhasil menahan serangan Azazel dengan kakinya. kemudian Blank pun menendang Azazel hingga dia terpental. dan tersungkur.
kemudian dengan cepat Thena melompat di atas Azazel yang tersungkur ini. dengan sihir cahayanya dia membentuk tombak yang sangat banyak dan kemudian melemparkannya ke tubuh Azazel.
tombak-tombak cahaya itu menghujani Azazel dengan sangat cepat dan banyak sekali. hingga membuat Azazel tidak bisa bergerak sama sekali.
namun sesuatu yang aneh terjadi. tak berselang lama sebuah pelindung cahaya berbentuk cekungan settengah lingkaran muncul dan menahan serangan tombak Thena.
setiap tombah cahaya Thena yang terkena sihir itu seketika langsung lenyap dan menjadi debu. hingga akhirnya menghilang.
berasa serangannya sia-sia dia pun berhenti menghujani Azazel dengan tombak cahaya.
"apa-apaan itu?" tanya Thena yang kebingungan dengan sihir tersebut.
Azazel pun berdiri dengan pelindung itu masih berada di depannya. namun tiba-tiba dari arah belakang dengan pukulan listrik nya blank berhasil memukul sisi belakang dari Azazel hingga membuat nya terpental.
Gilgamesh juga tidak mau melewatkan kesempatan menyerang. dia pun dengan kekuatan mataharinya memukuli Azazel dan mengopernya lagi ke Blank. sehingga membuat Azazel terpental kesana kemari seolah sedang di jadikan sebagai bola.
namun Azazel sepertinya semakin muak. saat tubuhnya mulai mengarah ke blank lagi. dia tiba-tiba menyelubungi tubuhnya dengan cahaya ungu yang tipis dan tenang seperti uap air.
Blank memukul tubuh Azazel. seketika sesuatu yang mengerikan terjadi. kepalan tangan Blank seolah seperti kayu bakar yang sudah rapuh.
saat pukulannya mengenai cahaya ungu yang mengelilingi Azazel. kepalan tangannya pun seketika hancur. dan langsung lenyap jadi butiran debu.
Blank seketika berteriak kesakitan karena kehilangan tangannya. setelah itu konsentrasi pun buyar. Azazel langsung menyerang balik. dia langsung menendang Blank yang sedang menahan kesakitan di tanganya. hingga terpental lumayan jauh.
setelah itu Azazel seolah langsung menghilang dan muncul di belakang Gilgamesh. dia pun memukul leher belakang gilgamesh dan langsung membuatnya pingsan.
sementara itu tinggal Thena. Azazel langsung menyerangnya. namun pertahanan Thena begitu kuat. dan berhasil menghalau semua serangan Azazel.
"hmmmm.. kamu hebat juga nona. gaya bertarungmu benar-benar unik." kata Azazel
"terimakasih atas pujianmu tapi aku tidak butuh itu" jawab Thena
"tapi sayang sekali harus ku akhiri sampai di sini."
tangan Azazel tiba-tiba mengeluarkan cahaya ungu. saat dia memukul perisai Thena seketika perisai itu pun hancur. jadi debu.
Thena pun terkaget dengan hal itu dan segera mengelak. tapi kecepatan Azazel benar-benar luar biasa.
dia tidak memberikan kesempatan sama sekali untuk Thena memulihkan armornya.
sedikit demi sedikit armor Thena hancur karena serangan Azazel. dan Thena pun semakin terpojok. dia berusaha bertahan dengan jurus beladiri tangan kosongnya. namun itu hanya sia-sia saja.
Azazel sangat cepat mempelajari sesuatu. dia bisa menahan serangan Thena dengan mudah dan melancarkan serangan maut ke Thena dengan mudah juga.
tubuh Thena sudah babak belur bahkan untuk berdiri saja dia tidak punya tenaga lagi. dan setelah itu thena pun pingsan. Azazel hanya terdiam dan tidak melakukan apa-apa lagi setelah melihat Thena yang seperti itu.
"sepertinya sampai di sini saja pertarungan kita nona. akan ku biarkan kamu seperti itu. aku tidak berniat membunuhmu. tujuanku hanya orang itu dan menghancurkan dunia ini." kata Azazel.
"tak akan ku biarkan kamu pergi dasar monster!!! aku akan membunuhmu sialan!!"
dari kejauhan Blank berteriak ke Azazel. tubuhnya di penuhi aura Merah yang meluap luap. tangannya yang hancur karena sihir Azazel perlahan mulai pulih. dan lukanya juga mulai menghilang.
"aura itu? ini tidak mungkin. siapa kamu sebenarnya?" tanya Azazel yang terlihat ketakutan dengan kekuatan Blank
Blank tiba-tiba menghilang dia langsung berada di depan Azazel sambil memasang kuda-kuda ingin melancarkan pukulan.
dengan cepat pukulan di lancarkan ke perut Azazel. saking cepatnya Azazel tidak bisa merespon dan langsung terkena pukulan itu.
tubuhnya Azazel terpental dengan kecepatan tinggi. walaupun begitu dia berusaha menahan tubuhnya dengan menghantamkan kakinya ke tanah yang keras hingga kakinya masuk ke tanah cukup dalam.
"teknik beladiri tangan kosong jurus modifikasi. pukulan auman naga petir."
dari atas Azazel, Blank mengeluarkan jurus pululan listrik yang berbentuk naga yang sangat besar. naga listrik itu membuka mulutnya dan terlihat seperti menelan Azazel.
serangan yang cukup dahsyat dari Blank. namun Azazel tetap berdiri walaupun terkena pukulan Blank.
terlihat dia masih berdiri setelah terkena pukulan itu.
setelah itu Azazel mengeluarkan asap hitam pekat dari tubuhnya dan langsung mengenai Blank yang saat itu masker pelindung yang di buat Thena sudah hilang dari depan mulutnya.
__ADS_1
"terimalah kutukan ku.!" kata Azazel
seolah tak terpengaruh. Blank terus menyerang Azazel dia menggunakan jurus bela diri tangan kosong yang telah dia modifikasi.
Blank merubah bentuk listrik nya menjadi pedang di kedua tangannya. dia menebas dan mencincang tubuh Azazel dengan pedang listriknya.
tapi regenerasi tubuh Azazel sangat cepat dia pun segera membungkus tubuhnya dengan sihir yang bisa menghancurkan tubuh Blank.
namun serangan Blank seperti anjing gila. dia tidak mempedulikan walaupun tubuhnya hancur ataupun remuk dia tetap menyerang Azazel.
namun Azazel tetap lebih kuat. dia menghentikan gerakan blank dan membuatnya tidak bisa bergerak. dia memegang kepala Blank dan langsung membantingnya ke tanah dengan keras hingga tanah itu hancur.
sambil menahan kepala Blank di tanah. Azazel mengeluarkan sebuah lingkaran sihir. di atas kepala Blank.
Blank terus mengerang mencoba meloloskan diri dari Azazel. namun Azazel begitu kuat.
Azazel menggunakan sihirnya sepertinya. sedang mencari informasi tentang Blank.
"jadi begitu nampaknya kekuatanmu yang besar ini merupakan kutukan dari Ras mu. sang Ghoul tingkat tinggi."
Blank terus mengerang dan terus berusaha meloloskan diri. tiba-tiba dari punggungnya blank mengeluarkan sebuah makhluk berbentuk cacing berwarna merah. cacing itu dengan cepat bergerak dan ingin memakan Azazel.
namun Azazel mengeluarkan kekuatan sihir ungu lagi. dia membentuk sihir itu menjadi sebuah bola dan melemparkannya ke cacing itu seketika cacing itu lenyap terkena serangannya.
"jadi itu yang namanya sihir Glutony. kalau aku sampai termakan itu habislah sudah diriku."
setelah itu Azazel memegang tangan kanan Blank kemudian dia merapalkan semua mantra.
"destruction"
tangan kanan Blank seketika menghilang lenyap seperti debu. setelah itu Azazel menggunakan jurus yang sama ke tangan kiri dan kaki Blank sehingga membuat Blank tidak bisa bergerak.
setelah itu Azazel membenturkan kepala Blank lagi ke tanah dan menyeret tubuhnya setelah itu menendang tubuh Blank dan menginjak injaknya.
Thena mulai tersadar dari pingsannya dia sangat kaget melihat blank di hajar habis-habisan oleh azazel sampai tubuhnya remuk dari tangan dan kakinya Blank pun mulai mengeluarkan asap.
Thena ingin menolong Blank tapi tubuhnya juga susah ingin di gerakkan. dengan sedikit tenaga sihirnya dia menggunakan sihir penyembuhan dan perlahan luka Thena mulai sembuh.
tubuh blank yang terlempar jauh karena serangan Azazel mulai tidak sadarkan diri. dia sudah terkapar di tanah.
Azazel pun mulai mendekati Blank. tapi ada yang aneh dengan tubuh Azazel. tubuhnya mulai keropos.
"sial, tubuh ini sudah tidak bisa menahan kekuatanku saat ini. aku harus mencari tubuh baru."
"itu dia yang ku cari.. orang itu. dia, dia punya kekuatan yang ku butuhkan. aku harus mendapatkan tubuhnya"
Azazel langsung mempercepat langkahnya ke arah Blank saat Azazel sudah dekat dan ingin menyentuh Blank.
tiba-tiba hawa di sekitar Blank menjadi dingin. gleaser es yang runcing pun muncul dan mengelilingi Blank. seolah mencegah Azazel menyentuh Blank.
Azazel pun dengan reflek menjauh agar tidak terkena serangan es itu.
setelah itu sesosok kabut es berbentuk seorang peri lewat di depan Azazel dan berkata.
"aku tidak akan membiarkan mu menyentuh R." kata peri itu. setelah itu dia pun lenyap.
Thena yang sudah selesai menyembuhkan diri dengan cepat langsung membungkus tubuhnya dengan armor cahanya. dia pun langsung menyerang Azazel.
"sial ternyata kamu masih bisa bertarung ya? " kata Azazel.
dia pun mengeluarkan Daemon berbentuk serigala dari dalam tanah. jumlahnya lumayan banyak mungkin sekitar 10 ekor.
Daemon itu pun menyerang Thena tapi dengan mudah Thena mengalahkan mereka semua dengan tombak cahanya dan terus menyerang Azazel.
"gerakanmu sepertinya melambat?" kata Thena
dia menyadari ada yang aneh dengan tubuh Azazel. gerakannya sedikit melambat dan pergerakannya juga agak kacau dari sebelumnya.
tubuhnya juga semakin keropos dan semakin hancur. tangan Azazel perlahan mulai menghilang. begitu juga regenerasi Azazel juga semakin melambat.
Thena menggunakan kesempatan ini untuk terus menyerang Azazel. dia tidak memberi kesempatan sedikitpun pada Azazel untuk beregenerasi.
Azazel pun tidak bisa bertarung dan tertunduk di depan Thena.
"sepertinya sampai di sini saja perjalanku. padahal aku masih punya tujuan yang belum aku selesaikan." kata Azazel yang terlihat menyesal.
"yah.. aku tidak peduli apa tujuan mu makhluk aneh. karena kutukanmu sudah membuat warga kotaku serta teman-teman ku menderita. jadi aku juga akan mengakhirimu sampai di sini."
Thena pun mengangkat tombaknya dan langsung mengarahkannya ke kepala Azazel. Thena tanpa ragu langsung melancarkan serangan.
namun tiba-tiba Azazel bergerak. dia membuka kepala burungnya yang besar itu dan kemudian menggigit pundak Thena yang masih terlindungi oleh armor cahaya.
__ADS_1
"tidak ada pilihan lain. aku harus mengahcurkan armormu dahulu."
kata Azazel sambil terus mengigit pundak Thena.
Thena berusaha melepas gigitan Azazel dengan terus memukuli tubuh Azazel sampai hancur dan hanya menyisakan kepalanya.
namun dari kepala Azazel yang masih menempel di tubuh Thena. cahaya ungu muncul.
cahaya itu seketika menghancurkan armor di tubuh Thena dan dengan cepat meresap masuk ke dalam tubuh Thena.
Thena langsung mengerang kesakitan dan berguling-guling di tanah karena rasa sakit itu. kesadarannya perlahan menghilang.
("tidak... aku terkena jebakannya. apakah aku akan di ambil alih?") pikir Thena. setelah itu dia pun pingsan.
***
sial aku pingsan. aku tidak tahu apa yang di lakukan Azazel pada diriku. aku juga tidak tahu berapa lama aku pingsan.
tapi suara berisik orang-orang tiba-tiba ku dengar. terdengar mereka seperti berlarian kesana kemari sedang mencari dan megurusi sesuatu.
tanah di bawahku yang sebelumnya dingin karena salju sekarang sedikit basah dan berair.
aku mulai membuka mataku. hamparan salju di depan mataku sebelumnya. mulai meleh. rumput dan bunga mulai tumbuh. dan terlihat begitu Indah. langit juga sudah gelap. sepertinya ini sudah di pertengahan malam
seseorang mendatangiku. dia adalah salah satu penjaga di istana tempatku tinggal.
"nona.. nona.. anda tak apa?"
seketika aku tekaget dan langsung bagun dari tidurku. dan langsung menraba tubuhku. untuk memastikan kalau ini benar-benar diriku.
aku melihat tanganku dan benar saja ini masih tanganku. ini masih pakaian yang ku pakai dan ini benar benar-benar masih tubuhku.
dalam hati aku senang sekali bahwa ini masih Diriku. ini masih aku dan tidak ada yang kurang dari diriku.
"eeee... apa ada yang salah nona?" tanya penjaga.
"ti, tidak aku hanya senang saja. bagaimana keadaan yang lain. dan apa kota baik-baik saja?"
"kota kita lumayan hancur nona karena ledakan pasukan berarmor tapi untungnya kami berhasil menyelamatkan para warga tepat waktu. dan untuk raja Ares. dia berhasil selamat dengan susah payah kami bantu keluar dia dari dalam tanah. luka tuan Gilgamesh lumayan parah. untuk Blank kami tidak bisa mendekatinya karena es yang melindunginya."
"syukurlah mereka selamat." kataku lega
aku kemudian mulai berdiri. tubuhku masih sedikit sempoyongan. aku mulai berjalan dan menemui ayahku.
saat dia melihatku dan aku mendekat. dia sangat senang melihatku. dia Langsung memelukku dengan sangat erat. dengan wajah penuh air mata. dia sangat senang melihatku masih selamat.
setelah itu aku mendekati Blank. duri-duri es yang melindunginya mulai meleleh setelah ku dekati. es ini tampak hidup dan mengerti kalau aku bukan ancaman.
tubuh Blank terlihat baik-baik saja bahkan lukanya pun sembuh.
aku menepuk pipi Blank. dia pun mulai membuka matanya.
"Thena, syukurlah kamu selamat." kata Blank
entah kenapa dengan reflek aku malah memeluknya. aku pun mulai meneteskan air mataku.
Blank terlihat sedikit kaget karenanya dia pun mengelus rambutku untuk menenangkan ku.
"sudah tidak usah di tahan Thena keluarkan semua emosimu."
"hiks, hiks.. aku juga sangat senang Blank. kamu selamat. padahal saat itu kamu yang paling babak belur."
aku pun melepas pelukanku kepada Blank. aku tidak tahu perasan apa ini. mukaku sedikit memerah dan sedikit deg degan. aku pun kemudian membantu Blank berdiri.
bersaman dengan itu matahari mulai muncul. udara hangat pagi hari mulai ku rasakan.
"ayo kita pulang blank" dengan senyum hangat di wajahku aku mengatakan itu ke blank.
namun tiba-tiba.
"jangan senang dulu nona."
"apa itu?!"
suara yang sangat menyeramkan tiba-tiba ku dengar. aku langsung panik dan melihat sekitar.
"ada apa Thena?" tanya blank
apa itu tadi? kenapa blank tidak mendengar suara itu?
"ti, tidak Blank. aku hanya kelelahan."
__ADS_1
setelah itu matahari pun terbit dan kami kemudian pulang kembali ke istana.
namun kebahagiaan kami ini tidak berselang lama. akan ada sesuatu yang lebih mengerikan menanti kami.