NEET

NEET
Chapter 25 : Pulau para peri


__ADS_3

singkat cerita Kami berhasil masuk ke pulau yang berkabut di tengah danau. namun kami tidak mendarat di pulau utama melainkan di pulau cabang. pulau kecil yang di huni banyak sekali peri-peri kecil.


tidak mudah untuk bisa masuk pulau berkabut ini. saat kami mendekati bagian luar kabut kapal kami sudah si sambut oleh kapal kerajaan benua manusia yang sedang berjaga di pulau tersebut. sebuah keajaiban kami berhasil melewati kapal-kapal besar itu. ini semua berkat teknologi kapal selam yang di buat Think untuk kapal kecil kami.


pulau ini sangat sejuk angin sepoi-sepoi selalu berhembus di pulau ini. cuma entah kenapa angin ini seperti terkurung dalam pulau ini dan tidak bisa keluar melewati kabut penghalang yang mengelilingi pulau.


seperti yang ku bilang sebelumnya di sini ada pulau pusat dan pulau cabang. pulau pusat adalah pulau yang agak besar letaknya di tengah. dan di tengah pulau itu ada pohon yang sangat besar. namun di sekitar pulau itu di kelilingi pagar pasukan pemerintahan benua manusia. karena hal itu kami juga tidak bisa bebas masuk ke sana.


selanjutnya pulau tempat kami mendarat saat ini. yaitu pulau para peri. ini adalah pulau cabang di sini banyak sekali pepohonan kecil yang cocok untuk bersembunyi. jadi sementara aku dan teman-teman berlindung di sini untuk melanjutkan rencana selanjutnya.


sebenarnya kami ingin masuk ke desa para peri tapi desa itu terlalu kecil dan manusia tidak di perbolehkan. hanya Shiva saja yang boleh masuk ke dalam sana.


namun ada yang aneh dari para peri tersebut. tidak seperti Shiva yang memiliki sayap seperti kupu-kupu para warga peri di pulau berkabut ini tidak semua memiliki sayap. beberapa dari mereka ada yang memiliki sayap. ada juga yang tidak. aku sedikit khawatir akan hal ini.


yang aneh juga para peri tidak tahu kenapa sayap mereka bisa hilang. namun itu membuat mereka kasihan. mereka yang harusnya bisa terbang kesana kemari dan berlindung di atas pohon dari pemangsa. malah harus kehilangan semua itu.


kami di tugaskan para peri kecil itu untuk menjaga desa para peri agar tidak terjadi pencurian sayap lagi. aku ingin menolaknya karena aku juga tidak punya waktu karena harus menyelamatkan Lana dari pasukan pemerintahan benua manusia. tapi para peri bilang salah satu teman mereka punya info untuk melewati penjagaan yang sangat ketat itu.


para peri bilang orang itu akan datang besok kalau tidak lusa dari penyelidikannya. jadi karena hal itu aku dan teman-teman menunggunya.


malam hari sudah tiba. aku, Jack, Mia dan Momo berjaga di luar desa para peri. kami berjaga seperti biasa berkeliling di sekitar wilayah desa. tapi belum terjadi apa-apa.


tak berasa kami berjaga waktu sudah menunjukkan tengah malam. tiba-tiba hawa mengantuk menyelimuti ku. Momo dan Mia terlihat sudah tertidur. yah mungkin mereka juga kelelahan. karena ku pikir aku juga mengantuk dan lelah dan juga sepertinya tidak terjadi apa-apa aku ingin ikut tidur. namun Jack memperingatiku.


"R berusahalah untuk tidak tidur walau sengantuk mungkin." kata Jack sambil berusaha terjaga.


"hoaaahh... tapi aku sudah mengantuk sekali Jack." jawabku.


entah kenapa aku malah tertidur setelah mengatakan itu. setelah itu yang ku tahu Jack berusaha membangunkan ku tapi aku sudah kalah dengan rasa kantukku ini.


pagi harinya aku terbangun dan keributan pun terjadi. 5 peri kehilangan sayapnya dan yang paling ku khawatirkan terjadi. Shiva yang harusnya berjaga di dalam desa peri malah harus kehilangan sayapnya juga tanpa dia sadari.


dia terlihat begitu sedih, dan menyalahkan ku atas semua yang terjadi.


"kenapa, kenapa R kenapa.. kenapa kamu tidak menjaga kami. aku sudah berusaha keras menjaga para peri dari orang itu tapi kamu malah tidak muncul menolongku sama sekali." kata Shiva yang sedang bersedih karena kehilangan sayapnya.


Shiva pun kemudian pergi menjauh ke luar desa. dan Mia pun mengikutinya mungkin dia ingin menenangkan perasaan Shiva.


aku ingin mengejar dan menyanggah perkataan Shiva namun ini memang salahku dan Jack juga menahanku. andai saja aku tidak tertidur saat itu mungkin aku bisa menghentikan dalang di balik pencurian sayap peri ini.


Jack tiba-tiba muncul dari belakangku dengan keadaan penuh luka. dia menepuk pundakku dan Berkata.


"ini semua bukan salahmu R" kata Jack


"Jack, kenapa kamu penuh luka seperti itu?" tanyaku


Jack berkata kalau semalam kami tertidur itu bukan karena mengantuk tapi ada yang menebarkan serbuk sari dari bunga Lili bulan biru. dia pun menjelaskan ke semua kalau bunga tersebut memiliki serbuk sari yang tidak bewarna, berasa dan berbau. serbuk memiliki efek obat bius yang bisa membuat kita mengantuk secara alami. namun untuk beberapa orang seperti Jack yang seorang Hunter. dia memiliki kemampuan untuk menahan efek bunga tersebut.


orang yang melakukan ini pasti orang yang memang sudah ahli di bidangnya. Jack berkata kalau orang yang datang ke desa peri adalah orang bertopeng tengkorak dan membawa belati kembar di punggungnya. kata Jack kemungkinan orang itu adalah orang yang menculik Lana.


Jack berusaha menghadang orang itu dengan sekuat tenaga. tapi karena efek bunga Lili bulan biru. dia dengan mudah di kalahkan.


saat Jack menjelaskan apa yang sudah terjadi ke semua orang. Tiba-tiba lonceng berbunyi aku sempat berpikir itu musuh dan mempersiapkan senjata. tapi ternyata bukan musuh.


salah satu peri terbang ke arah kami dan berteriak memberi pengumuman.


"raja datang..!! raja datang..!!"


aku penasaran seperti apa raja mereka. raja dari seekor peri apakah bakal menjadi makhluk yang sangat kuat atau mungkin seorang peri yang memiliki sayap yang sangat indah. aku juga tidak tahu.


dalam pikiranku seperti itu. namun yang datang hanyalah seorang anak kecil mungkin tubuhnya setinggi Momo dalam mode manusianya. anak itu juga matanya terlihat seperti orang ngantuk ada kantong mata dan mata panda di matanya yang memperlihatkan kalau dia jarang tidur.


aku mencoba melihat statusnya dengan kekuatan mata libra ku tapi sama seperti saat aku melihat status Felix yang ada hanya keterangan berupa "?". aku bingung sebenarnya makhluk apa mereka itu.


raja peri itu dengan santainya datang ke arahku dan langsung melihat-lihatku. dia mengelilingi ku dan melihatku dengan serius.


aku yang agak risih pun bertanya pada raja peri itu.


"eee... tuan raja peri.. kenapa anda begitu serius melihatku?." tanyaku

__ADS_1


setelah aku berkata begitu dia pun berhenti mengelilingi ku kemudian tersenyum dan berkata.


"oh maaf nak. namaku Astrea, raja peri di sini. aku hanya penasaran denganmu." kata raja peri Astrea.


rasanya aneh di panggil "nak" oleh orang yang terlihat lebih muda dariku. namun kalau dari usia umur sepertinya memang raja peri Astrea sudah sangat tua.


"oh syukurlah kalau begitu. oh ya tuan raja namaku R. aku sedang mencari temanku yang di culik di sini. apa kamu bisa membantuku mencarinya?" tanyaku lagi ke raja itu


raja peri Astrea berpikir sejenak kemudian menjawab pertanyaanku.


"apa yang kamu maksud itu si wanita elf berambut hijau?" tanyanya.


seketika aku dan Jack kaget.


"eh, bagaimana kamu bisa tahu?" tanyaku


Jack menarikku dan berkata "sepertinya dia bukan orang sembarangan R"


"xixixi.. kalian pikir pasti aku orang yang bisa meramal dan sebagainya. kalian salah. aku kebetulan bertemu dia saat aku ke bawah tanah untuk mengecek Cristal elemen. karena penjagaannya terlalu ketat aku tidak bisa melanjutkan perjalanku. eh aku malah kebetulan ketemu dengannya sedang di penjara. kemudian aku membebaskannya." kata raja peri Astrea


"terus sekarang di mana temanku itu?" tanyaku


"oh dia di gerbang depan, sedang bermain-main dengan warga. dia bilang ingin menyembuhkan luka peri yang kehilangan sayapnya." jawab raja peri Astrea


tanpa pikir panjang aku langsung berlari menuju gerbang pintu masuk dari desa peri. dan benar sekali Lana ada di sana. dia pun melihatku dan dengan sangat senang melambaikan tangannya kepadaku. aku pun berlari menuju ke arahnya dan dengan reflek memeluknya.


Lana pun mendorongku dan wajahnya terlihat memerah.


"ma, maaf Lana tubuhku rasanya terlalu senang sampai reflek memelukmu" kataku.


"T. tak apa kok." Lana mengatakan itu dengan wajah yang masih terlihat memerah.


Momo yang dalam bentuk kucing yang sedari tadi mengikutiku juga terlihat sangat senang sekali dia melompat langsung ke arah Lana dan Lana pun menangkapnya kemudian memeluknya dengan erat.


"syukurlah nona Lana tidak apa-apa. Momo sangat senang." kata Momo


Lana yang sudah melihat kami semua berkumpul di desa peri terlihat senang juga. namun ada yang sepertinya mengganggu pikiran Lana.


"eee... tidak, hanya saja aku tidak melihat Shiva dan juga Mia. dimana kira-kira mereka R?" tanya Lana.


"tentang itu.. aku juga tidak tahu kemana Shiva. dia berlari ke hutan sebelah sana dan Mia mengikutinya dari belakang. katanya ingin menenangkan hati Shiva." kataku.


"oh seperti itu. baiklah mungkin sebaiknya aku juga ikut menenangkan hati peri kecil kita itu. dan yah.. untukmu R. kamu dan Jack lebih baik fokus dengan kristal elemen. dan Shiva biar ku urus saja. kalau mau Kalian bisa bertanya dengan raja peri Astrea."


setelah mengatakan itu Lana menyembuhkan luka Jack terlebih dahulu. kemudian pergi ke dalam hutan ke arah di mana Shiva pergi. setelah itu aku dan Jack menemui raja peri Astrea lagi untuk meminta keterangan lebih lanjut cara menuju tempat kristal elemen berada. dan juga menuntaskan masalah dalang di balik pencurian sayap para peri.


***


Lana pun masuk ke hutan untuk mencari Shiva tak berselang lama dia melihat seorang peri kecil duduk di batang kayu dekat sungai bersama dengan seorang wanita di sampingnya. wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Mia. Lana pun dari kejauhan memanggil mereka.


"Mia.. Shiva..!! hey. apa yang kalian lakukan di sana?" teriak Lana


yang merespon teriakan Lana hanyalah Mia. dia terlihat kaget mendengar teriakan Lana. setelah itu Mia menengok ke belakang dan terlihat begitu senang melihat Lana diapun berlari ke arah Lana dan langsung memeluknya.


"syukurlah Lana. kamu baik-baik saja. bagaimana kamu bisa lolos dari penculikan itu.?" tanya Mia


"panjang ceritanya Mia. intinya ada seseorang yang menyelamatkanku. oh ya, bagaimana keadaan Shiva.?" kata Lana.


"eee... bagaimana ya menjelaskannya? aku sudah berusaha membujuknya agar tidak bersedih terus tapi dia masih saja tidak mendengarkan ku." lanjut Mia.


Lana pun menepuk pundak Mia dan berkata " serahkan saja ini semua padaku. kamu cepat kembali ke desa saja. mereka sedang mendiskusikan masalah yang telah terjadi di desa."


"oh, baiklah kalau begitu, tapi kamu harus tetap hati-hati ya Lana. kami tidak ingin kehilangan kamu lagi. mengerti." jawab Mia


"iya iya.. aku tahu, aku mengerti."


setelah itu Mia kembali ke desa peri dan Lana pun mendekati Shiva kemudian duduk di balok kayu yang sama dengannya di pinggir sungai.


"hey Lana. selamat atas keberhasilan mu kembali bersama kami." kata Shiva dengan nada yang lemas.

__ADS_1


Lana pun tersenyum dan mengelus kepala Shiva denga jari nya yang lentik.


"sudah, sudah jangan bersedih terus. ya aku tahu rasanya kehilangan sesuatu yang berharga dari tubuh kita memang menyakitkan. aku tahu yang kamu rasakan Shiva. soalnya aku pernah mengalaminya." kata Lana


"pernah mengalaminya? apa maksudmu Lana. kamu kan sehat-sehat saja" tanya shiva


"biar ku ceritakan sebuah kisah" kata Lana.


Lana pun mulai menceritakan sebuah kisah ke Shiva. dia berkata kisah ini di mulai sebelum Lana terlahir ke dunia NEET. dia menceritakan bahwa dirinya adalah seorang gadis yang bekerja di suatu perusahaan milik ayahnya. perusahaan itu berfokus pada pengembangan sebuah game model terbaru. dan Lana saat itu di suruh oleh perusahaan itu untuk mengamati seseorang.


orang itu adalah salah satu karyawan di perusahaan retail elektronik. perusahaan itu menyuruh Lana melakukan pengamatan untuk mencari kandidat orang untuk mencoba game baru mereka.


Lana berkata dia harus menyamar sebagai karyawan baru di perusahaan tersebut dan saat itu juga pelatihnya dalam bekerja di sana adalah orang yang terpilih tersebut.


pertama Lana berfikir dia orang yang pendiam dan sangat serius karena raut matanya yang menyeramkan. terlihat seperti orang yang sudah terlalu banyak kehilangan dan di kecewakan.


namun setelah berkenalan dan bertemu langsung dengan orang itu. ternyata berbeda dengan apa yang Lana kira. ternyata orang itu lebih menyenangkan dari yang Lana kira. dia orang yang baik, ramah dan penuh perhatian. dan yang paling membuat Lana kagum orang itu tidak memikirkan dirinya sendiri. dia selalu ada dan dengan senang hati membantu teman-temannya yang sedang kesusahan.


hal yang paling keren dari orang itu adalah keahliannya dalam bermain game. di saat jam istirahat orang itu kadang menyempatkan dirinya bermain game dan keahliannya sangat luar biasa.


namun seminggu berlalu setelah Lana masuk ke perusahaan itu. orang itu tiba-tiba menghilang. dan Lana mendapatkan info bahwa dia di tuduh dengan kasus penggelapan uang perusahaan. Lana tidak mengerti, saat dia bertanya ke teman-temannya mereka tidak mau memberikan keterangan. bahkan terlihat seperti tidak ada sama sekali yang membantu orang itu.


Lana pun terus mencari info keberadaan orang itu. dan ternyata dia sedang melamar ke beberapa perusahaan lagi. tapi entah kenapa dia perhatikan tidak ada perusahaan yang menerima orang itu. Lana berpikir apa mungkin semua itu karena kasus yang terjadi padanya.


suatu hari Lana menemukan tempat di mana dia tinggal. Lana pun mengikuti orang itu yang terlihat tidak menyerah dan ingin melamar kerja lagi. namun karena tekanan yang dia terima orang itu terlihat sangat frustasi bahkan seperti tidak peduli lagi dengan hidupnya.


saat itu Lana mengikuti dia di perempatan jalan. orang yang menyebrang di situ lumayan ramai. orang itu berjalan dengan menggunakan earphone. ntah lagu apa yang dia dengarkan tapi dia melakukan itu sepertinya agar mengisolasi diri dari dunia luar.


saat menyebrang perempatan. orang-orang mendorongnya dan dia pun terjatuh bersama dengan kertas berkas lamarannya. dan kebetulan juga saat itu tiba-tiba ada mobil yang kehilangan kendali meluncur tepat ke arah orang itu. orang itu tidak menyadari hal itu karena earphone yang dia pakai. namun Lana menyadarinya.


Lana berlari dan mendorong orang itu agar terhindar dari tabrakan. namun Lana lah yang akhirnya jadi korban. dia tertabrak dengan keras oleh mobil itu yang membuatnya terpental dan tidak sadarkan diri.


entah berapa lama berlalu dan apa yang terjadi dengan orang itu setelahnya tidak ada yang tahu. tapi yang Lana tahu dia sudah berada di rumah sakit.


saat itu dokter sudah mendiagnosis Lana terjadi kelumpuhan pada kedua kakinya. yang membuatnya mungkin tidak akan bisa berjalan lagi untuk selamanya.


Lana sangat frustasi dengan hal itu. bahkan sampai depresi. dia tidak mau makan dan minum karenanya.


ayah Lana yang khawatir akan hal ini akhirnya mengambil langkah yang sangat beresiko langkah itu dengan membawa Lana ke dunia ini. entah apa yang dia lakukan tapi tiba-tiba Lana sudah tersadar di dunia NEET dengan wajah baru dan nama baru yaitu "Lana".


Lana berkata dia masih tidak punya tujuan di dunia ini namun saat melihat R dan kawan-kawannya rasanya ada yang berubah dari hidupnya. entah kenapa saat melihat R dia merasa pengorbanan yang dia lakukan itu tidak sia-sia walaupun di dunia nyata dia harus merelakan kedua kakinya. tapi setidaknya karena hal itu nyawa seseorang yang berharga baginya selamat.


"eh tunggu, Lana. kenapa kamu menceritakan hal itu padaku.?" tanya Shiva.


Lana pun memegang pundak Shiva dan cahaya muncul dari tangan Lana. karena cahaya itu sayap Shiva tumbuh kembali dan pulih kembali.


Shiva pun sangat gembira dan kemudian terbang mengelilingi Lana. dia pun terbang di depan Lana dan mengatakan terimakasih padanya.


"terimakasih Lana.. kamu memang sahabat terbaikku" kata Shiva yang sangat gembira.


"iya, sebagai sahabat aku tidak ingin kamu bersedih terus Shiva dan juga kamu itu sangat penting sebagai peri pemandunya R" kata Lana


Shiva pun terkejut akan perkataan Lana.


"ke, kenapa kamu bisa tahu kalau aku peri pemandunya R. dan tunggu dulu kamu bilang sebelum ke sini kamu orang dari dunia lain kan. apa jangan-jangan kamu itu.. wanita yang harus ku cari selama ini dengan R.?" tanya Shiva


"mungkin. sebentar aku tidak mengerti maksudmu?" tanya Lana lagi.


"Lana jawab pertanyaan ku. apa mungkin kamu itu seorang play..?"


belum selesai berbicara sebuah belati menusuk punggung Shiva hingga menembus dada Shiva. seketika dia berubah menjadi cahaya dan berubah menjadi bola lacrima es. Lana menangkap bola itu.


"Shiva..!!!" teriak Lana.


setelah itu seorang pria bertopeng muncul dari sungai yang ada di depan tempat Lana dan Shiva duduk. pria itu muncul dengan santainya dari balik air mengarah ke Lana. dia adalah pria yang tidak asing bagi Lana. pria yang sudah menculik Lana sebelumnya sang Hunter bertopeng tengkorak.


Hunter itu menodongkan pisau belatinya ke Lana dan berkata.


"ternyata kamu itu orang yang lebih berharga dari yang ku kira ya nona. pantas saja raja Hart terobsesi sekali denganmu. aku tidak akan melepaskanmu"

__ADS_1


setelah orang itu muncul dengan cepat Lana mengeluarkan sihir anginnya sihir Aerora kemudian dia membuat badai angin yang sangat besar hingga membuat orang-orang yang berada di desa peri terkejut karenanya.


R dan teman-teman yang lain yang melihat sinyal itu langsung bergegas menuju ke arah datangnya sinyal Lana.


__ADS_2