NEET

NEET
Chapter 2 : Sahabat Sejati


__ADS_3

tak terasa aku sudah masuk SMP sekarang. Ku harap aku bisa mendapatkan banyak teman di sekolah baruku ini.


memang sih. waktu SD aku malah di jauhi anak-anak seumuranku. mereka sungkan karena mungkin aku anaknya orang kaya. jadi mereka tidak terlalu ingin akrab denganku.


kemarin sebagai hadiah kelulusanku di SD dengan nilai yang lumayan tinggi aku di hadiahi ayahku sebuah game console portabel yang lagi viral jaman itu. namanya adalah Slicetation Portabel. atau biasa di sebut SSP.


karena console itu aku mulai tertarik dengan game dan yang paling ku sukai adalah yang bergenre RPG. karena dari dulu aku suka dengan cerita. dan petualangan. jadi game ini cocok untukku.


game-game yang ku sukai lumayan banyak seperti Fun and Fantasy, Phoenix quest, Dinosour Hunter, Hearts Kingdom dan masih banyak lagi. tapi yang membuatku jatuh hati dengan genre RPG adalah game Fun and Fantasy. karena ceritanya yang unik, petualangan yang menegangkan, membagongkan dan gameplay-nya yang seru.


kembali ke masa SMP ku. di sini aku berhasil masuk salah satu SMP favorit di daerahku. dan masuk ke kelas yang lumayan bagus. aku bertemu banyak teman baru di sini. dan mereka menerimaku dengan senang hati. ngobrol keseharian bersama dan bermain bersama.


tapi hal itu tidak berlangsung lama. tepat setengah tahun berlalu kabar buruk menimpa keluargaku. perusahaan ayahku mengalami kebangkrutan yang membuat semua aset keluargaku di sita oleh bank. dan setelah itu ayahku kabur entah kemana meninggalkan ku dan ibuku sendiri.


karena hal itu aku harus meninggalkan rumahku dan pindah ke sebuah rumah kontrakan yang harganya tidak terlalu mahal. walau hanya bertembok triplek dan kayu itu sudah lebih bagus daripada tidak ada tempat bernaung.


karena kejadian itu entah kenapa satu per satu temanku mulai menjauhiku. mereka seperti tidak mau dekat lagi denganku. yah, memang sih kabar tentang kebangkrutan orang tuaku tersebar dengan cepat. satu persatu dari mereka pun mulai menjauhiku. tapi hal yang paling ku benci adalah saat mereka ngomong yang aneh-aneh di belakangku..


"hey.. itu kan si Arya anak bangkrut. jangan dekat-dekat dengan dia ntar ketularan bangkrut juga."


"yah.. dia sudah bukan orang kaya lagi nih. nggak seru nggak ada yang jajanin kita"


ya, itulah kata-kata yang hampir setiap hari ku dengar. karena itu aku jadi penyendiri selama setengah tahun. aku lebih menghabiskan waktuku bermain SSPku.


tak terasa aku sudah masuk kelas 2 SMP. dan karena prestasiku aku berhasil masuk kelas unggulan. aku berjuang untuk masuk kelas unggulan agar terbebas dari pembayaran uang sekolah. karena kalau bisa masuk ke kelas unggulan sama saja seperti mendapat beasiswa. salah satunya di bebaskan dari iuran bulanan sekolah selama 1 tahun.


masih seperti sebelumnya aku masih belum mendapatkan teman. ya, ku pikir seperti itu. tapi setelah ku perhatikan ternyata ada satu orang yang nasibnya sama sepertiku. seorang pria berbadan tinggi dengan perawakan agak ramping. duduk di bangku pojok kanan bagian belakang sendirian tanpa ada yang mengajak ngobrol. tapi yang lebih mengerikan dia mengeluarkan aura permusuhan yang menandakan sebuah isyarat agar jangan mendekatiku.


awalnya aku tidak peduli dengannya tapi ketika ku dengar kata-kata dari teman sebangkunya. mereka berkata seperti ini.


"hey.. kamu tidak takut dengan teman sebangkumu. bukannya dia murid yang bermasalah?. kenapa dia bisa masuk ke kelas kita yang kelas anak unggulan?"


"iya, aku takut banget. dia memiliki hawa seperti tidak ingin di dekati."


karena hal itu aku jadi pesaran.


ketika jam istirahat datang dia tidak pernah keluar kelas. apalagi ke kantin. yang ku tau dia hanya berdiam diri di kelas. paling kalau makan dia hanya membawa bekal. setelah makan bekalnya juga dia hanya berdiam diri di kelas. dan ketika waktu pulang dia langsung pulang begitu saja.


setelah mengetahui kebiasaannya itu aku mengambil kesempatan untuk mendekatinya ketika istirahat. yah, yang ku tahu hanya namanya saja yaitu Khoi.


aku mulai mendekatinya dan duduk di bangku di depannya. "hey namamu Khoi kan? kenalkan aku Arya"

__ADS_1


"ya, salam kenal" jawab Khoi dengan dingin.


aku terus menanyainya dan dia hanya menjawab dengan "ya" dan "ya". tapi aku tidak menyerah. setiap istirahat aku terus mengajaknya untuk mengobrol dan mengobrol. tapi ya dia memang pendiam sekali. tapi setidaknya untuk sekarang hanya dia yang mau mendengarkan keluh kesahku.


hingga suatu hari aku mengikuti dia pulang. dia pulang menggunakan sepeda sama sepertiku. saat ku ikuti dia lewat suatu jalan yang lumayan sepi orang. dan hanya ada sekumpulan remaja duduk nongkrong di situ.


remaja itu langsung menghadang Khoi. mereka terlihat meminta sesuatu dari Khoi. aku dari kejauhan turun dari sepeda dan dengan pelan mencari tempat persembunyian. kebetulan di situ ada sebuah pohon yang lumayan besar dan bisa menutupi keberadaan ku.


dengan samar-samar aku mendengar khoi berkata "jangan memalak anak dari sekolahku lagi atau aku akan bertindak"


para remaja itu malah tertawa dan mulai mendorong Khoi. Khoi langsung tersungkur dan jatuh terduduk di tanah.


melihat itu aku langsung mengambil handphone ku. handphone jadul yang masih berlayar monochrome. karena di jaman itu smartphone belum sebooming sekarang. aku pun menelfon pihak berwajib.


"halo anda sedang menelepon kepolisian ada yang bisa kami bantu?" jawaban dari telefon tersebut


dengan bisik-bisik aku berjata. "tolong pak, teman saya sedang di aniaya sekumpulan remaja. tepatnya di jalan X pak"


"okeh, personil kami sedang meluncur."


tak lama menelfon aku melihat para remaja itu ingin merampas uang Khoi. Tapi Khoi melawan dan perkelahian pun terjadi. karena kalah jumlah Khoi pun kalah. dia di pukuli para remaja itu.


aku tidak tega melihatnya. aku langsung mengayuh sepedaku dengan kencang dan menabrakannya ke salah satu remaja.


remaja itu pun langsung tersungkurke tanah kemudian salah satu remaja ingin memukulku tapi Khoi menghentikan pukulan itu.


"bodoh, apa yang kamu lakukan di sini" marah Khoi.


"aku, hanya ingin membantu mu. karena kau adalah sahabatku." jawabku.


Khoi hanya terdiam dan memukul balik remaja itu.


tak berselang lama polisi datang dengan suara sirinenya. para remaja yang memukuli kami langsung berlari berhamburan. tapi salah satu remaja ada yang panik dan mengeluarkan pisau. dia berlari ingin menusukku tapi Khoi mengahanginya dengan tangannya yang membuat. tangannya tertusuk pisau.


setelah menusuk Khoi dia langsung berlari. begitu juga polisi mengikutinya dari belakang.


Khoi menahan pendarahan di tangannya. sambil menahan kesakitan juga. salah satu polisi pun menghampiri kami.


"kalian tidak apa-apa nak?" tanya polisi tersebut.


"pak tolong teman saya pak!! tangannya tertusuk pisau." teriakku ke polisi.

__ADS_1


polisi itu kemudian membawa aku dan Khoi ke rumah sakit terdekat. sebelum pendarahan Khoi makin parah dan sekaligus meminta kesaksian dari kami berdua sebagai korban.


setelah kejadian itu aku dan Khoi jadi teman akrab. dan dugaan mereka tentang dia selama ini yang di cap anak bermasalah ternyata salah. dia memang sering terlihat babak belur dan sebagainya tapi sebenarnya itu demi kebaikan kami semua satu SMP agar tidak di ganggu lagi oleh orang dari sekolah lain. serta sebenarnya dia memang anak yang lumayan pintar juga. dan jujur. dia sama sekali tidak pernah mencontek setiap ujian. beda dengan murid lain yang ngakunya pintar bisa masuk kelas unggulan tapi mereka malah mencontek dan menggunakan cara-cara curang untuk dapat nilai bagus di ujian.


tapi yang paling penting setelah kejadian itu orang orang mulai mendekati Khoi dan dia juga mulai mengobrol dengan orang lain. tapi yang ku suka dari dia. dia tidak pernah mempermasalahkan statusku yang dulunya anak orang kaya jadi anak yang biasa-biasa saja bahkan bisa di bilang mungkin kekurangan.


aku senang bisa menghilangkan kesalahpahaman orang terhadapnya. sehingga dia bisa mendapatkan banyak teman. dan aku juga senang akhirnya mendapatkan sahabat sejati yang menerimaku apa adanya.


tak terasa hari kelulusan SMP sudah tiba. aku berjuang keras untuk mendapatkan beasiswa masuk ke salah satu SMK favorit di daerahku. aku berjuang mati Matian demi dapat yang terbaik untuk masa depanku. dan mengurangi beban ibuku juga.


impianku tercapai aku berhasil masuk ke SMK tujuanku dengan jurusan mekanik. aku sangat senang dengan pengumuman ini. tapi ketika ingin ku tunjukan ke ibuku. pengumuman tidak mengenakkan datang di saat yang tidak tepat.


ya, ibuku meninggal saat itu. dia terlalu bekerja keras demi menyekolahkanku dan membayar sisa-sisa hutang ayahku yang masih menumpuk.


untuk meringankan biaya hidupku. perusahaan yang menghutangi ayahku. membebaskan hutangnya dan menganggapnya lunas.


karena aku juga masih di bawah umur aku tidak boleh tinggal sendirian. dan akhirnya aku di titipkan ke keluarga adik ibuku. cuma mereka hanya memenuhi kebutuhan makan ku saja. untuk kebutuhan sekolah dan yang lain aku hanya mengandalkan uang tabungan ibuku yang sedikit dan juga sambil bekerja sambilan dan juga serabutan.


hari pertamaku masuk SMK. aku tetap berangkat menggunakan sepedaku. walau yang lain sudah menggunakan motor saat itu. tapi hanya sepeda ini lah yang ku punya sekarang.


tepat ketika sampai di depan gerbang sekolah seseorang menungguku.


"Yo kawan." sapa orang itu


"pagi juga bos Khoi" jawabku dengan lesu


ya itu adalah Khoi sahabat terbaikku dari SMP dia berhasil masuk ke sekolah yang sama denganku dan kebetulan juga kita di kelas yang sama.


setelah aku mendekatinya Khoi langsung merangkul pundak ku. kami pun berjalan bersama masuk ke sekolah.


sebulan berlalu dan Khoi masih setia menungguku setiap pagi di depan sekolah.


"hey. Arya ini sudah satu bulan berlalu ayolah semangat sedikit. jangan terus murung seperti itu."


"ya beginilah diriku sekarang bos Khoi. aku juga tidak tahu kenapa."


ya semenjak ibuku meninggal aku seperti kehilangan ekspresi. mukaku terlihat dingin dan sorot mataku terlihat penuh kesedihan. tapi Khoi selalu menyemangatiku setiap hari agar aku bisa kembali normal lagi.


seperti biasa aku bersama Khoi masuk ke sekolah bersama. tapi kali ini tiba-tiba seorang perempuan menghadangku. wanita berambut lurus panjang sampai pinggang dengan paras yang lumayan cantik. dia terlihat malu-malu dan Langsung mengulurkan sebuah bunga ke arahku dengan kedua tangannya sambil sedikit membungkuk.


"A, A.. Arya, selama ini aku memperhatikanmu. karena aku menyukaimu. mau kah kau jadi pacarku?" tanya wanita itu.

__ADS_1


"HAAA???...."


seketika aku, Khoi dan rumput yang bergoyang yang ada di sekolahku langsung terkejut dan juga bertanya-tanya. ada apa ini? kenapa wanita secantik dirinya tiba-tiba menyatakan cinta padaku yang tidak terlalu tamvan ini?


__ADS_2