
Gilgamesh dan raja Ares terjebak di suatu ruangan besi di dalam tambang batu bara di atas gunung. sementara itu di luar penyerangan ke kota telah terjadi.
Gilgamesh berusaha keluar dari ruangan itu dengan memukul-mukul tembok sekitar dengan kekuatannya. namun semuanya terasa sia-sia karena dinding besi ruangan itu tak bergeming sama sekali.
sementara itu raja Ares semakin tidak kuat menahan wujud berototnya. tubuhnya mulai mengeluarkan uap dan mulai mengecil perlahan.
"ayah kamu tak apa?"
"i, iya Gil ayah hanya kelelahan terlalu lama menggunakan kekuatan ini." jawab raja Ares
Gilgamesh dengan bangga menyuruh ayahnya untuk beristirahat saja. dia berkata.
"ayah beristirahat saja, biar aku saja yang mengatasi ini."
Gilgamesh mengatakan itu sambil mengepalkan tinjunya dan menepukkan nya ke dadanya. tanda kepercayaan dirinya.
hari semakin siang. dan wujud raja Ares semakin mendekati wujud normalnya yang agak kurus kerempeng.
tapi yang aneh malah di Gilgamesh. semakin siang bukan semakin lelah. tenaganya malah semakin bertambah. dia terus memukul dinding sekitar. dengan tinjunya. tubuhnya pun semakin besar dan semakin berotot.
saat sedang serius meloloskan diri. Tiba-tiba sebuah pemberitahuan muncul dan sebuah layar monitor muncul lagi dari atap ruangan.
sama seperti sebelumnya di layar itu yang keluar hanya bayangan hitam dan mata merah menyala. orang di dalam monitor itu berkata.
"satu jam lagi tengah hari. aku akan bebas dan kalian tidak akan bisa menghentikan ku. huahahaha."
Gilgamesh yang terlihat kesal memukul layar monitor itu dan menghancurkannya.
"diam kau Azazel sialan. aku pasti akan keluar dari ruangan ini bagaimanapun caranya" kata Gilgamesh
Gilgamesh terus menerus memukul tembok besi di sekeliling nya tapi tetap tidak ada hasil. sementara tubuh raja Ares semakin lemas.
"Gil, kenapa, kamu tidak mencoba menghancurkan atap kalau tidak lantainya." saran raja Ares.
"benar juga saranmu ayah, kalau ku pikir lagi dari atas bisa keluar monitor. kemungkinan tembok atas lebih tipis. terus di bawah kita sepertinya tambang batu bara. kemungkinan juga lantainya juga tipis."
"nah, itu yang ku maksud" lanjut raja Ares.
Gilgamesh mulai memasang kuda-kuda lagi. dia mengumpulkan kekuatan sihir di sekitarnya hingga membuat panas tubuhnya naik.
kemudian dia melompat ke atas, mengepalkan tinjunya dan langsung memukul langit-langit ruangan itu.
benar saja seketika langit-langit ruangan langsung menimbulkan retakan yang besar setelah di pukul. dan sedikit demi sedikit mulai runtuh.
namun bukan cahaya matahari yang bisa di lihat Gilgamesh setelah meruntuhkan langit-langit ruangan. namun sebuah batu keras yang masih menutupi permukaan langit-langit.
melihat langit-langit ruangan semakin hancur dan runtuh. Gilgamesh dengan cepat segera menyelamatkan ayahnya.
"sial tidak ada jalan lain sepertinya memang aku harus terus ke bawah."
Gilgamesh menggendong raja Ares di punggungnya.
"pegangan yang erat ayah." kata Gilgamesh.
setelah itu dia pun memfokuskan sihirnya lagi ke tangan kanannya.
tangan kanannya mulai bercahaya jingga. setelah itu api muncul dari genggaman pukulannya itu.
"Pukulaaaan!! matahari!!".
Gilgamesh pun langsung menghantamkan tinjunya ke lantai ruangan besi. seketika lantai ruangan langsung hancur dan menimbulkan rekaman yang efeknya sangat dahsyat.
Gilgamesh pun memukulkan tinjunya bertubi-tubi hingga menghancurkan lantai di bawahnya.
setelah itu dia pun terjatuh ke bawah masuk lebih dalam ke tambang batu bara. melewati lubang besar nan gelap gulita di bawah lantai yang di hancurkan oleh Gilgamesh.
akhirnya mereka berdua selamat dan bisa keluar dari ruangan besi yang mengurung mereka.
tak berselang lama. Gilgamesh dan raja Ares mendarat di salah satu lorong yang terlihat seperti gua galian.
Gilgamesh mendongak ke atas dan ternyata ada reruntuhan yang lumayan besar jatuh ke arahnya. dia pun dengan cepat menghindar.
reruntuhan itu pun menutup jalan dimana Gilgamesh jatuh sebelumnya. yang mengakibatkan dia harus menelusuri tambang mau tidak mau.
"sepertinya tidak ada pilihan lain ayah. kita harus menelusuri tambang ini."
Gilgamesh pun terus berjalan sambil menggendong ayahnya yang semakin lemah. namun dia tidak tahu harus kemana. lorong tambang itu begitu gelap dan penerangannya juga minim.
Gilgamesh hanya mengikuti apa kata hatinya saja. namun di setiap langkahnya selalu saja ada pasukan armor yang menghadang.
tapi hal itu dengan mudah di kalahkan Gilgamesh karena tubuhnya yang semakin kuat saat matahari semakin tinggi.
sambil berjalan Gilgamesh memperhatikan sekitar. dan tambang itu sepertinya membuatnya penasaran juga bingung.
"sebenarnya ini tambang apa ayah?" tanya Gilgamesh.
__ADS_1
"aku juga tidak yakin. tapi yang ku tahu mereka cuma memberitahuku kalau tambang ini adalah tambang batu bara."
"tapi ini tidak seperti itu. terlihat tambang ini sengaja di buat untuk mencari sesuatu." kata Gilgamesh.
setelah beberapa saat menelusuri tambang akhirnya Gilgamesh menemukan secercah cahaya. dia Langsung berlari menuju sumber cahaya itu.
saat sudah sampai ke sumber cahaya. ternyata di situ terdapat sesuatu yang mengejutkan. Sumber cahaya itu menuju ruangan yang sangat besar dan tepat di tengah ruangan itu ada sebuah kristal yang di sinari oleh cahaya matahari dari luar yang memancar seperti sinar laser tepat mengenai kristal itu.
yang lebih menakutkan lagi adalah kristal itu sendiri. di balik kristall itu ada sesosok makhluk besar berbentuk sperti mumi kerajaan Mesir namun berkepala burung. tingginya mungkin hampir 3 meter. mata makhluk itu bersinar merah menandakan kalau makhluk itu masih hidup. namun energi sihirnya sangat lemah.
selain itu di area sekitar kristal itu juga terdapat kabut hitam yang aneh yang mengelilingi kristal tersebut.
banyak pasukan kesatria armor yang mengelilinginya. sepertinya mereka di tugaskan untuk menjaga makhluk itu.
namun saat mendekati tempat itu tiba-tiba raja Ares yang masih di gendong oleh Gilgamesh mengeluarkan batuk darah.
"uhuk, uhuk"
"ayah, kamu tidak apa-apa?" tanya Gilgamesh.
"entahlah nak. semakin dekat aku dengan tempat itu. dadaku semakin sesak dan rasanya ingin meledak" jawab raja Ares.
Gilgamesh penasaran dengan makhluk yang ada di dalam kristal itu. dia merasakan kekuatan yang sangat mengerikan dari kristall itu sehingga merasa ingin menghancurkannya.
namun karena tidak ingin membahayakan ayahnya. menyandarkan ayahnya. di tempat terdekat.
"sepertinya itu dalang di balik penyakit yang ada di kota ayah. aku akan menghancurkannya agar semua ini berakhir."
"ja, jangan gegabah nak. kita belum tau makhluk apa itu yang ada di sana?"
"tak apa. anakmu yang kuat ini pasti akan baik-baik saja."
Gilgamesh pun langsung melompat menuju tempat monster itu. dia langsung di hadang oleh pasukan kesatria berarmor yang sangat banyak. jumlahnya sekitar puluhan dan mereka lebih kuat dari yang berada di dalam tambang.
tak berselang lama alarm berbunyi. robot kecil yang sebelumnya menggiring Gilgamesh dan raja Ares terlihat berlarian dan dengan cepat berada di tengah Kristal yang berisi monster.
"kaliaaann semuaaaa!!! para kesatria armor hadang orang itu.. jangan sampai menyentuh tubuh ini. sejengkal pun. demi kebangkitan Azazel yang perkasa." teriak robot kecil itu.
("jadi itu Azazel") pikir Gilgamesh.
Gilgamesh terus menerjang maju melawan pasukan kesatria armor. dia menghajar makhluk itu satu persatu. mereka pun berterbangan dan kesana kemari.
sementara itu kristal monster Azazel. semakin bersinar terang. auranya juga semakin mengerikan.
"ayo...!! bangkitlah Azazel yang perkasa. bangkitlah..!!"
namun di saat kristal itu sudah mencapai titik klimaksnya. Gilgamesh dengan cepat sudah mencapai kristal itu. dan dengan pukulan apinya dia memukul kristal itu hingga terpental dan hancur.
tubuh Azazel pun terlepas dari belenggu. namun tubuh itu seperti wadah kosong yang tidak ada isinya dan tidak bisa bergerak.
"tidaaaaakkkk!!!" teriak robot kecil sambil berlari mendekati tubuh Azazel.
"sepertinya usahamu sudah gagal robot kecil. hahaha" kata Gilgamesh.
saat Gilgamesh ingin meninggalkan tempat itu karena sudah mengira dirinya menang. tiba-tiba robot kecil yang ada di dekat tubuh Azazel tertawa aneh.
"hehe.. hehe... hehe..."
setelah robot itu tertawa. cahaya ungu tiba-tiba menyelubunginya. cahaya itu memancarkan energi sihir yang mengerikan. robot kecil itu pun mentransfer kan cahaya sihir itu ke dalam tubuh Azazel.
Gilgamesh segera berbalik dan ingin menghentikan proses itu. namun semuanya sudah terlambat.
Azazel mulai bangun. kekuatannya pun sangat mengerikan. dia mulai berjalan menuju ke arah Gilgamesh sambil meregangkan tubuhnya yang sudah lama tidak di gerakkan.
"tak ku sangka ada manusia yang memiliki kekuatan matahari sebesar itu. sampai bisa menghancurkan kristal yang menyegel ku sekian lama."
tanpa ragu juga Gilgamesh mendekati Azazel. dan berkata
"iya itu lah aku Gilgamesh sang kesatria matahari. dan siapa anda ini tuan Azazel yang perkasa. dan apa tujuanmu?"
"aku hanya makhluk yang sudah lama hidup di dunia ini. mungkin sudah kalian lupakan. kalian bisa menyebutku apa saja. tapi diriku lebih terkenal sebagai penghancur. sang dewa penghancur Azazel." jawab Azazel.
"humu... cukup sampai di situ saja tuan. karena ini sudah tengah hari maka bersiaplah untuk mati!" sanggah Gilgamesh.
tubuh Gilgamesh mulai sedikit membesar dan menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. mungkin sekitar 2 meter lebih sedikit. hawa di sekitarnya pun semakin memanas.
dari tubuhnya keluar cahaya kuning seperti kobaran api yang mengelilinginya. dia pun tanpa ragu lagi terus mendekati Azazel.
Azazel terlihat ketakutan melihat kekuatan dari Gilgamesh. dia pun terlihat berusaha menjauh dari Gilgamesh. namun Gilgamesh. begitu cepat.
Gilgamesh melompat dan dia pun seketika langsung berada di depan Azazel.
dengan pukulan apinya Gilgamesh meninju Azazel ke atap tambang bawah tanah hingga menembus atap tersebut. sampai keluar tambang.
Gilgamesh pun ikut melompat keluar dan langsung berada di atas Azazel yang terlempar ke langit.
__ADS_1
Gilgamesh pun mengepalkan kedua tinjunya dan seperti menyerap kekuatan matahari. tinju Gilgamesh semakin memanas dan kemudian api pun menyelimutinya.
Gilgamesh kemudian menembakkan api nya itu dengan tinjunya secara bertubi-tubi hingga membuat efek hujan api yang langsung menghujani Azazel dan mendorongnya lagi ke bawah membentur tanah. di atas tambang hingga membuat retakan yang sangat besar.
tidak sampai di situ saja. seakan tidak puas dengan semua serangan hebatnya. Gilgamesh yang mendarat tepat di samping Azazel yang terkapar di tanah dengan ekspresi datarnya. langsung mengangkat tangannya ke langit.
dia menyerap kekuatan matahari lagi dan membuat bola api kecil yang perlahan semakin membesar.
dengan singkat bola api itu sudah sebesar lapangan bola volley. Gilgamesh pun langsung menghantamkan bola api itu ke Azazel yang sedang terkapar. sehingga membuat ledakan yang sangat besar. seolah-olah gunung es tempat pertarungan mereka seperti sedang erupsi yang sangat dahsyat.
semua hal yang di lakukan Gilgamesh terlihat seperti sedang di kejar waktu. dia berusaha menumpaskan semuanya kurang dari 1 menit.
serangannya sangat mematikan bahkan serangan sihir bola apinya sampai membuat cekungan yang sangat besar pada gunung bersalju.
Gilgamesh mulai mendekati Azazel yang sudah terhantam oleh bola api raksasa.
karena serangan itu tubuh Azazel menjadi sangat mengenaskan. seluruh tubuhnya hancur hanya menyisakan kepala, badannya sedikit dan juga tangan kirinya yang tinggal separo.
tubuhnya pun gosong dan wujudnya sudah tidak karuan.
"hahaha... sepertinya aku berhasil mengalahkannya."
tapi tiba-tiba Gilgamesh mengeluarkan batuk darah. tubuhnya pun semakin melemah. dan dia juga merasakan sakit yang amat sakit dari dalam tubuhnya.
sementara itu kabut hitam keluar dari tubuh Azazel yang sudah hancur. setelah itu tiba-tiba para daemon muncul dari dalam tanah. mereka dengan cepat mendekati tubuh Azazel dan kemudian menyelubunginya.
tak berselang lama tubuh Azazel pulih kembali seperti sedia kala. dia pun bangkit dan langsung berdiri di hadapan Gilgamesh. yang menahan rasa sakit dari dalam tubuhnya.
"sepertinya walaupun kau kuat tapi tetap tidak bisa menahan kutukanku?"
"a, apa maksudmu?" tanya Gilgamesh
"yah, kamu sudah terlalu banyak menghirup kabut hitamku kawan. kabut itu mengandung kutukan. tubuh sekuat apapun yang kamu punya tetap akan tumbang dan hancur dari dalam karena itu."
karena tubuhnya yang melemah Gilgamesh di hajar habis-habisan oleh Azazel. dia di pukuli dan di tendang sampai babak belur dan terkapar di tanah.
walaupun begitu Gilgamesh dengan sisa tenaganya tetap mencoba lari dengan cara melempar bebatuan di sekitar.
namun batu-batu itu terlihat begitu mudah hancur. setiap tersentuh oleh Azazel. dan dia pun dengan cepat menyusul Gilgamesh. yang sudah ketakutan.
tubuh Gilgamesh berasa kaku dan tidak bisa bergerak saking takutnya dengan Azazel. dia sampai mengeluarkan banyak keringat saat di dekatinya.
Azazel pun menyentuh dahi Gilgamesh dengan jarinya yang berkuku tajam. dan dia berkata.
"bahkan dengan kekuatanku yang belum pulih total. kamu sampai setakut ini. dasar lemah. orang lemah seperti mu harus di hancurkan."
tiba-tiba cahaya berwarna ungu kehitaman muncul dari jari Azazel.
"ini adalah sihir penghancur aku sudah lebih dari seratus tahun tidak menggunakannya lagi. kali ini akan ku coba kepadamu"
setelah mengatakan itu sebuah pukulan listrik keras mendarat di wajah Azazel.
"tak, kan ku biarkan kamu membunuh saudara temanku!!!" teriak orang yang memukul Azazel.
setelah terkena pukulan Azazel terpental dan tersungkur. setelah itu datang lagi seorang wanita memakai armor kulit. dan sebuah sihir cahaya yang membentuk seperti sarung tangan.
"Blank?... Thena?" kata Gilgamesh
"sepertinya kamu sedang kesusahan ya Gil?" kata Blank
"maaf kami telat kak Gil" kata Thena.
mereka berdua pun langsung bersiap dan memasang kuda-kuda siap menyerang
sementara itu Azazel Mulai berdiri lagi dan terlihat sangat marah. karena serangan mendadak dari Blank. dia pun langsung mengeluarkan aura ungu kehitaman yang mengerikan.
"kalian harus berhati-hati. dia punya sihir kutukan" kata Gilgamesh memperingatkan.
"iya aku sudah tau itu. Thena, jangan lupa rencana kita."
"baik"
Thena langsung menyelubungi tubuhnya dengan sihir cahanya dan membuatnya menjadi semacam armor. dia pun membuat masker penutup untuk mulut dan hidungnya. setelah itu juga dia membuatkan masker juga untuk Blank juga Gilgamesh.
"kak Gil kamu masih bisa bertarung kan?" tanya Thena
"hehe... kamu pikir kakakmu yang kuat ini akan lari begitu saja." jawab Gilgamesh.
"bukannya kamu memang sudah lari sebelumnya." sahut Blank.
"apa katamu?!"
"sudah kalian jangan bertengkar, kita harus fokus dengan musuh di depan!" teriak Thena melerai.
"baiklaaahhh!!! ayo kita hajar makhluk itu sampai dia tidak bersisa lagi." kata Blank.
__ADS_1
"jangan sombong kaliaaan!! teriak Azazel
pertarungan pun hebat pun akan di mulai di chapter selanjutnya.