NEET

NEET
Chapter 42 : Pemulihan


__ADS_3

tidak terasa aku sudah tersesat dan tak tahu arah selama satu tahun ini. aku bersyukur Lana berhasil menemukanku. dan aku juga sangat bersalah kepada keluarga Thena dan warga di kotanya raja Ares saat itu.


yah, depresi dan mimpi buruk masih membayangiku selama sebulan ini. namun Lana terus memberiku sugesti dan pengobat yang semakin hari memperingan depresiku.


oh ya setelah menemukanku di hutan hujan. Lana membawaku ke sebuah desa kecil di benua iblis.


desa itu adalah desa para Goblin dan juga campuran berbagai monster lain. warga desa di sini sangat ramah. bahkan mereka terlihat menerima Lana apa adanya.


kebanyakan orang di dunia NEET ini akan sangat ketakutan saat melihat sosok asli Lana. karena menganggap nya sebagai elf terkutuk.


namun warga di sini terlihat biasa saja dengan Lana dan bahkan mereka seperti menyukai Lana dan tidak takut sama sekali. dan yang membuatku lebih berasa aneh lagi saat mengetahui bahwa benua iblis sudah berubah setelah terakhir aku melihatnya.


sekarang tempat ini jadi lebih subur dan banyak makanan serta buah buahan yang tumbuh.


hari ini aku dan Lana sedang mencari bahan makanan di pasar dekat desa. di sekitar sini banyak yang menjual buah buahan serta daging seperti daging babi hutan dan juga hewan-hewan pengerat kecil di gurun.


namun aku dan Lana hanya membeli buah dan sayur serta bahan makanan pokok saja seperti beras dan roti. karena walaupun ini di dalam game tapi aku tidak mau memakan daging seperti itu. entah kenapa juga Lana juga sama dengan ku dia juga tidak memakan daging babi dan daging hewan pengerat di gurun.


dan iya, hari ini Momo ku suruh menunggu di penginapan kami saja. walaupun saat itu dia di wujud manusianya merengek untuk di ajak. tapi karena aku punya hal penting yang ingin ku bahas dengan Lana jadinya aku tidak mau dia ikut.


seperti biasa. saat pulang Lana selalu mengajakku duduk di bangku taman di bawah pohon yang lumayan rindang. beberapa hari dan minggu ini aku hanya terdiam memandangi Lana di sini karena saat itu tubuhku belum pulih sepenuhnya.


namun kali ini berbeda, inilah saatnya aku harus mengobrol dan mengatakannya kepada Lana.


jantungku sangat berdebar saat ini, dan mulutku sangat berat saat ingin mengatakan kata-kata. entah apa yang ku pikirkan tapi aku sangat kesusahan untuk berkata-kata.


"ayolah R jangan sepeti itu. debaran jantungmu dan sifat canggungmu itu sangat menggangguku. katakan saja. ayo!"


seseorang berkata dalam pikiranku. iya, dia adalah Azazel. makhluk yang di sebut dewa kehancuran yang berhasil ku serap.


"iya aku tahu Azazel tapi aku harus apa? dan harus memulai dari mana? aku sangat canggung hari ini" kataku dalam pikiran


"ya apa kek. bisa mulai dari membicarakan cuaca hari ini gitu atau apalah terserah kamu."


tiba-tiba di tengah perseteruan di pikiranku dengan Azazel. Lana menoleh ke arahku. dia mengeluarkan senyum kecil dan melihat wajahku dengan seksama.

__ADS_1


"kenapa lagi R? wajahmu terlihat kebingungan?" tanya Lana


"aku eee.. aku hanya emm.."


"iya katakan saja R"


"begini Lana saat aku bersamamu di benua iblis saat ini. sepertinya orang-orang di sini sekarang sudah tidak takut lagi denganmu. apa sudah terjadi sesuatu pada mereka?"


sebenarnya bukan itu yang ingin ku bicarakan tapi karena Lana menjawabnya ya sudah lah.


jadi Lana berkata kalau dia sudah berhasil mengaktifkan ke empat kristal elemen di benua iblis. dalam waktu kurang dari 1 bulan.


dia bisa melakukan itu setelah menyelesaikan latihan dengan raja peri Astrea dalam waktu 10 hari.


memang terdengar gila sih. soalnya kan penjagaan di sekitar kristal elemen itu sangat kuat. apalagi pelatihan raja peri Astrea menurutku latihannya latihannya sangat berat dan Lana berhasil bertahan selama 10 hari.


tapi hal itu memberikan hasil yang sangat memuaskan untuk Lana. orang di benua iblis yang sebelumnya membenci dia. sekarang menganggapnya sebagai pahlawan. dan Lana tidak harus menutup identitasnya lagi.


baiklah sekarang mengatakan apa yang harus ku katakan.


"eehhh... Lana"


saat itu tangan Lana ada di sampingku dan aku Langsung menggenggam erat. tangan lentik nan langsing itu.


Lana terlihat kaget saat aku memegang tangannya dan mukanya langsung memerah.


"be, begini Lana.. eee bagaimana ya mengatakannya. aku. eeee... aku...."


belum sempat aku mengatakan kata-kataku tiba-tiba Azazel berteriak padaku.


"R. awas!! di belakangmu!!"


tiba-tiba sesosok Goblin membawa belati keluar dari semak-semak di belakang tempatku duduk.


Goblin itu melompat dan langsung melancarkan serangannya ke arahku dan Lana. aku yang sudah menyadari peringatan dari Azazel langsung menarik tangan Lana yang ku genggam sebelumnya dan langsung menghindari serangan itu.

__ADS_1


tak berselang lama para Goblin muncul dan mengepung kami. aku dan Lana kebingungan karena tidak tahu apa yang terjadi dan yang menyebabkan mereka menyerang kami. padahal sebelumnya mereka terlihat begitu ramah pada kami.


kami pun mulai lari menghindari pertarungan


namun bukan hanya para Goblin saja yang menyerang kami. para warga yang lain juga ikut menyerang kami.


"Lana, kamu tahu apa yang terjadi?"


"tidak R, aku tidak tahu kenapa mereka tiba-tiba menyerang kita."


kami terus berlari namun akhirnya terkepung juga. karena kami terpojok akhirnya aku mengeluarkan pedang cahayaku. dan Lana pun juga siap dengan tongkat sihirnya.


aku bersiap menyerang para monster dengan mengangkat pedangku. namun saat pedangku di angkat tiba-tiba sengatan petir seperti menyambar kepalaku dan aku pun sekaan pindah dimensi.


pikiranku seakan berpindah ke sebuah dimensi lain. dimana di dimensi itu hanya ada langit gelap dan pasir yang membentang.


di tempat itu aku pun mendengar suara seseorang.


"selamat datang semuanya, kedalam pemikiran terdalam kalian. namaku adalah Hart. aku adalah raja dari semua raja."


suara itu adalah suara seseorang yang paling ku benci di dunia ini. suara pemimpin paling menyebalkan di dunia NEET ini.


"seperti yang kalian tahu, aku adalah pemilik dunia ini. dan aku juga yang mengendalikannya. saat ini aku telah memprogram ke kalian semua yang ada di dunia ini untuk membunuh dua orang yang selalu menghalangi rencanaku. kalian harus menemukan mereka berdua dan harus membunuhnya."


aku kembali ke dimensi sebelumnya. kalau di pikir lagi Hart bilang dia memprogram semua NPC di dunia ini untuk menyerang dua orang yang menghalanginya. apa mungkin itu aku dan Lana?


pantas saja semua NPC di sekitar sini menyerang kami tanpa sebab.


"Lana, apa kamu sempat mendengar suara Hart?" tanyaku ke Lana sambil menghindari serangan para warga di kota ini.


"iya, sepertinya raja Hart sudah mulai bergerak."


aku dan Lana berusaha menghindar dan tidak ingin melukai para warga tidak bersalah ini.


untungnya dengan cepat tiba-tiba Momo dalam mode singa raksasa datang kepadaku. dia langsung menyambar kami dan membawa kami pergi dari desa itu.

__ADS_1


kami mencoba kabur dari satu tempat ke tempat lain. tapi semua warga menyerang kami. baik itu monster maupun manusia yang kami temui. seolah semua membenci kami.


tidak ada tempat sembunyi lagi untuk kami dan kami pun harus terus kabur karena semua ini.


__ADS_2