
matahari pagi menyengat wajahku. hawanya begitu hangat namun juga begitu dingin. tapi ternyata rasa dingin itu dari tubuhku.
ya, diriku terbaring di atas salju nan dingin di dalam hutan Cemara yang tertutup juga oleh putihnya salju.
aku tidak tahu apa yang terjadi, kenapa aku bisa sampai di sini? dan siapa aku? serta apa yang ku lakukan di sini?
karena gunung ini semakin dingin aku mulai berdiri. sekujur badanku entah rasanya sakit semua. apa mungkin karena aku terlalu lama berbaring di salju?
walaupun tubuhku berasa sakit, tapi aku masih bisa bergerak dengan normal. aku membersihkan salju dari pakaianku dan mulai berjalan.
aku mulai menyusuri hutan Cemara ini. namun belum menemukan jalan keluar. aku kemudian memutuskan untuk naik ke atas pohon cemara untuk melihat sekeliling. dan ideku tidak begitu buruk.
aku tidak begitu yakin. kenapa tubuhku juga selincah ini seperti sudah terlatih. aku bisa menaiki pohon-pohon Cemara itu dengan begitu mudah.
aku jadi bisa melihat jalan keluar dari atas pohon cemara. namun di sisi lain aku melihat ada seseorang memakai jaket sedang terpojok di pinggiran tebing.
orang itu di pojokkan oleh 3 kesatria berarmor yang memakai tombak. sepertinya dia sedang dalam masalah dan butuh bantuan.
aku melompat dari pohon ke pohon supaya bisa cepat mencapai orang itu. dan tak berselang lama aku berhasil mencapainya dan mendarat tepat di depan para kesatria berarmor.
aku belum berkata apa-apa namun para kesatria berarmor itu langsung menyerang ku begitu saja. aku berhasil menghindar. dan kemudian memukul mereka dengan tangan kosong.
namun itu malah sia-sia dan membuat tanganku kesakitan.
"dasar bodoh!! kamu tidak akan bisa mengalahkan mereka dengan tangan kosong!!" teriak orang berjaket yang ada di belakangku. ternyata dia adalah seorang wanita.
"terus aku harus apa?." tanyaku sambil terus menghindari serangan para pasukan berarmor.
karena kurang konsen. salah satu serangan tendangan dari kesatria berarmor mengenaiku. aku terpental dan hampir jatuh dari tebing.
namun wanita berjaket menarik kakiku agar. tidak terjatuh. genggaman nya begitu kuat. tidak seperti genggaman wanita pada umumnya.
serangan datang lagi aku dan wanita itu menghindar.
setelah menghindar aku melihat batang pohon yang tergeletak di atas salju. aku mengambilnya. saat ku pegang batang pohon itu bercahaya.
aku bingung, ini aneh?. apa ini?. apa ini sihir?.
aku tidak terlalu memperdulikannya dan kemudian langsung berlari menerjang kesatria berarmor.
larianku juga semakin cepat dan kakiku mulai bercahaya. secepat cahaya menyambar. aku sudah berada di belakang salah satu kesatria berarmor.
setelah itu aku melompat dan memukul kepala satria berarmor dengan batang kayu yang bercahaya di tanganku.
seketika kepala kesatria berarmor itu terlepas dari tubuhnya. aku sempat kaget dan mengira serangan ku bisa membunuh manusia semudah itu. tapi ternyata satria berarmor itu adalah robot. terlihat dari kabel-kabel yang putus dari kepalanya.
setelah kepalanya terputus kesatria berarmor itu tergeletak dan langsung non aktive.
masih ada dua lagi kesatria berarmor. melihat rekannya ku kalahkan mereka terlihat marah. dari pelindung kepalanya terlihat pancaran cahaya merah.
gerakan mereka berdua tiba-tiba semakin cepat. salah satu kesatria armor memukulku. tapi aku berhasil menahannya. namun pukulanya sangat kuat aku sampai terpental karenanya.
saat aku terlempar kesatria armor satunya melompat di atasku dan langsung menjatuhkan dirinya padaku.
aku membentur tanah dan darah pun keluar dari mulutku. dan tanah di bawahku yang tertutup oleh salju langsung retak.
kesadaraku sempat hilang sesaat karenanya. setelah aku terkapar di tanah menahan kesakitan. kesatria berarmor langsung menendang tubuhku. namun aku sempat menahan sedikit serangannya.
namun aku tetap terlempar. bahkan sudah melewati tebing. aku sudah berpikir bahwa aku akan mati jatuh dari tebing ini.
tapi takdir masih berkata lain. gadis berjaket tebal berhasil meraih tanganku dan mencegahku lagi agar tidak jatuh dari tebing.
__ADS_1
dia pun menarikku dan aku berhasil selamat karenanya.
"dasar bodoh! jangan sok kuat ya. melawan mereka.!" bentak gadis itu.
"tapi, tapi aku melihatmu terpojok jadi ku pikir aku bisa membantumu." kataku.
"hey, orang asing. aku akui gerakanmu memang cepat. tapi, sepertinya kamu tidak ahli pertarungan tangan kosong." kata gadis itu meremehkan ku.
"kau juga terlihat tidak begitu kuat." sahutku.
gadis berjaket tebal itu pun mulai berdiri dan melepaskan jaketnya. dari balik jaket itu sosok gadis cantik berbadan sedikit kekar muncul.
dia memakai pelindung dada dan celana pendek. serta sepatu kulit di kedua kakinya. dan sarung tangan kulit di kedua tangannya.
rambutnya berwarna coklat keemasan dengan kunciran twin tail yang di bentuk separuh lingkaran. tubuhnya penuh luka gores dan sayatan. ada juga sedikit luka gores di bagian atas hidungnya. cuma tidak mempengaruhi kecantikannya.
Gadis itu melempar jaketnya tepat ke belakang tebing di belakangku. saat jaket itu menyentuh tanah ujung tebing. getaran pun sedikit terasa. tanah di pinggiran tebing itu langsung longsor seketika karena jaket itu.
gadis itu pun mulai melangkah maju menuju ke arah 2 orang pasukan berarmor sambil berkata padaku.
"biar ku tunjukkan caranya bertarung dengan tangan kosong yang sebenarnya." kata gadis itu.
gadis itu mulai mempercepat langkah kakinya. cahaya kuning mulai bersinar di tangannya dan membentuk sebuah kristal. kristal itu mulai bergerak membentuk sebuah benda mengelilingi tangannya. lama kelamaan benda itu berubah menjadi sebuah sarung tangan. yang melindungi kedua tangannya.
setelah itu hal sama terjadi kakinya. kakinya terbalut cahaya emas yang membentuk sepatu pelindung.
gadis itu mulai berlari ke arah kesatria berarmor. dengan tombaknya kesatria berarmor menyerang si gadis. dia dengan mudah melompat dan menghindari kesatria berarmor itu.
gadis itu melompat mengintari salah satu kesatria berarmor. setelah itu dia mendarat di belakang salah satu kesatria armor. dan memasang kuda kuda bersiap memukul.
"ilmu bela diri tangan kosong. teknik pertama. upper cut"
gadis itu melancarkan pukulan ke atas dan langsung mengenai badan kesatria berarmor di depannya. kesatria berarmor itu terpental ke atas dan hancur seketika.
"ilmu bela diri tangan kosong, teknik ke sembilan. perfect Dodge"
gadis itu terus menangkis dan menghindari serangan kesatria berarmor dengan begitu lincah dan cepat. selain gerakan nya cepat pukulannya juga sangat kuat. tapi kenapa dia malah memilih lari? bukannya menyerang mereka saja.
gadis itu kemudian berhasil menahan kedua tangan kesatria berarmor. setelah tertahan kesatria berarmor menjatuhkan tombaknya.
setelah itu gadis itu langsung menendang kedua tangan kesatria berarmor itu dengan kakinya. sehingga tangan kesatria berarmor pun patah.
gadis itu memegang patahan tangan satria berarmor dan kemudian melemparnya. setelah itu dia memasang kuda-kuda lagi bersiap memukul.
"ilmu bela diri tangan kosong, teknik ke tiga. machine gun"
dia langsung memukul kesatria berarmor terakhir itu secara bertubi-tubi. pukulannya semakin cepat dan cepat seperti tembakan machine gun.
tubuh kesatria berarmor semakin lama semakin hancur dan kemudian rusak seketika.
"fiuh.. akhirnya selesai juga." kata gadis itu sambil mengusap keringatnya.
"BIP, BIP, BIP."
suara aneh tiba-tiba berbunyi. suaranya semakin kencang dan juga cepat. mendengar suara itu gadis petarung kelihatan panik. dia langsung berlari ke arahku dan menarikku.
"hey, kita mau kemana?" tanyaku
"sudah ikuti saja aku kalau kamu ingin hidup" kata gadis itu.
gadis itu terus menarikku dan melompat dari tebing tinggi di belakangku.
__ADS_1
"uwaaaaaaa!!!" teriakku.
tak berselang lama tiba-tiba ledakan terjadi di atas tebing itu. ledakannya begitu besar sehingga membuat tebing itu longsor lagi. longsorannya begitu besar namun kami berhasil menghindarinya dengan selamat. bahkan gadis petarung juga masih sempat mengambil jaketnya kembali yang dia jatuhkan dan lempar.
setelah itu gadis petarung terus membawaku menjauh dari hutan. dia terus menarik bajuku dan melompat di atas pohon-pohon Cemara. seperti yang ku lakukan sebelumnya.
cukup lama dia menarikku namun akhirnya kami keluar juga dari hutan Cemara yang lebat itu. dan kami juga sudah sampai di kaki gunung.
"setelah ini kita berjalan saja, kotaku ada di depan sana. tidak jauh dari sini." kata gadis itu sambil memakai jaket tebalnya kembali.
"ba, baik" aku hanya menurutinya saja.
sambil berjalan santai kami bercakap cakap.
"oh ya, namaku Thena. siapa namamu orang asing?" tanya gadis itu padaku.
"e, oh jadi namamu Thena. em.. namaku, ee.. namaku?" aku bingung siapa namaku?
"hey, tidak usah setakut itu bicara denganku, aku hanya bertanya namamu." sahut Thena.
"bu, bukannya aku takut atau grogi di dekatmu. aku hanya tidak ingat namaku" jawabku.
"apa?! apa kamu juga tidak ingat darimana asalmu?" tanya Thena lagi.
"entahlah aku juga tidak ingat." kataku
tiba-tiba seseorang menyerangku dan membuatku tersungkur di atas salju. orang itu adalah seorang laki-laki berbadan besar dan berotot. pukulannya sangat kuat sampai membuat kepalaku keliyengan.
"siapa kamu orang asing, beraninya kamu mendekati adikku.!!" teriak pria itu
aku mencoba berdiri lagi dan pria itu memasang kuda-kuda lagi ingin memukulku.
"hentikan kak Gil!!" teriak Thena sambil menahan tangan kakaknya itu.
"kenapa kamu menghentikan ku Thena.. kamu tahu kan pria berambut putih itu orang asing. bahkan dia sendiri tidak tahu namanya. apa kamu tidak curiga tentang itu?." kata kakak Thena.
ya, yang di katakan kakaknya Thena memang benar. aku memang hanya orang asing. bahkan namaku sendiri aku tidak ingat. dan darimana aku berasal. aku juga tidak ingat.
walaupun Thena menghentikan kakaknya. dia tidak mau mendengarkan apa kata Thena. dia mendorong Thena dan membuatnya tersungkur juga. setelah itu kakaknya ingin menampar Thena.
aku sangat marah karena hal itu. entah kenapa rasanya tubuhku sangat ringan dan gerakanku jadi sangat cepat saat melangkah.
tiba-tiba aku sudah berdiri di depan Thena dan menghentikan serangan kakaknya dengan tanganku. tubuhku terasa aneh hawa merah seperti uap keluar dari dalam tubuhku. rasanya sangat aneh saat uap merah itu keluar dari tubuhku.
kakaknya Thena terlihat terkejut dan sedikit ketakutan melihat hawa merah yang keluar dari tubuhku.
"siapa kamu sebenarnya. sialan?!!" tanya kakaknya Thena.
"seharusnya aku yang bertanya begitu. kamu itu kakaknya Thena kan?.. seharusnya kamu melindunginya. bukan menyakitinya!!" kataku
"aku melindunginya bodoh!!. melindunginya darimu". sahut kakak Thena.
"tapi kenapa kamu malah ingin menamparnya tanpa sebab" lanjut ku.
tiba-tiba Thena menarik bajuku dari belakang.
"hey sudahlah kamu tidak perlu melakukan itu aku baik baik saja." kata Thena
setelah Thena berkata seperti itu sebuah ingatan terlintas di kepalaku. entah ingatan apa ini.
jadi di ingatan itu seorang wanita berambut hijau sedang menahan tanganku agar tidak pergi. dan di depanku ada seseorang berpakaian zirah emas sedang menghadang kami berdua.
__ADS_1
saat ingatan itu melintas. kepalaku langsung terasa sakit. pandanganku mulai kabur. dan tiba-tiba bogem mentah pun mendarat di wajahku setelah itu aku tidak mengingat apapapun. dan pingsan.