
hari ini pagi buta, dan matahari saja belum terbit. Thena sudah membangunkan ku dengan teriakannya yang melengking di telingaku.
"nanti saja Thena aku masih ngantuk... hoaahh!!
aku pun tidur lagi.
Thena tidak terlihat kesal ataupun marah dia hanya meninggalkan ruangan ku. tak berselang Lama aku pun terlelap kembali dan tidur lagi dengan pulasnya bak putri tidur.
namun beberapa saat kemudian ada yang aneh. hawanya semakin dingin. padahal sebelumnya hangat. dan nyamuk-nyamuk pun mulai menggigitku. udara juga semakin lembab. bahkan untuk bernafas rasanya sesak.
seseorang dengan lembut menepuk nepuk pipiku.
"bangun Blank, banguuun.."
itulah kata-kata lembut yang ku dengar dari orang yang menepuk nepuk pipiku. ya, aku yakin itu suara Thena.
ah.. kalau cara membangunkannya selembut ini rasanya tidak enak kalau aku tidak buru-buru membuka mataku.
aku mulai membuka perlahan mataku. dan yang kulihat adalah langit abu-abu pagi bercampur warna oranye di pagi hari. serta wajah Thena yang ada di depan mataku.
wajah yang penuh amarah dan sangat menyeramkan. wajah yang terlihat seperti ingin menghajar ku habis-habisan.
"BANGUUUUNNN!! DASAR PEMALAS TUKANG TIDUR!!!"
setèlan mengatakan itu Thena Langsung melempar ranjang ku sekuat tenaga ke atas langit. aku pun terpental dan terlempar karenanya. setelah itu ranjang itu beserta diriku pun membentur tanah.
aku langsung sepenuhnya sadar karena itu. mataku jadi terang benderang lagi dan badanku langsung berasa sakit semua.
setelah aku sadar ternyata aku Sudah berada di taman belakang istana. di sini udaranya agak aneh. rasanya tipis dan agak sesak untuk bernafas.
aku langsung keluar dari tumpukan ranjangku yang hancur dan langsung berlari ke arah Thena kemudian sujud di depannya meminta maaf.
"maaf Thena, aku tidak bermaksud. ah sudahlah. kita akan latihan apa hari ini?"
Thena hanya memalingkan wajahnya dengan tampang yang masih agak pahit. sambil menyilang kan kedua tangannya di depan dadanya.
hari ini dia hanya memakai baju kasual lengan panjang saja dan juga celana legging yang cukup ketat. sehingga membentuk lekuk tubuhnya yang sedikit ramping tapi juga berotot.
begitu juga aku. aku hanya memakai baju biasa dan juga celana pendek.
"hey, kita latihan apa hari ini?" tanyaku
"fuuuh" Thena pun menghela nafasnya dan kemudian mulai berbicara.
"aku bingung sebenarnya harus mengajarimu dari mana Blank, aku tidak pernah mengajari orang sama sekali sebelumnya." kata Thena.
akupun sedikit bingung dengan ini.
"terus yang mengajarimu ilmu bela diri tangan kosong siapa?" tanyaku
"ibuku, dia meninggal karena penyakit misterius tahun lalu. saat itu, dia ingin bernegosiasi dengan orang tambang yang ada di gunung itu. namun setelah kembali dari sana dia seperti orang yang berbeda. wajahnya terlihat ketakutan dan setelah itu dia sakit-sakitan terus meninggal." Jawab Thena.
"humu, jadi seperti itu, aku turut berduka atas hal itu. eee.. sudah berapa lama kamu di ajari teknik itu?" tanyaku lagi
"hmm.. aku tidak tahu pasti mungkin sekitar 5 tahun. aku di ajari ibuku secara diam-diam dari ayah saat usiaku 10tahun. katanya untuk pertahanan diri." jawab Thena lagi.
eh, 5 tahun..
bukannya itu terlalu lama? sedangkan aku hanya punya waktu 20 hari untuk menguasai teknik itu.
"baiklah, walau hanya dengan waktu singkat. aku yakin dengan bakatmu yang seperti itu blank kamu pasti menguasai teknik bela diri tangan kosong."
"ba, baiklah."
aku sedikit kekusahan di awal latihanku. udara di taman ini benar-benar tipis dan juga berat untuk bernafas di sini. aku sering kali kehilangan konsentrasi dan tenagaku.
Thena mengajariku cara pernafasan yang benar di sini untuk menambah kekuatan fisikku. katanya ini adalah teknik dasar untuk memperkuat kekuatan fisikku.
kata Thena semua keluarganya menguasai teknik ini. makanya mereka bisa membesarkan masa ototnya sesuka hati.
ya, itu terjadi ke ayahnya Thena yang bisa jadi sangat berotot dan juga Thena yang badannya bisa menjadi agak besar. tapi untuk Gilgamesh. kayaknya dia punya keunikan sendiri.
seharian penuh aku berlatih teknik pernafasan yang di ajarkan Thena. hal ini sangat melelahkan. namun perlahan aku mulai terbiasa dan bisa bernafas dengan normal.
bahkan di malam harinya Thena mengawasi ku agar terus menjaga pernafasan ku.
hari ke dua. aku mulai bisa menguasai teknik pernafasan. dan mulai terbiasa bernafas di taman belakang istana.
setelah ini aku di ajarkan oleh Thena cara merasakan Mana. atau energi sihir yang ada di alam.
tubuhmu akan menjadi lebih kuat dan lebih berotot jika berhasil menyerap mana dari alam. karena mana dari alam itu lebih kuat daripada mana dalam tubuh kita. karena mana dari luar kekuatannya tidak terbatas tetapi yang ada di dalam tubuh itu terbatas.
entah kenapa pelajaran ini sangat susah bagiku. bahkan sampai hari ke 5 aku masih belum bisa merasakan mana di sekelilingku walau aku sudah berusaha dengan keras.
Thena memberikanku saran untuk menyatu dengan alam. dia menyuruhku meditasi dan melakukan pernafasan konsentrasi penuh di bawah air mancur taman. selama seharian penuh.
aku mulai merasakan aliran energi aneh yang bergerak di sekitar ku. seperti angin sepoi-sepoi yang menyentuh kulitku dengan lembut.
aku mulai bisa merasakannya tapi bagaimana cara menyerapnya? apakah aku harus menghirupnya atau hanya membiarkan mana itu mengelilingi ku saja?
__ADS_1
sore harinya aku memberitahukan Thena kalau aku sudah bisa merasakan mana di sekelilingku bahkan aku bisa melihat mana yang memengelilingi Thena sangat besar dan mengerikan. tapi begitu tenang.
dia mengajariku lagi untuk menguasai mana di alam kamu harus mengendalikannya dengan energi mana yang ada di dalam dirimu.
hari ke enam aku melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. melakukan meditasi namun kali ini aku mencoba mengeluarkan tenaga dalamku dan mencoba menarik tenaga mana yang berasal dari luar.
sedikit demi sedikit aku berhasil mana dari alam mulai menyelubungi ku walau masih tipis tapi aku bisa merakannya seperti baju pelindung yang melindungi sekujur tubuhku.
sambil ku gabungkan dengan pernafasan konsentrasi aku mulai menyerap mana alam. sedikit demi sedikit dia berasa masuk ke dalam tubuhku. ototku berasa semakin kencang tubuhku perlahan membesar dan berasa jadi lebih kuat.
cuma proses ini masih membutuhkan waktu yang cukup lama bagiku. dan harus berkonsentrasi penuh baru bisa melakukannya. tidak seperti Thena dan keluarganya yang bisa melakukannya sesuka hati mereka.
hari ke 7 aku melatih mempercepat penyerapan Manaku sambil kosentrasiku di ganggu oleh Thena memang sangat sulit tapi perlahan aku mulai bisa perlahan menguasainya dan ketika aku berlatih selama seharian penuh. akhirnya aku menguasainya. aku bisa memperkuat tubuhku dengan mana alam tapi belum bisa terlalu cepat.
tiba-tiba notifikasi muncul di depan wajahku. di situ tertulis ["selamat kamu bisa menggunakan class ke 2 : fighter"]
"Thena apa kamu melihat tulisan itu?"
"tulisan apa Blank? aku tidak melihat apa-apa. apa mungkin latihan ini membuatmu jadi berhalusinasi?" tanya Thena
"ti, tidak bukan itu maksudku. eee.. ah sudahlah mungkin aku memang sedang kelelahan."
berarti hanya aku yang bisa melihat tulisan-tulisan itu.
wah, apa mungkin mataku ini istimewa ya?
"oh ya hari ini kita beristirahat dulu. dan sebagai keberhasilan mu menguasai teknik dasar ilmu beladiri tangan kosong. malam ini kita makan-makan bersama. aku akan meyuruh ayah mempersiapkannya." kata Thena.
dia tampaknya senang sekali melihatku menguasai teknik dasar hanya dalam 1 minggu. hal itu patut di banggakan juga karena tidak semua orang bisa menguasai teknik ini secepat diriku.
setelah makan malam yang sederhana aku pun melanjutkan latihanku yang keras di pagi harinya.
thena mulai melatihku teknik beladiri tangan kosong yang sebenarnya. Thena berkata kalau ada 10 teknik yang harus ku pelajari.
sehari aku di ajarkan 1 teknik dan harus ku ulang berkali-kali sampai seharian penuh. hal itu di lakukan agar aku benar-benar paham apa yang harus ku lakukan.
tak terasa 10 hari sudah terlewati. aku sudah menguasai kesepuluh jurus teknik bela diri tangan kosong.
huft. tubuhku berasa sakit semua dan badanku rasanya remuk. aku ingin beristirahat namun Thena tidak memberikanku kesempatan.
dia tiba-tiba menyerangku saat aku beristirahat. dia meninjuku dengan pukulannya yang sangat kuat. walaupun tidak memakai jurus pelindung cahaya yang biasa dia gunakan.
aku hanya bisa menghindar dan menahan serangannya yang begitu kuat.
"ayo Blank!! jika kamu bisa melancarkan pukulan kepadaku. aku akan menganggapmu lulus latihanku."
Thena mengatakan itu sambil terus menyerang Diriku.
namun semakin lama aku bertarung aku semakin menyadari kalau pergerakan ku sedikit melambat.
aku bingung dengan hal ini. bukannya harusnya aku menjadi lebih cepat dan lebih kuat jika aku memperbesar dan memperkuat masa ototku. tapi kenapa ini malah berbanding terbalik.
dua hari sudah berlalu dan aku masih belum ada perkembangan. aku masih belum menguasai teknik ini sepenuhnya.
latihan terakhir tinggal besok. sambil beristirahat di kasurku aku merenung dan mencoba melihat statusku.
aku menggunakan teknik pembesaran otot dan benar sekali. saat aku berada di mode itu kekuatan serang dan pertahanan ku. meningkat namun kecepatan ku turun drastis. namun saat aku kembali ke wujud normalku. pertahanan dan kekuatanku hanya menurun sedikit. namun kecepatan ku jadi meningkat seperti biasa.
saat aku ingin melakukan eksperimen. namun aku mendengar suara langkah kaki berjalan ke arahku. perlahan namun pasti dia semakin mendekat.
aku menarik selimutku dan berpura-pura tidur.
kemudian orang itu perlahan masuk ke kamarku kemudian duduk di kasur di kasur di sebelah badanku.
aku merasakan orang itu mengeluarkan sihir yang begitu hangat ke tubuhku. sihir itu merasuk ke dalam tubuhku dan membuat rasa lelah di tubuh ku hilang perlahan. entah kenapa sihir ini membuatku terkenang sesuatu. yang samar-samar.
"aku hanya bisa melakukan ini untukmu Blank. maaf telah terlalu keras melatihmu. ku harap kamu akan baik-baik saja saat hari yang di tentukan itu."
ya, itu adalah suara Thena. setelah mengatakan itu dan menghilangkan rasa capek ku. dia berbaring sebentar di sampingku.
nafasnya yang hangat terasa di punggungku.
kenapa ini. kenapa Thena tiba-tiba tidur di sampingku?
aku hanya diam dengan perasaan was-was dan juga deg-degan. hingga akhirnya tak berselang lama dia pun pergi dan kembali ke kamarnya.
jadi itu yang terjadi selama ini kenapa tubuhku tidak merasakan lelah saat bangun di pagi hari. ternyata setiap malam Thena merawat tubuhku yang kelelahan.
pagi harinya aku melanjutkan latihan dengan Thena. sebelum Thena menyerang. aku berkata padanya.
"Thena, apa benar teknik bela diri tangan kosong seperti ini?" tanyaku
"memang kenapa blank?" jawab Thena.
"tidak, hanya saja kalau aku menggunakan mode pembesar tubuh kecepatan ku jadi melambat. dan aku tidak suka itu." kataku
"terus?" lanjut Thena
"aku semalam berlatih diam-diam dan aku menemukan sebuah teknik baru"
__ADS_1
"baiklah tunjukan padaku."
Thena langsung melompat menerjang dan menyerangku tiba-tiba. kali ini aku sudah siap.
aku memasang kuda-kuda kemudian memperbesar badanku dan setelah itu aku mengatur ulang pernafasan ku.
uap keluar dari tubuhku membuat tubukku ke bentuk normal. setelah itu saat Thena sudah dekat denganku. aku tidak menghindar tapi mengayunkan tinjuku langsung ke arahnya.
tapi Thena dengan mudah menghindarinya. namun tinjuku kali ini tidak sebatas sampai di situ. aku sudah mengembangkannya hingga bisa mengalirkan teknik listrik dari tubuhku.
percikan listrik yang begitu besar membuat efek Sambaran petir. Thena sedikit terkena petir itu dan membuatnya terluka. kemudian tersungkur jatuh.
"Thena kamu tak apa? maaf aku belum bisa mengendalikannya." kataku sambil membantu Thena berdiri.
"tak apa Blank, akhirnya kamu tau arti sesungguhnya ilmu bela diri tangan kosong."
Thena berkata padaku. kalau pembesaran tubuh itu sudah benar tapi sebenarnya ada teknik pembaharuan dari ilmu bela diri tangan kosong. dan kekuatan yang di hasilkan tergantung penggunaannya.
contohnya seperti ku yang bisa merubah kekuatannya menjadi kekuatan element petir. sedangkan Thena bisa merubahnya ke element cahaya. sehingga dia bisa membentuk sarung pelindung cahaya ke tubuhnya.
aku tak menyangka bahwa kekuatan ilmu bela diri tangan kosong ternyata sehebat itu.
"baiklah Blank, aku akan serius kali ini. ayo lawan aku sekuat tenaga. aku akan melatihmu agar bisa menguasai teknik barumu itu."
kami pun bertarung dan beradu pukulan satu sama lain. hingga membuat lingkungan di sekitar taman belakang istana hancur.
aku akan memaksimalkan kekuatanku agar tidak menjadi beban saat pertempuran besok aku pasti akan membantu semua orang di kerajaan ini.
sampai di malam harinya kami berdua kelelahan dalam pertarungan. dan berbaring di atas rerumputan taman belakang. kami memandangi bintang-bintang di malam itu.
"Blank besok sudah hari pertemuan, aku tidak bisa ikut denganmu karena ayahku melarangnya. ku harap kamu akan kembali dengan selamat" kata Thena
"eh, kenapa kamu tidak ikut. padahal kan mereka sudah tahu kekuatanmu yang sebenarnya.?"
"sudahlah, aku juga tidak terlalu memikirkannya."
Thena mengatakan hal itu dengan nada datar dan terlihat tidak peduli. namun aku melihat airmata berlinang di matanya. tapi dia berusaha menyembunyikannya.
aku kemudian duduk dan memberikan semangat kepada Thena.
"oh ya Thena. temanku pernah berkata. kalau memandang bintang di malam hari bisa membuat hatimu lebih tenang lho..." kataku
"oh ya?." Thena pun ikut duduk dan terus memandang bintang bersamaku.
dia mulai tersenyum dan kemudian tetawa kecil.
"iya kan, memandang bintang benar-benar bisa menenangkan hati." kataku.
"hahaha.. aku bukan tertawa karena itu"
"terus?" tanyaku.
"aku hanya tertawa. bagaimana kamu bisa megingat kata-kata temanmu kalau namamu sendiri saja kamu tidak ingat. itu yang membuatku tertawa." jawab Thena
"oh iya juga ya. hahahaha!!"
kami pun mengakhiri malam itu dengan berbincang-bincang dan saling tertawa.
***
pagi-pagi buta raja Ares dan Gilgamesh sudah bersiap menuju tambang batubara. mereka hanya membawa sedikit pasukan sekitar 10 orang saja yang ikut. mereka berdua mengajak Blank untuk ikut. namun Blank menolak.
Blank ingin fokus dulu menguasai kekuatannya dengan Thena. jadi dia berkata kalau akan menyusul.
akhirnya pasukan raja Ares pun berangkat tanpa Blank. mereka berjalan beriringan memasuki hutan Cemara yang bersalju di atas gunung.
sekitar setengah jam perjalan mereka pun sampai.
di depan pintu masuk tambang batu bara. ada dua kesatria armor. mereka seperti sudah di program untuk mempersilakan raja Ares dan Gilgamesh masuk. tapi tidak dengan para pasukan. mereka harus tetap di luar.
di dalam pabrik raja Ares di giring oleh robot kecil berbentuk mobil 4wd untuk memandu raja Ares dan Gilgamesh.
mereka berdua mengikuti robot pemandu itu hingga sampai ke suatu ruangan yang tertutup.
di ruangan itu alarm merah tiba-tiba berbunyi. semua pintu tertutup. raja Ares dan Gilgamesh terjebak di dalamnya.
"ada apa ini, kami kesini hanya untuk bernegosiasi." kata raja Ares.
setelah itu sebuah layar monitor muncul. dari layar itu muncul gambar sebuah makhluk hitam dengan hanya memperlihatkan matanya yang berwarna merah. dia pun berkata.
"namaku adalah Azazel aku pemilik tambang ini. aku tidak mau mendengar apapun perkataan kalian tentang tambangku. kalian tinggal tunggu saja di sini."
"apa maksudmu dan apa tujuanmu?" tanya Gilgamesh.
"aku adalah makhluk jaman kuno yang tersegel di sini. tujuanku adalah menghancurkan dunia ini dan menguasainya. kehidupan orang di sini sudah memberikanku banyak energi hingga akhirnya aku sebentar lagi bebas."
"ti, tidak mungkin. aku tidak akan membiarkan itu." kata raja Ares.
"coba saja lakukan. jika kalian bisa keluar dari ruangan ini dan menemukanku sebelum tengah hari kalian bisa mengalahkan ku dengan mudah. tapi itu juga tidak akan mudah karena aku juga sudah mengirim pasukan robot dan Daemon ku ke kota kalian."
__ADS_1
"apa?! tidak ada pilihan lain. ayo Gil. kita kerahkan tenaga kita untuk lolos dari sini."