NEET

NEET
Chapter 33 : Terbongkar


__ADS_3

pagi hari sudah datang dan kami merayakan pesta penyambutanku. pestanya tidak terlalu meriah sih. hanya yang berada di lingkungan kerajaan saja. yaitu para penjaga, maid, dan beberapa kesatria kerajaan yang terlihat tangguh. dan tidak lupa keluarga raja Ares.


di acara itu kami hanya mengadakan acara makan bersama saja, di iringi dengan musik yang santai.


saat aku sedang makan hidangan ku. raja Ares menghampiri ku. dia pun duduk di sebelahku dengan badannya yang besar. dia merangkul pundakku Sambil mengangkat minuman dan berkata.


"hey nak Blank. setelah kamu selesai makan. maukah kamu ikut denganku sebentar. aku akan menunggumu di depan gerbang masuk istana."


aku meng iyakan saja sambil menelan makananku. daripada aku terkena Masalah.


aku pun segera bergegas menghabiskan makananku dan kemudian berjalan menuju ke tempat di mana raja Ares menyuruhku untuk menemuinya.


aku mulai mencari raja Ares di depan pintu gerbang. namun yang ada di depan pintu gerbang hanyalah bapak-bapak. berbadan kurus langsing biasa dan agak lebih pendek sedikit dariku.


"woy, sebelah sini nak Blank!!" teriak bapak-bapak itu memanggilku


"Ra,raja Ares? maaf saya tidak mengenali anda dalam wujud anda yang seperti itu." kataku


aku pun menghampiri raja Ares. yang dalam mode kurus itu. dan dia pun langsung menarikku keluar istana.


tepat di luar istana adalah sebuah kota yang lumayan maju dan juga indah. namun bukan itu yang ingin di tunjukan raja Ares padaku.


raja Ares membawaku ke pinggiran kota di sana pemukimannya sangat berbeda dari yang dekat dengan istana. tempatnya begitu kumuh dan banyak orang yang terkapar di pinggir jalan.


"kamu tau nak Blank. dulu tempat ini tidak seperti ini. ini terjadi karena aliran sungai di sekitar sini tercemar oleh limbah. yang berasal dari gunung bersalju itu."


kata raja Ares sambil menunjukan ku aliran sungai yang mulai menghitam dan menunjukan gunung bersalju tempat pertama aku bertemu dengan Thena.


"hal ini terjadi karena tambang batu bara yang ada di atas gunung itu. limbahnya menimbulkan penyakit yang kami pun belum bisa menemukan penawarnya. termasuk diriku. aku juga terkena penyakit itu. efeknya aku tidak bisa menahan wujud berototku terlalu lama. tapi jangan katakan ini pada siapapun ya.." lanjut raja Ares


"baiklah." jawabku.


setelah itu raja Ares mengajakku kembali ke istana lagi sebelum masuk istana dia merubah wujudnya menjadi pria berotot lagi. setelah itu tiba-tiba dia sujud di depanku.


"eh, eh.. raja apa yang kamu lakukan?" aku pun langsung panik karenanya


"tolong nak Blank. tolong bantu kami. tolong bantu kami. menutup pabrik batu bara di gunung bersalju itu. agar wabah penyakit tidak terus menyebar. kami sudah berusaha sekuat tenaga kami. dengan cara baik baik dan juga cara kasar. seakan mereka tidak peduli dengan kami para warga kota yang ada di bawahnya. bahkan mereka semakin berani dengan kami. contohnya makhluk semalam itu. itu adalah salah satu bawahan mereka." kata raja Ares


wah kalau memang benar makhluk Daemon semalam adalah makhluk yang dikirimkan oleh tambang batubara. itu terlalu keterlaluan.


"baiklah raja Ares. aku ingin membantumu. tapi aku punya satu syarat. aku ingin di ajari ilmu bela diri tangan kosong." kataku.


raja Ares pun mulai berdiri. dia terlihat bingung dan menggaruk belakang telinganya.


"eeee.. aku tidak mengerti maksud mu tentang ilmu beladiri apalah itu... tapi kalau kamu mencari guru untuk menjadi lebih kuat aku bisa membantumu."


aku dan raja Ares mulai masuk ke dalam halaman istana lagi. dan ternyata pesta belum berakhir. mereka masih membereskan sisa-sisa makanan dan piring kotor yang ada di sana.


tiba-tiba raja Ares berteriak dengan suara tegasnya menyuruh semua orang berkumpul.


mereka semua berkumpul membentuk lingkaran. aku dan raja Ares berada di tengah lingkaran tersebut.


Thena dan Gilgamesh mendatangi ayahnya yang berada di tengah.


"ada apa ini ayah?"


tanya Gilgamesh yang terlihat begitu sombong dan menyebalkan. aku lebih suka wujud kurusnya. saat malam hari.


"Gil, tolong panggilkan Tom dan juga Baek. aku ingin membicarakan sesuatu." kata raja Ares


"baiklah ayah."


Gilgamesh langsung pergi mencari mereka berdua. tak berselang lama dia kembali bersama dua orang. yang satu membawa pedang ganda. dan yang satunya membawa tombak.

__ADS_1


"kalian bertiga barislah di depanku." kata raja Ares


"baik" jawab mereka bertiga.


raja Ares kemudian menepuk pundakku dia mulai memperkenalkan tiga orang di hadapanku.


"nak Blank. tiga orang di depanmu itu adalah pria terkuat di istana ini. yang memakai tombak namanya Tom dia Lancer terkuat. sedangkan yang membawa pedang ganda di punggungnya adalah Baek. dia seorang swordman yang sangat kuat juga. dan satu lagi kamu pasti sudah tahu kan. dia adalah putraku Gilgamesh. dia adalah fighter terkuat di sini. silakan kamu bebas memilih orang yang akan jadi gurumu."


setelah mengatakan itu raja Ares mendorongku untuk maju. dan memilih ketiga orang di depanku untuk menjadi guruku.


Tom dan Baek bukan petarung tangan kosong jadi aku tidak bisa berguru dengan mereka. sedangkan Gilgamesh dia memang petarung tangan kosong. tapi sifatnya yang angkuh dan sombong saat siang hari itu membuatku sedikit tidak suka. apalagi kalau malam hari dia hanya seorang pengecut yang tidak berguna. kupikir dia bukan guru yang baik.


yang terakhir adalah Thena yang berada di samping ayahnya yaitu raja Ares. tapi kalau aku memilihnya secara langsung yang ada aku hanya di larang dan di ketawai oleh raja Ares. aku jadi punya ide cemerlang sekarang.


"raja Ares. saya mohon izin untuk meminjam pedang salah satu orang yang ada di sini." kataku.


"untuk apa nak Blank?." tanya raja Ares


"aku akan menentukan guruku dengan pedang itu." jawabku.


"baiklah kalau begitu." kata raja Ares


Baek memberikan satu pedangnya padaku. dan aku menerimanya dengan senang hati. aku mengangkat pedang itu ke atas dan mengarahkannya ke langit. aku mengalirkan sihir cahayaku ke pedang itu dengan kekuatan penuh sampai membuat pedangnya sedikit demi sedikit retak karena tidak bisa menahan kekuatanku.


"ke, kekuatan yang sangat luar biasa." kata raja Ares yang sedikit kaget dan terlihat ketakutan.


aku sudah mempelajari kekuatanku semalam ternyata aku memiliki kekuatan yang sangat besar. dan aku juga mulai menguasai kekuatan mataku. yang bisa melihat status orang lain.


serangan ku ini sangat kuat hingga menghasilkan sockwave yang mebuat orang di sekitarku ketakutan. aku memfokuskan kekuatanku ini sambil melihat status Gilgamesh, Thena, Tom, dan juga Baek.


serangan ku ini belum serangan terkuat. tapi minimal harus orang yang memiliki kekuatan pertahanan di atas 300 poin yang bisa. dan saat ku lihat status mereka yang memenuhi syarat hanya Thena. yang lain masih di bawah itu. bahkan Gilgamesh yang badannya besar hanya memiliki kekuatan sekitar 290an.


"raja, anda bilang aku bebas memilih siapa pun menjadi guruku kan?. baiklah aku akan langsung memilih guru itu dengan tebasanku ini. huaaaahh!!"


serangan ku sangat cepat bahkan raja Ares tidak sempat berespon.


"apa yang kamu lakukan nak Blank!!" teriak raja Ares.


aku tidak menggubrisnya dan seranganku langsung membentur Thena hingga menghasilkan ledakan yang menimbulkan asap tebal dan juga sockwave yang sangat keras. bahkan raja Ares yang berbadan besar sampai terjungkal karenanya.


"Thena!!" teriak raja Ares dan juga Gilgamesh.


"bajingan kamu Blaaank!!! Gilgamesh menerobos kedalam kepulan asap dan terlihat ingin menghajar ku.


namun aku dengan cepat menyapu kepulan asap di sekitarku agar menghilang. dan semua orang pun langsung kaget melihatnya. bahkan Gilgamesh sampai menghentikan tinjunya sebelum menyentuh ku.


tepat seperti dugaan ku. Thena berhasil menahan seranganku dengan sihir cahaya aneh yang menyelubungi tangan kirinya dan menjadi sebuah perisai pelindung yang sangat kuat.


"sudah ku duga kamu pasti bisa menahan serangan ini Thena" kataku sambil tersenyum bangga.


namun tidak dengan Thena dia terlihat sangat marah karena aku membongkar rahasianya di di depan umum.


apa yang ku lakukan ini salah?


tapi rasanya aku akan menyesali ini.


"dasar bodoh!!! kamu mau membunuhku ya Blank." kata Thena dengan nada kesal.


"tidak, tidak bukan itu maksud ku. aku hanya memilihmu sebagai guruku itu saja." jawabku yang juga makin panik.


Thena yang begitu kesal langsung menyelubungi tangan kanannya dengan sihir cahaya dan membentuk sarung tangan. kemudian dan langsung mengeluarkan kuda-kuda.


"jika kamu bisa menahan serangan ini. temui aku besok pagi di taman belakang gerbang istana. aku akan mengajarimu beberapa teknik yang kamu mau." kata Thena sambil sedikit berbisik.

__ADS_1


setelah itu badan Thena sedikit membesar dan masa ototnya sedikit membesar juga. dia pun langsung mengeluarkan teknik bela dirinya


"ilmu bela diri tangan kosong. teknik pertama. upper cut!!"


dengan langkah cahaya aku menghindari serangan Thena dengan cepat namun pukulannya tetap menggoresku sedikit dan itu membuat bajuku sobek karena efek gesekannya saja.


"hey, kamu mau membunuhku ya Thena?!" kataku


"kan kamu duluan yang memulai blank!" jawab Thena yang masih kesal.


"SUDAH HENTIKAN!!" teriak raja Ares. semua orang pun langsung terdiam. karenanya.


"Thena aku ingin bertemu dengan mu di ruangan ku setelah ini. dan nam Blank.. apa kamu yakin dengan pilihanmu?" tanya raja Ares


"i, iya raja." jawabku.


dia pun kemudian berjalan ke mimbar dan mengatakan sesuatu.


"kalian tahu kan, kota kita airnya semakin tercemar setiap harinya? apa kalian masih ingin membiarkan tambang batu bara di gunung itu bertindak seenaknya. dan terus membuat kita sengasara?"


"tidak!!!"


"ya, kami tidak mau raja!!"


"baiklah sekarang kita mendapat bala bantuan tapi dia harus berlatih dulu untuk memperkuat diri. dua puluh hari dari sekarang kita akan melakukan diskusi dengan pihak tambang batu bara. aku dan anakku Gilgamesh akan menjadi perwakilan kalian. nak blank serta prajurit yang lain kalian berjagalah di luar jika kalau terjadi apa-apa."


"siap tuan!!" kata para prajurit serentak.


aku tidak tahu akan seperti apa beberapa hari ke depan. dan sepertinya raja Ares juga masih syok dengan kekuatan anak perempuannya.


aku berharap hal buruk tidak akan terjadi lagi setelah ini.


***


sementara itu malam harinya Thena masuk ke ruangan ayahnya.


raja Ares ayah Thena. dia duduk di singga sana dengan begitu serius. dia menatap tajam dan juga terlihat sedikit marah.


"Thena, kenapa kamu menyembunyikan kekuatan sebesar itu dari ayah?." tanya raja Ares


"aku, aku tidak bermaksud ayah. soalnya ibu bilang jangan pernah menunjukan kekuatanku ke ayah ataupun yang lainnya. tapi karena itu juga aku merasa terkurung. karena di anggap lemah oleh yang lain padahal aku mampu." jawab Thena.


"tidak, ayah tidak mengijinkan mu sama sekali ke Medan pertempuran." sahut raja ares


"tapi ayah. ayah tidak tahu betapa mengerikannya tempat itu." kata Thena.


Thena menceritakan bahwa tambang batu bara itu terdapat banyak penjaga. mereka semua adalah kesatria berarmor yang siap menyerang kapan saja saat kita lengah.


akan tetapi raja Ares tidak percaya dengan cerita Thena karena tidak ada bukti yang menunjukkan kekuatan kesatria berarmor.


sebenarnya masih menjadi misteri apa tujuan sebenarnya dari tambang itu. tapi Thena berkata saat dia menyusup ke tambang itu dia melihat sebuah makhluk besar yang mengerikan sedang berusaha di keluarkan oleh para kesatria berarmor dan para robot pekerja di sana.


akhirnya dengan sedikit pertimbangan dan cerita dari Thena. raja Ares akhirnya membela nafas dan memberikan pendapatnya.


dengan satu helaan nafas raja Ares pun berkata


"baiklah. aku hanya mengijinkan mu melatih Blank. tapi untuk pergi ke Medan perang aku tetap tidak mengizinkannya."


"tapi ayah.." sahut Thena


"tidak ada tapi tapian, ini demi kebaikanmu. dan aku juga tidak ingin kehilanganmu nak" jawab raja Ares


"baiklah kalau begitu!."

__ADS_1


dengan perasaan sedikit kecewa. Thena keluar dari ruangan dan kembali ke kamarnya


__ADS_2