NEET

NEET
Chapter 23 : Kutukan dan penculikan


__ADS_3

seminggu sudah berlalu semenjak kejadian di mansion itu. dan aku masih mengurung diriku di kamar. badanku gemetar semua. tubuhku berasa panas dan aku juga sangat lapar dan juga lemas. serta rasa gelisah terus menghantuiku.


ya semenjak aku memakan daging steak yang terbuat dari daging warga Dwarf. setiap malamnya aku bermimpi buruk dan tidak bisa tidur. selama seminggu ini pula aku tidak berani keluar dari kamarku. dan aku terus mengurung diri di tempat ini. kamar yang di berikan gratis dari warga Dwarf untuk kami yang sudah menyelamatkan warga mereka.


teman-teman ku terus menghawatirkan ku sebenarnya. tapi aku hanya mengatakan ke mereka kalau aku baik baik saja. tanpa membuka pintu kamarku sama sekali.


mereka selalu mengirimi ku makanan setiap harinya. 3 kali dalam sehari untuk memastikan bahwa aku baik-baik saja. mereka juga mengatakan bahwa kapal menuju ke pulau di tengah danau yang tertutup kabut juga sudah mulai di kerjakan. tapi karena kutukan ini aku tidak bisa menemui mereka. aku takut menyakiti mereka. yang bisa ku lakukan adalah aku hanya harus menjauh dari mereka untuk sementara waktu sampai aku bisa mengendalikan tubuhku.


benar kata Felix sebelumnya yang ku pikirkan setiap hari hanya daging dan daging manusia saja. aku hanya berfikir bagaimana cara mendapatkannya. bagaimana sensasinya saat di mulutku dan bagaimana sensasinya saat aku menelannya.


aku sudah mencoba untuk memakan makanan biasa yang di bawakan teman-teman ku setiap harinya. mulai dari nasi, roti, ikan, daging sapi dan sayur-sayuran. rasanya begitu menjijikkan di mulutku. mulutku rasanya itu seperti memakan lumpur yang penuh dengan cacing dan binatang melata lainnya. serta ada sensasi terbakar juga saat masuk tenggorokanku. makanya aku selalu memuntahkannya.


hari demi hari rasa lapar ku semakin parah. namun aku harus terus menahannya dan terus menahannya sampai aku bisa mengendalikan ini. aku tidak ingin berakhir menjadi makhluk yang rakus yang hanya ingin membunuh dan memakan manusia saja. aku, aku pasti bisa menghilangkan kutukan ini.


itulah fikirku. namun setelah seminggu berlalu. badanku begitu lemas dan rasanya aku ingin mati. HP point ku sedikit demi sedikit juga berkurang setiap harinya. dan aku juga sudah mulai menyerah dengan keadaanku. namun aku masih percaya secercah harapan pasti akan muncul.


"tok, tok, tok"


pagi hari ini seseorang mengetuk pintu kamarku.


"R kamu masih di dalam kan? aku membawakan makanan hari ini.


itu adalah suara Lana. aku ingin menjawabnya tapi hari ini aku sudah terlalu lemas. bahkan untuk mengeluarkan suara pun aku tak sanggup.


"R kamu masih di situ kan? jawab dong!! sudah seminggu nih kamu tidak keluar dari tempat kamarmu. apa kamu tidak bosan di dalam sana terus?" kata Lana.


aku sudah lama ingin Keluar aku ingin melanjutkan petualangan lagi dengan kalian. aku juga ingin meneruskan misi menyelamatkan dunia. semua itu ingin ku utarakan tapi sepatah katapun tidak keluar dari mulutku.


"R hey, R jawab, Hey!!"


Lana mulai panik karena aku tidak menjawab pertanyaannya. dia terus menggedor-gedor pintu dan berusaha ingin membuka paksa pintu kamarku.


"baiklah R aku tidak punya pilihan"


tiba-tiba angin kencang kurasakan dari sela-sela pintu kamarku. dan tak berselang lama pintu ku seakan tertekan oleh tekanan angin dan tiba-tiba saja jebol kemudian terpental membentur tembok.


Lana pun masuk kamarku. dan aku mencium aroma yang begitu sedap. aroma itu bukan dari makanan yang di bawa Lana. melainkan itu aroma tubuh Lana. baunya begitu sedap dan gurih seakan aku ingin memakannya.


Lana terlihat terkejut saat masuk ke kamarku yang begitu berantakan. karena aku juga tidak mau menunjukan mukaku. aku menutup diriku dengan selimut.


Lana menghampiri ku menaruh makananku di meja yang ada di dekatku. kemudian dengan tenang duduk di kasurku tepat di sebelahku yang meringkuk dalam selimut.


dia menggoyang-goyangkan badanku dan menyuruhku untuk bangun.


"ayolah R ini semua bukan salahmu. kamu tidak boleh terus seperti ini. sebentar lagi kita harus berangkat menuju pulau di tengah danau dan memulihkan kristal element. kapal juga sudah jadi. hanya tinggal kamu saja yang belum siap. orang-orang juga tidak ada yang menyalahkanmu" kata Lana yang terus memberi semangat kepadaku


namun, bukan itu masalahku. aku hanya tidak ingin menyakiti kalian karena kutukan ini. bahkan saat Lana di sampingku aromanya begitu menusuk dalam tubuhku. begitu sedap dan aku berasa ingin langsung menyerangnya. dan merasakan daging empuknya dia.


dari dalam selimut. tubuhku terus gemetar tak bisa ku tahan. aku sudah kalah dengan hasrat ku aroma Lana begitu sedap aku, aku ingin memakannya.


Lana masih menasehati ku. tapi karena aku sudah tidak tahan dengan hasrat ini aku pun mengibaskan selimutku. aku sudah tidak bisa menahannya lagi.


daging, daging, daging!! itu saja yang ada di fikiranku. aku mendorong Lana sehingga terjatuh dari kasur. aku menindih tubuhnya yang terbaring di lantai. aku membuka tudung kepalanya. aku melihat pundaknya dan dengan tenagaku yang tersisa aku menggigitnya.

__ADS_1


gigiku menembus kulit lembut Lana. aku mulai merasakan darahnya begitu enak dan sangat menyegarkan tubuhku seperti terkena sengatan listrik. tenagaku berasa pulih kembali.


aku mulai meneteskan air mata saking senangnya dan juga sedih karena menyakiti Lana.


"terimakasih Lana, dan maafkan aku" kataku sambil menggigit pundak Lana


bukannya ketakutan atau kaget dengan apa yang ku lakukan. Lana hanya diam dan malah memelukku. kemudian mengelus rambutku dan berkata.


"aku tahu kamu punya masalah R, ya kamu boleh melampiaskan semuanya padaku, aku akan menerimanya karena kamu lah dulu satu-satunya yang mempedulikan ku di saat orang lain membenciku. aku hanya ingin kamu mengatakan masalahmu. jangan kamu pendam sendiri setidaknya mungkin kami bisa membantu walaupun hanya sedikit dan entah berapa lama itu akan berlangsung. jika kamu memendamnya sendiri kamu tidak akan menemukan solusinya sama sekali."


Lana benar selama ini tidak di dunia nyata tidak di dunia virtual NEET ini aku selalu memendam masalahku sendiri. aku berpikir untuk menyelesaikan semuanya sendiri. dan melupakan kalau aku memiliki teman yang selalu ada untukku.


karena sedikit daging dan darah Lana rasa laparku entah kenapa langsung sirna. dan tubuhku juga sudah tidak gemetar lagi. aku mulai berdiri dan masih sedikit terhuyung-huyung. Lana membantuku berdiri sambil menahan luka gigitan ku di pundaknya.


aku kemudian duduk di kasurku dan Lana kemudian duduk di sampingku. dia mulai menyembuhkan lukanya dengan sihir cure. sedikit demi sedikit pendarahannya terhenti dan lukanya menutup.


"maaf Lana aku tidak bisa menahan diri. demi kekuatan saat itu aku menjadi buta arah dan akhrinya malah berakhir dengan kutukan seperti ini" kataku menyesal


"tak apa R sebenarnya aku sedikit terkejut, dan gigitanmu itu menyakitkan Sekali tau. tapi ya.. mau bagaimana lagi. beruntung darahku bisa membuat laparmu sedikit menghilang."


akhirnya aku menceritakan semua kesakitan yang ku alami selama seminggu ini kepada Lana. dia mendengarkan ku dengan seksama dan sedikit menasehati ku. hal itu membuatku jadi lebih tenang dan jadi semangat lagi untuk mencoba melanjutkan petualangan ku di dunia NEET ini.


Lana pun mengambil makanan yang dia bawa berupa sup ubi dan nasi yang sebelumnya dia letakkan di meja sebelah kasurku. dia menyendok sedikit nasi dan membalutinya dengan sedikit kuah sup. kemudian menyuguhkannya kepadaku.


"ayo R buka mulutmu, aaaaahhh". dengan wajah imutnya Lana berusaha menyuapiku.


"tu, tunggu Lana. aku kan sudah bercerita kepadamu kalau aku tidak bisa makan-makanan yang normal lagi." kataku menolak.


aku menutup mataku dan membuka mulutku. kemudian Lana pun memasukkan perlahan sendok yang ada sedikit nasi dan potongan kecil ubi di atasnya. saat sendok itu masuk kemulutku aku langsung menutup mulutku dan makanan itu pun menyentuh lidahku. aku sedikit ketakutan di awal. takut kalau rasanya akan menjijikan dan aku akan memuntahkannya. hal itu pasti akan membuat Lana kecewa.


tapi ternyata dugaanku salah. aku merasakan rasa manis dan gurih dari makanan ini. tak ku sangka aku masih bisa merasakan enaknya makanan normal apalagi makanan ini di buat oleh orang yang spesial bagiku.


Lana pun menarik sendoknya dari mulutku dan aku pun kemudian mengunyah dan menelan makanan itu.


"bagaimana R apa masakanku enak?" tanya Lana


"emm... bagaimana ya bilangnya.. ini..ini.. masakan ini sangat luar biasa Lana. andai saja aku bisa memakan masakan mu ini selamanya. hehe.. itu cuma hayalanku saja sih." jawabku.


muka Lana langsung tersipu malu karena perkataan ku dia pun menaruh piringnya lagi di meja di dekat kasurku. setelah itu dia langsung berdiri dan berkata kepadaku.


"te, terimakasih atas pujianmu R. baiklah kalau be, begitu aku akan menemui teman-teman dulu katanya mereka hari ini sedang ke perpustakaan kota. untuk mencari informasi tentang jurus baru dan informasi daerah di sekitar sini. dan juga mencari quest terdekat untuk tambahan uang perjalanan kita. ya mungkin jika kamu ingin mencari informasi tentang masalahmu, mungkin di perpustakaan kota ada yang membahasnya. oh ya. jangan lupa bersihkan kamarmu. ini kotor sekali"


Lana pun pergi meninggalkan ku dan membiarkan juga pintu kamarku yang masih rusak karena sihirnya.


aku pun melanjutkan makan ku untuk mengisi tenaga. semoga saja aku tetap bisa merasakan enaknya masakan seperti ini selamanya. aku tidak ingin merasakan sensasi menjijikan seperti itu lagi saat makan.


setelah beberapa saat aku membersihkan kamarku. aku kemudian membersihkan diriku dan kemudian memperbaiki pintu kamarku. baru menuju ke perpustakaan tempat teman-teman berkumpul.


saat aku keluar dari penginapan hari ternyata sudah mulai siang bahkan menjelang sore. aku mulai berjalan menuju ke tengah desa. tak berselang lama aku sampai ke sebuah bangunan yang lumayan besar dengan logo buku di depan pintu masuknya. pasti tidak salah lagi ini perpustakaan.


aku pun mulai masuk bangunan itu dan benar saja di dalam sana teman-teman ku berkumpul. mulai dari Jack, Mia, Shiva, dan juga Momo dalam wujud manusia. tapi aku tidak melihat Lana di sana. mereka semua sibuk membaca buku mereka masing-masing. kecuali Momo yang hanya terlihat berlarian kesana-kemari


saat Momo sedang berlarian dia melihatku dan terkejut senang.

__ADS_1


"waahh.. teman-teman itu tuan R, dia sudah sembuh dan keluar dari kamarnya.!!" teriak Momo.


mendengar teriakan Momo semua temanku menengok ke arahku dan akhirnya menghampiri ku. mereka menghampiri ku dan memberiku selamat atas kesembuhanku. sudah lama aku tidak merasakan suasana seperti ini. di kelilingi oleh teman-teman yang peduli padaku. saat di dunia nyata. teman-teman ku hanya bersaing untuk saling menjatuhkan. dan aku adalah salah satu korbannya. tapi di sini aku akhirnya mengerti arti seorang teman.


***


sementara itu beberapa saat sebelum Lana ke perpustakaan. dalam perjalannya seseorang memanggilnya.


"nona.. nona.."


Lana menengok ke sekitar. dan melihat seorang kakek-kakek berbadan renta sedang meminta bantuan. kakek itu terus memanggil Lana.


"iya benar kamu nona. yang memakai tudung. aku butuh bantuanmu."


Lana pun mendekati kakek itu. dan ternyata itu adalah kakek-kakek yang sudah tidak asing baginya. dia adalah kakeknya Think.


"oh, kakek. butuh bantuan apa?" tanya Lana.


"ini.. aku butuh bantuan membersihkan gudang. Think sedang sibuk membuat entah apalah. aku juga tidak tau di tempat kerjanya. kebetulan aku bertemu dengan mu. mau membantuku nona?" tanya kakek itu.


melihat kakek yang renta itu Lana tidak tega dan langsung menerima tawaran kakek itu.


"baiklah kek. di mana gudangnya?"


kakek itu langsung menyuruh Lana untuk mengikutinya. dia membawa Lana keluar desa. menuju ke dalam hutan di bagian selatan desa. kakek itu terus masuk ke dalam hutan. Lana yang mengikutinya mulai merasa aneh.


"kek, sebenarnya gudangnya di mana. seingatku gubuk Think tidak sejauh ini?." tanya Lana


"oh aku punya gudang sendiri di tengah hutan. Kamu ikuti saja aku."


setelah beberapa lama menyusuri hutan mereka berdua sampai di sebuah Padang rumput yang di tengahnya hanya ada 1 pohon. dan di bawah pohon itu ada dua orang.


orang pertama memakai topeng berbadan agak kurus tapi kekar dan membawa dua belati di punggungnya. sedangkan orang kedua adalah seorang bapak-bapak gendut. memakai topi dan kacamata baca bulat di mata kanannya terlihat seperti orang kaya.


Lana semakin merasa aneh dengan semua keadaan ini. dia pun bertanya pada kakeknya Think.


"kakek siapa mereka?" tanya Lana.


kakek Think hanya diam. tiba-tiba pria bertopeng menghilang dari hadapan Lana dan langsung berada di belakangnya serta menepuk pundak Lana. lelaki itu membisikkan sesuatu ke telinga Lana yang membuatnya langsung pingsan seketika.


pria bertopeng itupun membawa Lana dan menggendongnya di pundaknya. setelah itu pria gendut menghampiri kakek Think. dia mengeluarkan sebuah bungkusan dari kantongnya dan memberikannya ke kakek Think.


"ini upahmu kakek tua 100 koin emas." kata pria gendut.


"apa? hanya seratus? bukannya hadiahnya harusnya 1000 koin emas?." tanya kakek Think.


"itu uang mukanya kakek bodoh. sisanya akan di berikan setelah aku memberikan gadis itu ke bos ku. ya... kalau kau tidak terima kamu bisa berurusan dengan pria bertopeng di sebelah sana." jawab pria gendut.


kakek Think hanya menerimanya begitu saja kemudian dia pergi meninggalkan mereka berdua dan juga Lana. kemudian kedua pria itu pun juga pergi entah kemana setelah itu.


namun di lain sisi seserang dari desa Dwarf yang sedang mencari kayu melihat kejadian itu. dia langsung segera berlari dan menuju desa. untuk memberitahukan kejadian itu ke teman-teman Lana. yang mungkin tidak mengetahui sama sekali tentang hal ini.


kemanakah kira-kira Lana di bawa? akan kah R dan yang lainnya akan berhasil menyelamatkannya. kita tunggu saja kelanjutannya.

__ADS_1


__ADS_2