NEET

NEET
Chapter 4 : Apa benar ini Game?


__ADS_3

aku masih bertanya tanya siapa orang itu? kenapa dia bisa tau identitas ku?.


karena hal itu dengan berat hati aku menerima barang paketan orang itu. setelah ku buka paket itu berisi sebuah kotak. dalam kotak itu ada sebuah kaset. kaset itu bertuliskan "NEET"


"hmmm... kaset apa ini? apa ini sebuah game?" pikirku.


kalau benar ini kaset game. pasti ini game jadul. soalnya di jaman yang sudah serba internet ini orang sudah jarang sekali menggunakan kaset untuk membeli game baru. apalagi game sekarang kalau memang mau di buat bentuk kaset. pasti akan lebih dari 1 disk. sedangkan ini hanya 1 disk.


sayangnya di PC ku tidak ada DVD playernya. tapi karena penasaran dengan isi kaset itu aku mengorbankan sebagian uangku untuk membeli DVD player eksternal. yang harganya sekitar 300rb an.


hari berikutnya paket DVD player eksternal ku datang. aku menancapkan DVD player itu ke PC ku. ku nyalakan PC ku dan kumasukkan kaset itu ke dalam DVD player.


pertama terlihat biasa saja. setelah beberapa detik kaset itu berputar mulai timbul suara aneh dari DVD player.


"NGIIIIIKKKKKK!!!!"


suara yang sangat memekakkan telinga. suara yang di awal pelan lama kelamaan menjadi semakin kencang. kepalaku menjadi pusing dan semakin sakit. dunia seakan berputar dengan cepat di sekelilingku.


"AAAAARRGGGG!!!" teriakku menahan sakit di kepalaku ini.


aku berusaha meraih PC ku dan ingin mematikannya tapi walau sudah ku pencet tombol power berkali-kali PC itu tetap tidak mau mati.


rasa sakit di kepalaku semakin bertambah dan serasa ingin pecah. dunia pun berasa berputar semakin cepat. sampai di titik dimana aku meliah kamarku seolah terpecah seperti butiran debu yang berhamburan mengelilingiku.


lama kelamaan debu-debu yang mengelilingi ku berubah menjadi sekumpulan data berbentuk angka. dan seketika setelah itu pandanganku mulai menjadi gelap dan aku tidak tau apa yang terjadi setelah itu.


beberapa jam setelah kejadian itu.


aku membuka mataku. kepalaku masih sedikit pusing dan pengelihatanku masih sedikit buram. setelah beberapa saat. akhirnya pengelihatanku mulai jelas. dan yang ku lihat adalah langit-langit kamarku. aku pun mulai duduk di atas ranjangku sambil memegang kepalaku yang masih terasa sedikit pusing.


"apa yang terjadi, apa tadi hanya mimpi?" pikirku.


aku pun meminum air putih dulu untuk menenangkan pikiran. setelah itu mungkin aku akan bermain game dulu sementara waktu. tapi setelah ku lihat ternyata PC ku sudah hancur lebur. terbakar dan sudah gosong.


"a, apa apaan ini?. apa ini karena kaset yang di berikan orang itu?." aku sangat kesal melihatnya. PC yang ku beli dengan susah payah malah hancur hanya karena sebuah kaset.


akhirnya aku memutuskan untuk mengemas PC itu dan ingin membawanya ke tempat service siapa tau masih bisa di perbaiki.


selama merapikan PC ku aku menyadari bahwa hawa di kamarku semakin panas. biasanya tidak sepanas ini sih karena aku memakai AC di kamarku. tapi semakin lama entah kenapa semakin panas.


aku segera berkemas dan mengganti pakaianku agar terlihat lebih rapi. aku mengangkat PC ku yang ku kemas tadi. lumayan berat sih. atau mungkin ini karena fisikku yang sedikit melemah karena terlalu lama mengurung diri.


yah. untuk pertama kalinya setelah sekian lama aku akhirnya keluar rumah. yang ku harap hanya tidak ingin mendengar kata-kata tidak enak para tetanggaku saja.


aku mulai membuka pintu. angin tipis mengalir dari sela-sela pintu. semakin ku buka pintu itu semakin kencang Angin berhembus dan banyak debu juga yang masuk ke ruanganku. dan setelah sepenuhnya ku buka kamarku. yang terlihat bukan pemandangan yang biasa. melainkan hamparan sebuah Padang pasir yang sangat luas. aku hanya terperanga dan tidak mengerti apa yang terjadi.


aku mulai berjalan pelan-pelan keluar rumah. selangkah demi selangkah. dan benar saja. aku menginjak tanah di depanku dan itu memang pasir asli bahkan hawa panas dan angin yang berhembus terasa begitu asli.


aku yang masih bingung hanya memiliki satu pertanyaan "di mana ini?"


aku tidak tau ini kenyataan atau hanya mimpi tapi sensasi ini benar benar nyata. sebenarnya aku ingin langsung kembali ke kamarku tapi setelah berbalik sesuatu mengejutkanku. saking kaget dan tidak percaya aku sampai jatuh dengan posisi terduduk.


yah, tepat di atap kamarku seekor naga yang sangat besar bertengger di atap rumahku. naga berwarna merah dan memiliki nafas api yang menggebu-gebu dari mulutnya. naga itu menatapku dan langsung membentangkan sayapnya.


dia langsung mengepakkan sayapnya dan seketika itu kamarku langsung hancur dan aku terpental cukup jauh di atas gundukan pasir. aku berusaha ingin berdiri dan berlari tapi kakiku terasa begitu lemas sampai tidak punya Tenaga sama sekali.


tak berselang lama tiba-tiba naga itu mendarat tepat di depanku. dan bersiap untuk menyemburkan nafas apinya. aku yang sangat ketakutan bahkan tak bisa berkata-kata apalagi berteriak.

__ADS_1


mungkin ini akhir dari hidupku. aku menutup mataku. dan seketika suasana langsung hening.


aku masih menutup mataku. mungkin sekitar 1 menitan. dan suasana masih hening. tak berselang lama sebuah suara terdengar. suara angin sepoi-sepoi serta suara kicauan burung terdengar. suatu aroma yang sangat menyegarkan pun menusuk hidungku. aroma yang begitu alami. seperti di sebuah hutan. atau mungkin taman.


"ah... mungkinkah aku sudah di surga?" pikirku.


aku masih belum berani membuka mataku. aku meraba-raba tanah. dan ternyata bukan pasir melainkan sebuah rumput. saat ku rasa tubuh bagian belakangku seperti ada yang menahan bagaikan sandaran. aku menyadari kalau itu pohon. pohon yang terlihat begitu besar.


di saat aku sedang merasakan betapa enaknya suasana ini seseorang dengan suara yang melengking berteriak.


"hei!! buka matamu!!"


setelah meneriakkan itu dia langsung menamparku dengan keras dan aku langsung membuka mataku.


rasanya begitu menyilaukan dan sinar matahari seperti menusuk ke mataku. aku kemudian melihat ke sekitar dan benar saja aku berada di taman bunga. yang tidak terlalu luas tapi lumayan sejuk. apalagi sambil duduk di bawah pohon yang lumayan rindang ini.


eh, tunggu dulu kenapa aku bisa di sini? bukannya tadi di Padang pasir? dan siapa tadi yang menamparku?


tiba-tiba sekelebat cahaya lewat di depanku.


"a, apa itu?"


cahaya itu berputar-putar mengelilingu kemudian berhenti tepat di depan mukaku. dia semakin mendekat dan mendekat.


"ja, jangan mendekat!!" teriakku.


"hey... jangan takut aku bukan monster"


"eh? suara itu?"


itu suara yang sama yang menyuruhku untuk membuka mata. setelah ku perhatikan lagi ternyata cahaya itu adalah sebuah peri kecil yang sangat imut dan lucu. serta menggemaskan.


dengan bangga peri itu memperkenalkan diri. "namaku adalah Shiva. aku adalah seorang peri es dan juga pemandumu."


aku berpikir sejenak dan kemudian melanjutkan pertanyaanku "pemandu? anak kecil sepertimu jadi pemanduku? dan ngomong-ngomong tempat apa ini?"


ya, peri itu terlihat seperti anak kecil di mataku.


"hey. jangan panggil aku anak kecil ya? aku sudah dewasa. aku sudah mempunyai sertifikat sebagai pemandu tau" peri itu mengatakannya sambil memukul-mukul kepalaku.


iiiihh.. cara dia marah imut sekali.. ingin ku cubit rasanya pipi kecilnya itu. apalagi saat cemberut.


"oh ya, Shiva kamu belum menjawab pertanyaanku lho..?"


dengan wajah masih sedikit cemberut Shiva menjawab pertanyaanku.


"baiklah-baiklah.. pertama aku tanya dulu. apakah namamu benar Arya atau bisa ku panggil R?" tanya Shiva


"Yap betul sekali" jawabku


Shiva kemudian memegang dagunya dengan sedikit melirikku "hmm.. kamu cukup tampan juga walau itu bukan wajah aslimu."


"bukan wajah asliku? apa maksudmu?" tanyaku


"coba kamu berdiri dan lihat wajahmu di sungai di sebelah sana." Shiva langsung menunjuk sungai yang ada di dekat pohon tempatku duduk. lebih tepatnya sungai itu mengelilingi tempatku duduk.


aku langsung berlari dan melihat bayangan yang terpantul dari air sungai itu.

__ADS_1


"si, siapa itu.. apa benar itu aku?"


seorang pria yang begitu tampan dengan rambut putih. dan mata merah terpantul dari bayangan sungai. wajahnya beda jauh di bandingkan diriku yang sebelumnya. dengan muka pucat dan rambut hitam berantakan yang tidak terurus.


"tenang itu hanya Avatar untuk menyembunyikan dirimu yang asli." Sahut Shiva dari belakangku


setelah mendengar hal itu aku merasa sedikit lega. setidaknya tidak ada yang mengenali diriku yang asli di daerah ini.


"biar ku jelaskan lebih detailnya. ini adalah dunia yang berbeda dari tempatmu berada. ini adalah dunia virtual bernama NEET. lebih tepatnya ini adalah game yang sedang di kembangkan untuk teknologi terbaru game masa depan. dan kebetulan kamu yang terpilih sebagai satu-satunya player di sini."


"sebentar aku satu-satunya player/ pemain di game ini?" tanyaku ke Shiva


"ya, bisa di bilang seperti itu. soalnya kemungkinan ada player lain sangat kecil, karena proyek ini sangat rahasia. ya. kamu sangat beruntung terpilih proyek ini dan berhasil masuk ke game ini. soalnya seseorang sedang merekomendasikanmu. oh ya sebentar tolong ulurkan tangan kananmu ke padaku."


aku langsung menuruti perintah Shiva dan langsung mengulurkan tangan kananku kepadanya. dia memegang tangan kananku dan menghadapkan telapak tanganku ke bawah. kemudian dia menyentuh punggung tanganku selama beberapa saat. sebuah simbol berbentuk seperti kelopak bunga muncul dari tanganku. setelah itu sebuah layar proyektor muncul dari lambang itu. dari layar itu terdapat banyak tulisan yang menunjukan status diriku.


Player name : R


Level : 1


HP(Health Point) : 100/100


MP(Mana Point) : 30/30


Kekuatan : 25


kecepatan : 10


stamina : 10


kecerdasan : 40


keberuntungan : 5


Job : Freelance


Skill : none


bahkan di dunia virtual pun pekerjaanku masih saja seorang freelance. kurang lebih sama seperti pengangguran.


"nah, itu adalah status mu saat ini. untuk memunculkannya kamu bisa menekan punggung tangan kananmu sekitar 5detik ntar statusmu akan keluar. ingat di sini kamu memiliki nyawa terbatas dan tenaga yang terbatas juga jadi pergunakan dengan baik."


"Terus, apa yang terjadi jika nyawaku habis. apakah aku akan di revive ulang di cek point terdekat? dan sebenarnya apa tujuanku di sini?" tanyaku.


"ya kabar buruknya kalau kamu mati di sini maka sama saja kamu mati di dunia nyata. dan untuk tujuanmu. ya seperti game-game RPG pada umumnya kau harus mengalahkan penguasa terjahat di dunia ini. serta ada satu tujuan penting yang harus kamu lakukan. carilah seorang wanita. aku tidak tau detailnya wanita itu seperti apa. tapi Dari programku hanya di beritahukan kalau dia aset yang paling berharga untuk perusahaan game ini. mungkin itu satu satunya jalan untuk keluar dari dunia NEET"


mendengar kalau tidak boleh mati di game ini membuatku jadi lemas dan patah semangat.


"hey jangan sedih seperti itu." Shiva tiba-tiba berubah menjadi bola cahaya dan masuk ke tubuhku.


"hey apa, apaan ini?" tanyaku yang panik.


dari dalam tubuhku Shiva berkata "aku meminjamkan kekuatanku padamu untuk berjaga-jaga di awal permainan. kekuatanku akan aktif jika nyawamu sisa 30% dan hanya bisa aktif selama beberapa detik saja. jadi kamu tidak bisa bebas menggunakannya. dan tetap harus berusaha untuk bertambah kuat."


"baiklah kalau begitu".


dengan terpaksa akhirnya aku menerima syarat itu. dengan berat hati aku melangkah berjalan mencari kota terdekat. semoga saja tidak bertemu naga seperti di Padang gurun tadi. kalau bertemu lagi dengan monster seperti itu lagi aku bisa mati dengan sekali serang.

__ADS_1


dengan ini petualangan ku di NEET pun dimulai. petualangan yang begitu dramatis yang akan mengubah hidupku. ya begitulah yang ku pikirkan tapi mungkin tidak akan sedramatis itu juga.


__ADS_2