NENEK TIKAR

NENEK TIKAR
BAGIAN 1


__ADS_3

Siang itu Desta, Ramon dan Mocil sedang memperhatikan Dosen favorit mereka yang sedang berjalan menuju ke arahnya, Dosen itu bernama Bu Julia, Bu Julia memliki aset yang luar biasa, tak jarang Bu Julia menjadi incaran setiap siswa-siswa yang kagum akan dirinya.


“Gila juga tuh Bu Julia, asetnya kayak selundupan…, gede banget” ujar Desta terus memandanginya.


“Gue rasa asetnya tambalan deh..”


“Sembarangan loe, Cil. Itu bukan tambalan, tapi anugerah yang berlebihan, hehe” ujar Ramon tersenyum.


Saat itu Desta, Ramon dan Mocil begitu hasrat saat melihat tubuh Bu Julia, Bu Julia menghampiri mereka, karena saat itu mereka tak tahu kalau Bu Julia yang akan mengajar di kelas mereka.


“Kok, Bu Julia malah nyamperin kita Mon..?”


“Udah santai aja, gak perlu tegang gitu Cil..” ujar Ramon.


“Pagi Bu..” ujar Desta memandangnya dengan penuh gairah.


“Pagi juga, kenapa kalian belum masuk kelas..?” tanya Bu Julia.


“Dosennya belum datang Bu…” ujar Mocil polos.

__ADS_1


“Dosennya kan Ibu…” ujar Bu Julia, saat itu mereka baru ingat kalau ternyata yang mengajar pelajaran berikutnya Bu Julia.


“Kami sengaja nunggu Ibu disini…” ujar Desta dengan santainya.


“Nunggu Ibu, emang ada perlu apa kalian dengan Ibu..?”


“Kami ada perlu dengan Ibu, karena ada satu tugas yang belum kami kumpulkan..”


“Perasaan tugas kalian udah di serahin semua deh..” ujar Bu Julia heran.


“Oh ya , Bu. Sebelumnya saya minta maaf, Ibu tahu ga perbedaannya kumis sama Ibu…?” tanya Ramon dengan senyum kecilnya.


“Kalau kumis nempel nya di kulit, kalau Ibu nempel nya di hati saya…,” ujar Ramon tersenyum lebar.


“Dasar kamu bisa aja..” namun saat itu Desta langsung memotong pembicaraan mereka.


“Bukannya itu Pak Broto yang udah keluar dari kampus kita Bu, kok masih ngajar..?” papar Desta.


“Mana,?” tanya Bu Julia sambil menoleh kearah yang di tunjukan Desta, namun di saat Bu Julia sedang lengah, secara tiba-tiba Desta langsung mencium pipi kirinya Bu Julia dengan cepat, Bu Julia benar-benar kaget, setelah mengecup pipi kirinya Bu Julia, Desta langsung pergi ke kelas dengan tergesa-gesa meninggalkan Bu Julia dan kedua rekannya.

__ADS_1


“Destaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.” teriak Bu Julia kesal. Melihat teman nya pergi saat itu juga Ramon dan Mocil langsung menyusulnya.


“Gila loe Des berani banget nyium Bu Julia..”


“Ini kan demi duit Mon, mana duitnya, gue kan udah berhasil nyium Bu Julia..”


“Ah, sama duit mah inget aja loe, nih makan tuh duit..” ujar Mocil sambil memberikan duit untuk rekannya sebesar 200ribu.


“Gimana, gue biasakan nyium Bu Julia, selanjutnya taruhan apa lagi..”


“Males ah gue taruhan mulu, gue kalah terus…..” ucap Mocil tak percaya diri.


“Gimana kalau nyium si Jessika…” ujar Ramon.


“Kampret loe, target gebetan gue mau di jadiin taruhan, mending loe ciuman aja sana pak slamet” tegas Desta.


“Becanda Des..”


Saat itu terik matahari sudah melihatkan sinarnya dan jam istirahat sudah berbunyi, dengan penuh semangat mereka bertiga langsung pergi menuju kantin. Sesampainya di kantin mereka pun sempat melihat rekannya sedang duduk santai sambil memainkan laptop kesayangannya, dia bernama Jessika, dia memiliki hobi sebagai penulis kisa-kisah horor, saat itu Jessika tak tahu kalau Desta, Ramon dan Mocil sudah berada tepat di belakangnya, tanpa basa-basi Desta langsung mengejutkannya, atas kejadian itu sontak Jessika terkejut karena kaget.

__ADS_1


__ADS_2