
“Sialan loe Des, bikin jantungan aja..” tegas Jessika, Desta, Ramon dan Mocil langsung duduk menempati bangku kosong yang telah tersedia.
“Cerpen loe, masih belum selesai juga Jess..?”
“Belum Des, gue lagi bikin cerita baru..”
“Emang loe, lagi bikin cerita apa lagi Jess…?”
“Gue lagi bikin cerita yang berbeda, Mon..”
“Mending bikin Biografi gue aja Jess, hehe..” papar Mocil.
“Ih males banget..”
“Judulnya apa sih, kalau gue boleh tahu..?” tanya Desta.
“Judulnya, misteri gayung angker ”
“Loe ada-ada aja Jess, itu gayung milik siapa emang, Nenek Gayung..?” papar Ramon.
“Namanya juga karangan Mon, gue mau bikin sesuatu yang berbeda aja sih..”
“Kayaknya Nenek Gayung menarik juga tuh Jess..”
“Nenek Gayung, Cil..?”
__ADS_1
“Iya, Jess. Nenek Gayung, coba aja loe bikin cerpen tentang Nenek Gayung, masa loe gak tahu mitos Nenek Gayung..”
“Tahu sih, tapi cuma sedikit aja pengetahuan gue tentang Nenek Gayung…”
“Emang siapa sih, Nenek Gayung Cil?” tanya Desta.
“Loe juga gak tahu, Nenek Gayung itu mitos lama di Jakarta, kalau gak salah, belum lama kan ada filmnya di Bioskop..”
“Kayaknya menarik juga Cil, kalau gue bikin cerpen Nenek Gayung itu..”
“Yaudah, loe bikin aja Jess, tapi mudah-mudahan kita semua gak ketemu sama Nenek Gayung itu..”
“Emang kenapa, kalau ketemu…?” tanya Desta heran.
“Kalau kita ketemu Nenek Gayung, tujuh hari berikutnya kita akan mati..”
“Loe, takut Jess?” tanya Ramon.
“Gak juga kok, Mon”
“Itu kan mitos udah lama Jess di Jakarta..”
“Maklum Cil, gue kan baru pindah dari Bandung…, ngomong-ngomong Nenek Gayung mati kenapa Cil?”
“Setahu gue, Nenek Gayung itu meninggalnya gara-gara sakit aneh Jess, jadi gak ada sama sekali warga yang mau ngurusin jenazah si Nenek Gayung, akhirnya yang memandikan jasadnya itu suaminya sendiri..” ujar Mocil, namun di saat mereka sedang berbincang-bincang dengan seriusnya, tanpa mereka sadari, tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka berempat dan langsung menjewer telinganya Desta.
__ADS_1
“Ternyata kamu disini….” tegas Bu Julia.
“Eh Ibu, maaf ya Bu atas kejadian yang tadi..”
“Ga ada kata maaf, sekarang kamu ikut Ibu..”
“Tapi Bu…” Desta langsung di bawa menuju kantornya Bu Julia.
“Si Desta kenapa Mon..?” tanya Jessika heran.
“Biasa Jess, akibat pergaulan iseng…”
Sesampainya Desta di ruangan Bu Julia.
“Duduk..” tegas Bu Julia, namun setelah Desta duduk, Dia mulai merasa ada yang aneh, karena saat itu sikap Bu Julia berubah seratus derajat, tanpa di duga, Bu Julia pun langsung membuka kancing kerah baju bagian atas untuk menggoda Desta. Sambil menelan air ludahnya, Desta terus memperhatikan tingkah laku Dosennya itu. Bu Julia menghampiri Desta dari arah belakang, Saat itu Desta mulai merasakan tegangan elektro. Bu Julia mengendus leher dan rambutnya Desta seakan- akan ingin merayu Desta sambil berkata.
“Kalau kamu suka sama Ibu, kenapa gak bilang dari dulu..” bisik Bu Julia, Desta hanya terdiam sambil gemetaran. Namun tanpa dia duga, Bu Julia langsung menjambak rambutnya dengan erat
“Sakit Bu..” jelas Desta.
“Inget kalau kamu membuat ulah lagi, Ibu gak segan-segan melaporkan kamu ke kepala kampus, mungkin kamu bisa di keluarkan dari kampus ini.., kamu ngerti..?”
“Ngerti Bu, ngerti!!"
“Sekarang kamu tinggalkan ruangan Ibu“Tapi Bu saya mau nanya. Kok, aset berharga Ibu gede banget ya…..”
__ADS_1
“Ini bukan urusan kamu, cepat pergi..!” tegas Bu Julia, Desta langsung pergi meninggalkan ruangan Bu Julia dengan tergesa-gesa.
“Gila tuh Dosen, cantik-cantik tapi monster..”