
Malam pun semakin larut, Di saat Desta dan Mocil mau menutup matanya, secara tiba-tiba dari arah luar terdengar suara ketukan pintu, mereka begitu heran, karena tak biasanya malam-malam ada yang bertamu.
“Cil, loe bukain sana..?”
“Loe aja ah, gue udah ngantuk…” ujar Mocil. Tanpa ada rasa curiga, Desta langsung keluar dari dalam kamarnya menuju arah pintu, setelah pintu dia buka, perasaannya mulai resah, karena di hadapannya ada seseorang wanita cantik yang sudah menunggunya tepat di depan pintu.
“Ada yang bisa saya bantu, Neng..?”
“Maaf saya mengganggu, saya sedang mencari sesuatu milik saya yang hilang, tapi hari udah terlalu malam, boleh gak saya nginap disini…”
__ADS_1
“Kalau boleh tahu, memangnya Neng sedang cari apa..?”
“Panggil aja saya Monica, saya lagi mencari sesuatu..” Mocil pun datang menghampiri mereka berdua.
“Lama banget Des, siapa yang bertamu..?” tanya Mocil. Melihat wanita cantik itu, Mocil langsung bergairah.
“Hai, kenalin gue, Mocil. Aa yang bisa saya bantu Neng..?”
“Boleh banget, tidur bareng sama saya juga gak apa-apa…” ujar Mocil dengan santainya, tanpa ada firasat sedikit di benak hati mereka berdua, wanita misterius itu di persilahkan masuk kedalam kosan mereka.
__ADS_1
Sesampainya di ruang tamu.
“Silahkan duduk Neng Monica.., Des ambil air sana, biar gue yang nemenin wanita cantik ini” ujar Mocil.
“Sama cewek, otak loe langsung kenceng Cil,” ujar Desta, Desta langsung pergi menuju dapur untuk mengambil segelas air putih.
Disisi lain.
Saat itu Ramon sedang tertidur pulas, namun keanehan terjadi lagi, di saat Ramon sedang menarik selimut yang sudah tak menutupi seluruh tubuhya. Dia langsung terkejut, karena saat itu yang dia tarik bukan selimut, melainkan sebuah tikar tua.
__ADS_1
“Anjrit, inikan tikar yang tadi” ujar Ramon, saat itu Ramon benar-benar resah dan buluk kuduknya mulai merinding. Ramon pun sadar kalau kedua rekannya sudah tak berada di dalam kamar, karena mendengar ada suara yang sedang berbincang-bincang di ruang tamu, Ramon langsung beranjak turun dari ranjang tidur menuju ruang tamu untuk memastikannya, namun di saat dia hendak menapakam kedua kakinya di lantai, dia langsung terkejut, karena saat itu dia merasa kakinya seperti di genggam oleh seseorang.
Dengan perasaan gelisah Ramon langsung beranjak dari ranjang tidurnya dan memberanikan diri untuk melongok kebawah ranjang tidur, setelah dia melongok kebawah ranjang tidur, perasaannya pun semakin resah, karena saat itu tak ada seorang pun yang berada di bawah ranjang tidur, di saat dia mau mengangkat pandangan wajahnya, lagi-lagi keanehan terjadi, buluk kuduknya semakin merinding, tepat di hadapannya terlihat jelas wajah sesosok Nenek-Nenek tua yang menyeramkan, rambut putih kusam terurai sedang memandangnya dengan tatapan dingin, Ramon tak mampu berkata apa-apa, yang bisa dia lakukan hanya terdiam membisu memandangi sosok Nenek-Nenek misterius itu. Ramon bingung, dengan keberanian yang ada, akhirnya dia langsung berjalan mundur sambil merangkak melewati pintu kamarnya, setelah dia yakin telah pergi meninggalkan kamarnya, Ramon langsung berdiri dan pergi dengan tergesa-gesa. Namun di saat dia mau pergi menuju ke arah ruang tamu, dia berpapasan dengan Desta yang sedang menggenggam segelas air putih.