NENEK TIKAR

NENEK TIKAR
BAGIAN 30


__ADS_3

“Gak, kenapa-napa kok Jess..” ujar Mocil resah, namun karena penasaran, Mocil memberanikan diri menghampiri pintu, untuk memastikan apa mungkin itu sosok Nenek-Nenek yang sering menghantuinya atau itu hanya halusinasi saja, Dan benar dugaan Mocil, ternyata ada sesosok Nenek-Nenek tua di hadapannya sambil membawa sapu ijuk.


“Setan lagi nyapuuuuuu” teriak Mocil ketakutan.


“Loe kenapa, Cil…??”


“Ada setan di depan pintu…., bukan Nenek Gayung juga bukan Nenek Tikar tapi Nenek Ijuk ” Jessika menghampiri Nenek-nenek tua yang di maksud Mocil.


“Sembarangan aja loe kalau ngomong, itu bukan setan, itu Nenek gue yang baru datang dari Bogor.”


“Oh, gue kira si Nenek Gayung…..” Desta, Ramon dan Mocil pun pamit pulang.


Malam pun tiba, saat itu Jessika baru saja selesai mandi, namun baru saja dia keluar dari dalam kamar mandi, dia melihat telapak kaki yang sudah menempel di lantai rumahnya, karena penasaran dia pun mulai mengikuti telapak kaki misterius itu.

__ADS_1


Malam itu Jessika benar-benar heran, namun disaat dia sedang memperhatikan telapak kaki misterius itu, tiba-tiba langkah kakinya pun terhenti, karena sdia melihat kaki tua misterius yang sedang berdiri tepat di hadapannya. Dengan perlahan-lahan Jessika mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang sedang berdiri di hadapannya itu. Setelah melihat siapa yang sedang berdiri dihadapannya, sontak Jessika langsung panik, karena yang berada di hadapannya itu sesosok Nenek-Nenek tua yang menyeramkan sambil membawa tikar tua. Jessika pun langsung pergi menuju kamarnya dengan tergesa-gesa, sesampainya di dalam kamar, Jessika langsung mengunci pintu kamarnya agar Nenek-Nenek tua yang menyeramkan itu tak bisa masuk kedalam kamarnya, saat itu Jessika benar-benar takut, tiba-tiba dari arah luar pun terdengar suara ketukan pintu.


“Siapa..?”


“Ini Nenek…”


“Nenek siapa, Nenek Gayung..?”


Disisi lain, malam itu Desta, Ramon dan Mocil sedang tertidur pulas dalam satu ranjang, namun disaat mereka sedang tertidur pulas, keanehan pun mulai menghampiri mereka.


Saat itu Mocil sedang tertidur pulas, tiba-tiba sehelai rambut kusam pun jatuh menimpah wajahnya, semakin lama, rambut yang berjatuhan pun semakin banyak, karena merasa ada yang aneh, Mocil pun langsung terbangun dari tidurnya.


"Alhamdulillah, cuma mimpi" Mocil melanjutkan tidurnya yang telah terganggu, namun baru saja dia mau memejamkan mata, lagi-lagi sesuatu menimpah wajahnya, namun kali ini yang jatuh bukan sehelai rambut, melainkan sebuah gulungan tikar tua, Mocil benar-benar kaget. Saat itu Desta dan Ramon bingung akan tingkah laku Mocil yang telah mengganggu tidur nyenyak nya.

__ADS_1


“Loe kenapa, Cil..?” tanya Desta heran.


“Iya nih, ganggu tidur gue aja..” papar Ramon.


“Tadi, gue ngerasa ada yang nimpah muka gue, Mon..”


“Udahlah tidur aja lagi, Cil. Paling yang nimpah muka loe tai cicak..” ujar Desta.


“Gak mungkin, Des. Gue tahu tai cicak kayak gimana rasanya, tapi ini rasanya beda..”


“Mungkin yang nimpah muka loe tai tokek..”


“Gak mungkin juga, Mon. Gue juga tahu gimana rasanya ketimpah tai tokek, yang ini lebih-lebih dari tai tokek”

__ADS_1


__ADS_2