NENEK TIKAR

NENEK TIKAR
BAGIAN 13


__ADS_3

Malam pun tiba, malam itu Desta dan Ramon sedang rapih-rapih mempersiapkan perbekalan mereka. Karena, mereka mau berangkat ke rumah Bu Julia untuk melakukan remedial ulang.


“Berangkatnya sekarang nih…?”


“Pasti Mon, masa besok..”


“Mudah-mudahan, Bu Julia menyambut kita dengan pakaian haram.” ujar Ramon membayangkan. namun saat itu, Desta melihat tas milik Ramon terlalu berat, dia pun merasa ada yang aneh.


“Tas loe, isinya apaan Mon, berat banget..”


“Bukan apa-apa kok, Des…” ujar Ramon, Ramon langsung menyimpan tas miliknya itu kedalam lemari dan langsung menguncinya, Desta benar-benar heran akan tingkah laku rekannya.


“Kenapa gak loe bawa aja, Mon..?”


“Kan cuma remedial, kenapa harus banyak-banyak bawa buku, nitip di tas loe juga bisa..” ujar Ramon, namun, tiba-tiba dari arah luar terdengar suara ketukan pintu, mereka langsung pergi menghampiri pintu, setelah pintu mereka buka.


“Monica..?” tanya Desta heran.


“Kalian mau kemana…?”


“Kita-kita mau pergi, biasalah ada acara anak muda..”

__ADS_1


“Gue boleh nginap lagi ga, soalnya barang yang gue cari masih belum ketemu?”


“Boleh, kok boleh, yaudah masuk aja, pemali ngobrol di depan pintu..” ujar Ramon, tanpa ada rasa curiga, mereka mempersilahkan wanita misterius masuk.


“Oh ya, kemarin kok Monica gak bilang-bilang kalau mau pergi…”


“Sebelumnya, Monica minta maaf, kemarin Monica langsung pergi karena ada urusan yang mendadak..,”


“Oh ya, selagi kita-kita pergi, tolong jaga kosan kita ya..” ujar Desta.


“Oh, kalian tenang aja..”


Disisi lain


“Tikar..?” ujar Mocil mengambil tikar tua itu, Mocil sangat kebingungan, tiba-tiba dari arah belakangnya terdengar suara merintih yang menyapanya.


“Cu, itu tikar Nenek, kembalikan..” ucap seseorang, mendengar suara rintihan itu, Mocil memberanikan diri untuk menoleh. Namun, sontak saat itu juga Mocil langsung terkejut, karena yang dia lihat sesosok Nenek-Nenek tua yang berdiri tepat di hadapannya, Mocil pun langsung membuang tikar tua itu dan langsung pergi tergesa-gesa.


Mocil begitu resah, sesampainya dia di ruang tamu, dia pun semakin resah, karena saat itu dia melihat Monica sedang duduk santai bersama kedua rekannya, Mocil pun langsung menghampiri mereka bertiga.


“Monica…?” tanya Mocil heran, saat itu Monica hanya tersenyum melihatnya.

__ADS_1


“Loe jadi ikut gak, Cil. Remedial ulang, kalau gak ikut ga apa-apa Loe temenin si Monica aj dirumah."


“Jadi deh…”


“Katanya, gak mau ikut…?”


“Kalau kondisinya kayak gini, lebih baik gue ikut Mon. Oh ya, sebenarnya Loe setan apa orang sih…?” tanya Mocil heran.


“Loe lagi ngaur, Cil..?”


“Maafin temen gue ya, belakangan ini temen gue lagi ngalamin hal yang aneh-aneh..” ujar Desta.


“Gak apa-apa, kok..” ucap Monica si wanita misterius itu tersenyum. Namun tiba-tiba datang aroma bau tak sedap.


“Kok, aromanya jadi bau gini sih……, loe kentut Mon?”


“Kaga ah, kentut gue ga akan bau kayak gini….”


“Sory ya, gue tinggal ke kamar mandi dulu.”


“Mau ngapain lagi Cil..”

__ADS_1


“Gue belum cebok…!” ujar Mocil tersipu malu.


__ADS_2