
“Loe mau kemana Jess?”
“Gue mau kesamping Des, katanya makam Nenek Gayung ada di samping rumah ini” ujar Jessika sesampainya di samping rumah bekas Nenek Gayung itu, ternyata lagi-lagi mitos itu benar, di samping rumah itu terdapat sebuah makam tua, melihat momen yang menarik, Jessika mulai memfoto makam Nenek Gayung itu dari setiap sudut.
“Nekat banget loe Jes..” ujar Mocil.
Namun tak lama setelah Jessika memfoto makan Nenek Gayung itu, keanehan pun terjadi, tiba-tiba angin kencang datang menerpa mereka dan hujan lebat turun dengan derasnya, melihat kejadian aneh itu, mereka langsung bergegas menuju mobil yang sedang terparkir di tepi jalan dengan tergesa-gesa.
“Si Ramon, kemana Des..”
“Iya Jess, gue baru sadar perasaan tadi dia ada di samping gue deh..”
“Loe gak lihat si Ramon, Cil..?”
“Gak, Jess..” namun tak lama akhirnya yang di bicarakan pun datang dalam kondisi agak sedikit basah kuyup.
“Loe habis dari mana sih, bikin khawatir aja?” tanya Jessika cemas.
“Gue tadi kebelet, yaudah kita cabut sekarang aja, nanti gue bisa masuk angin”
__ADS_1
Menit demi menit pun berlalu, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang meninggalkan rumah bekas Nenek Gayung itu, namun lagi-lagi keanehan pun tejadi, ternyata kampung yang baru saja mereka lewati kini sudah berubah menjadi sebuah pemakaman umum.
“Yakin lewat sini, ini kan pemakaman..”
“Gue juga gak tahu pasti, Jess”
“Perasaan tadi gak ada pemakaman yang kita lewatin deh..” ujar Ramon heran.
“Loe bener Mon, jangan-jangan kita lagi di kerjain sama setan..”
“Kalau ngomong sembarangan aja loe,q Cil..” namun lagi-lagi keanehan terjadi, karena kaget akan sesuatu, Desta langsung menghentikan mobilnya secara tiba-tiba.
“Kok malem-malem ada angsa sih aneh banget…” ujar Desta.
“Jangan-jangan….”
“Jangan-jangan apa Cil…?”
“Kata Nenek gue Jess, kalau ada angsa malem-malem di pemakaman itu bukan angsa biasa, tapi jelmaan dari setan.”
__ADS_1
“Serius loe Cil..?” Desta langsung tancap gas meninggalkan pemakaman yang misterius itu, tak lama akhirnya mereka berhasil keluar dari pemakaman misterius itu, saat itu mereka benar-benar sok atas kejadian aneh yang telah mereka alami itu. Sesampainya mereka di rumah Jessika.
“Loe bertiga mau mampir dulu gak..?”
“Gak deh, Jess. Udah terlalu malem..” ujar Desta, Desta dan yang lainnya pamit pergi meninggalkan Jessika tepat di depan rumahnya. Tak lama setelah mengantarkan Jessika pulang kerumahnya, Sesat, Ramon dan Mocil bsampai di kosan mereka dengan rasa lelah, saat itu mereka sama sekali tak memiliki firasat sedikit pun.
“Akhirnya sampai juga, mata gue udah sepet banget..” ujar Mocil.
“Ini malem, kok dingin banget, gak kayak biasanya…” ujar Ramon.
Malam pun semakin larut, saat itu Ramon begitu lapar, namun sebelum dia masuk kedalam kosannya untuk beristirahat, kebetulan tukang nasi goreng lewat di sekitar kosan mereka, Ramon menghampiri tukang nasi goreng itu dan langsung memesan satu nasi goreng tanpa cabai.
“Mas nasi goreng dong satu, tapi jangan pake cabe..”
“Siap.., oh ya, sambil menunggu nasi gorengnya, mas duduk dulu aja di bangku ini” ucap tukang nasi goreng itu.
“Tumben ya Mas, kok malam ini anginnya dingin banget..” ujar Ramon.
“Biasalah Mas, namanya juga habis hujan..” jawab tukang nasi goreng itu sambil memasak nasi goreng untuknya.
__ADS_1