NENEK TIKAR

NENEK TIKAR
BAGIAN 31


__ADS_3

"Udahlah, Cil. Jangan terlalu di dramatisir..”


"Gue Serius, Des" ujar Mocil cemas.


"Gue saranin, muka Loe tutupin pakai bantal aja, Cil" papar Ramon. Desta dan Ramon pun langsung melanjutkan tidurnya yang telah terganggu, sedangkan malam itu Mocil tak dapat bisa tidur karena keanehan yang baru saja dia alami, namun baru saja Mocil mau memejamkan matanya kembali, lagi-lagi keanehan pun terjadi, dia mendengar suara aneh dari arah luar kamar mereka.


“Cu, kembalikan milik Nenek. Cu, kembalikan milik


Nenek..” ujar seseorang, Mocil benar-benar cemas dan takut.


“Mon, Mon.Loe denger gak itu suara apa…?”


namun saat itu Ramon tak merespon pertanyaannya, karena sudah tertidur pulas.


“Des, Des. Loe denger gak itu suara apa…?”

__ADS_1


"Apaan sih, Cil. Ganggu tidur gue aja"


Akhirnya, karena penasaran Mocil pun memberanikan diri keluar dari dalam kamarnya untuk memastikan suara aneh itu, dengan perlahan-lahan dia mulai melangkahkan kakinya. namun saat itu Mocil tak sadar kalau langkah kakinya itu sedang di ikuti oleh sesosok Nenek-Nenek tua yang menyeramkan.


“Kok, gue semakin merinding…” ujar Mocil resah, dengan perlahan-lahan Mocil terus berjalan menuju ruang tamu, dan ternyata saat itu televisi di ruang tamu sudah menyalah dengan sendirinya.


“Gue kira apa ternyata Tv” tanpa ada rasa curiga, Mocil langsung mematikan televisi itu, namun lagi-lagi keanehan pun terjadi.


“Kok, gak mati-mati…” ujar Mocil heran. Karena remote tak berfungsi, Mocil pun langsung mencabut kabel televisi itu dari aliran listriknya, namun keanehan pun terulang lagi.


Malam itu Mocil begitu heran, namun di saat Mocil sedang memperhatikan televisi yang terasa aneh itu. Tiba-tiba muncul wajah dari sosok Nenek-Nenek tua yang menyeramkan di layar televisi itu, saat itu Mocil benar-benar terkejut, karena takut dia pun langsung bergegas pergi menuju kamarnya dengan tergesa-gesa, namun sesampainya di dalam kamar, Mocil pun merasakan ada yang ganjil.


“Itu anak kok, gak ada sih, perasaan sebelum gue pergi mereka masih tidur deh….” Namun di saat Mocil sedang kebingungan, saat itu juga dia pun langsung terkejut, karena saat itu dia merasa seperti ada seseorang yang sedang memegang pundaknya.


“Gue kira setan, loe berdua habis dari mana, bikin gue kaget aja..”

__ADS_1


“Gue habis dari kamar mandi..” ujar Desta.


“Kok, ke kamar mandi berdua sih..”


“Emang kenapa, masalah buat loe Cil...” papar Ramon.


“Gak ko, gue ngerasa aneh aja, loe berdua bukan Gay kan..?”


“Bukanlah, yaudah kita tidur aja, perasaan gue ga enak banget..” papar Mocil, namun baru saja Mocil membalikan wajahnya menuju ranjang tidur, dia pun semakin terkejut karena saat itu di melihat kedua rekannya sedang tertidur pulas di atas ranjang tidur.


“Kalau itu mereka terus di belakang gue siapa…?” saat itu juga terdengar suara merintih yang menyapanya.


“Cu, kembalikan milik Nenek…”


“Anjir….” ujar Mocil ketakutan, karena Mocil takut, dia tak berani untuk menoleh, dengan perasaan cemas dia langsung berjalan menuju ranjang tidur sambil membuka seluruh pakaiannya satu persatu.

__ADS_1


“Mudah-mudahan itu Nenek takut ngelihat gue bugil…” ujar Mocil, sesampainya di atas ranjang tidur, Mocil pun langsung mengambil selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.


__ADS_2