NENEK TIKAR

NENEK TIKAR
BAGIAN 19


__ADS_3

“Monica..???” ujar Mocil, tanpa pikir panjang Mocil langsung menutup pintu kosannya kembali dengan cepat.


“Perasaan gue jadi ga enak banget..” ujar Desta,


"Jangan-jangan si Monica jelmaan Nenek gayung l" ujar Desta.


"Bisa jadi, Bisa jadi" Papar Ramon. Karena penasaran, Desta memastikan lagi, apa benar yang mereka lihat itu Monica. Namun, ternyata sosok Monica itu sudah menghilang entah kemana, mereka benar-benar kebingungan, tiba-tiba dari arah belakang mereka terdengar suara yang menyapanya.


“Cu, lagi nyari siapa..?” ujar seseorang, setelah mereka bertiga menoleh kearah suara itu berasal, sontak mereka langsung terkejut, karena yang menyapanya itu sesosok Nenek-Nenek tua yang menyeramkan sambil menggenggam sebuah tikar.


tanpa pikir panjang mereka bertiga langsung pergi dengan tergesa-gesa meninggalkan Nenek tua itu menuju rumah dukun terdekat, untuk meminta bantuan dengan tergesa-gesa.


"Kok, pada kabur sih, Nenek kan cuma mau nyari Gayung Nenek..!" Ujar Nenek Tua itu.


Malam pun semakin larut, setelah menemukan rumah dukun melalui brosur yang mereka temukan di jalan, mereka langsung beranjak turun dari dalam mobil, namun saat itu mereka berpapasan dengan Bu Julia yang baru saja meninggalkan rumah dukun itu.


“Bu Julia, sedang apa disini..?” tanya Desta heran.


“Oh, kalian bertiga, Ibu habis beli ramuan herbal" jawab Bu Julia malu.


“Tanpa ramuan, Ibu udah cantik, kok.” ujar Ramon.


“Oh ya, kalian ada apa malem-malem kok kedukun, mau melet Ibu ya agar mau dengan kalian..”


“Ah, Bu Julia bisa aja..”

__ADS_1


“Bukan, kok Bu. Kita-kita lagi pada mau cari jodoh..” papar Desta,


"Yaudah, Ibu duluan ya" Bu Julia pun meninggalkan mereka.


Desta, Ramon dan Mocil memberanikan masuk kedalam rumah dukun yang terlihat angker itu.


“Permisi Mbah…”


“Ada perlu apa ente kesini, mau cari jodoh, cari rejeki, gampang, yang penting ada fulus…” ucap dukun itu.


“Kok, dukun nya, mirip Adi Sembako ya..” ujar Mocil.


“Begini Mbah, kedatangan kami kesini, kami mau minta ramuan atau jampe-jampe agar kita-kita gak di ganggu sama Nenek Gayung..” ujar Desta.


“Hehehe, Nenek Gayung, bayarannya cukup tinggi, karena itu setan udah Nenek-Nenek, kalau setannya semakin tua, itu setan semakin sulit di musnahkan..”


“Mungkin kira-kira 2 juta sampai 3 juta.., itu juga kalau ente-ente mau”


“Mahal amat Mbah…” ujar Ramon.


“Itu paket VIP, kalau ente-ente mau ngambil paket ekonomi harganya jauh berbeda, mungkin 250ribu sampai 500ribu..”


“Kalau gitu, kami ambil paket ekonomi aja deh, Mbah..”


“Oh ya, kalau Mbah boleh tau, ciri-ciri Nenek Gayung seperti apa…?”

__ADS_1


“Ciri-cirinya, rambutnya putih, mukanya serem, banyak jerawatnya, terus sambil bawa tikar tua Mbah..” ujar Desta.


“Katanya Nenek Gayung, kok ga bawa gayung..?”


“Saya juga kurang tahu, Mbah…”


“Baik lah, ente tunggu disini, Mbah akan bawakan ramuannya untuk ente semua..” ujar Mbah dukun, Mbah dukun langsung pergi ke salah satu kamar ritualnya, tak lama menunggu Mbah dukun itu pun kembali lagi sambil membawa sebotol ramuan.


“Ini ramuannya.., insyaallah 100% berkhasiat”


“Cara menggunakannya gimana Mbah…?”


“Gampang, ramuan ini tinggal ente oleskan aja kebagian ******** ente sebelum tidur, tapi ingat jangan banyak-banyak, karena akan ada efek sampingnya”


“Tapi, Mbah. Kalau ramuan kaga berkhasiat gimana...”


“Ente tenang aja, ramuan itu ada garansinya 2 tahun...”


Setelah membayar dan mendapatkan ramuan berkhasiat itu, mereka bertiga langsung pergi meninggalkan rumah dukun itu, namun sebelum pergi, Ramon menghampiri dukun itu untuk menanyakan sesuatu..


“Oh ya Mbah, kalau boleh tahu, perempuan yang tadi habis minta ramuan apa ya Mbah..?” tanya Ramon heran.


“Oh yang tadi itu, dia bukannya minta ramuan tapi habis suntik silikon..”


“Pantes asetnya gede banget, ternyata silikon…” ujar Ramon, setelah membayar administrasi, mereka langsung pergi meninggalkan rumah dukun itu dengan rasa tenang, namun tanpa mereka ketahui, ternyata dukun itu salah memberikan ramuan.

__ADS_1


“Ini kan ramuannya, berarti yang ane kasih, jangan-jangan minyak nyong-nyong bekas ane ngurut, tapi gak apa-apa deh yang penting ane dapet duit 1juta 500 ribu, ..”


__ADS_2