NENEK TIKAR

NENEK TIKAR
BAGIAN 28


__ADS_3

“Jangan deh, lebih baik Monica ke perpustakaan aja...” ujar Ramon. Jessika pun datang menghampiri mereka berempat.


“Monica, Loe kuliah disini?' tanya Jessika


"Iya, gue kuliah disini, baru aja pindah"


“Loe kenal, Jess……?” tanya Desta heran.


“Kenal lah, ya walaupun kenalnya baru 1 malam, hehe…”


"Aduh, firasat gue mulai ga enak" Ujar Ramon.


“Oh ya, Jess. Kebetulan sekarang hari ultah gue, gue ada acara pesta di rumah gue, kalian mau ikut gak.?”


“Kapan acaranya..?”


“Nanti malam, Jess…”


“Boleh deh, kebetulan gue lagi boring. Oh ya, Loe bertiga mau ikut ga….”


“Gimana ya Jess..." Ujar Desta heran.


“Loe bertiga kenapa sih, ketakutan banget..?”


“Bukannya takut Jess, gue khawatir aja, mungkin teman loe ini jelmaan si Nenek Gayung..” ujar Mocil.


“Loe kalau ngomong sembarangan aja Cil…”


Malam pun tiba, Desta, Ramon, dan Mocil sedang menunggu kedatangan Jessika dan Monica, namun saat itu mereka yakin kalau Monica itu jelmaan dari sosok Nenek Gayung yang selalu meneror mereka.


“Gue yakin banget si Monica itu Nenek Gayung…”


“Gue juga yakin Cil, tapi kenapa si Jessika punya teman mirip si Monica ya..?” ujar Ramon.

__ADS_1


“Jangan-Jangan Nenek Gayung itu mempermainkan kita, maksud gue Nenek Tikar…”


“Kok, Nenek Tikar. Des…”


“Kan itu Nenek bawa tikar bukan bawa gayung." Di saat mereka sedang berbincang-bincang dengan seriusnya, tiba-tiba dari arah luar terdengar suara ketukan pintu, dengan perasaan cemas. Desta, Ramon dan Mocil pun langsung bergegas pergi menuju arah luar.


“Jessika, gak ikut Nic…?” tanya Desta heran.


“Katanya sih, dia ada urusan yang lain, jadi dia gak bisa ikut…”


“Gimana nih, kita jadi pergi gak…?” ujar Mocil.


“Oh ya, Nic. Gue mau nanya, tapi jujur ya, loe Nenek Gayung apa manusia..?” tanya Ramon resah.


“Maksud kalian apa sih, gue jelas manusia lah, nih kaki gue napak ke tanah…”


“Yaudah kalau gitu kita berangkat sekarang aja, Oh ya, kita ke diskotik aja ya"


"Iya, acaranya gue ubah, biar menarik"


" Des, firasat gue gak enak banget nih..” bisik Ramon, Akhirnya saat itu juga dengan perasaan penuh tanda tanya mereka langsung berangkat.


Setelah memalui terangnya jalan ibu kota, mereka pun sampai di diskotik yang di maksud Monica, dengan perlahan-lahan mereka melangkahkan kakinya menuju diskotik itu.


Menit demi menit pun berlalu, sesampainya mereka di dalam diskotik itu, terlihat jelas pesta dunia malam begitu meriah, musik DJ terdengar di sana-sini, karena telah terhipnotis alunan musik DJ, mereka pun mulai menikmati indahnya pesta malam itu. Namun lama-kelamaan setelah mereka meminum tiga gelas bir, akhirnya mereka pun mulai merasakan pusing dan mual.


“Desta kita dugem yu?” ujar Monica.


“Dugem..?” tanya Desta, Desta menuruti permintaan Monica untuk dugem dengannya, namun tak lama setelah Desta pergi meninggalkan mereka bertiga, tiba-tiba pandangan Mocil kabur, dia melihat Desta bukan bersama Monica, melainkan sesosok Nenek-Nenek tua yang sedang joged menggelengkan kepalanya kanan-kiri mengikuti irama musik DJ. Karena takut halusinasi, Mocil langsung pergi menuju kamar mandi untuk mencuci muka, sesampainya dia di dalam kamar mandi.


“Kok, si Monica jadi Nenek-Nenek, apa jangan-jangan bener dia itu Nenek Gayung..” ujar Mocil resah, setelah mencuci muka, Mocil langsung bergegas pergi. Namun baru saja Mocil melangkahkan kakinya meninggalkan kamar mandi, saat itu juga dia pun langsung terkejut. Karena, sosok Nenek-Nenek tua yang sedang dugem bersama Desta sudah berdiri tepat di hadapannya.


“Nenek ngapain malem-malem di diskotik..?” tanya Mocil gugup.

__ADS_1


“Nenek sedang mencari sesuatu yang hilang, Cu…” ujar Nenek Gayung. Sambil gemetaran Mocil langsung bergegas pergi menghampiri Ramon.


“Loe habis dari mana l, Cil…?”


“Gue habis dari kamar mandi, Mon…”


"Mon, tadi gue di Datengin sama Nenek Gayung itu di kamar mandi"


"Serius Loe, Cil"


"Ya serius lah, Mon. Loe gak liet badan gue gemetaran gini"


Malam itu suasana malam pun semakin ramai. Di saat Desta dan Monica sedang dugem, tanpa di duga Monica terkejut akan sesuatu dan langsung memeluknya.


“Loe kenapa, Nic..”


“Gue ngelihat Nenek-Nenek Des..” ujar Monica terus mendekapnya.


“Disini, gak ada Nenek-Nenek, kalau ada juga pasti gue udah kenalan..” ujar Desta. Namun di saat Desta mau melepaskan pelukan Monica darinya, Monica pun tak mau melepaskan pelukannya.


“Loe kenapa Nic…..?” tanya Desta resah, Desta sangat kebingungan. Ramon dan Mocil langsung menghampirinya seperti orang yang sedang ketakutan.


“Loe kenapa, Mon..?” tanya Desta heran.


“Itu, yang lagi meluk loe siapa….” ujar Ramon sambil menunjuk kearahnya. Desta langsung melihat kearah siapa yang sedang memeluknya, namun setelah dia menoleh, sontak saat itu juga dia langsung terkejut, karena yang sedang memeluknya bukan Monica melainkan sesosok Nenek-Nenek tua.


"Aduh, Si Nenek. Nenek ngapain ngikutin kita,” ujar Desta cemas. Nenek tua itu langsung menatapnya.


"Nenek mau mencari barang milik Nenek yang hilang'' ujar Nenek Gayung. Karena takut dan panik. Desta langsung melepaskan pelukan Nenek-nenek tua itu darinya dengan paksa.


Desta, Ramon dan Mocil meninggalkan diskotik itu dengan tergesa-gesa.


“Tuh, Kan. Gue udah bilang, si Monica itu si Nenek Gayung….”

__ADS_1


__ADS_2