
“Nenek ngapain disni…?” ujar Ramon seketika Nenek-Nenek tua yang menyeramkan itu mulai menghampiri wajahnya Ramon untuk menciumnya, Ramon benar-benar panik, tanpa banyak kata yang keluar dari mulutnya, Ramon pun langsung pingsan tak sadarkan diri.
Sesampainya di rumah. saat itu Jessika sedang berada di depan meja belajarnya bersama laptop kesayangannya, karena saat itu dia mau melanjutkan kisah Nenek Gayung yang telah tertunda akibat kejadian aneh yang selama dia rasakan. Namun di saat dia mau mulai mengetik sebuah kata, keanehan terjadi.
“Tumben kamar gue jadi dingin banget..” ujar Jessika. Baru saja dia mulai mengetikan sebuah kalimat, tiba-tiba dia merasakan kehadiran seseorang di belakangnya, setelah dia menoleh, sontak dia pun langsung terkejut karena Nenek nya sudah berada tepat di hadapannya.
“Nenek bikin kaget aja….”
“Nenek mau masang obat nyamuk bakar Jess…” akhirnya setelah Neneknya pergi meninggalkan kamar, Jessika pun langsung melanjutkan kisah Nenek Gayung itu di laptop kesayangannya, namun di saat dia sedang mengetik sebuah satu kalimat, saat itu juga dia merasa ada seseorang yang datang menghampirinya dan langsung tidur di ranjangnya.
“Nenek, kok tidur di kamar Jessika..?” tanya Jessika heran sambil mengetik sebuah kata di laptop miliknya, namun saat itu Nenek-Nenek yang sedang berada di atas ranjang tidurnya itu hanya terdiam membisu.
“Nenek kok diam aja sih..?” karena penasaran dia pun langsung menoleh kearah ranjang tidurnya, namun anehnya setelah dia menoleh, ternyata tak ada seorag pun yang sedang tertidur di atas ranjang miliknya itu.
“Perasaan tadi ada yang tidur deh..”
“Kamu lagi nyari Nenek, Cu…” ujar seseorang, karena penasaran dia pun langsung menoleh kearah belakangnya, namun saat itu juga dia pun langsung terkejut karena sesosok Nenek-Nenek tua yang menyeramkan itu pun sudah berada tepat di hadapannya, karena lemas dan kaget akhirnya saat itu juga Jessika pun langsung pingsan tak sadarkan diri.
Namun disisi lain, malam itu Desta dan Mocil sedang rebah-rebahan di atas ranjang tidur miliknya.
__ADS_1
“Keadaan si Ramon gimana ya..”
“Mungkin sekarang dia lagi asik sama Suster rumah sakit itu, Cil..”
“Bisa jadi, Des. Oh ya, Perasaan gue sekarang udah sedikit tenang…”
“Tenang kenapa, Cil..?”
“Tenang aja, sekarang kita-kita gak di ganggu lagi sama Nenek Gayung itu..”
“Tapi perasaan gue jadi ga enak deh…”
“Ga enak kenapa Des…?” tanya Mocil heran,
“Desta, loe habis dari mana..?”
“Gue dari kamar mandi…”
“Kalau itu loe, ini siapa yang lagi selimutan..” ujar Mocil, Mocil pun langsung turun dari atas ranjang tidur dengan perasaan was-was.
__ADS_1
“Itu siapa Cil..?”
“Gue juga gak tahu, gue kira itu loe..” Mocil langsung menarik selimut yang sedang di gunakan oleh seseorang itu, namun setelah dia menarik selimut itu, lagi-lagi keanehan pun terjadi.
“Nah loe ada dua, yang asli yang mana…?”
“Kok, mirip gue sih.., loe siapa..?”
“Loe yang siapa, make muka gue gak ijin-ijin dulu..” ujar Desta yang sedang berada di atas ranjang tidur, saat itu Mocil begitu heran karena rekannya ada dua orang, namun di saat Mocil sedang kebingungan tiba-tiba pintu pun terbuka dengan sendirinya dan seseorang pun langsung masuk kedalam kamar mereka.
“Nah loe ada tiga, yang asli mana nih…” ujar Mocil heran. Namun di saat dia menoleh kearah Desta yang berada di belakangnya, saat itu juga dia pun terheran-heran karena kedua Desta itu menghilang entah kemana.
“Loe kenapa, Cil..?”
“Kok gue jadi pusing gini sih…..”
“Yaudah, Cil. Kita tidur aja…” ujar Desta, saat itu Desta pun langsung rebah-rebahan di atas ranjang tidur dan langsung berselimutan, namun karena penasaran Mocil pun langsung menghampiri Desta yang sedang tertidur itu, dengan perlahan-lahan dia langsung menarik selimut yang di kenakan oleh rekannya itu, namun setelah selimut itu dia tarik, ternyata yang sedang berada di balik selimut itu bukan sahabatnya, melainkan sesosok Nenek-Nenek tua.
“Nenek Gayung…” ujar Mocil resah, karena takut akhirnya dia pun langsung pingsan tak sadarkan diri.
__ADS_1
Malam pun semakin larut, saat itu Desta baru saja keluar dari dalam kamar mandi, namun sesampainya dia di dalam kamar.
“Nih anak kenapa tidur dilantai, gak ada kerjaan banget..” namun di saat Desta sedang kebingungan, tiba-tiba lemari yang tak jauh darinya bergetar dengan sendirinya, karena penasaran dia pun langsung menghampiri lemari yang terasa aneh itu, setelah dia membuka lemari itu, ternyata tak ada seseorang pun yang berada di dalam lemari itu, namun baru saja dia mau pergi menghampiri Mocil, tiba-tiba tangan misterius muncul dari dalam lemari yang langsung menariknya kedalam lemari itu.