
Malam itu Desta, Ramon dan Mocil sama sekali tak memiliki firasat sedikitpun, dengan perasaan penuh tanda tanya mereka langsung menghampiri Bu Julia Namun lagi-lagi tanpa mereka duga.
"Kok, ibu merasa gerah yah...." ujar Bu Julia. Bu Julia langsung membuka baju yang di kenakan nya, saat itu Bu Julia hanya menggunakan tank top. Dengan
tegangan elektro mereka bertiga langsung menghampiri Bu Julia.
“Kalian, mau gak meluk Ibu,?”
“Meluk….?” ujar Ramon. Mocil pun langsung menarik Desta dan Ramon meninggalkan Bu Julia yang sedang duduk tersenyum menanti pelukan mereka.
“Eh, loe berdua gak ngerasa ada yang aneh….?”
“Iya sih gue juga ngerasa, tapi aneh apa nya Cil…?”
“Loe tahu kan Bu Julia gimana orangnya, Bu Julia gak mungkin banget dengan semudah nya nyuruh meluk dia, kan aneh banget”
“Apa mungkin dia jelmaan Nenek Gayung itu..?”
“Kalau dia bukan Jelmaan Nenek Gayung, Bu Julia gak mungkin nyuruh kita-kita meluk dengan mudahnya…”
__ADS_1
“Perkataan loe ada benarnya juga, Cil..” Setelah perundingan yang matang, mereka langsung membalikan badan, namun lagi-lagi keanehan pun terjadi, karena saat itu yang sedang duduk di atas ranjang tidur mereka bukan Bu Juliamelainkan sosok Nenek-Nenek tua yang menyeramkan.
“Tuh, kan. Gue bilang juga apa…”
“Mampus…” papar Ramon.
“Nenek Bu Julia apa Nenek Gayung..?”
“Nenek Gayung, Cu…” ujar Nenek Gayung. Ramon pun langsung memberanikan diri untuk menghampiri Nenek-Nenek tua itu.
“Nek, kok diam aja sih..” ujar Ramon.
“Loe ngapain Mon, nanti di cekik loe…”
“Akhirnya gue terbebas dari iuran kos selama dua bulan..” ujar hati Ramon,
"Gile juga tuh si Ramon, nekat bener..."
Setelah dia mencium Nenek-Nenek tua yang menyeramkan itu, tanpa dia duga Nenek-Nenek tua yang menyeramkan itu pun langsung memeluknya.
__ADS_1
“Yah, sempat-sempatnya si Nenek meluk gue, Cil tolongin atuh…..?”
"Cu, Cium lagi dong..." Ujar Nenek Gayung.
Desta dan Mocil hanya bisa gemeteran melihat kondisi Ramon saat itu.
"Cil, Bantuin tuh si Ramon"
“Gue, gak berani ah…..” ujar Mocil gugup, Ramon pun memberanikan diri untuk melepaskan pelukan Nenek-Nenek tua yang menyeramkan itu dengan paksa, setelah pelukan itu terlepas darinya, dengan tergesa-gesa dia pun langsung bergegas pergi menuju ruang tamu bersama kedua rekannya meninggalkan sesosok Nenek tua yang menyeramkan itu.
Namun di sisi lain, malam itu Jessika sedang tertidur pulas, di saat dia sedang tertidur nyenyak, tiba-tiba handphone miliknya yang berada di sampingnya pun bergetar, karena merasakan getaran handphone miliknya, Jessika langsung terbangun.
“Kenapa, Des…?”
“Gue mau nanya Jess..”
“Nanya apa..?”
“Loe di ganggu Nenek Gayung itu lagi gak..?”
__ADS_1
“Gak ah, emang kenapa…?” namun baru saja dia menanyakan hal itu tiba-tiba teleponnya pun mati dengan sendirinya.
Malam itu Jessika sama sekali tak memiliki firasat aneh sedikit pun, karena masih merasa ngantuk dia pun langsung melanjutkan tidurnya yang telah terganggu, namun baru saja dia merebahkan kakinya di atas ranjang, dia pun langsung terkejut, karena saat itu dia merasa seperti ada seseorang yang berada di samping ranjang tidurnya.