NENEK TIKAR

NENEK TIKAR
NAGIAN 12


__ADS_3

“Tapi, loe gak ngerasa ada yang aneh…?”


“Aneh gimana, Cil…?”


“Aneh aja Mon, tadi pagi gue sempet ketemu dia, tapi pas di cari lagi dia hiang gitu aja..” ujar Mocil heran.


“Mungkin, itu cuma halusinasi loe aja Cil yang terlalu kagum sama dia. Oh ya, tumben jam segini si Jessika belum ke kantin, biasanya sebelum kita datang, dia udah ada disini..” ujar Desta. Namun tak lama yang di bicarakan pun datang menghampiri mereka sambil membawa laptop kesayangannya.


“Tumben Jess, biasanya udah ada di kantin…?”


“Pelajaran gue baru selesai, biasalah Dosen gue Pak Novri, kalau dia yang ngajar pasti lama. Oh ya, gue mau nunjukin sesuatu nih..”


“Apaan, Jess..?” tanya Desta heran, Jessika menyalakan laptop miliknya itu dan langsung menunjukan gambar yang baru saja dia transfer dari smartphone miliknya itu.


“Menurut loe, ada yang aneh gak dari gambar ini..?”


“Gak ada yang aneh ah, itu kan cuma gambar tikar…” ujar Ramon..


“Iya Jess, gak ada yang aneh ah..” papar Mocil.


“Coba, loe inget-inget lagi..”

__ADS_1


“Tunggu dulu deh, gue baru inget, bukannya ini gambar yang waktu loe ambil di bekas rumah Nenek Gayung itu Jess..”


“Yup, loe bener banget Cil, ada yang aneh kan, seinget gue, foto gambar tikar ini di samping nya itu gayung, tapi hasilnya cuma gambar tikar nya aja, gayungnya kemana..” ucap Jessika heran.


“Iya ya, gue baru inget, kok bisa sih.” ujar Desta. Namun ketika Ramon melihat gambar itu, perasaannya langsung gelisah.


“Loe kenapa, Mon?”


“Gak kenapa-napa kok. Oh ya, Jess. Gimana cerpen loe tentang Nenek Gayung?” ujar Ramon mengalihkan pembicaraan.


“Gue baru bikin setengah aja sih, gue belum dapat inspirasi yang baru lagi..” ujar Jessika.


“Oh ya, Jess. Gue mau nanya, semenjak kita datang ke rumah Nenek Gayung itu, loe ngalamin hal yang aneh-aneh gak..?”


“Misalnya, ketemu Nenek-Nenek misterius gitu…”


“Gak ah, semenjak gue pulang dari bekas rumah Nenek Gayung itu, gak ada hal aneh yang terjadi, emang kenapa, Cil..?”


“Semalam ada cewek yang nginap di kosan gue bertiga, kalau gak salah, namanya Monica, tapi waktu itu gue sempet ngelihat Nenek-Nenek misterius Jess di kamar yang dia tiduri”


“Masa, sih…?”

__ADS_1


“Gue mau jujur, semenjak gue pulang dari rumah Nenek Gayung itu, gue juga ngalamin hal yang aneh Cil, gue juga sempet ngelihat Nenek-Nenek misterius itu..” papar Ramon.


“Serius loe, Mon..?” tanya Mocil heran.


“Mungkin itu cuma halusinasi loe aja berdua..” ujar Jessika dengan santainya, di saat mereka sedang berbincang dengan seriusnya, Bu Julia menghampiri mereka.


“Eh, Bu Julia…” ujar Mocil.


“Ternyata kalian disini...?"


“Ada perlu apa ya Bu....?” tanya Desta heran.


“Ini hasil ulangan kemarin, nilai kalian bertiga jelek semua..” ujar Bu Julia sambil meletakan kertas nilai ujian mereka di atas meja kantin.


“Masa sih, Bu. Perasaan jawaban kami betul semua deh…” ujar Desta.


“Iya deh Bu, kami ngisi soalnya sungguh-sungguh deh....”


“Kalian tenang aja, masih ada kesempatan untuk memperbaiki nilai kalian, kalian bertiga harus mengikuti ujian remedial lanjutan, besok malam kalian Ibu tunggu di rumah, jam delapan malam, jangan sampai telat..”


“Serius Bu…” ujar Mocil. Bu Julia Dosen langsung pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


“Cubit gue, Mon. Kalau ini bukan mimpi..” ujar Mocil.


__ADS_2