
“Loe kenapa Mon, pucat banget…?” tanya Desta heran.
“Gak kenapa-napa kok, Oh ya, itu air minum buat siapa..?”
“Buat cewek cantik Mon, dia lagi ngobrol sama si Mocil di ruang tamu..”
“Cewek…?”
“Iya cewek, katanya dia lagi nyari barang nya yang hilang…” ujar Desta, Ramon langsung pergi menuju ruang tamu bersama rekannya, sesampainya di ruang tamu, Ramon dan Desta pun terheran-heran.
“Cil, cewek yang tadi bertamu mana..?”
“Dia lagi ke kamar mandi Des…” ujar Mocil. Namun setelah mereka menunggu lama, mereka mulai merasakan ada yang aneh.
“Bener dia kekamar mandi, kok kekamar mandinya lama banget..?” tanya Desta heran.
__ADS_1
“Coba, Cil. Loe lihat, siapa tahu itu cewek rampok yang mau mengintai kosan kita..” ujar Ramon, Mocil langsung pergi menuju kamar mandi untuk memastikannya, sesampainya di depan pintu kamar mandi, dia mendengar suara percikan air seperti ada seseorang yang sedang mandi.
“Monica, kamu sedang ngapain di dalam kamar mandi…?” tanya Mocil heran.
“Monica lagi mandi, kamu masuk aja..” sahut seseorang dari dalam kamar mandi, Mocil merasa senang, namun sesampainya Mocil di dalam kamar mandi, keanehan terjadi, karena saat itu dia tak melihat seorang pun yang berada di dalam kamar mandi.
“Kok, gak ada orang sih, si Monica kemana?” ujar Mocil, karena takut, Mocil langsung pergi meninggalkan kamar mandi dengan tergesa-gesa. Namun sesampainya Mocil di ruang tamu, dia sangat terkejut, karena Monica yang sedang dicarinya sudah berada di ruang tamu bersama kedua rekannya.
“Loe lama banget, Cil…?”
“Gimana, saya boleh nginap disini gak..?” ujar Monica wanita misterius itu. Namun karena merasa ada yang aneh, Mocil langsung menarik Desta yang sedang duduk santai di sampingnya Monica.
“Gue saranin jangan kasih deh Des, gue rasa dia bukan orang, tapi setan..”
“Loe ngomong apa sih, Cil. Loe lihat aja kakinya napak gitu…” ujar Desta, akhirnya malam itu Desta dan Ramon mengijinkan wanita misterius itu untuk menginap di kosan mereka.
__ADS_1
“Kamu tidur di kamar kosong ini aja, kebetulan ini bekas kamar temen gue, dia udah gak ngekos lagi disini..”
“Makasih banyak ya, saya udah di ijinkan untuk menginap disini,..”
“Ga apa-apa kok, kalau Neng Monica mau tinggal disini juga ga apa-apa, tapi syaratnya cuma satu, Neng Monica mau jadi pacar saya..” ujar Ramon tersenyum.
***
Malam itu mereka bertiga sama sekali tak memiliki rasa curiga sedikit pun terhadap wanita misterius itu, mereka bertiga langsung pergi meninggalkan wanita misterius itu yang sudah berada di dalam kamar yang telah mereka siapkan.
“Coba aja, itu cewek jadi pacar gue, hidup gue bersyukur banget..”
“Gak mungkin banget, Cil. Itu cewek, cocoknya sama gue…” ujar Desta,
"Berarti Jessika buat gue dong Jes..!" Ujar Ramon. Namun saat itu Mocil masih penasaran dengan wanita misterius itu, ketika Desta dan Bagas sudah tertidur pulas, Mocil memutuskan kembali lagi untuk melihat kegiatan wanita misterius itu, sesampainya Mocil tepat di depan pintu kamar wanita misterius itu, dia mencoba untuk mengintipnya dari celah pintu yang lumayan kecil. Mocil sangat terkejut, karena yang dia lihat saat itu bukannya wanita misterius itu, melainkan sesosok Nenek-Nenek tua yang sedang tertidur pulas berama satu gulungan tikar di sampingnya. Mocil pun bergegas pergi menuju kamar menghampiri kedua rekannya.
__ADS_1