
“Loe tenang aja Put, si Ramon orangnya tepat waktu…” ujar Jessika, karena Puteri menerima tawaran rekannya itu, saat itu juga Jessika pun langsung menelepon rekannya, di sisi lain, saat itu Desta, Ramon dan Mocil masih terlihat lesu, di saat mereka mau pergi menuju kelasnya, tiba-tiba handphone miliknya Ramon pun bergetar.
“Kenapa Jess..?”
“Loe lagi dimana..?”
“Gue masih di kantin, mau ke berangkat ke kelas..”
“Oh ya, si Puteri mau tuh jalan sama loe, tapi dia ga mau loe datang telat…”
“Pucuk di cinta ulang pun tiba, terus dia bilang apa Jess..”
“Katanya, dia nunggu loe di jembatan dekat rumahnya jam 8 malam.., jangan sampai telat”
“Tenang aja Jess, gue orangnya tepat waktu…”
Malam pun tiba, saat itu Ramon sedang rapih-rapin karena malam itu dia mau jalan dengan Puteri wanita dambaan hatinya.
“Loe, malem ini jadi mau nonton sama si Puteri Mon…?”
__ADS_1
“Jadi lah, Oh ya ntar gue minjam mobil loe ya Des, gue lagi boke….”
“Loe gimana sih, udah tahu boke tapi masih aja ngajakin si Puteri jalan..”
“Namanya juga usaha…”
“Paling-paling yang nanti ngajak loe jalan bukan si Puteri, tapi Nenek Gayung itu..”
“Ah, sialan Loe, nakut-nakutin ge aja" namun di saat mereka sedang berbincang-bincang, Mocil datang dan langsung memotong pembicaraan mereka.
“Des, loe ngelihat susu coklat yang gue taruh di atas meja gak…?”
“Susu coklat Cil, itu susu udah gue minum, habis tadi gue aus banget,..”
“Loe kalau mau minum nanya-nanya dulu dong..”
“Emang kenapa Cil, kita kan ngekos di kos-kosan ini bertiga, berarti milik loe milik gue juga..” namun baru saja Ramon berbicara seperti itu, tiba-tiba perutnya pun mulai terasa mules.
“Loe kenapa, Mon…?”
__ADS_1
“Perut gue mules banget Des…” ujar Ramon, dengan menahan rasa mules, Ramon pun langsung pergi ke kamar mandi dengan tergesa-gesa. Tak lama setelah buang air besar, Ramon menemui Desta dan Mocil.
"Loe kenapa, Mon?'
“Perut gue mules lagi…” ujar Ramon, saat itu juga dia pun langsung bergegas pergi menuju kamar mandi untuk keduakalinya, menit demi menit pun berlalu, tak terasa Ramon pun sudah berkali-kali bolak-balik dari kamar mandi, saat itu Ramon begitu heran, karena tak biasanya dia merasakan mulas yang sangat luar biasa.
“Mangkan nya kalau minum punya orang tanya-tanya dulu, udah tahu itu susu kadaluarsa mau gue buang, masih aja di minum…” papar Ramon.
“Kenapa loe gak bilang, Cil. Kalau tahu gitu, ya gak gue minum”
“Gimana gue mau bilang, pas mau gue buang itu susu udah abis gitu aja..” ujar Mocil, akhirnya dengan rasa letih Ramon pun langsung rebah-rebahan, namun saat itu dia lupa akan sesuatu.
“Loe, gak jadi jalan sama si Puteri, Mon..?” tanya Desta. Mendengar pertanyaan Desta, akhirnya Ramon pun tersadar.
“Anjir, udah jam setengah sepuluh.., gue lupa” ujar Ramon kaget, akhirnya saat itu juga Ramon pun langsung bergegas pergi menemui Puteri yang sedang menunggunya dengan tergesa-gesa.
Namun disisi lain.
“Si Ramon jadi ga sih, lama banget..” ujar Puteri, akhirnya karena rasa kesal dan bosan menunggu, Puteri pun memutuskan untuk pulang.
__ADS_1