
Tak lama menunggu, nasi goreng pesanannya selesai di hidangkan, tanpa mengucapkan basmallah Ramon langsung melahap nasi goreng yang masih terasa panas itu. Malam itu Ramon sangat menikmati nasi goreng pesanannya. Namun di saat dia sedang menikmati nasi goreng itu, keanehan terjadi, angin kencang datang secara tiba-tiba dan sebuah tikar tua terjatuh dari atas gerobak tukang nasi goreng itu.
“Mas, kok jualan sambil bawa tikar…?” tanya Ramon heran.
"Itu bukan tikar saya, mas" ujar tukang nasi goreng.
"Kalau bukan punya, Mas, punya siapa?"
"Gak, tahu saya. Mungkin punya Nenek Gayung..!"
__ADS_1
“Nenek Gayung cuma mitos Mas…” ujar Ramon dengan santainya.
“Tapi, jangan salah. Terkadang Nenek Gayung suka jalan-jalan malam..”ujar tukang nasi goreng itu, namun tiba-tiba Raut wajah tukang nasi goreng itu langsung terlihat pucat, karena dia melihat sosok Nenek-Nenek tua yang menyeramkan tepat berada di belakangnya Ramon, Tukang nasi goreng itu langsung berkemas-kemas dan pergi tergesa-gesa meninggalkan Ramon.
"Mas saya tinggal ya, gratis, sekalian piringnya ambil aja" ujar tukang nasi goreng gemetaran.
“Kenapa tuh, tukang nasi goreng, belum juga gue selesai makan, pergi aja..” ujar Ramon heran, Ramon langsung mengambil tikar misterius itu dengan perasaan ragu.
"Tikar gue nih, hihihihi."
__ADS_1
Sesampainya Ramon di dalam kosannya, dia langsung pergi menuju dapur untuk mengambil segelas air minum, karena saat itu dia merasa sangat haus setelah menelan beberapa sendok nasi goreng, disaat dia mau ke dapur, dari kejauhan dia sempat melihat sesosok bayangan hitam seperti Nenek-Nenek yang sedang mencuci piring, Ramon benar-benar merasa heran, dengan perlahan-lahan dia menghampiri tombol lampu dapur, namun setelah lampu dapur menyalah, sesosok bayangan Nenek-Nenek tua itu sudah menghilang dengan sendirinya.
“Cuma halusinasi gue aja..” ujar Ramon, dengan perasaan masih di selimuti kecemasan, Ramon menghampiri kulkas, namun di saat dia mau membuka kulkas, ternyata kulkasnya sulit untuk di buka, dengan susah payah dia berusaha keras untuk membukanya, namun setelah dia berhasil membuka paksa kulkas itu ternyata yang berada di dalam kulkas bukannya sebotol air yang sedang dia cari melainkan hanya seuntai tikar tua.
“Ini kan tikar yang tadi…” ujar Ramon cemas menggenggam tikar tua itu, karena Ramon langsung membuang tikar tua itu pergi menuju kamarnya. sesampainya di dalam kamar, Desta dan Mocil terheran-heran saat melihat sikap rekannya itu.
“Loe kenapa Mon, habis ngelihat setan…?”
"Bukan setan Cil, gue tadi kan makan nasi goreng, belum nasi goreng itu gue makan sampai habis, tukang nasi goreng itu pergi gitu aja, wajahnya juga seperti ketakutan!"
__ADS_1
"Mungkin tukang nasi goreng itu ngelihat setan kali Mon" tanpa memperdulikan kejadian aneh yang baru dia alami, Ramon langsung memakai selimut menutupi seluruh wajah dan tubuhnya.