
Menit demi menit pun berlalu. Malam itu mereka bertiga langsung bergegas pergi menuju ke rumah Bu Julia untuk melakukan remedial ulang, mereka meninggalkan Monica si wanita misterius itu sendiri di kosan mereka tanpa ada firasat sedikit pun.
“Perasaan gue, gak enak banget…, tadi gue di datengin sama Nenek-Nenek tua itu lagi, gue rasa itu Nenek Gayung deh..”
“Serius loe Cil, itu Nenek-Nenek bawa gayung gak..?”
“Engga, tapi sebelum gue ngelihat Nenek-Nenek tua itu, gue sempet nemuin tikar tua di depan pintu kamar mandi..”
“Berarti itu bukan Nenek Gayung, tapi Nenek Tikar..” ujar Ramon tersenyum.
“Bercanda aja loe Mon, nanti juga loe di datangin sama tuh Nenek-nenek…”
Tak lama setelah melalui perjalanan yang lumayan melelahkan akhirnya mereka pun sampai di kediaman Bu Julia.
“Yakin, ini rumah nya…?”
“Gak tahu juga deh, yaudah kita keluar aja, kita pastiin itu rumahnya atau bukan…” ujar Desta, mereka langsung keluar dari dalam mobil untuk memastikannya, sesampainya mereka tepat berada di depan pintu rumah itu, mereka pun mulai merasa ada yang aneh.
“Kok, sepi banget rumahnya..” ujar Ramon.
“Permisi..” sapa Desta.
__ADS_1
“Mungkin ini bukan rumah Bu Julia…” papar Mocil, tak lama menunggu akhirnya pintu pun di bukakan oleh seseorang dari dalam rumah, melihat siapa yang membukakan pintu, Desta, Ramon dan Mocil pun merasa lega.
"Alhamdulillah...." ujar Ramon.
“Bener kan, ini rumahnya…” ujar Desta,
Malam itu Bu Julia hanya mengenakan baju tidur yang super ketat dan tipis. Belum sempat masuk rumah. Desta, Ramon dan Mocil sudah mulai merasakan tegangan elektro.
“Kenapa jam segini baru datang. Ibu kan nyuruh kalian datang jam 7 malam, sekarang udah jam 12 malam..”
“Maaf Bu, kami lupa. Oh ya, apa kami masih bisa melakukan remedial ulang..”
“Asyik, Asyik” ujar Ramon, saat itu yang ada di pikiran mereka bertiga bukan tentang remedial tapi memikirkan keindahan lekuk tubuh Bu Julia. Sesampainya mereka di ruang tamu.
“Kenapa kalian duduk disitu..”
“Emang kenapa, Bu..?”
“Kita gak akan melakukan remedial di ruang tamu, tapi di kamar Ibu..”
“Serius Bu..?” tanya Mocil senangnya.
__ADS_1
"Asyik, Asyik" ujar Ramon.
"Siap Bu" papar Desta.
Malam itu mereka bertiga benar-benar tak memiliki firasat sedikit pun, dengan perasaan berdebar-debar, mereka mengikuti langkah kaki Bu Julia dengan penuh tegangan elektro.
“Gila Cil, body-nya bener-bener sempurna…” ujar Ramon.
“Gue mau deh kalau di suruh jadi simpanannya Bu Julia..” bisik Mocil.
Sesampai di kamarnya Bu Julia
“Kalian tunggu aja disini.., Ibu mau ngambil air minum untuk kalian” ujar Bu Julia, Bu Julia langsung pergi meninggalkan mereka bertiga.
“Gue bener-bener gak nyangka, coba aja Bu Julia jadi pacar gue.., Bu Julia pasti gue kurung” ujar Ramon.
“Mimpi loe terlalu jauh Mon, sebelum loe yang dapetin, gue dulu yang pasti dapet” ujar Mocil.
“Bu Julia bener-bener sempurna, gak kebayang deh kalau malam pertama sama dia, mungkin lebih dari tiga belas ronde kali dia baru puas..” papar Desta.
Tak lama menunggu akhirnya Bu Julia datang kembali menghampiri mereka bertiga sambil membawa beberapa gelas air putih. Dengan perlahan-lahan Bu Julia menaruh gelas yang berisi air putih itu satu persatu di dasar lantai, Mereka bertiga hanya bisa terdiam melihat keindahan Bu Julia.
__ADS_1