NENEK TIKAR

NENEK TIKAR
BAGIAN 36


__ADS_3

“Loe kenapa Mon, kok diam aja..?” tanya Mocil heran. Namun di saat Jessika menoleh kearah Mocil dan Ramon, saat itu juga Jessika pun terkejut karena yang berada bersama Mocil bukannya Ramon, melainkan sesosok Nenek-Nenek tua.


“Nenek Gayuuung……” karena takut mereka pun langsung bergegas pergi keluar dari dalam mobil, namun di saat Mocil baru saja keluar dari dalam mobil, saat itu juga dia pun langsung terkejut karena tiba-tiba Ramon sudah berada di hadapannya.


“Loe habis dari mana, Mon…?”


“Gue kebelet, loe pada kenapa ketakutan banget…?”


“Coba, Des. Loe cek, itu si Nenek masih ada di dalam mobil gak..?”


“Gak ada, Jess...” ujar Desta cemas.


Malam itu mereka begitu resah, akhirnya karena mereka yakin tak akan di ganggu oleh Nenek Gayung itu lagi, mereka pun langsung bergegas pergi meninggalkan bekas rumah Nenek Gayung itu. Namun sebelum mereka sampai di kediaman mereka, tiba-tiba mobil yang di kendarai mereka pun mogok dengan sendirinya di tengah jalan raya yang lumayan sepi.


“Kenapa, Des?”


“Kayaknya mogok deh..” Desta langsung keluar dari dalam mobil untuk mengecek kendaraannya.


Menit demi menit pun berlalu.

__ADS_1


“Lama banget sih, biar gue aja deh yang benerin” ujar Ramon tak sabar,Ramon langsung keluar dari dalam mobil, namun baru saja Ramon keluar dari dalam mobil, kecelakaan kecil pun terjadi, saat itu dia terserempet mobil yang sedang ugal-ugalan di tengah jalan raya dan akhirnya dia pun langsung jatuh pingsan tak sadarkan diri. Melihat kejadian itu rekan-rekanya pun begitu kaget, karena khawatir Ramon pun langsung mereka bawa kerumah sakit terdekat setelah Desta memperbaiki mobil nya yang mogok.


Sesampainya di rumah sakit.


“Gimana Sus, keadaan rekan saya…?”


“Kalian gak perlu cemas, keadaan dia baik-baik aja, mungkin setelah di rawat dua hari, rekan anda bisa pulih lagi, saat ini dia masih syok atas kejadian yang menimpanya itu..” ujar Suster yang baru saja merawat rekannya, karena penasaran akhirnya mereka bertiga pun langsung masuk kedalam ruangan di mana rekannya sedang di rawat.


“Gimana Mon keadaan loe…?”


“Gue baik-baik aja kok Jess…”


“Yaudah kalau gitu loe istirahat aja Mon, besok atau lusa kita-kita ngunjungin loe lagi buat ngelihat keadaan loe, sekarang loe istirahat aja”


“Loe tenang aja Jess, gue baik-baik aja ko, cuma kaki gue aja keseleo. Oh ya, Cil. Ini kunci lemari gue, nanti kalau loe kesini lagi tolong loe bawa tas gue yang ada di dalam lemari ya, isinya notebook gue” ujar Ramon, akhirnya saat itu juga mereka bertiga pun langsung meninggalkan rekannya yang sedang di rawat tanpa ada firasat sedikitpun.


“Oh ya, Mon. Hati-hati ya, kalau loe ketemu Nenek Gayung itu, bilangin aja salam dari gue..”


“Kampret loe, Cil…”

__ADS_1


Malam pun semakin larut, malam itu Ramon sedang terlelap tidur, lagi-lagi keanehan pun terjadi, secara tiba-tiba pintu yang sudah tertutup rapat pun langsung terbuka dengan sendirinya. Merasakan kehadiran sosok Nenek Gayung itu akhirnya Ramon pun langsung terbangun dari tidurnya.


“Perasaan gue jadi ga enak banget..” ujar Ramon, namun tanpa dia duga Suster yang begitu cantik datang dan langsung menghampirinya.


“Suster…?”


“Gimana keadaan kamu..?”


“Udah baikan kok Sus. Oh ya, tumben Suster jam segini belum pulang..?”


“Suster masih banyak tugas yang belum selsai, oh ya kok buahnya belum di makan..?”


“Makannya gimana Sus, tangan saya belum kuat buat ngebuka kulit jeruknya..”


“Yaudah biar Sus yang ngebukain jeruknya, kamu mangap dong…” akhirnya saat itu juga Suster itu pun langsung menyuapi Ramon dengan sepotong jeruk yang telah di kupas nya, namun tanpa dia duga, tiba-tiba Suster itu langsung naik ke atas tubuhnya yang masih terasa lemas itu.


“Suster kenapa duduk di tubuh saya….?” tanya Ramon heran, Ramon benar-benar merasa ada yang aneh dan buluk kuduknya pun langsung berdiri bersama tegangan elektro.


“Oh ya, lupa, pejamkan mata kamu dulu..” seperti di hipnotis, Ramon pun langsung menutup kedua bola matanya berharap setelah membuka mata Suster itu sudah tak berbusana lagi.

__ADS_1


“Sekarang kamu boleh buka mata…” namun setelah Ramon membuka mata ternyata yang berada di atas tubuhnya bukan Suster itu melainkan sesosok Nenek-Nenek tua.


__ADS_2