
Pagi pun tiba, Mocil benar-benar masih memikirkan kejadian aneh yang semalam dia alami, mulai dari keanehan di dalam kamar mandi Sampai dengan penampakan sosok Nenek-Nenek tua. Dengan perasaan gelisah Mocil langsung beranjak bangun dari tempat tidurnya.
“Tumben tuh, anak udah bangun, biasanya jam segini belum bangun…” ujar Desta.
Dengan mata yang masih terasa berat, Mocil berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci muka, namun sebelum Mocil pergi menuju kamar mandi, dia sempat mencium bau yang tak begitu sedap.
“Bau apaan, nih…?” Mocil langsung pergi menuju ruang tamu untuk memastikan aroma itu, sesampainya dia di ruang tamu, Mocil terkejut, karena dia melihat sekumpulan cacing kalung dan belatung sedang menggeliat-liat di atas sebuah piring. Mocil begitu resah, ketika dia hendak mau berbalik arah, tiba-tiba Monica si wanita misterius itu sudah berada tepat di hadapannya.
“Mau kemana, kok mienya gak di makan, nanti keburu dingin…” ujar Monica si wanita misterius itu, Mocil gemeteran, setelah dia menoleh kearah meja, ternyata cacing dan blatung itu sudah berubah menjadi sepiring mie goreng yang terlihat nikmat.
“Perasaan, tadi bukan mie deh…” ujar Mocil heran. Mocil pun menoleh kerah Monica si wanita misterius itu, ternyata Monica sudah menghilang entah kemana. Mocil benar-benar bingung, namun di saat Mocil sedang kebingungan, Desta dan Ramon datang menghampirinya.
“Udah ada mie goreng, siapa yang bikin.., kayaknya enak banget?”
“Yang bikin loe, Cil…?”
“Bukan gue Des, yang bikin si Monica..”
“Yaudah kalau gitu, nunggu apa lagi, kita makan aja” ujar Ramon. Melihat kedua rekannya melahap mie goreng itu, Mocil merasa enek dan tak berani melahap mie goreng yang terlihat lezat itu, karena dia yakin yang baru dihatnya itu, sepiring cacing dan blatung, bukannya sepiring mie goreng.
“Gue rasa, itu cewek bukan orang, tapi bener-bener setan..” ujar Mocil.
__ADS_1
“Maksud, loe. Apa sih Cil..?” tanya Ramon sambil melahap mie goreng buatan Monica si wanita misterius itu.
“Semalam gue ngintip ke kamar si Monica, tapi yang gue lihat di ranjang tidur, bukannya dia, tapi Nenek-Nenek, gue juga sempet lihat di sampingnya Nenek-Nenek itu ada sebuah tikar tua"
"Wah, parah Loe, Cil. Loe pasti punya niatan buruk ke si Monica" ujar Desta
"Semalem gue kebelet, Des. Sekalian aja gue mau lihat si Monica lagi ngapain, hehe"
"Jangan-jangan yang Loe lihat Nenek Gayung, Cil"
“Nenek Gayung cuma mitos..” ujar Ramon acuh.
“Yaudah, sekarang kita berangkat ke kampus aja…” ujar Desta dengan santainya setelah melahap habis mie goreng tersebut.
“Coba aja, loe cek ke kamarnya….” Desta langsung pergi ke kamar untuk memastikannya, sesampainya dia di dalam kamar, ternyata tak ada seorang pun yang berada di dalam kamar itu.
"Kok, gak ada, coba deh gue cek di kamar mandi" Desta merasa ada yang aneh, karena tak ada seorang pun yang berada di dalam kamar mandi.
“Ada ga Des..?”
“Gak ada, Cil..!”
__ADS_1
“Udah loe cari ke kamar mandi belum?”
“Udah Mon, tapi ga ada siapa-siapa…”
“Jangan-jangan bener Des, dia setan jelmaan Nenek Gayung..”
“Kalau memang dia jelmaan Nenek Gayung, seharusnya, Nenek-Nenek itu bawa tikar sama gayung bukannya tikar aja Cil…” ujar Desta,
"Tapi, bisa aja kan Nenek Gayung lupa bawa gayungnya"
Siang itu mereka langsung bergegas pergi menuju kampus.
“Jangan lupa Cil, kunci pintu..!” ujar Desta.
Menit demi menit berlalu, sinar matahari sudah melihatkan sinarnya, siang itu sehabis pelajaran selesai, Desta, Ramon dan Mocil langsung pergi menuju kantin. Sesampainya di kantin, mereka langsung duduk di bangku kosong yang telah tersedia.
“Jujur deh, gue masih kepikiran..”
“Kepikiran siapa, Cil?”
“Gue masih kepikiran si Monica.., pergi kok gak pamit-pamit, gak ngucapin terimakasih lagi”
__ADS_1
“Mungkin dia lagi buru-buru kali ,Cil. Mangkannya dia gak pamitan..”