NENEK TIKAR

NENEK TIKAR
BAGIAN 29


__ADS_3

“Sekarang hari-hari gue udah mulai gak tenang..” ujar Desta,


"Sama, Des. Gue juga bingung, kenapa itu Nenek Gayung bisa neror kita ya" Ujar Mocil. Saat itu Mocil duduk di depan. Sedangkan Ramon duduk di kursi belakang. Namun, tiba-tiba Desta menghentikan Mobilnya, karena dia melihat sesosok Nenek-Nenek melalui kaca spion tengah, sedang duduk tepat di sampingnya Ramon.


“Loe kenapa Des. Kok berhenti mendadak…..” tanya Ramon heran.


“Gak kenapa napa, kok Mon…” ujar Desta cemas.


Setelah melalui perjalanan yang lumayan melelahkan dan penuh keanehan akhirnya mereka bertiga pun sampai di kosan mereka.


“Hari ini hari yang sangat melelahkan” ujar Ramon sambil rebah-rebahan di atas ranjang tidurnya.


“Kayaknya kita harus ke dukun itu lagi deh…” ujar Mocil.


“Ke dukun lagi, percuma ke dukun juga, buktinya Nenek Gayung itu masih neror kita..” ujar Desta.


“Kayaknya kita emang harus ke dukun itu lagi deh, siapa tahu si Mbah punya ramuan baru buat ngusir tuh si Nenek..” papar Ramon, namun saat itu juga lagi-lagi keanehan mereka rasakan kembali.


“Loe nyalahin Tv l, Mon..?” tanya Desta heran.


“Kaga ah, si Mocil kali tuh…..” ujar Ramon,.


“Gue juga engga, gue dari kamar mandi terus langsung ke kamar..”


“Terus, yang nyalahin Tv siapa..?” tanya Desta resah, karena penasaran mereka bertiga pergi menuju ruang tamu dengan penuh kegelisahan, untuk memastikan, kenapa televisi mereka bisa menyalah dengan sendirinya, sesampainya mereka di ruang tamu, mereka snagat terkejut, karena saat itu mereka melihat sesosok Nenek-Nenek tua sedang duduk santai sambil menonton televisi.


"Hallo Cu, Nenek numpang nonton tv sebentar, Nenek lagi nonton Ikatan Cinta. kalian tidur aja. Nenek gak akan ganggu" ujar Nenek Gayung. “Setaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan..” teriak mereka bertiga yang langsung bergegas pergi menuju kamar


Siang itu Desta, Ramon dan Mocil sedang berkunjung di rumah Jessika, mereka sempat menceritakan kejadian aneh yang sempat mereka alami, namun setelah mendengar penjelasan dari Jessika, mereka bertiga pun semakin resah.


“Jess, Loe semalem kenapa gak ikut sama si Monica?” tanya Desta.


“Monica siapa..?”


“Kok, loe nanya balik, Jess..?” papar Mocil.

__ADS_1


“Habis, gue sama sekali gak ngerti pertanyaan loe..”


“Monica Jes, tinggi, cantik, putih, pokoknya dia cantik Jess…” ujar Ramon.


“Setahu gue, gue gak pernah ah punya teman yang namanya Monica..”


“Jangan-jangan, ini pasti ulah Nenek Gayung itu…”


“Bukan Nenek Gayung, Cil. Tapi, Nenek Tikar….” ujar Desta.


“Kayaknya, kita emang harus ke dukun itu lagi deh..”


“Ke dukun Mon, emang kalian pernah ke dukun??”


“Pernah Jesd, waktu itu gue kan pernah cerita, gue bertiga minta ramuan agar gak di ganggu sama Nenek Gayung itu, tapi hasilnya sama aja, gak ada perubahan..”


“Oh ya, Jess. Cerpen tentang Nenek Gayung udah selesai…?” tanya Desta.


“Belum Des, setiap gue mau ngelanjutin cerpen itu, gue selalu ngalamin hal yang aneh..”


“Coba loe bayangin aja, setiap gue mau ngetik ngelanjutin cerpen gue, kadang-kadang lampu kamar gue mati dengan sendirinya, gak jarang jendela kamar gue kebuka dengan sendirinya, jadi gue agak sedikit takut buat ngelanjutinnya..”


“Gue yakin, itu pasti ulah Nenek Gayung.” papar Mocil. Tiba-tiba dari arah luar terdengar ketukan suara pintu, karena penasaran Jessika pun langsung menghampiri pintu luntuk memastikan siapa yang mau bertamu.


“Permisi Mba, apa benar ini kediaman Jessika. Kp Jampang GG zohar rt03/04 ?”


“Iya, Benar. Kalau boleh tahu ada apa ya Mas..?”


“Saya dari J&T, mau mengirimkan paket, tolong tanda tangannya di sini..” ujar tukang Pos.


“Ini paket isinya apa ya Mas..?”


“Oh maaf Mba, saya kurang tahu isi paketnya apa,” setelah mengirimkan sebuah paket, kurir itu langsung pergi meninggalkan Jessika yang sedang kebingungan di depan pintu. Jessika benar-benar heran, dengan perasaan cemas dia pun langsung menghampiri ketiga rekannya yang sedang menunggunya di dalam kamar.


“Siapa, Jess. Yang tadi datang..?”

__ADS_1


“Kurir J&T, Des”


“Emang dia ngirim apa Jess?” tanya Mocil.


“Gue juga kurang tahu, Cil. Isinya apa…” ujar Jessika. Karena penasaran, Jessika langsung membuka paket misterius itu dan ternyata paket itu hanya berisi sebuah foto.


“Ini kan foto yang waktu itu gue ambil di bekas rumah Nenek Gayung?”


“Coba, gue lihat Jess…., tapi ada yang aneh deh!”


“Aneh kenapa, Des..?”


“Gambar yang ada di laptop loe cuma tikar aja, tapi disini gambarnya lengkap seperti yang waktu loe foto, tikar sama gayung…”


“Masa sih?”


“Jangan-jangan Nenek Gayung itu sengaja mempermainkan kita..” ujar Mocil.


“Iya, Des. Loe bener, gambarnya mirip banget..”


“Kok, perasaan gue jadi gak enak” papar Ramon.


“Oh ya Jess, katanya loe kalau mau ngelanjutin cerpen loe itu selalu ngalamin hal yang aneh, coba deh loe lanjutin kisah cerpen loe itu, gue mau tahu, ada keanehan ga..” ujar Desta.


“Tapi kalau terjadi apa-apa, gue gak tanggung jawab ya…”


“Loe tenang aja Jess,” Jessika langsung mengambil laptop dan melanjutkan kisah Nenek Gayung yang telah tertunda, namun tak lama setelah Jessika melanjutkan cerpen itu. Tiba-tiba, Mocil pun tak sengaja melihat sosok Nenek-Nenek lewat tepat di depan pintu kamar yang saat itu memang terbuka.


“Loe kenapa, Cil…?” tanya Ramon heran.


“Gue lihat Nenek-Nenek lewat Mon, tadi di depan pintu…”


“Siang-siang gini, Nenek Gayung mana ada yang berani keluar..”


“Tapi bener, Mon. Tadi Nenek-Nenek yang gue lihat…”

__ADS_1


“Loe kenapa sih, Cil..?” tanya Jessika heran.


__ADS_2