NENEK TIKAR

NENEK TIKAR
BAGIAN 27


__ADS_3

Langkah demi langkah mereka telusuri dengan penuh keresahan, sesampainya di depan pintu kamar, Ramon dan Mocil memberanikan diri untuk mengintipnya. Dan benar saja, mereka lihat saat itu yang sedang tertidur bersama Desta bukannya Jessika, melainkan sosok Nenek-Nenek tua.


“Tuh kan, bener firasat gue..”


“Handphone loe, mana Cil…?”


“Buat apa..?” bisik Mocil.


“Udah cepet, handphone loe mana…” ujar Ramon. Ramon pun langsung merekam Nenek-Nenek tua yang sedang tertidur pulas itu dari celah pintu yang mereka buka, namun di saat Ramon sedang merekam sosok Nenek-Nenek tua itu, tiba-tiba Nenek-Nenek tua yang menyeramkan itu pun bangkit dari tidurnya dan langsung melihat tajam kearah mereka, sontak saat itu juga Ramon dan Mocil pun kaget, tanpa memikirkan keadaan rekannya yang sedang terbaring di samping Nenek-Nenek tua yang menyeramkan itu, mereka pun langsung pergi tergesa-gesa menuju kamarnya.


Pagi pun tiba, Saat itu Desta baru saja terbangun dari tidur nyenyak nya, namun dia merasakan ada yang aneh, karena penasaran dia langsung pergi menemui kedua rekannya.


“Mon, loe lihat si Jessika gak..?”


“Pangeran kita baru bangun tidur…,gak tuh, emang kenapa?”


“Kok, gue bangun tidur si Jessika udah gak ada ya?”


“Gimana Des, tidurnya nyenyak gak.?” papar Mocil tersenyum.


“Nyenyak dong, kan si Jessika di samping gue, kapan lagi gue bisa tidur di samping si Jessika..”


“Yakin yang tidur sama loe si Jessika…?”


“Maksud loe, apa sih Mon…?”

__ADS_1


“Kalau emang itu si Jessika, sekarang Jessika nya kemana..?” tanya Ramon dengan santainya, mendengar pertanyaan rekannya, saat itu juga Desta pun langsung mencari rekannya itu.


“Ada gak.?”


“Gak ada Cil..!” ujar Desta heran.


Waktu pun semakin cepat berlalu, siang itu Desta seperti orang yang sedang kebingungan, karena saat itu dia masih memikirkan sosok Jessika yang semalam menginap di kos-kosan mereka.


“Loe bener Jess semalem gak nginap…?” Tanya Desta resah.


“Bener Lah, semalam gue gak kemana-mana..”


“Terus yang tidur sama gue siapa dong…?”


“Paling Nenek Gayung itu…” papar Ramon.


“Loe ga percaya, gue buktiin, handphone loe mana Cil..” ujar Ramon, setelah Mocil memberikan handphonenya miliknya, Ramon pun langsung memutarkan satu video yang semalam mereka rekam, setelah Desta melihat rekaman video itu, dia pun sangat kaget dan sempat tak percaya, karena yang tidur bersamanya itu sesosok Nenek-Nenek tua


“Gimana, percaya ga..?” tanya Ramon.


“Kok, loe berdua gak bangunin gue….”


“Gimana gue ngebangunin loe, sebelum gue bangunin, Nenek Gayung duluan yang bangun…” ujar Mocil.


“Yaudah jangan terlalu di pikirin, loe bertiga masuk kelas aja, Bu Julia udah datang tuh…”

__ADS_1


Menit demi menit pun berlalu, tak lama setelah mereka masuk kelas, keanehan pun mulai mereka rasakan, karena saat itu Bu Julia masuk ke kelas mereka bersama satu mahasiswi pindahan yang sudah tak asing lagi untuk mereka bertiga.


“Anak-anak perkenalkan ini siswi pindahan dari Bandung, namanya Monica, silahkan kamu duduk di pojok sana..” ucap Bu Julia, namun di saat Desta, Ramon dan Mocil melihat siswi pindahan itu, mereka pun mulai semakin cemas.


“Kok bisa sih itu Nenek-Nenek nemuin kita….” bisik Mocil.


"Sial tuh, Nenek-nenek, maunya apa sih"


Saat itu mereka bertiga benar-benar resah, semakin lama waktu pun semakin berlalu, karena penasaran akan siswi baru itu, Ramon pun menoleh kearah siswi itu, namun di saat dia melihat kearah siswi itu ternyata yang di lihatnya pun bukan Monica, melainkan sesosok Nenek-Nenek tua. Ramon sangat terkejut.


“Des loe lihat deh ke pojok sana ada siapa….?” Desta pun menoleh kearah pojok yang seharusnya ada Monica yang sedang duduk, setelah menoleh dia pun sangat terkejut karena yang dia lihat sosok Nenek-Nenek tua persis seperti yang di lihat oleh Ramon.


"Hallo, Cu" ujar Nenek Nenek tua melambaikan tangan.


“Aduh sempat-sempatnya itu Nenek-Nenek nongol…..”


“Loe pada kenapa sih kayaknya ketakutan banget…?” tanya Mocil heran.


“Loe lihat aja di pojok sana siapa yang lagi duduk…” bisik Ramon. Namun setelah Mocil melihatnya, ternyata tak ada yang aneh, karena saat itu dia melihat Monica sedang duduk terdiam memperhatikan pelajaran yang di jelaskan oleh Bu Julia.


“Ga ada yang aneh ah…”


Siang itu Desta dan Ramon begitu resah, tak lama belajar akhirnya waktu pulang pun tiba, karena mereka merasa takut, dengan tergesa-gesa mereka langsung bergegas pergi meninggalkan kelas mereka lebih awal dari pada siswa-siswi yang lain, namun baru saja mereka melewati pintu kelas mereka, saat itu juga mereka pun terkejut, karena Monica sudah berada di pinggir pintu kelas menanti kedatangan mereka bertiga.


“Kalian mau kemana…?” tanya Monica wanita misterius itu. Saat itu mereka bertiga benar-benar cemas, kerena mereka yakin Monica itu jelmaan dari sosok Nenek Gayung yang selalu meneror mereka.

__ADS_1


“Kita-kita, mau ke kantin..” ucap Mocil gugup.


“Gue boleh ikut ga..?”


__ADS_2