
“Bukan apa-apa, kok Cil. Oh ya, si Jessika kemana ya…” ujar Ramon mengalihkan pembicaraan. Namun tak lama akhirnya yang di bicarakan pun datang, seperti biasa Jessika pun datang dengan laptop kesayangannya.
“Hai semua…?”
“Kayak di film-film aja, baru di omongin langsung muncul aja..” ujar Mocil.
"Namanya juga cerita komedi, hehe" ujar Jessika.
Saat itu juga Jessika pun duduk di bangku yang kosong tepat di sebelahnya Ramon.
“Gimana Jes, cerpen tentang Nenek Gayung, udah selesai..?” tanya Desta.
“Belum selesai, gue masih bingung, menurut mitos kalau ketemu Nenek Gayung, tujuh hari berikutnya akan mati, tapi semenjak loe ketemu Nenek Gayung, gue agak ragu sama mitosnya..”
“Mungkin yang kita-kita temuin itu bukan Nenek Gayung kali Jess..” ujar Ramon.
“Kalau bukan Nenek Gayung, tapi memar yang ada di tubuh loe semua, persis seperti korban Nenek Gayung yang berhasil gue dapat dari Google …”
“Oh ya, Jess gambar aneh loe masih ada ga..?” tanya Desta.
“Ada, kebetulan baru gue cetak semua…” ujar Jessika, dengan perlahan-lahan dia pun langsung mengambil beberapa foto yang baru saja dia cetak dari dalam tasnya. Namun setelah mereka bertiga melihat foto itu, mereka pun mulai merasakan keanehan lagi.
“Bener Jess ini foto-fotonya, kok aneh?”
“Emang aneh, gue juga gak tahu kenapa..”
“Aneh kenapa, Des…?” tanya Mocil heran.
“Loe lihat aja sendiri, Cil…..” ujar Desta, Desta memberikan beberapa foto yang menurut dia aneh.
“Iya Des, fotonya kok buram semua…..”
__ADS_1
“Coba gue lihat, paling ini kamera smartphone loe aja Jess yang bermasalah….”
“Ih enak aja, smartphone gue baru Mon, garansinya juga masih ada 10 tahun…”
“Jangan-jangan, keanehan ini bener Jess, gara-gara loe foto sembarang di rumah bekas Nenek Gayung itu..” ujar Desta.
“Kok, loe nyalahin gue..”
“Bukan gue nyalahin loe Jess, tapi aneh aja semenjak kita balik dari rumah bekas Nenek Gayung itu, kita-kita selalu ngalamin hal yang aneh…”
“Emang, loe gak ngerasa Jess..?”
“Ngerasa sih..” ujar Jessika resah, namun di saat mereka sedang berbincang-bincang dengan seriusnya, tiba-tiba handphone miliknya Jessika yang berada di dalam tasnya pun berdering, setelah dia mengangkat telepon itu ternyata yang meneleponnya rekannya sendiri”Puteri”.
“Kenapa Put…?”
“Loe, lagi dimana…?”
“Loe bisa gak, keperpustakaan sekarang…..”
“Sekarang….?” tanya Jessika heran.
“Iya sekarang, Jess...”
“Mau ngapain, Put..?”
“Yaudah nanti gue jelasin, pokoknya loe harus keperpustakaan..” ujar Puteri meyakinkannya, akhirnya setelah telepon itu mati, Jessika langsung pergi meninggalkan ketiga rekannya yang masih terlihat lemas.
“Loe mau kemana, Jess..?”
“Gue mau keperpustakaan, tadi si Puteri nelepon gue…”
__ADS_1
“Si Puteri, kebetulan bilangin dia ya Jess, nanti malam gue mau ngajakin dia nonton, jangan lupa ya…” ujar Ramon.
“Yaudah, nanti gue bilangin…” akhirnya tanpa ada rasa curiga saat itu juga Jessika langsung pergi menuju perpustakaan untuk menemui rekannya, namun sesampainya dia di dalam perpustakaan, keanehan pun mulai di rasakan nya.
“Kemana sih si Puteri, tadi dia nyuruh gue ke perpus, tapi gue udah di perpus dianya gak ada…” karena penasaran dia langsung menelepon balik rekannya itu, namun setelah dia menelepon rekannya itu, ternyata nomornya pun tidak aktif, saat itu Jessika benar-benar heran.
“Kok, ga aktif” ujar Jessika, namun di saat dia mau pergi meninggalkan perpustakaan dia pun berpapasan dengan rekannya itu.
“Loe habis kemana Put, tadi katanya nyuruh gue keperpustakaan, tapi loe sendiri yang belum datang…?”
“Maksud loe apa sih, Jess, gue gak ngerti..?”
“Tadi kan loe nelepon gue buat nemuin loe di perpustakaan….”
“Loe lagi ngaur Jess, handphone gue ketinggalan di rumah, lagi pula handphone gue lagi lowbet..”
“Terus kalau bukan loe, siapa yang nelepon gue..?” tanya Jessika heran.
“Paling setan Jess, yang nelepon loe..”
“Jangan nakut-nakutin gue ah. Oh ya, si Ramon mau ngajakin lu jalan”
“Jalan kemana…?”
“Katanya sih nonton, Put…”
“Kapan, nanti malem?”
“Gue gak tahu deh, itu sih sebisa loe aja Put…..”
“Yaudah loe bilangin si Ramon aja, nanti malem jam 8 gue tunggu di jembatan dekat rumah gue, tapi bilangin juga jangan sampai telat, kalau telat sedikit gue gak mau jalan sama dia..”
__ADS_1