
“Loe ada-ada aja Jess, gak sekalian Kuntilanak vs Pocong” ujar Ramon tersenyum.
"Oh, itu udah Mon, buku gue yang ke 15"
“Oh ya, sekarang loe lagi bikin cerpen apa lagi Jess..?”
“Gue tertarik sama mitos Nenek Gayung yang tadi loe ceritain Cil, rencananya gue mau nulis kisah Nenek Gayung itu..”
“Loe serius Jess, mau bikin cerpen Nenek Gayung….?”
“Ya serius lah Cil. Oh ya, Mon. Gue mau minta hotspot dong, kuota gue habis, gue mau nyari info Nenek Gayung” Jessica langsung mengambil laptop miliknya.
"Kuota gue tinggal paket Chat aja Jess, si Mocil aja Jes"
“Yaudah, tapi jangan lama-lama ya, kuota gue tinggal dikit..”
“Ih pelit amat loe jadi orang..”
“Loe baru tahu ya Jess, si Mocil orangnya kan terlalu irit, alias medit..” papar Ramon, setelah menyalak WiFi, Jessika pun langsung mencoba untuk mencari mitos Nenek Gayung yang tak asing lagi untuk telinga warga Jakarta.
__ADS_1
Dengan perlahan-lahan jessika memulai pencariannya, mengetik kata”Nenek Gayung Wikipedia” di dalam pencarian Google, tak lama menunggu, Jessika mendapatkan penjelasan tentang sosok Nenek Gayung itu.
“Oh, gue baru tahu, Nenek Gayung gentayangan karena ingin di mandikan agar arwahnya bisa tenang..”
“Kalau gue ketemu Nenek Gayung, lebih baik gue mandiin loe Jess dari pada gue mandiin dia..” ujar Ramon.
“Ih, dari pada gue di mandiin loe, lebih baik gue ga mandi berhari-hari Mon…”
“Coba Jess loe cari ciri-ciri sosok nenek Gayung itu..” ujar Desta menyarankan, Jessika mulai mengetikan kata kunci dalam pelacakan elektronik yang canggih itu.
“Ciri-cirinya Nenek Gayung, berpenampilan layaknya Nenek-Nenek sambil memegang gayung dan tikar tua, konon Nenek Gayung dapat berubah menjadi wanita cantik untuk mengelabui manusia yang berjumpa dengannya, bila berjumpa dengan Nenek Gayung, kematian akan merenggutnya seminggu kemudian, disini tertuliskan Nenek Gayung juga mempunyai suami yang arwahnya di juluki Kakek Cangkul, ih serem juga ya mitos Nenek Gayung..,”
“Gimana Jess masih mau melanjutkan kisahnya Nenek Gayung..?”
“Loe ada-ada aja, ya engga ada lah, itu kan, cuma mitos 50 tahun yang lalu.., paling sekarang rumahnya udah di gusur atau mungkin udah jadi gedung lantai 100” papar Ramon.
“Sok tahu loe, Mon…”
“Coba aja loe cari lagi di Google Jess, siapa tahu ada..” ujar Desta menyarankan kembali. Jessica mulai mengetikan kata kunci kembali untuk pencarian yang dia maksud "rumah Nenek Gayung"
__ADS_1
“Paling yang ada bukan rumah Nenek Gayung, tapi rumah Nenek gue..” ujar Ramon tersenyum. Namun tak lama mencari, Jessika mendapatkan keberadaan rumah Nenek Gayung itu.
“Ternyata, Nenek Gayung bukan hisapan jempol, alamatnya juga ada dan makamnya juga masih utuh, makamnya tepat berada di samping rumahnya..
“Gimana, udah ketemu.?.”
“Udah Cil, tapi yang tertulis di Google kediaman rumah Nenek Gayung itu berada di tengah-tengah hutan..”
“Hutan, perasaan di sini ga ada hutan deh, yang ada cuma hutan bambu aja…”
“Jangan-jangan yang di maksud hutan bambu Jess..” jelas Mocil.
“Yaudah Besok gue mau nyari alamatnya Nenek Gayung itu, loe bertiga mau ikut ga..?”
“Loe mau ngapain Jess, kayak gak ada kerjaan aja..”
“Gue mau nyari tahu tentang Nenek Gayung itu Mon, mungkin kalau gue berkunjung kesana, gue dapet info baru agar cerpen gue menarik untuk di baca…”
“Boleh juga Jess ide loe, gue tertarik banget..” jelas Desta tersenyum.
__ADS_1
“Pasti ada mau nya..” ujar Mocil.
“Yaudah kalau gitu besok, setelah kita pulang dari kampus, kita cari aja alamat Nenek Gayung itu, gue sekalian mau tahu rumahnya itu sama ga yang di jelasin sama Om Google.”