
Malam itu Ramon sama sekali tak memiliki firasat sedikit pun, sesampainya di jembatan yang di maksud. Ternyata Puteri masih menunggu kedatangannya.
“Sory ya, Put. Gue lama, tadi gue ada problem…,” ujar Ramon meminta maaf, Puteri hanya terdiam membisu dengan pandangan kosong.
“Kok diam Put, loe marah sama gue..?” tanya Ramon, Puteri hanya terdiam sambil menggelengkan kepalanya.
“Yaudah, lebih baik kita berangkat sekarang aja Put, gak enak nanti kalau di lihat orang..” Ramon langsung mengajaknya masuk kedalam mobil dan langsung bergegas pergi menuju ke bioskop terdekat, namun belum lama mereka jalan , Ramon merasakan ada yang aneh.
“Loe, kok. Dari tadi diam terus Put…, loe bener-bener marah sama gue?” tanya Ramon heran. Puteri hanya terdiam membisu tanpa sepatah kata pun. Sesampainya di bioskop. Pengunjung yang berada di bioskop terheran-hera. melihat Ramon.
"Itu orang, stres apa gila sih, nonton sama Nenek-nenek.."
"Mungkin itu brondong simpanannya si Nenek-Nenek" ujar salah satu pengunjung bioskop.
5 menit telah berlalu.
“Loe mau nonton apa, Put..?”
“Terserah Ramon aja…..”
“Yaudah, kalau gitu kita nonton film horor itu aja Put, Kuntilanak Kembar Siam..”
“Kenapa harus film horor, Mon…?”
__ADS_1
“Kan, kalau film horor ada kesempatan gue buat meluk loe Put, hehe.” ujar Ramon tersenyum, setelah mendapatkan tiket, mereka pun langsung bergegas pergi menuju tempat pemutaran bioskop, saat itu Ramon begitu senang, tak lama setelah film Horor itu di putar, akhirnya momen-momen yang dia tunggu pun tiba juga, karena takut dan terkejut Puteri langsung memeluknya dengan begitu erat.
“Ini yang gue tunggu-tunggu.., loe kenapa Put?”
“Gue takut, filmnya serem banget….”
“Loe tenang aja, Put. Itu kan cuma film…, bukan kisah nyata” ujar Ramon. Melihat kesempatan yang ada, Ramon pun tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, dia pun langsung mencium pipi Puteri, namun sebelum bibir nya mendarat di pipi Puteri, dia mencium bau tak sedap.
“Kok, bau sih..” ujar Ramon heran, Ramon pun langsung membuka matanya, namun setelah dia membuka mata, Ramon sangat terkejut, karena yang berada bersamanya bukannya Puteri, melainkan sesosok Nenek-Nenek tua. Karena takut Ramon pun langsung pergi tergesa-gesa meninggalkan ruangan bioskop itu.
Malam pun semakin larut, saat itu Ramon benar-benar resah, sesampainya di kosannya, dengan tergesa-gesa Ramon pun langsung keluar dari dalam mobil.
“Cil, Mocil bukain gue pintu…” teriak Ramon cemas, tak lama menunggu akhirnya dari dalam pun ada yang membukakannya pintu, saat itu Mocil yang membuka pintu begitu heran saat melihat rekannya yang sudah di penuhi dengan keringat dingin.
“Loe kenapa, Mon..?”
“Gue habis kencan sama Nenek-Nenek…”
“Nenek-Nenek, maksud loe Nenek Gayung..?” tanya Desta heran.
“Iya siapa lagi…..”
“Itu si Nenek bener-bener kelewatan ya, orang mau kencan masih aja di ganggu..”papar Mocil.
__ADS_1
“Terus loe gak di apa-apain tuh, sama Nenek-Nenek itu..”
“Ya kaga lah, gue keburu kabur…” namun di saat mereka sedang berbincang-bincang dengan seriusnya tiba-tiba dari arah luar pun terdengar suara gerungan mobil.
“Perasaan itu suara mobil loe deh..?” ujar Mocil.
“Iya Cil, itu suara mobil gue..,”
“Kok bisa sih, kan kuncinya masih ada di gue..” papar Ramon.
“Jangan-jangan maling…” ujar Desta cemas, karena khawatir, akhirnya mereka pun langsung bergegas pergi keluar rumah dengan tergesa-gesa menghampiri mobil yang sedang menyalah dengan sendirinya.
“Gak ada siapa-siapa, tapi ko nyalah sendiri..” ujar Mocil, saat itu Desta, Ramon dan Mocil begitu heran.
“Ke kunci…”
“Kalau ke kunci, terus siapa dong yang nyalahin ini mobil...” ujar Mocil resah, namun saat itu juga lagi-lagi keanehan pun terjadi, di saat Mocil sedang melihat kearah dalam mobil dengan menempelkan wajahnya ke kaca mobil, sontak saat itu juga dia langsung terkejut, karena saat itu dia melihat sesosok wajah Nenek-Nenek tua yang menyeramkan tepat di hadapannya.
“Kenapa loe Cil…?”
“Gak kenapa-napa, kok…”
“Kuncinya mana Mon..?” akhirnya tanpa ada curiga Desta langsung mematikan mobilnya yang terasa aneh itu dan langsung bergegas pergi menuju kosan mereka, namun di saat mereka mau masuk kedalam rumah, keanehan pun terjadi lagi, mereka merasakan kehadiran sosok Nenek Gayung itu, mereka langsung terhenti mendadak dengan sendirinya tepat di depan pintu.
__ADS_1