
“Loe serius Jess??”
“Gue serius, Nenek Gayung itu sedang mencari sesuatu miliknya yang hilang, mangkannya dia neror kita terus..”
“Sebelumnya gue minta maaf, sory Cil tas gue bawa sini…”
“Emang ini tas isinya apa Mon, berat banget…” Ramon membuka tasnya itu, saat itu juga mereka bertiga pun sangat kaget, karena yang di ambil dari dalam tasnya itu sebuah gayung tua.
“Itu Gayung siapa Mon..?”
“Ini milik Nenek Gayung yang sempet gue ambil Jess di rumah bekas Nenk Gayung itu.., gue cuma pingin gayung ini jadi koleksi di rumah gue aja”
“Pantes Nenek Gayung itu neror kita, ternyata dia nyari gayungnya..” ujar Desta.
“Brengsek loe Mon, nyari penyakit aja..” papar Mocil.
“Gue lagi iseng aja Cil, loe kan tahu gue orangnya terobsesi banget sama barang antik...”
“Jadi gayung milik Nenek Gayung ini loe anggap antik.., parah loe Mon”
“Yaudah, sekarang kita harus mengembalikan gayung ini ke rumah bekas Nenek Gayung itu, lebih cepat lebih baik..”
__ADS_1
“Tapi gue ngerasa ada yang aneh deh...” ujar Mocil.
“Aneh kenapa Cil....?” tanya Jessika heran.
“Aneh aja, kata mitos kalau ketemu Nenek Gayung itu tujuh hari berikutnya akan mati, tapi gue bertiga kaga mati setelah melihat Nenek Gayung itu, jangan-jangan gara-gara gayung miliknya hilang, jadi si Nenek kaga bisa mandiin kita..”
“Kesimpulan loe semuanya gak berkhasiat Cil, yaudah kita berangkat sekarang aja, dari pada di datangin Nenek Gayung itu..” namun baru saja Desta berbicara seperti itu, tiba-tiba dari belakang mereka pun terdengar suara yang menyapa mereka.
“Kalian manggil saya...?” ujar seseorang, setelah mereka menoleh ternyata yang menyapanya sesosok Nenek-Nenek tua yang menyeramkan itu.
Akhirnya malam itu mereka pun langsung bergegas pergi meninggalkan rumah sakit itu menuju kediaman bekas rumah Nenek Gayung untuk mengembalikan gayung yang sempat di ambil oleh Ramon.
“Kenapa gak langsung loe kasihin ke Nenek Gayung itu aja Jess, kita kan jadi kaga repot-repot ngebalikinnya” ujar Desta.
Tak lama setelah perjalanan yang lumayan melelahkan akhirnya mereka pun sampai di kediaman bekas rumah Nenek Gayung itu, dengan perlahan-lahan mereka pun langsung turun dari dalam mobil mereka untuk mengembalikan gayung itu.
“Permisi Nek, kami mau ngembaliin gayung ini..”
“Permisi Nek….” ujar Mocil, namun di saat Jessika telah meletakan Gayung itu di atas sebuah bale bambu tua, keanehan pun mulai mereka rasakan, karena saat itu mereka mendengar rintihan suara aneh.
“Cu, kalian sedang apa disini..?” ujar seseorang, karena resah mereka pun langsung menoleh kearah suara itu berasal, namun setelah menoleh mereka pun langsung terkejut dan semakin cemas.
__ADS_1
“Ini Nek, Gayung yang Nenek cari, silahkan ambil..” ujar Jessika, akhirnya dengan perlahan-lahan Nenek-nenek tua itu pun menghampiri mereka dan langsung mengambil gayungnya, setelah mendapatkan gayungnya, Nenek Gayung itu pun langsung pergi meninggalkan mereka begitu saja.
“Cuma gitu aja, gal berkesan banget endingnya....”
“Emang loe maunya gimana, Mon.....?”
“Kirain setelah ngembaliin gayung itu, si Nenek Gayung marah-marah, kalau gak matanya melotot gitu, ini mah malah pergi gitu aja..”
"Iya nih, setan gal ada ahklaknya sama sekali"
“Yaudah, gak apa-apa. Yang penting kita gak akan di teror lagi sama Nenek Gayung itu..” ujar Desta.
“Ini semua gara-gara loe sih Mon, punya orang di ambil aja…”
“Gue kan cuma iseng ..”
“Sekarang kita cabut aja sebelum Nenek Gayung itu balik lagi.., kalau kita ketemu Nenek Gayung itu lagi, kita akan mati seminggu kemudian, karena sekarang Nenek Gayung itu udah punya gayung” ujar Jessika, namun di sat mereka mau pergi meninggalkan bekas rumah Nenek Gayung itu, lagi-lagi mereka pun mendengar suara rintihan aneh.
“Cu kalian mau kemana, Kakek mau minta tolong, ” karena penasaran mereka pun langsung menoleh ke asal suara itu, setelah mereka menoleh, sontak saat itu juga mereka pun langsung terkejut.
“Kakek Ijuk” teriak mereka berempat, karena takut mereka pun langsung bergegas pergi menuju mobil dengan tergesa-gesa dan langsung tancap gas meninggalkan bekas rumah Nenek Gayung itu dengan tergesa-gesa.
__ADS_1
"Dasar, anak muda jaman sekarang, kalau di mintain tolong emang susah, Kakek kan mau ngebersihin ini rumah. kenapa mereka pada ketakutan." Ujar Kakek penjaga kebersihan bekas rumah Nenek Gayung.
SELESAI