Obsesi Cinta Sahabatku

Obsesi Cinta Sahabatku
Mengakhiri hubungan


__ADS_3

"Gue selalu bertanya alasannya kepada Erlan, kenapa dia sangat perhatian sama lo, dan kenapa dia begitu posesif sama lo, tapi dia selalu menjawab itu bukan urusan gue. Sungguh sangat lucu." Sambung Cantika sembari tersenyum kecut.


"Mungkin karena kak Erlan sudah lama mengenal gue kak, dan mungkin saja karena kak Erlan nganggap gue sebagai adiknya, makannya dia lebih perhatian sama gue." Ucap Disya dengan tatapan matanya yang tak lepas dari wajah Cantika.


"Gue rasa bukan hanya karena itu saja, Sya. Dan gue yakin jika Erlan memiliki perasaan sama lo, perasaan yang sangat spesial." Sahut Cantika kembali membuat Disya terdiam.


"Disya apakah gue boleh meminta tolong sama lo." Sambung Cantika membuat Disya langsung mengernyitkan keningnya.


"Minta tolong apa kak?" Tanya Disya penasaran.


"Gue minta tolong sama lo buat menjauh dari Erlan. Gue tahu permintaan gue ini cukup tidak masuk akal, tapi gue harap lo mengerti Sya. Gue ngelakuin ini agar gue bisa lebih dekat lagi dengan Erlan, mungkin saja dengan lo menjauh dari dia, perhatian dia akan tertuju sama gue." Ucap Cantika dengan tatapan matanya yang memohon.


"Tapi kak.. " Ucapan Disya tercekat di tenggorokkan ketika suara seorang laki-laki terdengar di telinganya.


"Ekhmm.. Kalian sedang membicarakan apa?" Tanya laki-laki itu yang tak lain adalah Erlan yang tiba-tiba saja muncul bersama Aditia.


"Tidak ada, honey. Aku dan Disya hanya sekedar mengobrol saja kok." Sahut Cantika sembari bangkit dan berjalan menghampiri Erlan yang saat ini sedang berdiri di belakang kursi yang di duduki oleh Disya.


Cantika langsung merangkul tangan Erlan, dan membawa Erlan untuk duduk di kursi dekat dirinya. "Mengobrol apa saja kalian?" Tanya Erlan dengan sorot matanya yang tajam menatap Disya yang hanya terdiam tanpa mau menjawab pertanyaannya.


"Biasalah honey, masalah perempuan. Iyakan Sya." Sahut Cantika seraya melirik ke arah Disya.

__ADS_1


"Hmm ya begitulah." Disya hanya menjawab seperlunya saja membuat Erlan tidak puas mendengarnya.


"Kamu yakin, Sya. Kamu tidak sedang membohongi aku kan." Tanya Erlan dengan tatapan matanya yang penuh selidik.


"Ngapain gue bohongin lo kak, gak ada untungnya juga." Sahut Disya sambil membalas tatapan Erlan.


"Sayang, jangan menyudutkan Disya seperti itu dong, kita emang sedang mengobrol masalah perempuan saja kok. Percaya deh sama aku." Ucap Cantika sembari menangkup wajah Erlan agar menatap dirinya.


Erlan segera menepis tangan Cantika dari wajahnya, kemudian ia kembali menatap ke arah Disya, sahabatnya itu. "Awas saja kalau kamu berani membohongi aku." Ucap Erlan membuat Disya langsung menghela nafasnya kasar.


"Kak Cantika, gue ke kelas dulu ya, sebentar lagi bel masuk." Akhirnya Disya pun memutuskan untuk pergi saja, ia tidak ingin menjadi obat nyamuk di antara sahabat dan kekasihnya itu.


"Mau kemana kamu?" Tanya Erlan seraya mencekal tangan Disya membuat Disya langsung menghentikan langkah kakinya.


"Ke kelaslah, kemana lagi." Sahut Disya kesal. Pertanyaan Erlan itu sungguh sangat menyebalkan, bukankah Disya sudah bilang kalau dia akan kembali ke kelasnya. Tetapi Erlan sasih saja bertanya.


"Biar gue anter." Ucap Erlan lalu berdiri dari tempat duduknya.


"Tidak perlu, kak. Gue bisa sendiri, lagian pacar kakak ada di sini, masa kakak mau ninggalin dia sih, dia sedari tadi nungguin lo kak." Sahut Disya merasa tidak enak hati kepada Cantika.


"Lagian gue cuma pergi ke kelas doang kak, buat apa di anterin." Sambung Disya seraya melepaskan cekalan tangan Erlan dan berlalu pergi tanpa mau memperdulikan panggilan Erlan.

__ADS_1


"Tunggu, Disya... Gladsya...." Erlan berniat untuk mengejar Disya, namun Cantika langsung mencekal tangannya.


"Gue masih di sini Lan, setidaknya lo hargai perasaan gue." Ucap Cantika dengan raut wajah sendu.


Erlan mengusap wajahnya kasar, ia pun mulai duduk kembali di kursi membuat Cantika tersenyum senang.


"Ada hal yang ingin gue bicarakan sama lo." Ucap Erlan dengan tiba-tiba.


"Hal apa, sayang?" Tanya Cantika dengan hati yang mulai tidak tenang.


"Gue mau mengakhiri hubungan kita. Gue harap lo mau menerima keputusan gue." Ucap Erlan tanpa basa-basi dan tentu saja ucapan yang ia lontarkan membuat Cantika terkejut begitupun juga dengan Aditia yang sedari tadi sedang memakan kacang dan hanya menjadi pendengar setia saja.


"Kamu becanda kan, Lan. Ini sangat tidak lucu." Sahut Cantika terlihat menahan air matanya.


"Gue serius, Cantika. Gue memang mau mengakhiri hubungan kita, sorry kalau selama ini gue sudah memainkan perasaan lo." Ucap Erlan dengan wajah yang serius.


Setelah mengatakan hal itu, Erlan pun langsung berdiri dan pergi meninggalkan Cantika yang mulai menjatuhkan air matanya.


"Woy Lan, tungguin gue." Panggil Aditia seraya berlari mengejar Erlan meninggalkan Cantika sendirian.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2