Obsesi Cinta Sahabatku

Obsesi Cinta Sahabatku
Tunangan


__ADS_3

Disya terlihat sangat cantik malam ini, ia mengenakan mini dress berwarna putih, dengan gaya rambut kepang air terjun yang menyisakan sebagian poni yang sangat cocok dengan wajahnya. Erlan yang melihat penampilan calon tunangannya pun tertegun dengan tatapan mata yang tak lepas dari wajah cantik calon tunangannya tersebut.


"Astaga... Apakah ini beneran Disya?" Tante Tania berucap seraya bangkit dari atas sofa itu, lalu berjalan menghampiri Disya. Disya hanya tersenyum tipis, jika bukan karena sang mama yang memaksa dirinya untuk mengenakan mini dress serta menata rambutnya yang indah itu, tentu saja Disya tidak mungkin berpenampilan seperti saat ini.


"Kalau bukan Disya, lalu siapa lagi?" Sahut mama Mita sembari memperlihatkan senyuman dari sudut bibirnya.


"Aduh Mit, aku jadi benar-benar tidak sabar deh menantikan pernikahan Disya dan Erlan. Disya pasti akan terlihat sangat cantik mengenakan gaun pengantin nanti. Lihatlah sekarang, padahal dia hanya mengenakan mini dress ini, tapi dia sudah terlihat sangat cantik, aku yakin jika dia menikah dengan Erlan nanti, Disya akan menjadi pengantin yang paling cantik sedunia." Ucap tante Tania terlihat sangat antusias ketik ia membicarakan pernikahan putranya dengan Disya.


"Tentu saja, putriku ini akan menjadi pengantin tercantik di dunia ini. Sama seperti mamanya." Kekeh mama Mita membuat tante Tania dan juga yang lainnya tertawa.

__ADS_1


Disya hanya tersenyum, ia sama sekali tidak menanggapi ucapan sang mama dan juga calon mama mertuanya itu, karena bagi Disya ucapan mereka sama sekali tidak membuat dirinya bahagia, melainkan kecewa.


"Kalian ini malah membicarakan pernikahan mereka, lebih baik kita mulai acara pertunangannya Disya dengan Erlan sekarang." Ucap pak Damar sembari menatap sang istri dan juga calon besan perempuannya.


"Aduh papa ini, gak bisa apa lihat kita ngayal dulu sebentar, sebelum acara pertunangannya di mulai, iya gak Tan." Sahut mama Mita, sembari menatap sang suami sekilas, kemudian ia menatap tante Tania.


"Betul itu, jarang-jarang kita ngayal bareng begini." Ucap tante Tania membenarkan ucapan mama Mita barusan. Kedua wanita yang berusia sudah tidak muda lagi ini, memang selalu kompak dalam hal apapun, termasuk mengkhayal.


Seketika mama Mita dan juga tante Tania langsung menatap ke arah Erlan, membuat Erlan dengan refleks menggaruk tengkuknya yang tidak gatal seraya memperlihatkan senyuman di wajahnya yang tampan itu.

__ADS_1


"Oh astaga... Kita sampai melupakan Erlan saking asyiknya mengkhayal pernikahan mereka berdua. Duh benar-benar deh. Maafin kita ya Er, kita terlalu asik dengan dunia kita berdua. Kamu tidak marah kan?" Ucap mama Mita kepada Erlan. Erlan hanya menggelengkan kepalanya pelan, untuk apa juga ia marah, toh ia sendiri pun mulai mengkhayal tentang pernikahannya dengan Disya nanti. Beruntunglah Erlan masih di berikan kesadaran, kalau tidak, mungkin dia akan terlihat seperti orang gila yang terus tersenyum sendirian.


"Baiklah, kalau begitu acara pertunangannya kita mulai sekarang." Mama Mita menggandeng tangan Disya dan berjalan menghampiri Erlan, sementara tante Tania, ia kembali duduk di kursi sofanya.


Kini Erlan dan Disya sudah berhadapan satu sama lain, keduanya saling Berpandangan dalam jarak yang sangat dekat, sebelum acara pertunangan itu di mulai, Erlan terlebih dahulu membisikkan kata manis di telinga Disya.


"Malam ini kamu terlihat sangat cantik Disya, aku jadi semakin mencintaimu. Setelah pertunangan ini di laksanakan, kamu tidak akan bisa lagi mencari laki-laki lain. Dan aku akan merasa tenang untuk meninggalkanmu nanti."


Disya hanya terdiam ketika ia mendengar bisikkan calon tunangannya tersebut, ia tidak tahu lagi harus menjawab apa sekarang. Sementara itu Erlan yang melihat Disya hanya terdiam pun kembali menyunggingkan senyumannya. Dan setelah itu acara pertunangan pun segera di mulai.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2