Obsesi Cinta Sahabatku

Obsesi Cinta Sahabatku
Salting


__ADS_3

Kendaraan yang di kemudikan oleh Erlan pun sudah tiba di kediaman Wijaya. Dengan segera Erlan memarkirkan kendaraan itu, lalu mematikan mesinnya, tak lupa ia juga melepaskan seatbeltnya. Setelah itu Erlan langsung meraih pintu mobil dan membukanya dengan tidak sabaran. Erlan perlahan mulai turun menginjakkan kedua kakinya di muka bumi, begitupun juga dengan Aditya.


"Eh mas Erlan sama mas Aditya, mau ketemu sama non Disya ya." Salah satu pelayan menyambut ramah kedatangan sahabat dari putri majikannya itu.


"Iya, bi. Disya nya ada kan bi?" Tanya Erlan ramah seperti biasanya.


"Ada dong mas, kebetulan non Amanda juga ada, mereka lagi di taman belakang." Sahut si bibi sembari memperlihatkan senyumannya yang ramah.


"Baiklah kalau begitu kita langsung ke taman belakang saja ya, bi." Ucap Erlan kembali melangkahkan kedua kakinya.


"Oh iya bi, sekalian buatin kita jus yang paling seger ya bi." Ucap Aditya seraya mengedipkan sebelah matanya membuat si bibi tertawa. Sudah biasa Adit bersikap seperti itu kepada si bibi. Si bibi hanya mengacungkan jempolnya, lalu setelah itu Adit pun langsung melangkahkan kedua kakinya mengikuti Erlan menuju taman belakang.


***


Taman belakang.

__ADS_1


Erlan dan Aditya sudah berada di taman belakang, kedua remaja itu terlihat sedang menatap dua gadis yang saat ini sedang tertawa sambil sesekali menikmati cemilannya. Bahkan saking asiknya kedua gadis itu sama sekali tidak menyadari kehadiran Erlan dan juga Aditya yang kini sudah berdiri di dekat kedua gadis itu.


"Wah asik bener kalian. Lagi ngobrolin apa sih?" tanya Aditya dengan tiba-tiba membuat kedua gadis itu sedikit terkejut.


"Kak Adit... Bisa gak sih kalau datang tuh kasih tanda dulu, bikin kita terkejut saja." Seru Amanda sambil menatap Aditya dengan kesal.


"Emang nih, udah kayak jelangkung aja." Timpal Disya seraya mengercutkan bibirnya.


"Ckkk... Kalian saja yang terlalu asik dengan dunia kalian sendiri sampai-sampai kita bediri di sini saja, kalian sama sekali tidak menyadarinya." Omel Aditya sembari mengambil cemilan yang ada di atas gazebo itu.


Amanda dan Disya tidak menanggapi ucapan Aditya tersebut, kali ini pandangan kedua gadis itu beralih pada sosok Erlan yang menurut keduanya sangatlah berbeda dari biasanya. Bahkan tatapan Amanda terlihat sangat kagum, begitipun juga dengan Disya.


"Nahkan, lo aja merasa beda, apalagi gue." Celetuk Aditya seraya mengunyah cemilannya.


"Telen dulu makanannya Aditya! Muncrat kena muka gue." Seru Disya kembali menatap Aditya kesal.

__ADS_1


"Ah elah lebay lo Sya." Gerutu Aditya dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Ekhmm... Kalian sedang ngobrolin apa tadi?" kini Erlan mulai membuka suaranya, sambil berjalan dan duduk di hadapan Disya.


"Ah tidak ada, kita hanya mengobrol biasa saja." Sahut Disya sedikit salah tingkah. Entah kenapa penampilan Erlan saat ini membuat detak jantungnya mendadak tidak sehat.


"Cieeee.... Ada yang salting nih." Amanda meledek Disya sembari mencolek dagu sahabatnya tersebut. Disya seketika memberikan tatapan matanya tajam, sementara Erlan hanya tersenyum tipis.


"Ish apaan sih lo, Man. Siapa yang salting sih. Dasar nenek lampir." Elak Disya sembari mencubit pelan lengan sahabatnya tersebut.


"Ya lo lah Sya. Memangnya siapa lagi, masa kak Aditya sih, di kira kak Adit doyan sesama terong apa." Sahut Amanda membuat Aditya langsung memelototkan kedua bola matanya sempurna.


"Astaga... Ngomong apasih lo Markonah! Gue cium juga lo." Seru Aditya gemas.


"Dih amit-amit di cium sama lo, mendingan di cium sama Jong-kook." Sahut Amanda sembari mengkhayal di cium sama Jong-kook.

__ADS_1


"Banyakan ngayal lo, lama-lama lo gila." Ucap Aditya namun tidak mendapat respon dari Amanda.


Bersambung.


__ADS_2