Obsesi Cinta Sahabatku

Obsesi Cinta Sahabatku
Adu mulut


__ADS_3

Adit yang mendengar ucapan Amanda pun semakin penasaran, bahkan ia sampai berpindsh duduk mendekati Alanda demi mendengar apa yang akan di ucapkan oleh Amanda saat ini.


"Apa Man? Kasih tahu gue cepat." Ucap Adit sembari menggoyangkan tubuh Amanda membuat gadis itu sedikit kesal.


"Ish bisa diam gak sih kak. Kalau lo kayak gini, gue jadi malas ngasih tahu lo." Seru Amanda membuat Aditya langsung menjauhkan tangannya dari tubuh Amanda.


"Udah gak kan. Cepetan kasih tahu gue." Pinta Adit dengan tdak sabaran.


"Ok, ok. Gue bakalan kasih tahu lo kak. Jadi sebenarnya Disya sama kak Erlan itu sudah di.... Eeeemmmhhh.... " Lagi-lagi Disya membekap mulut Amanda dengan cepat. Gadis itu sepertinya tidak ingin Aditya tahu tentang perjodohannya dengan Erlan.


"Disya... Lo kenapa sih, biarin aja Amanda ngasih tahu gue. Ah gue jadi curiga jangan-jangan lo sama Erlan... "


"Kak Adit yang paling ganteng sedunia, gue sama kak Erlan tuh tidak ada apa-apa. Dan si Amanda yang nyebelin bin ngeselin ini, cuma mau memberitahu bahwa gue sama kak Erlan mau pergi ke taman. Ya mau pergi ke taman, iyakan kak Erlan." Ucap Disya sembari menatap ke arah Erlan, berharap laki-laki itu mau bekerja sama dengan dirinya untuk membodohi Adit.


"Ya, bener yang di ucapin Disya. Jadi lo gak usah penasaran-penasaran lagi." Timpal Erlan membuat Disya menghela nafasnya lega.


"Hmm... Kenapa gue tidak percaya ya, lagian untuk apa kalian pergi ke taman? Tidak seperti biasanya." Adit menatap curiga kepada Erlan Dan juga Disya. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Disya tadi.

__ADS_1


"Yasudah kalau kak Adit tidak percaya, gue gak maksa kok." Sahut Disya masa bodo.


"Ya gue juga tidak maksa lo buat percaya." Timpal Erlan dengan cuek membuat Adit kesal.


"Lo berdua kompak banget sih bikin gue kesel. Eh Sya. Lepaskan tuh mulut si Amanda, nanti dia pingsan gara-gara lo bekap terus." Ucap Adit sembari menunjuk ke arah tangan Disya yang masih setia membekap mulut sahabatnya tersebut.


"Oh iya gue lupa." Disya segera melepaskan bekapannya, Ia tersenyum kepada Amanda seolah-olah ia tidak melakukan kesalahan sama sekali.


"Gladysaaaaaaa!!! Lo sengaja ya mau bikin gue mampus. Jahat banget sih lo." Teriak Amanda membuat ketiga orang itu seketika menutup telinganya secara bersamaan.


"Bodoamat! Emang gue pikirin." Ucap Amanda dengan kesal.


"Astaga... Lo kenapa ngeselin banget sih jadi perempuan!"


"Lo juga ngeselin banget jadi laki."


"Ya Tuhan... Kenapa Engkau memberikan sahabat yang menyebalkan seperti si Markonah ini."

__ADS_1


"Ya Tuhaaaan... Kenapa aku juga harus di berikan sahabat menyebalkan seperti si Bambang ini. Apakah tidak bisa tukar tambah saja sama Gelas dua atau nggak piring aja, kan lumayan bisa berguna buat aku." Ucap Amanda sembari menatap langit siang itu. Mendengar doa Amanda tentu saja membuat Aditya seketika membulatkan kedua bola matanya sempurna. Bisa-bisanya gadis itu ingin menukar dirinya dengan gelas atau pun piring. Benar-benar sulit di percaya.


"Eh Markonah.... "


"STOP!!! Kalau kalian masih mau berantem, jangan di sini ok. Sono di atas ring sekalian." Seru Disya sembari menatap kedua sahabatnya itu secara bergantian.


"Jahat banget sih, Sya. Masa nyuruh gue berantem di atas ring sih, nanti kalau gue mati bagaimana." Ucap Amanda seraya menampilkan tampang yang menyedihkan. Jika Amanda seorang aktris, tentu saja ia akan mendapatkan penghargaan sebagai aktris akting terbaik. Sayangnya dia bukan aktris, dia hanya seorang gadis biasa yang sangat menyebalkan bagi Aditya.


"Makannya udahan berantemnya. Gue pusing denger kalian adu mulut terus." Sahut Disya sembari menggelengkan kepalanya.


"Iya deh iya, kita tidak akan berantem lagi." Ucap Amanda sembari menyenderkan kepalanya di pundak Disya.


"Dasar ratu akting." Aditya menggerutu sembari menatap Amanda. Amanda sama sekali tidak menanggapi ucapan Aditya tersebut, ia hanya tersenyum dan menjulurkan lidahnya kepada Aditya.


Setelah itu keempat sahabat itu pun mulai mengobrol tanpa adanya adu mulut antara Amanda dan juga Aditya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2