
"What!!! Lo serius Sya? Nyokap lo sama nyokap kak Erlan menjodohkan kailan berdua?" Tanya Amanda sedikit berteriak karena saking terkejutnya.
"Bisa gak sih lo itu gak usah teriak-teriak segala. Memangnya lo pikir telinga gue itu budeg apa." Dengus Disya seraya menatap sahabatnya dengan kesal. Sahabatnya itu memang kalau terkejut selalu saja berteriak membuat orang skot jantung.
"Sorry, Sya. Gue kan kaget dengernya tadi." Amanda tersenyum cengengesan sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu. "Tapi, lo serius, nyokap lo jodohin lo sama kak Erlan?" Amanda kembali menanyakan hal yang sama, untuk memastikan bahwa pendengarannya itu masih normal.
__ADS_1
"Lo kira gue boongan hah! Ya seriuslah, Manda. Makannya gue kesel banget sama nyokap gue. Sudah tahu kalau gue itu cuma nganggap kak Erlan hanya sebagai sahabat gue saja, tapi tetap saja nyokap gue jodohin gue sama kak Erlan. Sumpah gue gak ngerti lagi sama jalan pikirannya nyokap gue." Disya menghela nafasnya kasar, kini tatapan matanya tertuju pada langit yang terlihat cerah.
"Lo sabar aja Sya. Mungkin nyokap lo tau kalau kak Erlan itu laki-laki yang baik dan selalu menjaga lo. Dan nyokap lo merasa kalau kak Erlan itu laki-laki yang cocok untuk menjadi suami lo. Gue sendiri juga merasa kak Erlan itu laki-laki yang sangat baik dan bisa melindungi lo. Jadi, gue rasa lo gak bakalan rugi untuk menerima perjodohan ini." Ucap Amanda sembari menatap sahabatnya itu.
Disya yang mendengar ucapan sahabatnya pun tersenyum kecut, ia pun kemudian menatap Amanda dengan sendu. "Tapi gue tidak suka sama kak Erlan, Manda. Dan gue juga ingin memilih laki-laki sesuai dengan keinginan gue sendiri." Ucapnya pelan.
__ADS_1
Disya yang mendengar ucapan Amanda pun seketika memelototkan kedua bola matanya sempurna, bagaiamana bisa Amanda berpikiran seperti itu, bukankah itu sam saja Amanda menyuruh Disya untuk mempermainkan perasaan orang lain?
"Lo gila ya Man. Itu sama saja lo nyuruh gue buat mempermainkan perasaan orang lain. Lalu bagaiamana kalau laki-laki yang gue pacarin itu tidak mau gue putusin? Dan bagaimana kalau misalkan dia nekat melakukan sesuatu yang di luar dugaan kita? Ada-ada saja lo." Omel Disya seraya mencubit pelan pipi sahabatnya tersebut.
"Ya kalau begitu lo gak usah pacaran dan gak usah mencari laki-laki yang sesuai dengan keinginan lo itu. Lo cukup menantikan kepulangan kak Erlan dan menikah dengan kak Erlan saja. Simpel kan." Sahut Amanda dengan gampangnya seolah-olah perjodohan itu bukanlah masalah yang terlalu serius bagi dirinya. Karena menurut Amanda, laki-laki seperti Erlan itu sangat langka, dan sangat beruntung jika ada seorang wanita yang menikah dengan Erlan. Bahkan jika dirinya yang di jodohkan dengan Erlan, tentunya dia tidak akan menolaknya.
__ADS_1
"Tau ah, ngomong sama lo bikin kepala gue tambah pusing tau gak." Seru Disya sembari meraih minumannya dan meneguknya dengan wajah yang kesal sementara Amanda, hanya mengedikan kedua bahunya saja.
Bersambung.