Obsesi Cinta Sahabatku

Obsesi Cinta Sahabatku
Kenalan


__ADS_3

"Kak Dimas kuliah di mana?" Tanya Amanda terlihat sangat kepo.


"Di Jakarta." Jawab Dimas membuat Amanda terlihat sangat senang.


"Wah bisa ketemu setiap hari lagi dong." Ucap Amanda seraya tanpa menghilangkan senyuman di wajahnya. Dimas hanya tersenyum menanggapi ucapan mantan adik kelasnya itu, sementara Disya, ia terlihat menggelengkan kepalanya. Amanda ini kalau udah suka sama orang benar-benar tidak bisa di sembunyikan.


"Oh iya kak Dimas udah punya pacar belum?" Tanya Amanda sambil menyanggah dagunya menggunakan kedua tangannya.


Dimas yang mendapat pertanyaan itu pun kembali tersenyum. "Belum, memangnya kenapa?" Dimas berbalik nanya sembari menatap Amanda, tatapan matanya tentu saja membuat Amanda salah tingkah, di tambah lagi dengan senyumannya yang manis itu. Sungguh membuat Amanda klepek-klepek.


"Kalau belum aku boleh dong daftar jadi... " Ucapan Amanda tercekat di tenggorokan ketika suara datar seorang laki-laki menyela ucapannya itu.

__ADS_1


"Dim, lo udah pesen makanannya?" Tanya seorang laki-laki yang di perkirakan adalah teman Dimas.


Dimas seketika menoleh kepada temannya itu. Ia tersenyum seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Belum, Lang. Gue lupa." Jawab Dimas membuat temannya mendengus kesal.


"Oh iya, kenalin ini Amanda dan ini Disya, mantan adik kelas gue." Ucap Dimas mengenalkan kedua gadis itu kepada temannya. "Sya, Manda, kenalin ini temen gue namanya Galang." Dimas kembali berucap kepada Disya Dan juga Amanda. Kedua gadis tersenyum dan menatap Galang. Laki-laki ini terlihat dingin, hampir mirip dengan Erlan.


"Galang." Laki-laki itu menyodorkan tangan kanannya kepada Amanda.


"Amanda." Jawab Amanda ramah seraya membalas jabatan tangan Galang.


"Disya." Sahut Disya yang kemudian menjabat tangan Galang. Netra keduanya bertemu beberapa detik, hingga pada akhirnya Disya pun langsung melepaskan jabatan tangannya, dan mengalihkan pandangannya ke arah sahabatnya Amanda.

__ADS_1


Galang tersenyum tipis sangat tipis sekali membuat ketiga manusia itu tidak dapat melihatnya.


"Oh iya Galang boleh gabungkan di sini?" Dimas bertanya kepada Amanda dan juga Disya. Kedua gadis itu nampak menganggukkan kepalanya secara bersamaan membuat Dimas kembali tersenyum manis, kemudian Dimas pun kembali menatap temannya Galang. "Kita makan bareng mereka aja ya, biar seru." Ucap Dimas kepada Galang.


"Terserah lo aja." Jawab Galang seraya menarik kursi yang berada di samping Disya. "Gue boleh duduk di kursi ini kan?" Tanya Galang kepada Disya.


"Ya, boleh kursi itu memang kosong kok." Jawab Disya seraya memperlihatkan senyuman manis di wajahnya yang cantik itu membuat detak jantung Galang tiba-tiba saja berdegup kencang. Apakah wanita ini akan menjadi cinta pertamanya? Entahlah.


"Terima kasih." Ucap Galang seraya duduk di kursi itu. Disya hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya saja.


"Yasudah kalian ngobrol dulu ya, gue mau pesen makanan dulu. Oh iya Manda, Disya kalian mau pesan makanan lagi gak? Biar sekalian aku pesenin." Tanya Dimas sembari menatap Amanda dan juga Disya bergantian.

__ADS_1


"Terima kasih kak Dimas, tapi kebetulan kita sudah kenyang. Jadi kalau mau pesenin lain kali aja ya." Ucap Amanda dengan nada suaranya yang lembut serta senyumannya yang tidak pernah lepas dari wajah cantiknya itu membuat Dimas kembali menyunggingkan senyumannya.


Bersambung.


__ADS_2